Cinta yang Tak Diundang
"Tidak mudah untukku memungut kepingan harapan yang kau hancurkan. Menata kembali asa yang lebur itu lebih sulit dibandingkan dengan membentuk harapan baru. Aku perlu waktu untuk itu, Fidella."
Batin mereka berdua menguar bersamaan. Di saat yang satu ingin mengetahui, berbanding terbalik dengan yang lain, ia justru ingin menutupi. Dengan dalih, perlu waktu untuk mengingat luka itu. Luka yang begitu membekas, tak mudah mengembalikannya seperti semula.
Perihal luka, itulah cinta. Jika berani mencinta, harus berani juga menumpahkan air mata. Karena itu adalah risikonya jatuh cinta.
الفصول الرائجة