Serenade Cinta Dibawah Bintang
"Judulnya: ‘Untukmu yang Menunggu.’ Bukan lagu komersil. Cuma untuk kamu. Coba dengerin, ya. Nanti kabarin aku gimana rasanya."
Dengan perlahan, Luna menekan tombol putar. Musik akustik yang lembut mengalun, dibuka dengan petikan gitar khas Adrian. Lalu, suara laki-laki itu masuk, menyanyikan bait-bait sederhana namun tulus.
“Di balik hari-hari yang sunyi,
Ada namamu yang tak pernah pergi,
Walau langkah kita tak selalu seiring,
Tapi hatiku tetap memilih menanti…”