Setelah Malam Pertama
“Semoga kali ini, aku salah. Sudah cukup mantan mertuaku yang melihatku berpakaian seperti ini, jangan keluargaku, Tuhan!”
“Pak, mereka sudah datang. Silahkan nona-nona, kerjakan tugas kalian dengan baik,” ucap pria itu lalu menutup pintu ruangan tersebut. Zhia melihat perlengkapan karaoke di ruangan itu cukup modern, bahkan keluaran terbaru.
“Permisi, Pak. Boleh saya nyalakan sound systemnya?” Zhia memberanikan diri untuk bertanya.
“Hmmm, boleh saja. Silahkan, tapi kau yang bernyanyi untukku, bagaimana?” Suara itu tidak asing, namun Zhia memilih mengabaikannya.
Sikat na Kabanata