Dewa
"Dia kelelahan, shok dengan keadaan kakaknya, dan mungkin banyak beban pikiran."
Gelap yang menganiaya sepinya mendadak terlelap. Dalam waktu kesendiriannya mengarungi mimpi, tiba-tiba ada sorot lentera terang yang menuju hatinya. Seorang sahabat menggenggam erat langkahnya, menunjukkan arah yang pernah sesat. Rimbunan semak belukar yang menyeramkan mendadak berubah menjadi ilalang di lembah kala sunrise ingin memeta jejak. Awan pucat yang tadinya menaungi kepala beserta seluruh jagad bumi yang dipijakinya, kini berubah biru terang menyejukkan lensa. Hati yang pernah dilanda ketakutan tajam, kini berubah menjadi kebahagiaan yang tak akan terlupakan. Dengan sendirinya bunga-bunga indah tumbu
Hot Chapters