Gadis Liar Milik Sang Penguasa
Dominick merasa belum cukup dengan kecupan singkat, hingga dia memainkan lidahnya dan Elara juga menerima dengan baik, ciuman mereka terasa cukup hangat dengan sebelah tangan Dominick yang perlahan turun ke pinggang Elara.
Elara menarik napasnya dengan cukup dalam saat bibirnya sudah tidak lagi tertaut dengan bibir Dominick, sementara itu ibu jari Dominick mengusap lembut bibirnya, lalu mengangguk. “Tenang saja, kamu bisa istirahat dengan tenang, lagi pula malam ini aku ada urusan dan karena aku tidak serakus itu untuk kembali mencicipimu, maka kamu aman.”
Kening Elara berkerut, dia memikirkan ulang kalimat yang sudah dia dengar. “Apakah kamu kekurangan kosakata atau kamu tidak pandai memili
الفصول الرائجة