Cinta Menjadi Dendam
Namun, sekarang, gadis yang memercayai cinta itu telah kehilangan nyawanya karena balas dendam dari orang yang dia cintai.
Sekelibat potongan kenangan menyerbu masuk ke dalam benak Bima.
"Argh!"
Bima berteriak dengan pilu. Dia berlutut di tanah, kedua tangannya memunguti debu hitam yang terbawa angin.
Dia mengais dengan kasar, terus meraup pecahan-pecahan yang tersisa ke dalam pelukannya, tidak peduli jas mahalnya menjadi kotor.
Gerakan yang terus-menerus dan terburu-buru itu membuat kulit tangannya terluka oleh tanah yang kasar, meninggalkan guratan-guratan menyakitkan.
Chapitres populaires