MAAF! AKU CACAT
Bahwa aku hanya main-main, lebih lagi sebatas kasihan, padahal aku mencintai Melga dengan tulus, tidak peduli apapun kondisinya.
Gadis berambut sebahu dengan kacamata bulat membingkai wajah. Sorot matanya teduh, lembut dan bersinar bagai memancar kebahagiaan.
Namun, di saat yang sama, sarat akan luka mendalam. Tatapan itu seolah menjeritkan beban hidup dan kepedihan yang ditanggungnya.
Rasa kesepian yang mandarah daging, tapi seulas senyum itu, seperti melarang mengeluh pada dunia, meski hanya satu kata.
Hot Chapters