Dewa
Mawar mendorong tubuh Dewa dengan kasar.
"Bagaimana aku bisa pergi begitu saja kalau kalian berdua masih bertengkar. Dan sebabnya pun aku, aku bukanlah lelaki pengecut!"
"Lo bisa pergi nggak dari hadapan gue? Atau lo gue bunuh!" hardik Mawar dengan emosi yang meletup-letup. Mawar berdiri, mendupak tubuh Dewa dengan kasar. Matanya mendadak membidik gelas kaca yang ada di atas meja ruangan itu. Tanpa pikir panjang tangannya menggapai gelas itu, dihantamkan ke tubuh pintu agar pecah dan siap menembus kepala Dewa. Tangan Mawar berlumur darah, tetes demi tetes menghujani ubun kepala Dewa. Dendi yang berdiri dari tadi panik dan cemas. Takut tindakan kriminal akan menguap,
Hot Chapters