KUTUKAN LELUHUR
Warung yang berada di ujung Kampung Sepuh ini, memang menjadi tempat untuk semua orang berkumpul dan saling menjalin silaturahmi antara satu dengan yang lain, ibu-ibu, bapak-bapak, bahkan remaja dan anak-anak pun sering berkumpul dan bercengkrama di depan warung.
Seperti ada suatu magnet yang membuat mereka asyik dan nyaman untuk berada di depan warung dalam waktu yang lama. Dan ketika hal itu terjadi, warung menjadi ramai, karena mereka juga suka memesan cemilan, rokok, dan kopi untuk menemani obrolan mereka yang berlangsung lama itu.
“Eh A Amat, mau jam berapa berangkat ke Kampung Parigi buat nonton wayang? ” Kata Parman ketika melihatku yang kini membereskan tumpukan dus bekas di depan wa
Bab Populer