Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
Si Buta Dari Sungai Ular

Si Buta Dari Sungai Ular

Dalam rimba persilatan dia dikenal sebagai Tangan Baja dari Gunung Tidar. Di sebelah Ki Denawa adalah seorang perempuan tua berusia enam puluh tahun. Rambutnya yang panjang memutih digelung keatas. Wajahnya tirus penuh kerut-kerutan. Kedua pipinya peot. Sepasang matanya rabun berwarna putih. Mengenakan pakaian yang ringkas berwarna hijau, dia adalah Ketua Perguruan Naga Laut yang menguasai pantai utara Pulau Jawa. Namanya, Nyi Kuweni. Julukannya adalah Naga Buta dari Pantai Pemalang.
1053.0K viewsCompletedAdded to Library 1.6K Times as wayang kunti
Show Reviews (26)
Read
+Library
KSATRIA PENGEMBARA
INovel terbaru saya PENDEKAR KERA SAKTI Baraka adalah SANG PEWARIS PARA DEWA yang telah diramalkan kelahirannya sejak Seribu Tahun Yang Lalu. Baraka memiliki takdir yang akan menjadi ujian bagi dirinya untuk naik kelangit dan menjadi seorang dewa. Baca kisahnya dalam : PENDEKAR KERA SAKTI
Zhu Phi
Ijin promosi thor ... Pendekar Kitab Iblis Dunia Persilatan gempar oleh terbunuhnya Pendekar golongan putih dan hitam secara misterius. Pelakunya dikenal sebagai Hantu Dunia Persilatan yang selalu membuka Kitab Iblis yang bercahaya. Siapakah dia? Ikuti kisahnya ya. Update tiap hari. Terima kasih.
Read All Reviews
Sang Maharaja yang Terlupa

Sang Maharaja yang Terlupa

"Gusti Dharmapala, Sang Nitiswari. Badai semalam telah membuktikan bahwa anyaman bambu dan keringat persaudaraan kita mampu menahan amarahnya bumi. Namun, sebuah perahu yang berlayar melintasi samudra luas tetap membutuhkan sebuah tiang layar untuk menentukan arah, dan sebuah tenun yang membentang panjang membutuhkan sebuah paku kayu agar benang-benangnya tidak terurai oleh angin musim." Adipati Kertabumi, yang berdiri di barisan depan para mantan penguasa Jawa, melangkah maju sambil membawa sebuah bokor kayu jati. Di atas bokor tersebut, bersemayam sebuah mahkota emas berhiaskan permata merah delima yang berkilau menyilaukan mata. Mahkota itu adalah sisa-sisa harta karun dari perbendaharaan
10683 viewsCompletedAdded to Library 17 Times as wayang kunti
Read
+Library
KUNYIT DARI SARANJANA

KUNYIT DARI SARANJANA

“Haii...” Lisa melambai kedua tanganya ketika berselisih pada kapal kecil. Dua orang perempuan tersenyum ke arah Lisa, kapal kecil yang bermesin merk Ninja mengaur laju membawa awak kapal yang terbuat dari kayu ulin. Kemudi yang menjadi penentu jalan terbuat dari bambu kecil panjang, dan di pegang oleh orang yang duduk paling belakang.
101.8K viewsOngoingAdded to Library 60 Times as wayang kunti
Read
+Library
Tawanan Hati Sang Raja

Tawanan Hati Sang Raja

** Dekrit kerajaan segera tiba di kediaman perdana menteri, Aegis dan keluarganya segera berlutut di depan pelayan utama Xinlaire yang membawa gulungan berwarna emas. Pria itu membacakan isi dekrit yang berisi tentang mahar dan tanggal pernikahan yang sudah ditetapkan oleh para tetua kerajaan berdasarkan banyak perhitungan. Charlotte menerima dekrit itu dengan perasaan bahagia yang terpancar di wajah cantiknya. Setelahnya para pelayan menyerahkan mahar yang dibawa bersama dengan dekrit. Pelayan utama Xinlaire dan rombongannya kemudian meninggalkan kediaman perdana menteri.
1014.7K viewsCompletedAdded to Library 558 Times as wayang kunti
Read
+Library
Kutunggu Jandamu

Kutunggu Jandamu

Tetapi, yang lain begitu antusias ingin menghadiri akad nikah ini sekaligus berwisata ke Tanakeke, pulau dengan hamparan pasir putih yang bersih juga terumbu karang yang masih terjaga dengan baik. Menjelang waktu asar acara perjamuan sudah selesai. Para tamu dari kota juga sudah berpamitan. Mereka sudah puas menikmati hangatnya air laut. Kapan-kapan mau datang lagi, katanya. Speedboat besar dengan kapasitas empat puluh orang sengaja disewa agar bisa pulang balik di hari yang sama. Mamak, Bapak, dan keluarga besar lainnya pun sudah balik ke kampung halaman. Insya Allah sesuai kesepakatan kami akan menyusul beberapa hari ke depan.
1010.7K viewsOngoingAdded to Library 429 Times as wayang kunti
Read
+Library
Sang Penguasa

Sang Penguasa

Detik berikutnya, Fugaku berjalan ke tepi kapal siar, ia melemparkan Rudy ke sungai Northern. "To-Tolong! A-aku tidak bisa berenang! Belum selesai berbicara, ia sudah tenggelam. "Ibu, putri duyung yang begitu besar." Di kamar mewah kapal persiar, sepasang ibu dan anak berdiri disamping jendela, lelaki kecil didalam pelukan berkata dengan polos. "Semua putri duyung adalah wanita, hanya dialah yang laki-laki." Kata Ibu muda itu dengan kasih sayang.
8.8146.1K viewsCompletedAdded to Library 5.1K Times as wayang kunti
Read
+Library
Bayang Cinta sang Tuan

Bayang Cinta sang Tuan

"Pak, kita belok ke perumahan di Utara aja ya." Di rumah duka, Nadine ngebalik muka pas ngeliat sosok bergaun jingga, dengan kerudung hitam yang di kalungin ke lehernya asal-asalan, dateng di depan pintu. “Jenya?” Wanita yang di sebut Jenya itu ngangguk sungkan pas dia diliatin. Tapi tiba-tiba ada yang nyolek dia dari belakang.
1.0K viewsCompletedAdded to Library 24 Times as wayang kunti
Read
+Library
Sang Penguasa

Sang Penguasa

Hadiah dari Kerajaan Lunara Kerajaan Lunara, yang terkenal akan kecintaannya pada seni dan keindahan, juga mengirimkan hadiah yang tak kalah memukau. Utusan mereka, seorang wanita berpenampilan anggun dengan gaun putih yang berkilau seperti cahaya bulan, membawa sebuah lukisan besar yang ditutupi kain sutra tipis.
101.5K viewsOngoingAdded to Library 57 Times as wayang kunti
Read
+Library
Sangkur Pora

Sangkur Pora

Bukan hanya itu, tabir keindahan bukit Kantawan pun tersibak ketika matahari mulai menyingsing. Sungguh keindahan alam yang membuat hati berdecak kagum seraya memuji Sang Penciptanya. Maasya Allah. Ayah Ibu dan juga Dara kemudian menghampiri. "Kita naik lanting, Yuk!" ajak ibu. Wisata naik lanting atau bamboo rafting memang menjadi wisata andalan selain pemandian air hangat di Tanuhi dan air terjun Haratai.
103.1K viewsOngoingAdded to Library 108 Times as wayang kunti
Read
+Library
Sibunian Tongga - Kitab 2: Teratai Abadi

Sibunian Tongga - Kitab 2: Teratai Abadi

“Erm, ngomong-ngomong, siapakah Anda ini, Dunsanak? Kami melihat Anda begitu lihai dalam bersilat.” “Aah, bukan siapa-siapa,” si Kumbang Janti mencoba tersenyum dan merahasiakan jati dirinya. “Aku pendekar rendahan yang kebetulan akan mengunjungi pelabuhan di Batang Kuantan.” “Aah, begitu ternyata,” si pria mengangguk-angguk. “Aku Suan,” ujarnya lagi, “dan istriku itu, Nilam.”
1074.5K viewsCompletedAdded to Library 2.5K Times as wayang kunti
Read
+Library
PREV
1
...
5678910
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status