Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Yang Tak Kunjung Padam

Yang Tak Kunjung Padam

ujar Zulham. Nawang mengernyit. “Lihat langsung? Lihat di mana?” Zulham menjentikkan jari, senyum tipis tersungging di bibirnya. “Kita ke toko grosir Pak Anwar saja.” Nawang menatapnya tak mengerti. “Toko Pak Anwar kan tepat menghadap kios kita,” lanjut Zulham sambil menunjuk toko Berkah Jaya.
1018.7K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 712 kali sebagai warung ku
Baca
+Pustaka
WOLF (Indonesia)

WOLF (Indonesia)

Sebuah plat nomor yang bertuliskan B 390 LU. Beralih dari sana, di sebuah kamar nan luas. Puluhan miniatur sepeda motor balap tampak tersimpan rapi pada dua rak lemari dengan kaca yang melapisi. Pun, sebuah jaket berwarna hitam dengan lambang Wolf tergantung pada lemari pakaian yang terletak di sebelah kanannya. Sedangkan, sang pemilik benda-benda tersebut terduduk di atas lantai yang beralaskan karpet rasfur berbulu tebal, sembari menonton tayangan berita di TV.
1013.3K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 398 kali sebagai warung ku
Baca
+Pustaka
Sang Dewa Perang

Sang Dewa Perang

Lagi pula, tidak semua orang segila Zion, yang biasanya bermain dengan ular beludak di waktu luangnya. Warren menyalakan sebatang rokok dan mulai merokok. Dia berkata dengan gembira, “Kalau begitu, kita cuma perlu menunggu dengan sabar sekarang. Satu-satunya kelemahan adalah kita tidak akan bisa melihat ular-ular berbisa itu menggigit orang. Ini tidak akan menarik sama sekali.” Sebelum dia selesai berbicara, mereka mendengar keributan di luar.
9.23.9M DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 128.8K kali sebagai warung ku
Tampilkan Ulasan (432)
Baca
+Pustaka
Sun Shine
"Percuma tampan tapi penyakitan! Dia juga bodoh dan miskin!" Begitulah orang-orang mencemoohnya. Dia adalah seorang pemuda bernama Green Williams. Bagaimana jika kamu memiliki suami seperti Green? Penyakitan, lamban dan selalu bergantung padamu. Mari ikuti kisahnya dalam judul :[Suami Tak Sempurna]
malapalas
BACA novel berjudul :FREL. Banyak kejutan di dalamnya. Selain tentang cinta segitiga yang bikin baper, gemes dibumbui humor dan mengharubirukan, kalian akan disuguhi dg persahabatan, keluarga, luka dan rahasia di masa lalu orangtua yang akan membuat cerita lebih seru dan menjungkirbalikkan perasaan.
Baca Semua Ulasan
Pendekar Rajawali Dari Andalas

Pendekar Rajawali Dari Andalas

Ada enam orang langsung duduk di bagian kiri warung “Sudan, cepat sediakan kami makanan sekalian minumannya!” Seru salah seorang dari enam penunggang kuda yang baru masuk itu, dengan tergesa-gesa pemilik warung yang ternyata bernama Sudan itu menuju tempat di mana dia mempersiapkan makanan dan minuman. Arya tampak santai saja seolah dia tak menghiraukan sedikitpun dengan situasi itu, malahan dengan acuhnya juga dia tetap menikmati makanan yang disediakan dan meneguk kopi yang berada d imejanya itu.
1025.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 746 kali sebagai warung ku
Baca
+Pustaka
Rahim untuk Anakku

Rahim untuk Anakku

Mereka tiba di sebuah warung tenda kaki lima di jalan Gatot Subroto yang biasa dikenal dengan nama Gatsu. “Wei, mimi lan mintuno. Dari mana?” Sapa bapak pemilik warung. Bapak ini memang selalu memanggil mereka dengan mimi lan mintuno, sebuah ungkapan jawa untuk menggambarkan dua orang yang saling lengket, kemana-mana selalu bersama. “Biasa, nge-date,” jawab Al selengekan. “Cie, udah jadian neh?” Goda bapak itu.
106.2K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 130 kali sebagai warung ku
Baca
+Pustaka
Pernikahan Tak Seindah Status di Media Sosial

Pernikahan Tak Seindah Status di Media Sosial

ucap ibu yang disertai anggukan kepala Winar. Warung langganan ibu tidak ramai. Hanya terdapat dua orang yang sedang membayar belanjaannya. Warung itu cukup besar, bisa dikategorikan sebagai minimarket tradisional. Semua barang kebutuhan sehari-hari dijual di sana, dari sabun, beras, sayur, gas, makanan maupun alat-alat keperluan rumah tangga. "Eeh, ada Mentari." Seorang ibu-ibu yang baru saja tiba menyapa Mentari setelah tersenyum pada ibunya.
102.3K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 59 kali sebagai warung ku
Baca
+Pustaka
Dinikahi Ustadz Tampan

Dinikahi Ustadz Tampan

** "Bu, kami boleh numpang mandi?" Aku bertanya pada seorang pemilik warung yang berada di kaki gunung. Aku lihat warung itu juga habis menerima pengunjung lain yang ikut numpang mandi di situ. Hanya bayar lima ribu rupiah perorang, kita sudah boleh memakai air sepuasnya. "Iya silakan aja neng. Tapi karena ini udah jam empat sore, kenapa gak sekalian lihat matahari terbenam? Cantik banget loh kelihatan dari sini!"
10129.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 2.7K kali sebagai warung ku
Baca
+Pustaka
Luka Hati Seorang Istri Yang Dikhianati

Luka Hati Seorang Istri Yang Dikhianati

Bukan cuma hangat, tapi tempat yang bisa membuat mereka aman. Hidungnya menangkap aroma samar. Aroma kaldu ayam dan bawang goreng yang menguar dari sebuah gang kecil. Seperti panggilan sirene bagi perutnya yang kosong, ia mengikuti wangi itu. Di sanalah ia menemukannya: sebuah warung makan sederhana dengan spanduk pudar bertuliskan “Warung Makan Bu Sumi”. Pintunya terbuka. Di dalam, seorang perempuan paruh baya bertubuh gempal sedang sibuk mengelap meja.
105.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 105 kali sebagai warung ku
Baca
+Pustaka
Pembalasan Menantu Tertindas Yang Dikira Melarat

Pembalasan Menantu Tertindas Yang Dikira Melarat

[“Sekarang juga, Bu? Ok, ok, aku segera ke sana!” Di sisi lain, Tarun mendatangi sebuah warung kopi di samping gerbang kompleks gedung pencakar langit. Dengan mengenakan topi dan masker, dia duduk di bangku panjang depan warung kopi itu. Dengan sigap si pemilik warung langsung mendekati Tarun. “Ada apa, nih?” tanya si pemilik warung. Sambil membuang napas, Tarun mengambil air botol yang berada di atas meja warung dan langsung meneguknya.
22.0K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 51 kali sebagai warung ku
Baca
+Pustaka
Bukan Untuk Dicintai

Bukan Untuk Dicintai

"Warung kopi di ujung jalan itu masih buka?" Sudut bibirnya bergerak. Kali ini lebih jelas. "Masih." Warung itu sempit: empat meja kayu, kursi plastik, kipas angin yang berputar malas. Tidak ada AC. Tidak ada wifi. Arga duduk di kursi yang menghadap pintu—punggung tegak, lengan kemeja digulung ke siku, diletakkan di atas meja dengan santai yang tidak pernah terasa sembrono.
474 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 11 kali sebagai warung ku
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1
...
34567
...
10
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status