Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Hati Yang Terluka

Hati Yang Terluka

Iya Bu" kata Laila pelan. Hanya itu yang bisa Laila lontarkan. Laila sudah kebal dengan semua perkataan, hinaan, ataupun ejekan ibu mertua yang selalu menusuk ke dalam hatinya. Semua perkataan mertuanya sudah menjadi asumsi sehari-hari. Jadi tidak heran jika hatinya sudah keras layaknya batu dan tidak mudah untuk mencair. Menangis, ya itulah yang saat ini ia lakukan. Air matanya tak bisa dihentikan walau hatinya sudah kebal. Tidak bisa dibayangkan jika Laila terkena baby blues syndrome, pasti hidupnya kacau sekali.
549 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 13 kali sebagai 泣ける
Baca
+Pustaka
The Tears I Shed

The Tears I Shed

Maya memang amnesia, tapi itu bukan berarti dia kehilangan kemampuan untuk sekedar membaca air muka seseorang. "Saya tidak tahan melihat air mata wanita. Teruslah menangis dan saya akan pergi." Desisnya pelan. "Ba—baiklah saya tidak akan menangis. Saya akan tertawa saja agar Anda merasa betah disini menemani saya. Hahahaha..."
1033.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.1K kali sebagai 泣ける
Baca
+Pustaka
Fragmen di Bawah Hujan

Fragmen di Bawah Hujan

“Aku tidak tahu apakah aku siap membuka semua pintu yang kututup dulu.” Hening. Lalu—sebuah rasa. Bukan suara. Bukan sentuhan. Sebuah pengertian sederhana yang jatuh ke dadanya tanpa luka: Kau tidak diminta kembali ke masa lalu. Kau hanya diminta tidak lari darinya lagi. Air mata Aira jatuh tanpa drama. Tidak tersedu. Tidak pecah. Hanya jatuh, satu per satu, seperti hujan yang akhirnya tahu ke mana harus turun.
10970 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 28 kali sebagai 泣ける
Baca
+Pustaka
Cinta di Bumi Turky

Cinta di Bumi Turky

lirih Ipek sambil menyeka air matanya yang tumpah. **
104.8K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 109 kali sebagai 泣ける
Baca
+Pustaka
Broken Heart

Broken Heart

Pintaku, seolah memelas ingin tahu. "Maafin aku, untuk kejadian sore kemarin itu." Tukasnya. Dapat kudengar dengan jelas Isak tangisnya itu. "Aku melakukannya karena ternyata selama ini aku mencintaimu." Sambungnya.
103.1K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 92 kali sebagai 泣ける
Baca
+Pustaka
WHEN TEARS FALL INTO RAIN

WHEN TEARS FALL INTO RAIN

Rajendra jatuh berlutut dengan darah mengalir di paha kanannya. “Paman. . .“ teriak Kiran terkejut dan seketika gemetaran. “Kamu masih membuatku menunggu lagi, anak kecil?” Hujan Merah sudah tidak bisa menahan kesabarannya lagi. “Aku baik – baik saja. . .” Rajendra berusaha menyembunyikan rasa sakitnya. Rajendra kembali ke posisinya dan tetap mengarahkan pistolnya ke arah Hujan Merah.
3.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 124 kali sebagai 泣ける
Baca
+Pustaka
Cinta dan luka

Cinta dan luka

ejek Nayla "Saya kuat mba mana ada saya takut sama luka" ucap Kanzie "Serius mas tidak sakit" ucap Nayla sambil menempelkan kain basah dengan kencang ke lukanya. "Mba dibilang jangan kenceng kenceng sakit tau" jawab Kanzie. Nayla langsung ajak Kanzie untuk langsung pulang kerena takut Kanzie kenapa mereka pulang dengan pelan pelan hingga sampai di rumah Nayla
104.7K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 93 kali sebagai 泣ける
Baca
+Pustaka
Cinta yang Mengalir Pergi

Cinta yang Mengalir Pergi

Aku mengeluarkan laporan keguguran itu dari dalam saku. Tanganku gemetar saat menaruhnya bersama berkas-berkas lainnya. Air mataku jatuh, membasahi kertas itu, seolah menjadi sebuah salam perpisahan. Aku menarik napas dalam-dalam. Saat hendak memasukkannya ke dalam koper, suara Andika tiba-tiba terdengar dari belakang, penuh kebingungan.
11.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 263 kali sebagai 泣ける
Baca
+Pustaka
Antara Cinta dan Luka

Antara Cinta dan Luka

Tapi cukupkah buat beli hujan? Rian baca headline keras, suara tercekat hujan. N*****x tawar 1 miliar. Kembali ke Vita. Mereka mau beli hujan kita. Naya tegas, tangan gemetar di stroller. Baby Rain di stroller. Lara pegang tangan adik, jari mungil menggenggam erat. Empat suara. Ratna chorus serak, suara naik seperti petir. Live stream 290 juta views. Maya lihat, mata berbinar. Dunia lihat N*****x vs Baby Rain. Lara tegas, suara kecil tapi penuh api. Kita menang. Naya senyum lemah, air mata jatuh ke selimut Baby Rain.
795 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 26 kali sebagai 泣ける
Baca
+Pustaka
Pilihan yang Menghancurkan

Pilihan yang Menghancurkan

Aku mencabut belati dari sabuk Reyhan dan menggoreskannya di lenganku sendiri. Darah mengalir deras, aliran merah yang jauh lebih mengerikan daripada luka kecil di dahi Selena. "Cukup tuluskah ini?" Aku menatap mereka, dan berkata dengan suara datar, "Apakah permintaan maaf ini cukup untukmu?" "Kayla!" Reyhan menatapku dengan kaget. Namun momen itu terputus oleh rintihan lemah dari Selena.
25.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 528 kali sebagai 泣ける
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1234
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status