Di Antara Tangis Anakku dan Diam Suamiku
Setelah dipaksa menukar jantung untuk cinta pertama suamiku, aku mati di koridor rumah sakit swasta yang didirikannya sendiri.
Saat menjelang ajal, anak lelakiku yang berusia enam tahun menangis dan memohon padanya tiga kali.
Pertama, anakku menggandeng tangan ayahnya dan berkata bahwa aku muntah darah.
Ayahnya menyeringai dingin dan berkata, "Kali ini akhirnya ada kemajuan, sampai mengajarkan anak untuk berbohong."
Lalu menyuruh pengawal mengusir anakku dari kamar.
Kedua, anakku menarik lengan bajunya dan berkata bahwa aku sudah mulai mengoceh tak karuan karena menahan sakit.
Ayahnya mengerutkan kening dan berkata, "Bukannya hanya mengganti jantung? Kata dokter, tidak akan mati."
Pengawal m
Hot Chapters