Cinta Yang Lain
“Termasuk hatiku. Kamu tahu itu, kan?”
Ia melangkah mendekat, meraih wajah Ayla dengan kedua tangannya. Sentuhannya lembut, penuh kehati-hatian, seolah wanita di hadapannya bisa hancur kapan saja. Air mata yang sejak tadi ia tahan akhirnya jatuh begitu saja, membasahi pipinya.
Di hadapan Ayla Shanaya, Abhimana Pratama selalu kalah.