Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
Into You

Into You

Gazebo-gazebo kecil—yang terletak di lantai 4—tersebut digunakan penghuni kost untuk berdiskusi atau mengerjakan tugas. “Dit, makin lama gue makin nggak tahan deh. Pertanyaan Sekar bikin gue gelisah. Kalau seandainya ternyata gue punya saudara kembar, gimana? Tapi, Mama Dru nggak pernah cerita sama sekali soal itu.” Saras berjalan mondar-mandir gelisah.
104.4K viewsOngoingAdded to Library 177 Times as you are home
Read
+Library
Without You

Without You

"Loh? Kok backgroundnya beda? Kayak bukan di kamar Aa tadi. Aa di mana?" Erland terkekeh kemudian mengangkat tangan kanannya, di mana tertancap infus di sana. "Rumah sakit. Jangan panik. Aa baik-baik aja kok." "Sampai masuk rumah sakit, baik-baik aja sebelah mananya, A? Bandel banget sih. Bilang sama Bunda, ya, A?" "Nggak usah. Besok Aa udah boleh pulang kok."
2.6K viewsOngoingAdded to Library 90 Times as you are home
Read
+Library
You Are My Heart

You Are My Heart

3 jam kemudian. Setelah perjalanan yang cukup panjang, kini sampailah mereka di depan sebuah rumah yang begitu luas dan sederhana. Rumah seperti itu tampak nyaman sekali untuk ditinggali oleh orang-orang tua seperti Sheng Li. "Kau yakin ini rumahnya?" tanya Ling Yue sedikit ragu.
2.1K viewsOngoingAdded to Library 42 Times as you are home
Read
+Library
SELALU SALAH

SELALU SALAH

Mas Adit hanya tersenyum. Kini kami tengah duduk di ruang keluarga dengan sofa yang empuk sambil menunggu empunya rumah keluar. Di depanku, terpampang televisi super besar. Benar-benar rumah orang kaya. "Apa ini yang dinamakan home theater, ya?" aku membatin.
103.7K viewsOngoingAdded to Library 104 Times as you are home
Read
+Library
Still with you

Still with you

gumamnya pelan lalu meletakkan surat resmi dari rumah sakit itu di dalam laci. Jaeran mendengung ketika ia sedang menyalakan televisi, atensi teralih pada saat seorang tetangga mengetuk pintu rumahnya, ... lelaki itu berjalan dengan cepat dan kemudian wajah cerahnya berubah menjadi malas saat tau siapa tetangga itu. "Ngapain?" Dinginnya dan ingin menutup kembali pintu rumahnya. "Main,"
1010.8K viewsCompletedAdded to Library 366 Times as you are home
Read
+Library
YOU

YOU

Holla😊 Kami kembali.... Terimakasih sudah menantikan kehadiran kami readers... Maaf kalau part ini kurang menggugah hati... Selamat hari raya Idul Adha bagi semua yang merayakan, mohon maaf lahir dan batin🙏 kasih review dong, chapter kali ini gimana sih menurut kalian?
9.911.2K viewsCompletedAdded to Library 301 Times as you are home
Read
+Library
Back To Home

Back To Home

BAB 2 What is Life? “Nanda dan Fatih tadi kesini Nin. Mereka boleh mampir sore ini?” Aku mengangguk mendengar pertanyaan Mas Andy. Ah, dua dari sebagian orang yang ingin kembali, lagi. Diujung meja makan, kini dihiasi oleh keberadaan sosok yang sebelumnya tidak ada. Diam, menunggu dengan pasti untuk melihatku bereaksi.
649 viewsOngoingAdded to Library 14 Times as you are home
Read
+Library
OM SERING KE RUMAH KALAU MALAM

OM SERING KE RUMAH KALAU MALAM

Rumah itu terletak di pinggir jalan raya, dan bukan termasuk komplek perumahan. Dinda tersenyum sambil mengusap kepala Windi dengan penuh kasih sayang. Windi mengangguk. Pandangan matanya sendu. Orang tua Dinda, Via, dan Chandra yang ikut membantu proses beres-beres rumah berpandangan.
1024.9K viewsCompletedAdded to Library 894 Times as you are home
Read
+Library
Towards You

Towards You

tanya bibi Lidia yang biasa dipanggil bibi Ella tersebut. “Tidak, Bibi Ella. Aku tinggal sendiri di apartemen kecil dekat-dekat sini.” Keduanya tampak mengerutkan dahi, Lidia yang dengan kekayaannya yang tidak terbatas itu, harusnya bisa membeli rumah besar dan mewah, memilih tinggal di apartemen kecil sendirian. “Kenapa?” tanya paman Jo menyahut. “Tidak apa-apa, Paman. Aku lebih nyaman hidup seperti ini.”
2.4K viewsOngoingAdded to Library 97 Times as you are home
Read
+Library
No, it's You!

No, it's You!

Ooohh…tapi lagu barunya itu catchy banget. Dia mendapatkan panggilan darurat untuk pulang ke rumah. “Ada rembug penting” kata ibunya di telpon yang membikin dia berpikir rembug penting apakah gerangan sampai-sampai dia diharuskan pulang di hari kerja. Lokasi apartemen dia tidak terlalu jauh dari rumah, dan biasanya dia selalu rajin mengunjungi orang tuanya setiap weekend, sudah menjadi acara keluarga untuk sarapan pagi bersama di hari minggu. Keluarga yang berisi tiga orang, bapak ibu dan Sabrina. “Jadi kalian sudah menentukan tanggal belum” sang ibu menodong ketika Sabrina baru duduk dan memandangi gudeg buatan ibunya dengan penuh pesona.
1011.7K viewsCompletedAdded to Library 352 Times as you are home
Read
+Library
PREV
123456
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status