Pustaka
Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Pembalasan Sang Pewaris

Pembalasan Sang Pewaris

bantah Magno membuat Elektra berdecak kesal. Swiss, Regan tengah menikmati keindahan alam negeri itu. Udaranya yang sejuk cenderung dingin membuat Regan betah berlama-lama di luar ruangan. Beberapa hari ini Regan sengaja pergi ke bagian Swiss yang masuk ke dalam wilayah pedesaan. Tepatnya di Grindelwald. Sejak dulu dia ingin pergi ke sana. Sebuah kawasan pedesaan yang dijadikan tempat wisata. Tak heran, karena suasana di sana benar-benar indah seperti dalam negeri dongeng para peri.
3.3K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 99 kali sebagai wayward pines
Baca
+Pustaka
Pembalasan Sang Pewaris

Pembalasan Sang Pewaris

Begitu punggung si target menghilang di pintu keluar bar, Daniel cepat-cepat mengikuti. Martin tampak menuju mansion kakeknya. Daniel yang mengendarai mobil belasan meter di belakang merasakan nyeri pada dada. Masih teringat jelas bagaimana cara Jade tewas. Pria itu menghembuskan napas kasar, berharap bayangan menyedihkan segera menghilang.
8.415.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 315 kali sebagai wayward pines
Baca
+Pustaka
Towards You

Towards You

Sangat luar biasa. Kini, mereka berdua berjalan bersama menuju tempat tujuan mereka. langkah mereka pun sengaja di pelan-pelankan untuk bisa sama-sama menikmati perjalanan singkat yang sangat jarang sekali bisa terjadi seperti ini. Angin malam yang lembut pun seraya ikut menyemarakkan kebersamaan mereka berdua, menembus baju hingga terasa sampai ke kulit mereka, dan membuat sensasi menggelitik. Pucuk rambut Ken, dan juga anak-anak rambut Lidia yang menari indah karena terkena sapuan lembut angin pun seakan sangat mendukung kebersamaan mereka berdua malam ini.
2.4K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 78 kali sebagai wayward pines
Baca
+Pustaka
Broken Wings

Broken Wings

Setelah menempuh perjalanan yang berbelok dan menanjak cukup tajam, melewati jalanan dengan pemandangan seolah berada di atas awan, akhirnya Uda Roni memarkirkan mobilnya di sebuah lahan parkir yang dikelilingi pohon pinus. Tempatnya tidak terlalu ramai, hanya ada beberapa mobil yang terparkir di sana. "Uda mau ikut?" tanyaku sekedar berbasa-basi.
108.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 159 kali sebagai wayward pines
Baca
+Pustaka
Pembalasan Sang Pewaris

Pembalasan Sang Pewaris

Tak menunggu berapa lama akhirnya mobil Evan sampai di pekarangan rumah mewah kediaman keluarga Wijaya. "Alan, mau mampir dulu?" tawar Elena. "Tidak, Elena, mungkin lain kali," jawabnya mengukir senyum. "Baiklah, kalo gitu hati-hati ya," ucap Elena seraya membuka pintu lantas keluar mobil. "Oke." Evan melempar dua jarinya di atas kening membuat Elena tersenyum dan melambaikan tangan. Mobil BMW hitam itu melenggang meninggalkan pekarangan rumah Elena.
1.0K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 33 kali sebagai wayward pines
Baca
+Pustaka
THE DEAD WALK

THE DEAD WALK

Udara dingin menggigit, tapi aroma pinus dan kabut pagi memberi sedikit ketenangan bagi mereka yang ada di dalam truk. Dari kejauhan, terlihat pagar logam berkarat menjulang di tengah hutan—kamp perbukitan. Di balik pagar itu, beberapa bangunan kecil berdiri dengan cat yang mulai mengelupas, tapi terlihat cukup kokoh untuk tempat berlindung. “Kita sampai,” gumam Arden, suaranya serak karena semalaman tanpa tidur. Kaela menatap ke depan, lalu memutar tubuhnya menghadap semua orang di belakang. “Dengar. Tempat ini bukan surga. Tapi lebih baik dari peluru atau gigitan.”
101.4K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 39 kali sebagai wayward pines
Baca
+Pustaka
The Wind

The Wind

aku jadi semakin yakin, ada yang tidak beres dengan otaknya atau mungkin malah hatinya. Tidak lama kemudian, kita sampai di sebuah tebing tinggi di daerah perbukitan, banyak rerumputan dan bunga-bunga liar, indah, indah sekali. Di bawah tebing terjal itu, terhampar lautan biru yang tenang, sungguh luar biasa. Saat kita sampai, hari sudah mulai senja dan matahari bersiap kembali ke singgasananya. Sunset yang indah, sesaat aku melupakan penat juga kesalku dan terpaku akan keindahan tempat yang aku belum pernah kunjungi ini.
102.3K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 65 kali sebagai wayward pines
Baca
+Pustaka
Sweet Passion

Sweet Passion

Pulang sekolah, Mutiara memarkirkan motornya di abang-abang yang jualan siomay di pinggir jalan. Ia tak ingin langsung pulang, sebab ia tahu jika nanti Mamanya akan memarahinya. Di samping itu, ia juga ingin sekali ngadem pikiran dibawah rindangnya pohon di pinggir jalan itu. "Sebaiknya aku isi amunisi dulu. Supaya aku kuat menghadapi badai, ketika negara Api menyerang," gumamnya.
108.9K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 320 kali sebagai wayward pines
Baca
+Pustaka
PAWANA

PAWANA

Aku membuka handphone saat tiba-tiba sebuah notifikasi pesan w******p muncul. Alin : [Kay, gimana keadaanmu?] Kayra : [Aku udah rebahan Lin, semoga nanti enakan.] Alin : [send a photo] Alin : [Aku pengen beli jam tangan. Pilih satu diantara dua yang ku kirim!] Aku mengunduh foto yang dikirim Alin. Dua jam tangan warna putih dan biru. Aku dominan menyukai warna putih.
102.1K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 62 kali sebagai wayward pines
Baca
+Pustaka
A Wish

A Wish

Saat Violet membuka mata, tahu-tahu dirinya sudah berada di sebuah tempat yang terlihat aneh sekaligus menyeramkan. Entah apa sebutan yang tepat untuk tempat ini. Sejauh mata memandang, hanya ada tanaman hitam setinggi pinggangnya, seolah-olah tumbuhan itu dapat mengikat tubuhnya kalau Violet tidak menginjakkan kaki dengan hati-hati. Belum lagi dengan warna aneh langit tempat ini, oranye kemerahan seperti sedang dibakar oleh bara api.
108.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 300 kali sebagai wayward pines
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
12
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status