Masukเถ้าธุลีในกาลก่อน มอบโอกาสหวนคืน... จากมารดาเลี้ยงผู้ร้ายกาจในความทรงจำอันเลือนราง สู่มารดาผู้หมายมั่นที่อยากจะแก้ไขชะตาที่ผิดพลาด เมื่อสายลมของอดีตพัดหวน เหออวี้หลัน จะถักทอสายใยรักครั้งใหม่ให้มั่นคง หรือจะปล่อยให้กงล้อโชคชะตาซ้ำรอยเดิมอันปวดร้าว?
Lihat lebih banyak"Alina kami datang lagi, apa kau merindukan kami? Kami di sini merindukanmu. Oh, kami juga membawa bunga mawar kesukaanmu."
Seperti biasa Gerald mulai menceritakan bagaimana rutinitas sehari-harinya. Seringkali, Ken menatap ayahnya yang berbicara dengan lembut, tanpa menyembunyikan kasih sayang yang mendalam di matanya yang hitam pekat, seolah ibu ada di hadapannya menanggapi dan tertawa. Ken selalu berdiri di belakang, sedikit menjauh untuk memberi ruang untuk Gerald, tapi hari ini terasa berbeda. Seperti ada sepasang mata yang menatap lekat ke arahnya. Ken menoleh untuk memeriksa sekitar, tapi menemukan bahwa tidak ada siapa-siapa selain mereka berdua. Meski begitu, Ken secara sensitif menangkap ketegangan aneh di situasi yang tenang ini. Membuat lengannya merinding, menelan ludah dengan gugup dan hatinya mulai merasa cemas. Sambil berbicara, Gerald segera merasakan tatapan asing mengarah pada anaknya. Jantungnya berdebar kencang, detaknya terdengar keras di telinganya karena ketakutan. Cemas akan keselamatan Ken, Ia melirik Ken dari bahunya yang terlihat kebingungan melihat ke sekitar. Dengan cepat jarinya membuat lingkaran kecil, aura berwarna biru gelap menyebar ke sekeliling pemakaman. Menghalau aura hitam yang mencoba menyentuh tubuh Ken, punggungnya berkeringat dingin. 'Jangan ganggu anakku.' Peringat Gerald dengan menggemakan suara telapati ke sekitar, menatap sekitar dengan tajam. Memperingatkan pada apapun yang berani mengincar anaknya. Hampir saja aura itu menyentuh Ken, bahkan Gerald lengah. Aura itu tipis, hampir tidak terdeteksi. Namun sekilas Gerald tahu bahwa itu bukanlah hal yang baik. Ia tidak merasakan adanya tanda-tanda keberadaan seseorang, yang membuat Gerald waspada dengan mengerutkan kening samar. Ia hanya bisa melindungi Ken dengan aura miliknya, bahkan Ken mulai menyadari keanehan situasi. Buktinya adalah Ken mulai melihat sekitar, anak itu sangat sensitif sejak masih kecil. "Ken, jangan pedulikan apa pun. Ingat ayah ada di sini, semua akan baik-baik saja." Ken menatap punggung lebar ayahnya yang sedang berjongkok di samping kuburan, tersenyum tipis. "Iya aku tahu, Ayah. Jangan khawatir, sekarang aku bukan anak kecil lagi." "Bagus kalau kau mengerti, ayo pulang." Gerald menepuk pundak Ken, menatap anak laki-laki yang kini sudah dewasa dengan tinggi yang sama dengan dirinya. Rasanya seperti kemarin, anak berusia sepuluh tahun dengan tinggi yang mencapai pinggangnya, datang menghampiri sambil berkata, "Ayah, apa memang benar aku aneh? Jelas aku melihatnya, tapi kenapa orang-orang bersikeras mengatakan mereka tidak melihat apa-apa, bahkan Carlos pun sama." "Ken, dengarkan Ayah sayang, jika bertemu dengan mereka jangan takut. Jangan biarkan ketakutan menguasai dirimu, kau harus melawan jika mereka berani menyakitimu." Gerald memandang mata polos Ken yang kebingungan, tapi tetap dengan patuh mengangguk atas nasihatnya. Hatinya merasa lembut juga sedih, ia membelai lembut pipi halus anaknya. Merasa kasihan karena anak sekecil itu harus melihat hal-hal mengerikan itu. "Jika kau sangat takut dan tidak bisa menghadapinya, datanglah pada ayah. Janji?" Gerald menjelaskan dengan lembut pada Ken kecil, anak itu mengangguk lagi dan mengaitkan jati kelingkingnya dengan sang ayah, "Janji." Di sana Gerald menyadari bahwa kemampuan dari kekuatan Ken telah bangkit lebih dini, yaitu Ken kecil bisa melihat jiwa yang telah tiada. Gerald segera menyegel kemampuan tersebut agar tidak mempengaruhi pertumbuhan dan sosialisasi Ken di dunia manusia. *** Mobil hitam itu secara bertahap mulai memasuki gerbang tinggi dengan ukiran mawar, di kejauhan tampak seorang anak laki-laki melambai dengan penuh semangat. Rambut pirangnya berkilau di bawah sinar matahari dengan kulit putih yang bersih, tapi tidak pucat hanya ada sedikit warna kecoklatan. Berdiri di sana sangat mempesona, apalagi dengan wajah dan mata hijau lembut yang menawan dan genit, akan membuat gadis tersipu malu-malu oleh satu lirikan. "Untuk apa kau kemari?" Ken sedikit mengerutkan kening begitu melihat Charlos. Bajingan ini selalu berhasil membuat Ken pusing dengan tingkah genitnya. Tumbuh bersama dari kecil, hari-hari Ken yang sunyi menjadi berisik dan lebih berwarna karena kehadiran Charlos. Ken bersyukur atas hal itu, namun juga menderita dengan keaktifan Charlos. Terkadang Ken berharap Charlos untuk lebih tenang setidaknya sekali, agar tidak menguras energinya. "Yo! Kenapa kau dingin sekali pada sepupumu hmm? kau sedang datang bulan?" Charlos menggoda menaik turunkan alisnya, ada senyum jahil di bibirnya. Merangkul bahu Ken dengan antusias. "Sinting." Charlos tertawa terbahak-bahak melihat perasaan mual di mata Ken. Selalu menyenangkan menggoda sepupunya ini, dia mengutuk dengan wajah lurus dan serius yang sangat kontradiktif. Tak lupa Charlos juga menyapa pamannya yang masih di dalam mobil. Gerald hanya mengangguk dari dalam mobil. "Istirahatlah, ayah akan kembali ke perusahaan." Ken mengangguk, melihat mobil melaju keluar kembali dari mansion. Mereka disambut dengan kepala pelayan Tanon saat memasuki rumah. "Anda ingin saya buatkan segelas jus, Tuan muda?" tanyanya sambil tersenyum pada keduanya. "Buatkan aku segelas lemon tea dan Charlos jus jeruk, benar bukan?" Charlos mengangguk dengan senyuman saat Ken menatap meminta jawaban. "Baik, Tuan muda." Tanon sekali lagi membungkuk sedikit sebelum menju dapur. Ken naik ke lantai dua untuk berganti pakaian dan bermain game bersama Charlos ke ruangan khusus untuk bermain game. "Ada apa, sepertinya kau sangat bahagia?" tanya Ken saat tangannya tetap fokus bermain, tanpa menoleh pada Charlos. Terdengar sedikit tawa rendah dari Charlos. "Seperti biasa, aku mendapat pacar baru." Ken memutar matanya mendengar hal itu. Saat memikirkan rutinitas yang selalu Charlos lakukan, ketika ia mendapat pacar baru adalah dengan memperkenalkannya pada Ken. Alasannya adalah karena setiap gadis selalu ingin menjalin relasi dengan keluarga Derrent, memandang Ken dan Charlos sebagai tangga menuju kekuasaan dan status untuk memuaskan kesombongan mereka. Hal itu benar-benar membuat Ken muak. Seolah-olah nilai seseorang ditentukan oleh status keluarganya, bukan oleh kemampuan mereka sendiri. Alih-alih mengandalkan diri sendiri, gadis-gadis itu lebih memilih jalan pintas yang praktis. Melalui anak-anak terutama para gadis yang ingin menginjak dua perahu dengan Ken dan Charlos sekaligus, yang menjijikan. Mereka selalu mendambakan koneksi dan keuntungan besar yang bisa didapat dari keluarga bergengsi seperti Derrent. Para orang tua dengan pikiran licik, selalu melihat Ken dan Charlos sebagai peluang bagi mereka. Ken sendiri selalu langsung menolak orang dengan wajah dingin, tetapi Charlos selalu menikmati melihat seorang bertingkah seperti badut demi koneksi. Selalu menjahili Ken dengan melibatkannya dengan permainan sandiwara mereka. Sama halnya kali ini, Charlos akan mengajak bertemu dengan pacar barunya, untuk melihat bagaimana gadis itu akan merayu Ken. "Kapan dan di mana?" tanya Ken langsung pada intinya, tidak ingin berbasa-basi tentang hal melelahkan ini dan ingin segera menyelesaikannya. Charlos menyeringai, matanya berkilat dengan semangat seolah menantikan sesuatu yang menarik. "Sore hari ini, dan aku sudah memesan tempatnya. Jadi bersiap-siaplah setelah bermain game," katanya dengan nada menggoda, masih dengan tawa kecilnya. Charlos sangat menantikan pertunjukkan, ingin melihat apa yang akan dilakukan pacar barunya nanti, hingga seringainya semakin melebar. Baginya ini adalah hiburan yang tidak pernah membosankan. Karena terkadang sifat manusia yang tidak tahu malu selalu bisa menyegarkan pemahamannya, membuat permainan menjadi semakin seru. *** Bangunan bergaya vintage dengan fasad berwarna krem dan pintu kayu besar yang diukir dengan detail indah. Jendela-jendelanya tinggi dan melengkung, memberikan pemandangan yang mengundang bagi para pejalan kaki yang lewat. Saat memasuki restoran, tamu akan disambut oleh suasana hangat dan elegan. Dekorasi interiornya didominasi oleh warna-warna lembut seperti krem, merah marun, dan emas. Dindingnya dihiasi dengan lukisan klasik dan cermin-cermin besar yang memperluas ruang. Lantai kayu gelap yang dipoles mengkilap menambah kesan mewah. Meja-meja kecil dengan taplak meja putih dan vas bunga mawar merah ditempatkan dengan jarak yang cukup untuk memberikan privasi bagi para tamu. Ada musik lembut yang dimainkan di latar belakang menambah suasana romantis. Piano klasik dan lagu-lagu jazz ringan mengalun perlahan, menciptakan suasana yang menenangkan dan intim. Kadang-kadang, ada penampilan langsung dari musisi lokal yang memainkan lagu-lagu cinta. Ken melihat seorang wanita memakai gaun hitam selutut, menampilkan lekuk tubuhnya dengan jelas, baik bagian depan maupun belakang yang seksi dan panas. Cocok dengan rambut panjangnya yang berwarna red cherry dengan ujung dikeriting. "Ken, kenalkan ini pacarku Sheila." Ken mengulurkan tangan sebagai bentuk kesopanan, walau enggan di dalam hatinya. Bisa dilihat Charlos menatap main-main pada sikap sopan Ken yang terpaksa. "Halo, ternyata kau sama istimewanya dengan Charlos sebagi sepupunya." Sheila berkata dengan suara halus dan menggoda, ada tatapan berbinar di matanya saat melihat Ken. Dia memberikan sedikit tekanan lagi pada tangan yang saling menjabat. Saat Ken bersalaman dengan Sheila, Ken melihat cahaya hitam menyelimuti tubuh Sheila. Yang membuatnya terpaku, ada juga cahaya hitam tipis di tubuh Charlos. Membuat jantungnya berdegup kencang, merasakan kecemasan. Di bawah meja, tangan Ken mengepal erat merasa tidak nyaman. Apalagi saat sesekali Sheila menatapnya, insting Ken memberikan sinyal bahaya dan merasa harus menjauh. Selalu merasa ada sesuatu yang mengancam di dalam tatapan Sheila yang tersenyum. Ken juga mencoba melihat sekitar, menemukan bahwa ada juga beberapa orang yang diselimuti oleh cahaya hitam. Keringat dingin mengalir di punggungnya, tubuhnya tanpa sadar menjadi kaku. Ia menarik nafas dalam-dalam untuk menenangkan diri, tidak terlalu terlibat dalam percakapan seru Charlos dan Sheila. Untungnya pertemuan ini segera berakhir dan Ken menyetir mobil untuk pulang. Di sepanjang jalan Charlos bersenandung pelan, menggambarkan susana hatinya yang sedang bagus. "Darimana kau bertemu dengan Sheila?" Charlos menatap ke arah Ken dan menjawab sambil tersenyum, "Aku bertemu dengannya saat di Club malam, mungkin seminggu yang lalu, kenapa?" "Charlos, ini hanya firasatku. Ada yang salah dengan Sheila itu, jadi berhati-hatilah dengannya. Lebih bagus lagi, jika kalau kau mengakhiri hubungan dengan cepat." Ken mencoba menjelaskan pada Charlos bahwa ada yang tidak beres dengan Sheila, tapi Ken cemas Charlos akan takut jika Ken membicarakan apa yang dilihatnya dan memilih untuk hanya memperingatkannya. Senyum Charlos langsung pudar, jantungnya berdetak lebih cepat merasakan firasat buruk. Ken jarang memperingatkannya tentang hal seperti itu. Charlos sudah membuka mulut, tapi menelan kembali pertanyaan yang akan diajukan. "Oke, aku akan segera melakukannya." "Bagus." ***เมื่อเหมันต์อันยาวนานและเยือกเย็นได้โบกมืออำลาไปอย่างแท้จริง วสันตฤดูอันแสนสดใสก็หวนกลับมาเยือนจวนแม่ทัพจวินอีกครั้ง คราวนี้มิใช่เพียงธรรมชาติภายนอกที่ผลิบาน แต่หัวใจของผู้อยู่อาศัยภายในจวนแห่งนี้ก็คล้ายจะเบ่งบานไปด้วยไอรักและความสุขอย่างที่ไม่เคยเป็นมาก่อนการดูแลเอาใจใส่ของจวินเหยียนซีในช่วงที่เหออวี้หลันล้มป่วยลงนั้น เปรียบเสมือนหยาดน้ำทิพย์สุดท้ายที่หลอมละลายกำแพงน้ำแข็งในใจของคนทั้งสองจนหมดสิ้น ความเคลือบแคลงสงสัย ความไม่เข้าใจ และความห่างเหินที่เคยมี บัดนี้ถูกแทนที่ด้วยความไว้วางใจ ความเข้าใจ และความรู้สึกผูกพันอันลึกซึ้งอย่างแท้จริงกิจวัตรประจำวันของพวกเขาเปลี่ยนแปลงไปอย่างเห็นได้ชัด การร่วมโต๊ะเสวยกลายเป็นเรื่องปกติที่เต็มไปด้วยเสียงพูดคุยและรอยยิ้ม การดื่มชายามค่ำคืนในศาลากลางสวนกลายเป็นช่วงเวลาของการแบ่งปันความคิดและความรู้สึกอย่างเปิดอกมากขึ้น พวกเขาเริ่มเรียนรู้ที่จะสื่อสารกันอย่างตรงไปตรงมา และรับฟังซึ่งกันและกันด้วยหัวใจที่เปิดกว้างจวินเหยียนซีดูจะผ่อนคลายและแสดงความรู้สึกออกมามากขึ้นอย่างที่ไม่เคยเป็นมาก่อน รอยยิ้มจางๆที่เคยหาได้ยากยิ่ง บัดนี้ปรากฏขึ้นบนใบหน้าคมคายนั้
ภายหลังจากค่ำคืนในการเผชิญหน้าอันตึงเครียดในโรงเก็บฟืนเก่า บรรยากาศภายในจวนแม่ทัพจวินก็คล้ายจะถูกแช่แข็งไว้ด้วยความเงียบงันอันน่าอึดอัดยิ่งกว่าเดิม แม้จวินเหยียนซีจะมิได้เอ่ยปากขับไล่ หรือแสดงท่าทีรังเกียจนางอย่างเปิดเผย แต่ความห่างเหินและสายตาที่เต็มไปด้วยความขัดแย้งและคำถามที่ไร้คำตอบของเขานั้น ก็เป็นดั่งกำแพงที่มองไม่เห็น แต่กลับสูงตระหง่านและเย็นเยียบยิ่งกว่าครั้งไหนๆเหออวี้หลันเข้าใจดีว่านางกำลังอยู่ในช่วงเวลาของการพิสูจน์ตนเองอีกครั้ง และครั้งนี้หนักหนากว่าเดิมหลายเท่านัก ความไว้วางใจที่เพิ่งจะเริ่มก่อตัวขึ้น บัดนี้ได้พังทลายลงไปแล้วด้วยความลับและการปิดบังของนางเอง คำพูดของเขาที่ว่า "ข้าจะตัดสินเจ้าจากการกระทำของเจ้าในปัจจุบันและอนาคต" คือโอกาสสุดท้ายที่นางได้รับ โอกาสสุดท้ายที่นางต้องรักษาไว้ให้จงได้นางทุ่มเทแรงกายแรงใจทั้งหมดให้กับการทำหน้าที่ของตนเองยิ่งกว่าที่เคยเป็นมา นางตื่นแต่เช้าตรู่ เข้านอนดึกดื่น ตรวจตราดูแลทุกซอกทุกมุมของจวนด้วยความใส่ใจและความละเอียดลออที่ไม่เคยมีใครเทียบได้ ตั้งแต่การจัดสรรเสบียงในคลัง การดูแลความเป็นอยู่ของบ่าวไพร่ การบริหารจัดการงบประมาณ ไปจนถึง
เหมันต์ยังคงทอดเงาทาบทับจวนแม่ทัพจวิน อากาศเย็นเยียบจับขั้วหัวใจแต่กลับมิอาจเทียบเท่าความหนาวเหน็บที่เกาะกุมจิตใจของเหออวี้หลันได้เลยนับตั้งแต่การปรากฏตัวของชิวเยว่ในอดีตชาติ แม้นางจะพยายามรักษาความสงบ ทำหน้าที่ฮูหยินและมารดาเลี้ยงอย่างมิได้ขาดตกบกพร่อง แต่ความหวาดระแวงและความกลัวก็กัดกินใจนางอยู่ทุกขณะลมหายใจนางเฝ้าสังเกตการณ์ชิวเยว่ผู้นั้นอย่างลับๆมาตลอด แต่สตรีผู้นั้นก็ยังคงทำงานของตนไปอย่างเงียบๆ ขยันขันแข็ง ไม่แสดงพิรุธใดๆออกมา ความสงบเสงี่ยมนั้นเองที่ยิ่งทำให้นางหวาดผวา มันเหมือนความเงียบก่อนพายุจะโหมกระหน่ำ หรือเหมือนอสรพิษที่ซ่อนตัวนิ่งรอจังหวะที่จะฉกกัดความอดทนของเหออวี้หลันใกล้จะถึงขีดสุด นางไม่อาจทนใช้ชีวิตอยู่ภายใต้ความหวาดกลัวเช่นนี้ได้อีกต่อไป นางต้องรู้ให้แน่ชัด... ว่าชิวเยว่ต้องการสิ่งใดกันแน่!จนกระทั่งวันหนึ่งขณะที่นางกำลังตรวจดูผ้าปูที่นอนที่เพิ่งซักเสร็จใหม่ๆในห้องเก็บผ้าใกล้โรงซักล้าง สายตาของนางก็พลันสะดุดเข้ากับบางสิ่ง ปมเชือกสีแดงเส้นเล็กๆที่ถูกผูกซ่อนไว้ในเนื้อผ้าอย่างแนบเนียน เป็นปมแบบเดียวกันกับที่นางเคยใช้ผูกของเล่นชิ้นโปรดของเสวี่ยอัน แล้วโยนทิ้งไปด้วยคว
เหมันตฤดูยังคงดำเนินไปอย่างเนิบนาบ วันคืนผ่านไปอย่างเชื่องช้าภายใต้ท้องฟ้าสีเทาหม่น เหออวี้หลันพยายามอย่างยิ่งที่จะรักษาความสงบเรียบร้อยและความเป็นปกติสุขภายในจวนแม่ทัพไว้ให้มั่นคงที่สุด แต่นางก็รู้ดีว่าภายใต้ความสงบนั้นมีพายุร้ายกำลังก่อตัวขึ้นอย่างเงียบๆ... พายุที่มาจากอดีตของนางเองชิวเยว่ในชาติก่อนยังคงทำงานอยู่ในส่วนซักล้างและงานจิปาถะอื่นๆ อย่างขยันขันแข็งและดูเหมือนจะไม่มีพิษมีภัยใดๆ นางพูดน้อย ยิ้มยาก และมักจะก้มหน้าก้มตาทำงานของตนไปเงียบๆไม่สุงสิงกับผู้ใดเป็นพิเศษ แต่ยิ่งนางดูสงบเสงี่ยมมากเท่าใด เหออวี้หลันก็ยิ่งรู้สึกหวาดระแวงมากขึ้นเท่านั้น สัญชาตญาณบางอย่างร้องเตือนอยู่ภายในว่าสตรีผู้นี้มิได้มาที่นี่โดยบังเอิญอย่างแน่นอนความหวาดระแวงนั้นได้รับการยืนยันในเวลาต่อมา...วันหนึ่งหลี่มามา บ่าวอาวุโสผู้รับใช้ตระกูลจวินมานานได้เข้ามาพบเหออวี้หลันเป็นการส่วนตัวด้วยสีหน้าที่ดูครุ่นคิดเล็กน้อย "เรียนฮูหยินเจ้าคะ บ่าวมีเรื่องประหลาดใจเล็กน้อยจะเรียนให้ทราบ""เรื่องอันใดหรือหลี่มามา?" เหออวี้หลันถาม พยายามควบคุมไม่ให้หัวใจเต้นแรงจนผิดสังเกต"คือ... ชิวเยว่ คนงานใหม่ในโรงซักล้างน่ะเจ้า
ไออุ่นจากงานวันเกิดของจวินซิงเฉินยังคงอบอวลอยู่ในจวนแม่ทัพจวินอีกหลายวัน บรรยากาศที่เคยตึงเครียดและเย็นชา บัดนี้ถูกแทนที่ด้วยความผ่อนคลายและความคุ้นเคยที่ค่อยๆก่อตัวขึ้นอย่างเป็นธรรมชาติ ปฏิสัมพันธ์ระหว่างสมาชิกในครอบครัวราบรื่นและอบอุ่นขึ้นอย่างเห็นได้ชัดเหออวี้หลันสังเกตเห็นความเปลี่ยนแปลงเหล่าน
คิมหันตฤดูดำเนินมาถึงช่วงกลาง แสงแดดจัดจ้า อากาศร้อนอบอ้าว แต่ภายในจวนแม่ทัพกลับมีความเปลี่ยนแปลงที่ละเอียดอ่อนเกิดขึ้น กิจวัตรการดื่มชายามค่ำคืนในศาลากลางสวนระหว่างจวินเหยียนซีและเหออวี้หลันยังคงดำเนินต่อไป บทสนทนาแม้จะยังคงเน้นเรื่องการจัดการจวนและบุตรทั้งสองเป็นหลัก แต่ก็มีความผ่อนคลายและเป็นกัน
วสันตฤดูดำเนินไปอย่างงดงาม สวนดอกไม้ในจวนแม่ทัพเบ่งบานสะพรั่ง กิจวัตรประจำวันดำเนินไปอย่างราบรื่น ความสัมพันธ์ระหว่างเหออวี้หลันและบุตรทั้งสองพัฒนาไปในทางที่ดีขึ้นอย่างต่อเนื่อง บรรยากาศที่เคยตึงเครียดและเย็นชา ค่อยๆถูกแทนที่ด้วยความอบอุ่นและความเข้าใจอันเงียบงันทว่าในขณะที่ทุกสิ่งดูเหมือนกำลังจะล
หลายสัปดาห์ผ่านไป วสันตฤดูได้แผ่กิ่งก้านสาขาเข้าครอบคลุมจวนแม่ทัพอย่างเต็มตัว หิมะละลายสิ้น เหลือเพียงความชุ่มชื้นบนผืนดิน หมู่มวลบุปผชาติในสวนต่างแย้มกลีบอวดสีสันสดใส ลานสวนเล็ก ใกล้เรือนจื่อเถิงที่เหออวี้หลันและเด็กๆช่วยกันลงแรง บัดนี้ก็เริ่มมีต้นอ่อนสีเขียวแทงยอดขึ้นมาจากพื้นดิน ดอกไม้บางชนิดที่






Ulasan-ulasan