ISTRIKU BUKAN ISTRIKU
“Ada baru datang dari kartel Meksiko, tapi kualitasnya sedikit di bawah premium. Hanya berbeda 0,15%.”
“Nyaris sempurna,” geram Vin. “Hubungi Chen, katakan yang sebenarnya. Biar mereka memutuskan.” Miguel sigap bertindak. Tak berapa lama pria itu sudah sibuk bicara dengan Chen dan Ilario melalui ponsel.
“Apa yang kau lakukan di sini? Bukannya sekolah,” tegur Vin pada Vante.
“Kan liburan Om. Gimana sih,” kesal Vante. Vin menepuk dahinya pelan. Vante bertanya kenapa Enzo tak ikut pulang. Sederet penjelasan dari Vin membuat Vante tertarik.