DUKUN 99
Semua warung sudah pada tutup.
Aku mengetuk pintu sejumlah tujuh kali. Menit kemudian, wanita itu ke luar dengan rambut tergerai basah. Uwo terpesona dibuatnya.
"Cepetan masuk, Tong. Diliat orang nanti jadi fitnah," ujar si wanita.
Kami memasuki warung, lalu pintu kembali ditutup.
Aku menjelaskan proses ritual penglaris usaha. Mulai dari menebar uang receh hingga menyiap satu ruang khusus buat si Uwo.