TERPAKSA MEMBIAYAI PESTA PERNIKAHAN ADIKKU
Tak tampak berlebihan dan yang sangat membuatku nyaman adalah sikap keibuannya.
“AC-nya silakan nyalakan 24 jam. Buat listrik, masing-masing kamar ada meteran sendiri. Jadi, kalau habis dayanya tinggal isi token sendiri-sendiri ya, Mbak. Bebas Mbak Agni mau nyalain apa aja di kamar. Mau nyalain AC kek, kipas kek, TV kek, atau mau masak pakai kompor listrik kek, terserah. Cuma, Ibu nggak bolehin kalau masaknya pake kompor gas portable yang untuk kemah itu, ya. Takut meledak. Ngeri, ih!” kata Bu Sri sambil bergidik ngeri.