Sentuh Aku Lagi, Sayang!
Lalu, suaranya terdengar lagi, lembut dan menenangkan.
“Ssshh ... sudah, sudah. Itu sudah menjadi takdirnya, Sayang. Ibu sudah tidak sakit lagi. Sudah tenang,” kata Rendra, mencoba menghiburnya.
Ia memilih kata ‘Sayang’ lagi, sebuah kata yang di dunia mereka bisa menimbulkan masalah, tetapi di dalam ruang duka telepon ini, rasanya seperti sebuah pelukan verbal.
Dan di tengah kelemahan totalnya, keinginan terdalam Dara pun meluncur, polos dan tanpa filter.
Chapitres populaires