Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
SUAMI YANG SEMPURNA

SUAMI YANG SEMPURNA

"Kadang ada uneg-uneg dan kekesalan yang nggak bisa kita utarakan melalui lisan dan satu-satunya cara terbaik adalah dengan tulisan." Aisha mengikuti gaya Widyo. Mengambil selembar kertas di tempat sampah yang berada tak jauh dari jaraknya dan menuliskan sesuatu --- kemudian menjadikannya pesawat kertas --- lantas membuatnya terbang jauh meski pada akhirnya jatuh juga ke lantai. Tapi Aisha hanya bisa tertawa. Setidaknya dia sudah mencoba. "Mau tahu gue nulis apa?"
1.8K viewsOngoingAdded to Library 68 Times as unsur puisi
Read
+Library
Sang Menantu Perkasa

Sang Menantu Perkasa

Ketika sebuah puisi selesai ditulis pasti ada yang mengomentari, kemudian semua orang memuji seolah mereka sudah menjadi ulama yang hebat. Padahal puisi-puisi yang mereka tulis itu benar-benar biasa saja, bahkan ada yang tidak koheren. Dengungan-dengungan yang terus terdengar di telinga Arjuna sungguh membosankan dan tidak menarik. "Disa, ayo kita pergi." Arjuna berdiri, hendak pergi. "Kak, kamu sudah mau pergi?" Begitu Arjuna melangkah, seseorang memanggilnya.
9.3430.3K viewsCompletedAdded to Library 16.4K Times as unsur puisi
Show Reviews (65)
Read
+Library
Hamfa Merman
Kisah seorang wanita muda yang pergi ke ibu kota untuk meraih mimpi malah mendapati CEO luar biasa aneh yang tinggal tepat di sebelah kamar apartemen miliknya. Baca hanya di novel berjudul CEO MISTERIUS DI SEBELAH KAMAR. Dijamin seru, menegangkan, dan baku hantam serta adu mulut pun ada.
Easy Loundry
ga cocok u pembaca kek aku yg menyanjung, pria dgn 1 wanita, yg g playboy, g apa2 jahat, intimidasi yg penting u 1 wanita, g suka pria yg gonta ganti wanita, celup sana celup sini. jd blm berani baca buku thor yg ini.. mianheee thorrr, nyari buku dgn judul yg laen milik thor aja...
Read All Reviews
Senja yang Hilang di Malam Tanpa Suara

Senja yang Hilang di Malam Tanpa Suara

Mendengar itu, Audrey tiba-tiba mencibir, "Kurasa, dia nggak butuh kamu temani dia lagi." "Apa maksudmu?" "Lihat saja bagian belakang kartu pos ini." Christopher dengan cepat membaliknya. Dia langsung membaca kalimat pertama yang kutulis. [ Pada saat kamu membaca surat ini, aku sudah meninggal. ] Benar, kesehatanku sangat buruk dan penyakitku sudah mencapai stadium akhir. Beberapa hari yang lalu, aku telah meninggal di tempat di mana musim semi sedang mekar penuh.
6.0K viewsCompletedAdded to Library 191 Times as unsur puisi
Read
+Library
Ajari Cinta Jatuh Cinta

Ajari Cinta Jatuh Cinta

"Engkau adalah gunung yang tak bisa kudaki, samudera yang tak mungkin kuarungi. Engkau seluas semesta, dan seindah bintang-bintang yang mustahil kugapai. " Seorang Berandal membaca bait-bait puisi dengan penuh hayati. Rima-rima yang mengalir terpatri di hati sang guru dan anak-anak kelas sastra yang duduk terenyuh oleh indahnya puisi yang dibacakannya. Hanya satu orang yang nampak kesal: Cinta Anandia Suryani, gadis manis berkacamata dengan pipi tembem menggemaskan yang terus cemberut sedari kelas dimulai. Hatinya terus bergumam, "dasar preman pasar, Itu kan puisi cintaku! "
103.5K viewsOngoingAdded to Library 102 Times as unsur puisi
Read
+Library
Ellipsis

Ellipsis

Selig, wer sich vor der Welt Ohne Hass verschliesst, Einen Freund am Busen hält Und mit dem geniesst, Was, von Menschen nicht gewusst Oder nicht bedacht, Durch das Labyrinth der Brust Wandelt in der Nacht. Damai. Itulah kesan pertama yang kudapatkan usai membaca salah satu puisi penyair besar dari Jerman tersebut. Aku memang sangat menyukai setiap puisi yang Goethe tulis. Benar-benar terasa hidup dan realis. Dan puisi yang baru saja selesai kubaca itu, seolah menggambarkan kemalangan hidup yang sedang kualami saat ini.
103.7K viewsOngoingAdded to Library 96 Times as unsur puisi
Read
+Library
Black Finger (Indonesia)

Black Finger (Indonesia)

Gerak tangan Isabel terhenti. Rin menerawang ke malam perpisahan anak tingkat tiga. Sebagai ketua panitia acara, puisi itu digunakan J-End sebagai kalimat pembuka dalam pidatonya. “Dia hanya bilang ‘Sebuah Puisi Tua dari Slavidion’, tanpa judul dan tanpa nama penyair.” 'Hitam dan Putih Dalam kilatan waktu Terpecah jauh' “Kamu bisa mengingatnya?” tanggap Isabel tak percaya. Padahal ia juga hadir dalam acara perpisahan itu.
1013.8K viewsCompletedAdded to Library 371 Times as unsur puisi
Read
+Library
Jejak di Balik Pesantren

Jejak di Balik Pesantren

Surat yang Tidak Ditujukan pada Siapa-Siapa Di satu malam yang sunyi, di sebuah ruangan tua di pinggir pesantren yang tak pernah digunakan lagi, Kapten Arya menemukan sesuatu. Sebuah surat, tergulung rapi di dalam botol tinta yang sudah mengering. Isinya hanya satu kalimat: "Tulisan yang tidak selesai akan membuka pintu bagi mereka yang tidak pernah dimaksudkan untuk hidup." Kapten Arya terdiam. Kalimat itu bukan peringatan—itu ancaman.
2.6K viewsCompletedAdded to Library 63 Times as unsur puisi
Read
+Library
Prajurit Tangguh

Prajurit Tangguh

Ok sir," jawab Lusi. (Baik Pak,) Lusi akhirnya membacakan puisi yang berjudul Prajurit Tangguh. "You are a valiant young man, with a striped uniform and a long-barreled weapon that you always hold in your hand. You are a Tough Soldier, who is a lamp in the dark. Which becomes an umbrella when it rains, which becomes a comfort when we are sad. You are willing to die to protect the Republic of Indonesia, O tough soldier," ucap Lusi dengan semangat empat lima membacanya.
1014.9K viewsOngoingAdded to Library 431 Times as unsur puisi
Read
+Library
Di Ujung Senja

Di Ujung Senja

suara Edo berubah jadi begitu tinggi, rekor nada suara tertinggi Edo yang pernah Arra dengar selama bertahun-tahun bersama Edo. “KALAU AKU EGOIS, AKU TERIMA SEMUA TAWARAN ITU, RA. BIAR SEMUA PENDIDIKAN AKU LANCAR, BIAR AKU NGGAK DIPERSULIT DENGAN KELAKUAN-KELAKUAN NGGAK JELAS YANG SEBENARNYA TIDAK ADA SANGKUT PAUTNYA SAMA SEKALI ITU DENGAN PENDIDIKAN AKU, TAPI DEMI KAMU AKU BERTAHAN! TIDAK PEDULI AKU DIKERJAIN, AKU DIPERSULIT DAN KAMU MASIH MENGANGGAP AKU EGOIS, RA!” kembali suara Edo begitu tinggi membuat Arra tercekat.
9.9266.1K viewsCompletedAdded to Library 7.5K Times as unsur puisi
Read
+Library
Ujung Senja

Ujung Senja

“Kemana perginya hati. Kemana hilangnya rasa. Engkau kan menghilang diri, Sayang, untuk insan yang kau puja. Kutakkan berkecil hati. Kutakkan rasa kecewa. Walaupun perih pilu di hati. Kau kuiring senyum mesra. Ingatlah, kau, duhai Jelita, hati ini untukmu saja. Dhai kasih, sanjungan kalbu, engkau pergi tanpa relaku. Hatiku kau curi kini, kau bawa pergi bersama. Kering kini taman sanubari, tiada lagi senyum indah.”
108.4K viewsCompletedAdded to Library 227 Times as unsur puisi
Read
+Library
PREV
123456
...
10
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status