Library
Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
Payung Yang Jebol

Payung Yang Jebol

Minimal warunglah. Untunglah Kang Jito Akik punya famili yang tinggal di kota Kendil dan membuka warung gudeg khas kota itu. Akhirnya, Sarni Trilili diantar oleh Yu Munah Soblem ke tempat familinya itu. Mbah Darmo, ya Mbah Darmo. Warungnya sangat terkenal di mulut, mata dan telinga anak-anak kampus biru lumut. Meski tempatnya nylempit tapi warung itu tak pernah sepi. Mbah Darmo menyambut niat Sarni Trilili itu dengan gembira. “Hanya seperti ini warungnya, nduk. Tapi laris. Tak tahulah kenapa warung ini jadi begitu ramai dan dikagumi anak-anak kampus biru lumut.”
1.6K viewsOngoingAdded to Library 47 Times as warung ku
Read
+Library
KUNTILANAK MERAH

KUNTILANAK MERAH

Bab 6: Warteg Tengah Malam dan Nasi Goreng Arwah --- Sudah menjadi kebiasaan bagi trio Kalibungkus—Raka, Desi, dan Ucup—untuk merayakan setiap kasus supernatural yang berhasil mereka tangani dengan satu ritual sakral: makan malam di Warteg Bu Sri. Warteg Bu Sri terletak di sudut tikungan Pasar Lama, tempat yang terkenal dengan dua hal: pertama, ayam gorengnya yang gurih seperti mantra penyembuh patah hati. Kedua, warteg itu tidak pernah tutup. Bahkan di malam Jumat Kliwon, ketika seluruh desa menutup pintu rapat-rapat dan menggantung bawang putih di jendela, Bu Sri tetap melayani pelanggan dengan senyum lebar dan celemek bertuliskan “Makan, Jangan Takut. Setan Juga Lapar.”
999 viewsOngoingAdded to Library 23 Times as warung ku
Read
+Library
Sang PENEMBUS Batas

Sang PENEMBUS Batas

Warung itu menjual aneka lauk dan sayur matang. Elang langsung memilih beberapa lauk seperti 1 ekor ayam bakar, sayur nangka, serta beberapa lauk lainnya plus nasi tentunya. "Jadi berapa semuanya Bu..?" tanya Elang pada ibu penjaga warung makan. "Semuanya 3 kepeng saja Mas," sahut si ibu. 'Hah..! Murah sekali', bathin Elang. Dia pun mengambil 5 kepeng dari kantung uangnya, dan langsung memberikannya pada si ibu warung.
9.963.9K viewsCompletedAdded to Library 2.0K Times as warung ku
Read
+Library
Pendekar Sinting dari Laut Selatan

Pendekar Sinting dari Laut Selatan

-o0o- "Aku mendengar Pak Tua Kusumo, pemilik warung di pusat kadipaten, mengatakan kalau kau sedang sakit, Bik. Apa benar begitu?" Angon Luwak bertanya pada Nyai Cemarawangi. Ketika itu mereka bermalam di hutan. Desa terdekat masih cukup jauh. Sementara malam sudah terlalu larut untuk menempuh perjalanan. Karenanya mereka membuat api unggun.
99.1K viewsOngoingAdded to Library 320 Times as warung ku
Read
+Library
Bagaikan Menu Warteg

Bagaikan Menu Warteg

ucapku "Gak sayang. Warteg mu yang paling komplit bagi Mas." "Eits. Gak usah bahas yang itu."jawabku malu. "Tapi Mas jujur Dek. Cuma Warteg Adek yang bisa buat Mas tidak bisa berkata-kata."pujinya. "Sudah. Malas aku bahas hal begituan dalam kondisi begini."ucapku "Mau? Ayo kalau mau Dek. Mumpung belum jauh dari hotel."jawabnya.
3.4K viewsOngoingAdded to Library 134 Times as warung ku
Read
+Library
Mencintai Seorang Climber

Mencintai Seorang Climber

Di tepi jalan ada beberapa warung kecil yang menjual makanan, minuman, dan bensin eceran. Sukendi duduk di bangku warung, pesan kopi. “Lagi nunggu siapa, Pak?” tanya seorang pria usia sekitar 40 tahun, yang sedari tadi duduk sambil makan gorengan dan minum teh manis di warung itu. Sukendi menoleh. “Nunggu teman.” “Mau mancing, Pak?” “Sebenarnya saya mau beli barang, katanya COD di sini.”
3.5K viewsOngoingAdded to Library 106 Times as warung ku
Read
+Library
TEKANAN BATIN SEORANG ISTRI

TEKANAN BATIN SEORANG ISTRI

Dia merasa seperti orang asing di dunianya sendiri, terlempar dari kenyamanan hidup yang selama ini dirinya kenal. Akhirnya, setelah berjalan beberapa menit, Ratih melihat sebuah warung kecil di ujung gang, persis seperti yang dikatakan Rangga. Warung itu sederhana, dengan rak kayu yang dipenuhi barang-barang kebutuhan sehari-hari. Seorang wanita berkerudung tampak sedang mengatur beberapa bungkus mie instan di atas rak. "Permisi," sapa Ratih pelan, mencoba tersenyum walau hatinya masih berat.
101.1K viewsCompletedAdded to Library 30 Times as warung ku
Read
+Library
WARUNG TENGAH MALAM

WARUNG TENGAH MALAM

Warung dengan dinding kayu dengan tempat duduk di depan tempat warga kampung membeli keperluan nya dan tempat untuk mengobrol dengan pembeli lain yang nongkrong di sana. Didalamnya ada satu etalase besar yang terbuat dari kaca yang di dalamnya terdapat barang-barang yang didagangkan seperti sabun,sampo dan makanan-makanan. Lalu di sebelahnya terdapat kursi kecil tempat Ibu duduk menunggu pembeli dan rak kecil untuk menyimpan uang dan ada dua ruangan lagi di belakang yaitu gudang dan kamar mandi.
9.8683.6K viewsCompletedAdded to Library 22.6K Times as warung ku
Show Reviews (174)
Read
+Library
Astri Kurniasih
saya sudah tamat baca ini ya sama kutukan leluhur juga, buka pake koin berbayar Dannnn, setelah beberapa lama(berbulan2) saya mau nostalgia baca ulang, tau ga mas othor saya mesti buka lagi pake koin, semua kekunci lagi... plis atuh lah saya waktu itu buka koin pake uang bukan pake daun... KECEWA
pujangga manik
jangan lupa baca karya terbaru saya ya SEHARUSNYA KAU IKUT MATI ekslusif di Goodnovel baca juga karya saya yang lain WARUNG TENGAH MALAM (tamat) KUTUKAN LELUHUR (tamat) KAMPUNG HALIMUN (tamat) support terus ya, Terima kasih
Read All Reviews
Kubalas Kekejaman Mertua Dan Suami

Kubalas Kekejaman Mertua Dan Suami

Pikiranku masih terngiang oleh lelaki yang bernama Arwan tadi, kenapa juga tadi tidak meminta nomor WA ku? Aku menggeleng lagi untuk menghalau pikiran ini. Jangan sampai Arwan menggantikan Pram. Akhirnya langkahku berhenti di depan warung toko sembako yang jadi Satu dengan warteg. Aku pun memesan 2 bungkus nasi rames dengan telor balado. Serta membeli air kemasan 1, 2 liter 2 botol. Lalu peralatan mandi termasuk prostek untuk membersihkan kamar mandi nantinya.
1062.8K viewsCompletedAdded to Library 1.8K Times as warung ku
Read
+Library
Terjebak Mantra!

Terjebak Mantra!

Warung-kios di kanan kirinya juga ada yang sudah buka, ada pula yang belum buka. Satu, dua, tiga, beberapa pembeli masuk ke dalam warung dengan belanjaan berat-berat. Si tamu pedagang senang sekali. “Rupanya, berkah Ustaz Saeran sudah sampai di warung ini,” pikirnya. “Kopi hitam, satu.” “Nasi pecel, tiga, bungkus.” “Teh hangat.” Dan masih banyak lagi yang memesan pesanan berupa makanan, minuman. Inilah yang dimaksudkan dengan berkah oleh si tamu pedagang.
1010.2K viewsCompletedAdded to Library 376 Times as warung ku
Read
+Library
PREV
1
...
5678910
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status