Senja Yang Di Hadirkan
“Pak Brata.”
Belum sempat ia bergerak, suara langkah kaki berat terdengar dari arah pintu. Hazel muncul dengan jas hitamnya, membawa tas kulit besar di tangan kanan. Tatapannya tajam, penuh kesadaran bahwa badai sedang menunggu di depan.
“Riko,” ujarnya pendek, “tinggalkan kami berdua!”
Begitu pintu tertutup, Hazel meletakkan tasnya di meja, lalu membukanya perlahan. Di dalamnya ada senjata api, dua pistol berlapis logam hitam, dan beberapa peluru cadangan.
Hot Chapters