Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
Gantari

Gantari

Gadis itu terus saja melangkah dan tidak mengacuhkan ucapanku. Untung saja tepat saat aku ingin merajuk, aku dan Sekar sudah tiba di depan rumahnya. Angin dingin menusuk kulitku, saat pintu dibuka. Ada rasa yang aneh, bukankah di setiap rumah yang mengadakan hajatan akan ramai orang rewang. Apalagi ini malam Midodareni, malam sebelum hari sakral itu tiba. Namun, di rumah Sekar begitu lengang seolah tidak ada kehidupan.
1.5K viewsOngoingAdded to Library 40 Times as četri
Read
+Library
PARAMOUR

PARAMOUR

“Apa yang sudah kau lihat?" “Apa yang kau harapkan dari jawabanku? Menemukan gambar perempuan di sana? Atau apa?” Nathan terdiam, ia benar-benar takut Kiara melihat isi bukunya. “Tidak ada, hanya tulisan tanganmu, gambar taman dan gereja, oh! San Francisco, Verona dan Scoula Grande, where's San Rocco?" "Venice.” "Wow! Dan kau berencana pergi ketempat-tempat ini?"
638 viewsOngoingAdded to Library 14 Times as četri
Read
+Library
Kuranji

Kuranji

Gedebuk! “Ampun! Ampun! T–tolong … lepaskan saya ….” Menutupi wajahnya dengan topeng macan berwarna hitam pekat, Kardit Masiak yang duduk di atas kursi kebesarannya mengusap dagu, memindai sekilas sosok pria berusia empat puluhan yang tersungkur di lantai, setelah didorong keras.
103.4K viewsOngoingAdded to Library 107 Times as četri
Read
+Library
Istri Kedua Kaisar

Istri Kedua Kaisar

kata Cedric. ***
1041.9K viewsCompletedAdded to Library 1.2K Times as četri
Read
+Library
DINAR

DINAR

jawab raccel dengan senang "iya tuan, nona, kota miana berada sebelum kota dayana, kota dayana berada dipinggiran pantai paling ujung" jawab edward sangat senang tau akan hal itu "tapi ngomong-ngomong edward kenapa nama kotanya seperti nama seorang gadis ya? miana dan dayana?" tanya raccel penasaran "oh itu...dulunya saat tuan harshaw membeli pulau selatan dia menemukan dua batu nisan yang bertuliskan nama miana dan dayana, makanya orang sekitar memberi tempat itu dengan namanya" ungkapnya
105.8K viewsCompletedAdded to Library 150 Times as četri
Read
+Library
SILARIANG

SILARIANG

Pinta Asha dengan suara memelas. “Duuh … Miss Gercep, kan udah dengar tadi kalo kami aja baru ketemu lagi setelah lima tahun, mana aku tahu nomer W*-nya kak Arsyl, Sha.” Terryn pun menyalakan komputernya dan Asha juga duduk di tempatnya persis di samping kubikel Terryn.
102.2K viewsOngoingAdded to Library 66 Times as četri
Read
+Library
Davira

Davira

batin Davira tak habis pikir dengan mahluk ciptaan Tuhan yang satu ini begitu luar biasa tampannya. Bahkan dewa Yunani pun kalah untuk mengukur segi ketampanan seorang Pete. Sebenarnya bagi Davira, ketampanan Pete masih tetap kalah sedikit dari Om Haikal. Ya, beda tipislah, sebelas duabelas gitu. "Shittt!" tiba-tiba Davira mengumpat tanpa sengaja dan itu membuat Pete menjadi kaget karenanya. "Are you okay, Davira?" tanya Pete menyadarkan Davira.
6.3K viewsCompletedAdded to Library 125 Times as četri
Read
+Library
Four Adventures

Four Adventures

-Four Adventure- Krusak Krusuk. Mereka berempat beberapa kali terjatuh ketika terpeleset bebatuan datau daun-daun yang licin. Keempatnya berjalan secara beruntun, Sean lelaki berambut pirang dengan kulit cokelat itu yang memimpin. Di belakangnya ada Yugo, Rosena, kemudian Dimitri. Suasana lembah ini begitu redup, tidak ada sinar matahari yang masuk, kalaupun ada itu hanyalah sekelebat cahaya.
3.2K viewsOngoingAdded to Library 93 Times as četri
Read
+Library
NINE

NINE

Pembunuhan singkat. Sedangkan ‘SEVEN’ menggunakan pisau dengan Tetrodotoxin yang lebih dikenal dengan sebutan TTX, dapat membunuh korban dalam hitungan jam. Ia selalu melepaskan korban setelah menggoreskan nama di tubuh target. Sayang sejauh ini obat untuk TTX belum ditemukan. Selebihnya menggunakan pedang, pisau, atau palu berukuran besar seperti pada kasus ‘FOUR’, yang kemudian menuliskan nomornya dengan ceceran otak di samping pecahan kepala dan tengkorak korban.
104.7K viewsCompletedAdded to Library 99 Times as četri
Read
+Library
VERDINDA

VERDINDA

teriak Vanya menggedor pintu cokelat itu lagi. Verdi beralih membaringkan tubuh, memejamkan mata, dan tersenyum kecil. "Stress gue hari ini!" **
103.7K viewsOngoingAdded to Library 129 Times as četri
Read
+Library
PREV
1234567
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status