Sentuhan Pembantu Seksi Sang Tuan
"Waduh... berat juga ya. Piano, Mandarin, Berkuda? Saya dulu umur segitu cuma tau main layangan, Kak."
Nia merasa menang. "Tuh kan, Mas. Dimas aja setuju sama aku."
Namun, suara tenang Bella menyela.
"Kalau boleh berpendapat," ucap Bella sopan, matanya meneliti diagram Arka dengan tatapan kagum. "Menurut saya, rencana Pak Arka ini brilian. Sangat visioner."
Arka menoleh cepat. Nia terdiam.
Bella melanjutkan, jarinya menunjuk poin 'Seni & Bahasa'.