Pangeran yang Membunuhku Kini Mengejar Cintaku
Teman barunya itu tidak sedang beristirahat, jemarinya yang panjang bergerak lincah di atas sebuah hamparan permadani kecil, menaburkan butiran halus yang berkilau seperti serpihan bintang yang jatuh ke bumi.
"Ini bukan sekadar pasir, Celestine." bisik Nara, suaranya parau namun penuh gairah. "Ini adalah Kohl-Zandari. Pasir yang lahir dari jantung gunung berapi yang membeku di bawah Gurun Merah. Di negeriku, ini adalah bahan terlarang. Para tetua alkimia menyebutnya sebagai pengkhianat cahaya."