Filtrar por
Estado de actualización
TodoEn cursoCompletado
Ordenar por
TodoPopularRecomendaciónCalificacionesActualizado
SEPULANGNYA AKU BERLAYAR

SEPULANGNYA AKU BERLAYAR

ujar Adi tersenyum. Mama Devita tampak antusias. "Oh, ya? Wah, keren banget ya kamu? Apa menu baru yang diluncurkan di warung kamu?" tanya Mama Devita. "Hm, jadi awalnya prinsip warung mama dan papa kan warung dan resto. Cuma ada makanan berat - berat. Yang ke sana juga orang yang menengah ke atas dan berusia yah, empat puluh sampai lima puluh tahun.
107.6K vistasCompletadoAñadido a la biblioteca 303 veces como warung kanjeng mami
Leer
+Biblioteca
Sentuhan Mama Muda

Sentuhan Mama Muda

"Iya, Mami. Ada apa?" "Siapkan Grace untuk tamu ruang 313! Lima belas menit lagi harus sudah siap!" ujar Mami di ujung panggilan dan langsung mematikan tanpa menunggu jawaban. "Apa dia berusaha menjual Grace dengan pria hidung belang?" Membayangkan bandot tua dengan perut buncit penjajah perawan membuat Stevani bergidik ngeri. "Iuh, menjijikkan. Aku harus membantu Grace agar selamat dari pria seperti itu. Ya pasti!"
104.2K vistasEn cursoAñadido a la biblioteca 140 veces como warung kanjeng mami
Leer
+Biblioteca
Jimat Tali Mayat

Jimat Tali Mayat

‘Orang sepertimu, apa sih yang memang dicari-cari, Kim? Tiba-tiba Sarkim bertanya mengasal, “Kenapa gak makan di rumah Mbah saja. Masakan Mak Sari jauh lebih enak daripada di warung manapun di kampung ini, Mbah.” “Sialan!” gumam Mbah Jarwo mendadak teringat akan sosok istrinya yang sebelum mereka berangkat tadi terlibat sedikit perselisihan di rumah. “Hari ini kamu ngelihat si Uyat gak, Kim?” tanya orang tua tersebut di tengah perjalanan. Berusaha mengalihkan pembicaraan.
8.512.8K vistasCompletadoAñadido a la biblioteca 256 veces como warung kanjeng mami
Leer
+Biblioteca
Suami Warisan

Suami Warisan

Memang dia suka jadi rese kalau lapar, uring-uringan dan nyebelin. Rengganis kembali menutup tudung saji sementara Mama menyahut santai, “Ya, Mama pikir enggak ada siapa-siapa, ngapain masak? Tadinya Mama mau beli Nasi Pecel aja di warung Bu Hindun!” “Aku mau dong!” sambar Maya, tak bisa makan Teriyaki, Nasi Pecel pun jadi. “Ya udah, Mama pesenin sekalian ….” Bukannya pergi jalan keluar, Mama malah mengambil ponselnya dan asyik dengan gadget di tangannya.
10157.9K vistasCompletadoAñadido a la biblioteca 4.4K veces como warung kanjeng mami
Show Reviews (58)
Leer
+Biblioteca
Kikiw
Baru tau cerita ini kemarin pas lg sale 70%. Asli! nyesel banget pagi ini krn gk langsung buka semua bab pdhl ada koin! gara2 ketiduran pas baca semalem ... But, semoga bisa ngelarin cerita si Akang, karena emang sekeren itu ceritanya meskipun belum ada 20 bab yg kubaca!
Mo Xiang Liu Yun
[...6] Saya baru pernah baca novel Indonesia sebagus ini, ceritanya lain daripada yang lain, bacanya engga mau udahan, selalu penasaran pengen tahu kelanjutannya, susah move on. Untung akhirnya Narendra jadian sama Rengganis jadi engga bikin kecewa. Di bab terakhir seharusnya ada Narendra menikah res
Read All Reviews
Aku dan Teman Suamiku

Aku dan Teman Suamiku

["Hallo sayang." ["Hallo Mah"] ["Sedang apa?"] ["Sedang ngecek email sayang."] ["Oh, nanti pulang bawakan nasi goreng kambing ya, Pa."] ["Wah, Mama ngidamnya makanan kesukaan Papa nih, baiklah sayang. Pulang dari kantor, papa belikan."]
10130.8K vistasCompletadoAñadido a la biblioteca 2.6K veces como warung kanjeng mami
Leer
+Biblioteca
Belenggu Mantannya Mama

Belenggu Mantannya Mama

Di balik keraguan, ucapan Mama menyalakan secercah harapan. Mama mertuaku membawakan masakannya. Aku memang sedang ngidam ingin makan rendang. Tidak kusangka, Mama yang tinggal di Jakarta rela menempuh perjalanan jauh ke Surabaya hanya untuk membawakannya. “Aku masak sendiri, Nak,” ucap Mama sambil membuka kotak makan yang masih hangat. “Kata Abimanyu, kamu sedang ngidam rendang, ya?”
1.1K vistasCompletadoAñadido a la biblioteca 38 veces como warung kanjeng mami
Leer
+Biblioteca
WARUNG TENGAH MALAM

WARUNG TENGAH MALAM

Dia meninggalkan kopi dan makanan yang belum dia habiskan. Aku yang saat itu sedang duduk di dalam warung tiba-tiba berdiri di dalam, karena melihat Mang Nandi tiba-tiba berlari kembali ke arah gunung. Aku kemudian berlari untuk mengejar Mang Nandi, dan tiba-tiba, “MAMATTTT!!” Mang Nandi berteriak sembari berlari. Secara ajaib terlihat Mamat yang berjalan dengan santainya dari arah Gunung Sepuh ke arah kampung. Dia berjalan dengan senyuman seperti tidak terjadi apa-apa pada dirinya.
9.8683.3K vistasCompletadoAñadido a la biblioteca 26.6K veces como warung kanjeng mami
Show Reviews (174)
Leer
+Biblioteca
Astri Kurniasih
saya sudah tamat baca ini ya sama kutukan leluhur juga, buka pake koin berbayar Dannnn, setelah beberapa lama(berbulan2) saya mau nostalgia baca ulang, tau ga mas othor saya mesti buka lagi pake koin, semua kekunci lagi... plis atuh lah saya waktu itu buka koin pake uang bukan pake daun... KECEWA
pujangga manik
jangan lupa baca karya terbaru saya ya SEHARUSNYA KAU IKUT MATI ekslusif di Goodnovel baca juga karya saya yang lain WARUNG TENGAH MALAM (tamat) KUTUKAN LELUHUR (tamat) KAMPUNG HALIMUN (tamat) support terus ya, Terima kasih
Read All Reviews
Kesayangan Mami

Kesayangan Mami

Netra kami saling menatap, bara api seakan siap berkobar. "Sudah, jangan lagi bertengkar. Ibu buatkan minum ya?" Mami, bersandiwara seakan menjadi orang tua paling bijak. "Nggak usah Mi, kita nggak lama. Aku kegerahan, nggak biasa tinggal di tempat kayak gini." Mengibaskan tangan pada wajah, kupandangi raut sedih pada Mami.
1053.3K vistasCompletadoAñadido a la biblioteca 1.8K veces como warung kanjeng mami
Leer
+Biblioteca
Rumah Tengah Hutan

Rumah Tengah Hutan

sahut Jimat semangat menunjukkan kopi hitam hangatnya. “Eh, di mana warungnya?” tanya Misa, ia ingin membeli sesuatu pula. “Di sana, jalan itu belok kiri lalu belok lagi kanan. Nah, di samping kiri jalan ada sebuah warung kecil.” Jimat menjelaskan. “Oh,” Misa dan Aurel masuk ke dalam rumah, mengambil uang untuk membeli sesuatu. Di sana nantilah mereka akan menemukan sebuah keanehan.
8.99.9K vistasCompletadoAñadido a la biblioteca 197 veces como warung kanjeng mami
Leer
+Biblioteca
Rahim untuk Anakku

Rahim untuk Anakku

Mereka tiba di sebuah warung tenda kaki lima di jalan Gatot Subroto yang biasa dikenal dengan nama Gatsu. “Wei, mimi lan mintuno. Dari mana?” Sapa bapak pemilik warung. Bapak ini memang selalu memanggil mereka dengan mimi lan mintuno, sebuah ungkapan jawa untuk menggambarkan dua orang yang saling lengket, kemana-mana selalu bersama. “Biasa, nge-date,” jawab Al selengekan. “Cie, udah jadian neh?” Goda bapak itu.
106.3K vistasEn cursoAñadido a la biblioteca 188 veces como warung kanjeng mami
Leer
+Biblioteca
ANTERIOR
1
...
5678910
ESCANEA EL CÓDIGO PARA LEER EN LA APP
DMCA.com Protection Status