Ujung Senja
“Iyolah, anggap ajolah balasan dari Allah. Akak dengo cerito tentang hidup engkau dari Bang Arham, sedih betul. Bisa engkau tahan puluhan tahun. Kalau Akak, dah lamo Akak campakan tu.”
Kak Hanum tak melanjutkan ucapannya karena Winda tampak sibuk mengeluarkan sepeda motor. “Nak kemano, Win?” tanyanya pada si sulung.
“Nak ke Bufet Wak Jay, Mak. Teringin pulak makan mi sagu.”
“Belikan Emak samo Makcik Era, ye,” ujarnya. “Kau nak apo?”
“Apo yang sedap ajolah, Kak. Era lapo dah, pasti semua nak.”
Bab Populer