Kinari dan Benang Waktu
Kinari mengangkat tangannya, air sintetis memekar dari udara, membentuk Hydro Aegis—sebuah perisai berlapis cairan yang membeku dalam sekejap, menjadi dinding kristal biru.
Hantaman pertama menghujam, pecahan prisma menghantam perisai itu, menimbulkan bunyi yang bergema hingga ke perut realm.
Kael berlari, tubuhnya melesat melompati platform yang berganti-ganti gravitasi.
Bilah eternya berkilat, menebas kubus berputar hingga pecah menjadi serpihan cahaya.
Namun serpihan itu tak jatuh—ia justru melayang, lalu melipat dirinya menjadi segitiga tak sempurna, menyerang dari arah lain.
Bab Populer