Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
The Seductive Revenge

The Seductive Revenge

Allan pun meraih tissue yang disodorkan Givanna padanya untuk menyusut air mata yang tak berhenti mengalir. "Suatu ketika saudaraku yang tinggal di Kalimantan memberitahukanku bahwa wanita itu sepertinya menderita gangguan jiwa. Dia gila, Dirga. Hamil dan gila--karena aku. Akulah iblis yang membuatnya menderita!"" Givanna langsung memeluk erat ayahnya dan ikut menangis. Ia tahu betapa berat beban penyesalan yang sekarang dipikul Allan.
9.855.6K viewsCompletedAdded to Library 1.3K Times as vengeful spirits
Show Reviews (17)
Read
+Library
Black Aurora
Buku ini pernah tayang di novelme bbrp tahun yg lalu dengan nama penulis Aswa Antari, namaku yg dulu. Dan menjadi salah satu buku awal2 nulis di platform. Jadi harap maklum kalau penulisannya agak kacau ya ... kisah dimulai dari saat Jelita remaja, hingga saatnya nanti bertemu Dexter di usia dewasa.
Vella Febrian
tor terima kasih bnyak sudah mnyajikan karya semenarik dn sebagus ini,sprti biasa karya2mu gak usah diragukan lagi..yg prnh bca novelmu pst akn sll ketagihan,dn honestly crtamu yg ini mlebihi ekspktasiku krn emg sekeren itu..smpe ktmu lgi dicrtamu yg lain yah tor,aku sll mnantikannya
Read All Reviews
Hantu Vila

Hantu Vila

Air mata Veli menetes ke pipinya. "Saya cinta sama kamu Veli," Asep tersenyum, Martil siap dihantamkan lagi. "Kita ketemu di surga ya, sayang." Tangan kanan Veli terangkat, memberi isyarat agar Asep tidak membunuhnya. Tapi, martil itu tetap dihantamkan ke kepala Veli hingga ia tewas. Sebuah terpal menjadi pembungkus jenazahnya, dengan rapi ia masukkan jenazah Veli ke kolong meja. Bercak darah dilap termasuk darah yang menetes di tanah, ia gosok-gosokkan tanah itu menggunakan alas sepatunya agar darahnya hilang.
9.917.1K viewsCompletedAdded to Library 547 Times as vengeful spirits
Read
+Library
Tetanggaku Malaikat Maut

Tetanggaku Malaikat Maut

Ia hanya punya kemampuan menjadi mode menghilang dari penglihatan manusia biasa seperti para arwah. Sebagai seorang malaikat kematian, ia layaknya seperti manusia biasa. Hanya saja ia tidak menua dan tidak bisa mati, tapi bisa merasakan sakit. Ia tidak memiliki sayap seperti malaikat-malaikat yang manusia gambar. Ia juga tidak bisa merasakan kenikmatan setelah makan yang enak atau tidur yang panjang. Ia bagaikan mayat yang dihukum dengan kehidupan membosankan tanpa kenikmatan atau kebahagiaan.
1.3K viewsOngoingAdded to Library 39 Times as vengeful spirits
Read
+Library
Revenge

Revenge

Laki-laki tua itu mendahuluinya dan mengabaikan semua kata-katanya. Wanita itu kesal. Dia sudah mati-matian menyusun rencana untuk membalas dendam kepada Pranajiwo dan Sriwedari, dan laki-laki tua selalu menentangnya dari awal. “Dendam tak akan membawamu kepada kedamaian. Apa yang Wita tanamkan di otakmu, tak ada artinya. Darah lebih kental dari pada air. Kamu, hanya alat yang diciptakan untuk memenuhi ego seorang Wita.” Kata-kata laki-laki itu benar-benar menusuk.
104.9K viewsCompletedAdded to Library 112 Times as vengeful spirits
Read
+Library
Revenge

Revenge

Namun apa yang telah menimpanya, semua begitu nyata, dan luka di tubuhnya adalah bukti. Gendis mengembalikan benda-benda yang dia keluarkan tadi kembali ke bawah tempat tidur, dan akan berpura-pura tidak pernah melihatnya. Sebuah cambuk berwarna hitam dengan ukiran di gagangnya, terlihat bagus dan mahal. Juga tali. "Apakah Steve seorang Psycho? Sadomasokis? Mimpi buruk apa lagi yang harus aku alami, Tuhan ... belum cukupkah semua cobaan ini?"
108.7K viewsCompletedAdded to Library 286 Times as vengeful spirits
Read
+Library
Werewolf and Psychopath

Werewolf and Psychopath

Wajah lugu dan ceria yang senantiasa nampak, seketika berubah penuh akan amarah dan nafsu untuk membunuh sang kakek. "Kau jahat! Kau membunuh ayahku! Kau membunuh ayahku!" berontak Verdinant, kekuatan sihir yang selama ini tersembunyi dalam darahnya seketika bangkit, kedua tangannya memancarkan sinar berpendar ungu, dalam hitungan detik, dua vampir yang menahan tubuhnya seketika terlempar dan terpapar sinar matahari, hingga terbakar hangus menjadi abu.
108.4K viewsCompletedAdded to Library 277 Times as vengeful spirits
Read
+Library
The Evil Soul's Twin

The Evil Soul's Twin

Jelas Rey dengan penuh semangat. Ray menatap kosong langit-langit kamarnya. Apa yang dikatakan Rey memang benar adanya. Perbuatan mereka sangat keterlaluan dan tidak termaafkan. Darah harus dibayar dengan darah, mereka sudah membunuh orang tersayang Ray jadi Ray juga harus membunuh mereka. Entah logika dari mana, Ray sudah tidak peduli lagi. Yang Ray pikirkan, dari semua rencana yang akan diusulkan Rey nanti, pasti ada imbalannya.
106.6K viewsOngoingAdded to Library 197 Times as vengeful spirits
Read
+Library
Revenge

Revenge

"Mana kehebatanmu? Sekarang kamu lebih hina dari anj*ng! Merengek-rengek minta ampun! Sudah kubilang padamu kalau aku tidaak akan membunuhmu! masih tidak mengerti?" "Terima kasih, Nona Hantu! Aku janji akan berbuat baik kalau diampuni! Aku juga menyesal telah melakukan perbuatan biadab sama Nona Hantu!" ujar Walter. "Bagus kamu tahu perbuatanmu yang biadab itu! Sevenarnya aku hendak menjebloskanmu ke penjara biar kamu merasakan hinanya dirimu di tengah penghuni penjara yang akan menganggapmu sebagai pria cantik!"
106.3K viewsCompletedAdded to Library 218 Times as vengeful spirits
Read
+Library
Pembalasan Tuan Muda Terkuat

Pembalasan Tuan Muda Terkuat

Matanya beralih langsung ke Ryan, tatapannya lurus dan tidak membuang-buang waktu. "Yang ada di dalam segel itu disebut Klan Spiritum Sanguis. Di Benua Valorisia sekarang, ada dua faksi yang kau kenal sebagai musuhmu: Spirit Hall dan Klan Spirit Blood yang berdiri hari ini. Tapi keduanya hanya bayangan retak dari yang asli." Ryan mengerutkan kening. "Bayangan retak?"
9.71.3M viewsOngoingAdded to Library 47.2K Times as vengeful spirits
Show Reviews (79)
Read
+Library
Rianoir
Terima Kasih Semuanya. Kisah Ryan Pendragon Tamat sementara di Season 1 ini. Mohon Maaf jika Ending ini terasa aneh, karena memang masih banyak yang perlu di eksplor. Tapi secara cerita, Ryan sudah balas dendam ke Lucas, dan juga keluarga Pendragon. Meski sebenarnya masih ada misteri lagi(⁠≧⁠▽⁠≦⁠
Chian May
satu2nya novel favorit, cerita karakter dan kisah yg sangat cocok dengan kenyataan tapi sayang perang belum dimulai pernikahan dgn siapa belum tau dan siapa ibu dari cornelius juga belum ada gambaran ceritanya sudah mau tamat ya udahlah mau gimana lagi trima kenyataan aja trimaksih othor ats crtanya
Read All Reviews
PREV
12

Frequently Asked Questions

Ada sesuatu yang sangat memikat tentang karakter vengeful dalam film—mereka sering menjadi pusat cerita yang gelap namun menarik, mengundang kita untuk menyelami sisi manusia yang paling primal. Vengeful, atau pendendam, bukan sekadar tentang balas dendam biasa; ini tentang narasi kompleks di mana rasa sakit pribadi berubah menjadi obsesi, dan obsesi itu mendorong segala tindakan. Karakter seperti John Wick dalam film dengan judul yang sama atau Inigo Montoya di 'The Princess Bride' menunjukkan bagaimana dendam bisa menjadi motivasi yang kuat, bahkan heroik dalam konteks tertentu. Tapi di balik itu, selalu ada pertanyaan: apakah balas dendam benar-benar membawa penutupan, atau justru menjebak mereka dalam siklus kekerasan tanpa akhir?

Yang menarik, vengeful dalam film sering kali hadir dalam berbagai nuansa. Ada yang digambarkan sebagai antihero—seperti Maximus di 'Gladiator'—di mana penonton secara alami mendukung usahanya untuk membalas kematian keluarganya. Di sisi lain, ada karakter seperti Amy Dunne di 'Gone Girl', yang dendamnya lebih manipulatif dan psychologically twisted, membuat kita merasa ngeri sekaligus terpana. Film-film ini memanfaatkan vengeful sebagai alat untuk mengeksplorasi tema keadilan, moralitas, dan batas antara korban dan pelaku. Ketika karakter utama memutuskan untuk membalas, kita sebagai penonton diajak untuk mempertanyakan: sejauh mana kita akan melangkah jika berada di posisi mereka?

Dalam konteks karakter, vengeful juga sering menjadi titik balik perkembangan arc. Ambil contoh Killmonger di 'Black Panther'—dendamnya terhadap Wakanda bukan sekadar emosi kosong, melainkan hasil dari trauma historis dan pengabaian sistemik. Ini memberi layer depth yang membuatnya lebih dari sekadar villain biasa. Film yang baik menggunakan vengeful nature karakter untuk membuka diskusi tentang ketidakadilan, baik personal maupun struktural. Dan meskipun akhirnya kita mungkin tidak setuju dengan metode mereka, sering kali kita bisa memahami akar kemarahannya.

Di luar alur utama, vengeful juga bisa menjadi alat sinematik yang powerful. Adegan balas dendam biasanya dirancang dengan ketegangan tinggi, musik yang menggugah, dan visual yang impactful—think Uma Thurman dalam 'Kill Bill' atau Hugh Jackman di 'Logan'. Moment-moment ini tidak hanya memuaskan secara emosional, tapi juga meninggalkan kesan mendalam tentang konsekuensi dari dendam. Apakah itu layak? Apakah harga yang dibayar setara? Film jarang memberikan jawaban mudah, dan itu yang membuat tema ini terus relevan.

Terlepas dari genre atau budaya, vengeful characters selalu punya daya tarik universal karena mereka menyentuh sesuatu yang sangat manusiawi: keinginan untuk kontrol ketika dunia terasa tidak adil. Tapi yang paling kugemari adalah bagaimana film menggunakan karakter ini untuk mengajak kita merefleksikan diri sendiri—seberapa jauh kita memahami batas antara justice dan vengeance, dan bagaimana emosi gelap bisa mengubah seseorang secara permanen.

SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status