Filtrar por
Estado de actualización
TodoEn cursoCompletado
Ordenar por
TodoPopularRecomendaciónCalificacionesActualizado
DIJODOHKAN MAMA

DIJODOHKAN MAMA

Begitu layar terbuka, langsung muncul wajah Lia, Indri, Yudistira, dan Adrian yang mukanya kayak belum siap ikut obrolan tapi dipaksa gabung. “Ziva sayang! Lagi apa kamu?” sapa Mama Lia semangat. “Lagi rebahan, Ma. Ada apa nih rame-rame?” “Gak ada apa-apa,” jawab Mama Indri santai. “Cuma kangen cucu di perutmu itu.” Kakek Yudistira langsung ikut nimbrung, suaranya kencang banget sampai Ziva refleks menjauhkan HP.
102.4K vistasCompletadoAñadido a la biblioteca 77 veces como warung kanjeng mami
Leer
+Biblioteca
Melawan Suami dan Mertua

Melawan Suami dan Mertua

tawarku sembari bangkit dari kursi. “Oh, iya. Boleh, deh. Beli ayam bakar dua ingkung dan cah kangkung di warung Pak Slamet saja, Ma. Pas, searah dengan jalan pulang.” Aku mengiyakan ucapan Mama. Mengangguk dengan ekspresi yang sengaja kubuat semanis mungkin. Wanita kesayanganku itu tentu saja terlihat semakin berseri kala mendapatkan tanggapan positif dariku.
9.875.8K vistasCompletadoAñadido a la biblioteca 1.9K veces como warung kanjeng mami
Leer
+Biblioteca
Marriage With Benefits

Marriage With Benefits

Semua yang aku mau sudah Mama persiapkan namun ada hal yang membuatku mengernyitkan kening. "Kambing hidup buat apa sih, Ma?" "'Kan kamu mau nikah sama Caramel yang keturunan Jawa, nah itu salah satu hal yang kata teman Mama kalo di daerahnya umum dibawa. Nanti kita enggak cuma bawa kambing, tapi ada kelapa, terus ada bumbu dapur, ayam hidup, masakan matang, kain jarik juga bawa sejumlah berapa jumlah nenek kakek Caramel yang masih ada."
2.0K vistasCompletadoAñadido a la biblioteca 40 veces como warung kanjeng mami
Leer
+Biblioteca
BENALU

BENALU

Aku sebenarnya malas mengikuti, tapi mau tak mau. Menuju ke ruang makan, mata ibu juga masih jelalatan memandangi furniture rumah ini. Seandainya di ajak ke temen-temen arisan Mami, nggak bayangin tingkah absurd ibu di sana. Astaga dari tadi otakku ini hanya membayangkan tingkah absurd Ibu di acara arisan Mami. “Mari, Jeng Intan, mau lauk apa? seperti ini lah lauknya, Jeng,” ucap Mami.
9.949.7K vistasEn cursoAñadido a la biblioteca 1.9K veces como warung kanjeng mami
Leer
+Biblioteca
Sang PENEMBUS Batas

Sang PENEMBUS Batas

Warung itu menjual aneka lauk dan sayur matang. Elang langsung memilih beberapa lauk seperti 1 ekor ayam bakar, sayur nangka, serta beberapa lauk lainnya plus nasi tentunya. "Jadi berapa semuanya Bu..?" tanya Elang pada ibu penjaga warung makan. "Semuanya 3 kepeng saja Mas," sahut si ibu. 'Hah..! Murah sekali', bathin Elang. Dia pun mengambil 5 kepeng dari kantung uangnya, dan langsung memberikannya pada si ibu warung.
9.963.7K vistasCompletadoAñadido a la biblioteca 2.5K veces como warung kanjeng mami
Leer
+Biblioteca
Terkuaknya Rahasia Suamiku

Terkuaknya Rahasia Suamiku

"Sebentar, Mama beli dulu ke warung." Tanpa membuang waktu, aku pun bergegas ke warung yang jaraknya hanya beberapa meter saja. Terhalang dua rumah dari tempat tinggalku. Seperti biasa, sore hari di warung ada beberapa Ibu-ibu yang sedang nongkrong. Mereka menunggu matahari tenggelam sambil ngobrol di warung Ceu Entin. Apalagi yang dilakukan Ibu-ibu jika sudah berkumpul seperti itu. Selain bersenda gurau, pasti diselingi dengan ghibah. Bukan menuduh, tapi memang faktanya seperti itu. Beberapa kali aku ke warung selalu saja mendengar mereka tengah melakukan aktivitas tersebut.
107.9K vistasCompletadoAñadido a la biblioteca 173 veces como warung kanjeng mami
Leer
+Biblioteca
Semangkuk Kelapa Parut Untuk Lauk Nasi

Semangkuk Kelapa Parut Untuk Lauk Nasi

Aku melangkah keluar. "Mama mau kemana?" tanya Rani melihatku keluar rumah! "Mau kewarung, mau beli sabun, titip Adek kalo bangun ya? Mama cuma sebentar!" Pesanku kepada Rani. "Iya Ma," sahutnya. *** Di depan warung bertemu Dewi si Janda genit. "Eeh ada orang miskin, mau ngutang ya? Ups aku lupa, kalo nggak punya uang untuk belanja, hahaha."
102.1K vistasCompletadoAñadido a la biblioteca 80 veces como warung kanjeng mami
Leer
+Biblioteca
Kasih Berujung Luka

Kasih Berujung Luka

Ucap mamanya Mecca. "Ini nak diminum dulu ya." Ucap mamanya Mecca seraya menyodorkan secangkir kopi panas. "Terimakasih Bu." Ucapku seraya tersenyum sopan. "Ibu tinggal ke dapur dulu ya." Ucap mamanya Mecca seraya pergi ke dapur. Dan papanya Mecca pun keluar meninggalkan mereka karena ada pembeli di warung nya "Papa ke warung dulu ya, ada yang beli." Ucap papa nya Mecca seraya berjalan ke warung.
104.3K vistasEn cursoAñadido a la biblioteca 138 veces como warung kanjeng mami
Leer
+Biblioteca
SURAT WASIAT NENEK

SURAT WASIAT NENEK

Setelah menunggu sepuluh menit si emak warung membawakan pesanannya dan menyajikan di meja depan mereka bertiga. "Sudah lama tidak kesini si neng - neng geulis (cantik), kirain lupa sama warung Emak," ucap si Emak sembari tersenyum ramah dengan logat sunda. "Kita nggak mungkin lupa, Mak, apalagi es milo racikan Emak, mantap sekali, belum lagi nih si cireng saljunya, bumbu rujaknya bikin nagih," ungkap Sinta dengan menyedot es milo, menikmatinya penuh pengkhayatan.
9.2244.1K vistasEn cursoAñadido a la biblioteca 8.3K veces como warung kanjeng mami
Show Reviews (30)
Leer
+Biblioteca
Kennys brow tv
cerita menarik dan alurnya mudah di pahami dan nyambung gak berbelit belit, serta natural kyk tidak di buat2 sehingga tidak sabar untuk menyelesaikan semua bab nya sampai tamat, sayang nya update cerita 1 bab sangat lama bisa sampai berhari hari, cuma mungkin penulis juga butuh waktu .........
malapalas
BACA novel berjudul :FREL. Banyak kejutan di dalamnya. Selain tentang cinta segitiga yang bikin baper, gemes dibumbui humor dan mengharubirukan, kalian akan disuguhi dg persahabatan, keluarga, luka dan rahasia di masa lalu orangtua yang akan membuat cerita lebih seru dan menjungkirbalikkan perasaan.
Read All Reviews
My Bad Wedding Day (Indonesia)

My Bad Wedding Day (Indonesia)

tanya Bu Nen lagi. “Enggak, Bu. Kita mau pulang ke Jakarta, buat persiapan lahiran juga. Saya khawatir kalau Tita di sini sendirian, enggak ada yang jagain.” Kali ini, Mama yang menjawab dengan lugas. “Kalau begitu, kami pamit ya, Bu. Terima kasih. Maaf juga sudah merepotkan.” Mama bersalaman dengan Bu Nen, disusul denganku. Kami pun kembali berjalan meninggalkan warung Bu Nen, melewati rumah kontrakan, dan berjalan kaki melewati gang kecil.
1010.3K vistasCompletadoAñadido a la biblioteca 369 veces como warung kanjeng mami
Leer
+Biblioteca
ANTERIOR
1
...
5678910
ESCANEA EL CÓDIGO PARA LEER EN LA APP
DMCA.com Protection Status