Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Pilihan yang Menghancurkan

Pilihan yang Menghancurkan

"Beberapa hal, sekali rusak, tak bisa diperbaiki." Aku menatap wajahnya yang pucat, dan rasanya hatiku seperti tercabik menjadi dua. "Seperti lukisan ini?" tanyaku sambil menunjuk ke arah Bunda Maria. "Tidak." Kayla menggeleng. "Lukisan ini bisa diperbaiki. Kerusakannya hanya di permukaan." "Tapi kita ...." Dia menatapku, tak ada kebencian di matanya, hanya kelelahan yang dalam dan tak berujung. "Kita bukan rusak di permukaan. Kita hancur dari dalam."
25.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 629 kali sebagai บ้า
Baca
+Pustaka
BROKEN

BROKEN

Bibir Dev melengkung lebar dengan mata berselimut kaca. The End
108.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 320 kali sebagai บ้า
Baca
+Pustaka
PARANORMAL CANTIK

PARANORMAL CANTIK

Buuukkkk! Hegh! #####
1035.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 789 kali sebagai บ้า
Baca
+Pustaka
MAAF

MAAF

Selembut JENANG Semanis GULA I love you, Pembacaku sayang .... ***
103.4K DibacaTertahanDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 95 kali sebagai บ้า
Baca
+Pustaka
Mate

Mate

“Yap, makanya jangan jadikan standar yang ada di masyarakat itu membuatmu nggak bahagia, bahkan menjadi buah pemikiran yang berlebihan sampai buat diri jadi depresi.” Aku menyodorkan permen kapas kepada Alfa. Ia mengigitnya langsung. “Manis.” gumamnya. “Kalau asin, namanya garam bukan permen.” sahutku sewot. Alfa terbahak. “Padahal aku mau ngegombal tadi tuh.” “Nggak suka digombalin. Nggak kenyang.” “Tapi bikin sayang?” tanya Alfa jahil.
103.8K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 114 kali sebagai บ้า
Baca
+Pustaka
BANGKIT

BANGKIT

"Ya, hanya saja ia perlu terapi dan juga saya minta maaf karena saya belum tahu kapan adik anda akan sadar." "Maksud dokter apa?" teriak Bisma mengguncang tubuh sang dokter. "Bisma tenang! Saat ini kita berada di rumah sakit dan yang ada didalam itu adik kamu," ingat Wijaya. Bisma berusaha menenangkan dirinya, tidak biasa ia tempramen seperti ini. Untuk pertama kalinya ia membentak seorang dokter. "Maaf dok!" "Adik kamu tidak koma, hanya saja ia mengalami shock akibat kejadian ini. Hal ini memicu dirinya akan lama sadar."
101.9K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 52 kali sebagai บ้า
Baca
+Pustaka
IBUKU BUKAN BABUMU

IBUKU BUKAN BABUMU

IBUKU BUKAN BABUMU (4) "lepaaaas! Lepas!" Mbak Ulya berteriak histeris karena rambutnya kutarik kencang. "Dinara! Ya Allah, Nara! Lepaskan Mbak-mu, Nduk." Ibu berusaha menarik tanganku agar terlepas dari rambut Mbak Ulya. Namun, sakit hatiku masih belum lah reda. Sekuat tenaga aku buat perempuan itu kapok. Hingga kepalanya ketarik juga ke bawah.
1029.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 984 kali sebagai บ้า
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1
...
5678910
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status