2'20
BUM!
“Dengar, bocah. Kau kelewat naif jika berpikir kau bisa mengalahkanku,” ucap Andra kembali melayang, membiarkan sayapnya yang berlapis api kembali mengepak dengan pelan. Pemuda itu memiringkan kepala menatap Arta yang kini menjaga jarak darinya, “Kau begitu berani menendangku seperti tadi, mengapa sekarang menjauh?” tanyanya sambil melipat tangan di depan dada.
“Dia iblis,” pikir Arta tanpa sadar. “Dia berbeda dengan wrena yang ada di Alun-Alun tadi.” Pemuda itu membatin tanpa sadar.
Bab Populer