Cinta dan luka
teriak Kanzie, matanya merah, bukan hanya karena angin, tapi karena letupan luka yang tak pernah diberi ruang untuk sembuh.
Tangannya mengepal, dada naik turun menahan napas yang tersengal karena marah, kecewa, dan lelah bercampur jadi satu. Flora, Gilang, bahkan abang Flora yang dulu begitu ia hormati—semua tampak seperti pengkhianat dalam narasinya yang penuh luka.
الفصول الرائجة