KARMA
lanjut Pak Jono.
"Wah, allhamdullillah. Kami jadi tidak sabar. Kalau begitu, besok subuh saya dan Rara belanja ke pasar. Insya Allah, besok kami mulai jualan," ucap Mama.
"Insya Allah rame, Mbak. Apalagi kalau yang jualan ramah," ujarnya. Mama mengangguk. "Oh iya, nama warungnya, Pecel Ayam Rara! lanjut Pak Jono. Aku dan Mama pun tersenyum senang. Setelah itu, Pak Jono berpamitan pada kami untuk kembali. Sedangkan Mama dan aku kembali ke dalam. Mama menutup pintu dan kami pun mulai bersantai di kursi bambu seperti biasa. Aku membaringkan tubuh dengan paha Mama sebagai bantalnya.
Capítulos Populares