ชาติภพนี้ ข้าขอเป็นภรรยาและมารดาที่ดี

ชาติภพนี้ ข้าขอเป็นภรรยาและมารดาที่ดี

last updateTerakhir Diperbarui : 2025-06-12
Bahasa: Thai
goodnovel12goodnovel
8
3 Peringkat. 3 Ulasan-ulasan
40Bab
6.9KDibaca
Baca
Tambahkan

Share:  

Lapor
Ringkasan
Katalog
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi

เถ้าธุลีในกาลก่อน มอบโอกาสหวนคืน... จากมารดาเลี้ยงผู้ร้ายกาจในความทรงจำอันเลือนราง สู่มารดาผู้หมายมั่นที่อยากจะแก้ไขชะตาที่ผิดพลาด เมื่อสายลมของอดีตพัดหวน เหออวี้หลัน จะถักทอสายใยรักครั้งใหม่ให้มั่นคง หรือจะปล่อยให้กงล้อโชคชะตาซ้ำรอยเดิมอันปวดร้าว?

Lihat lebih banyak

Bab 1

บทที่ ๑ หวนคืนสู่ห้วงฝัน

"Alina kami datang lagi, apa kau merindukan kami? Kami di sini merindukanmu. Oh, kami juga membawa bunga mawar kesukaanmu."

Seperti biasa Gerald mulai menceritakan bagaimana rutinitas sehari-harinya. Seringkali, Ken menatap ayahnya yang berbicara dengan lembut, tanpa menyembunyikan kasih sayang yang mendalam di matanya yang hitam pekat, seolah ibu ada di hadapannya menanggapi dan tertawa.

Ken selalu berdiri di belakang, sedikit menjauh untuk memberi ruang untuk Gerald, tapi hari ini terasa berbeda.

Seperti ada sepasang mata yang menatap lekat ke arahnya.

Ken menoleh untuk memeriksa sekitar, tapi menemukan bahwa tidak ada siapa-siapa selain mereka berdua.

Meski begitu, Ken secara sensitif menangkap ketegangan aneh di situasi yang tenang ini. Membuat lengannya merinding, menelan ludah dengan gugup dan hatinya mulai merasa cemas.

Sambil berbicara, Gerald segera merasakan tatapan asing mengarah pada anaknya.

Jantungnya berdebar kencang, detaknya terdengar keras di telinganya karena ketakutan. Cemas akan keselamatan Ken, Ia melirik Ken dari bahunya yang terlihat kebingungan melihat ke sekitar.

Dengan cepat jarinya membuat lingkaran kecil, aura berwarna biru gelap menyebar ke sekeliling pemakaman. Menghalau aura hitam yang mencoba menyentuh tubuh Ken, punggungnya berkeringat dingin.

'Jangan ganggu anakku.'

Peringat Gerald dengan menggemakan suara telapati ke sekitar, menatap sekitar dengan tajam. Memperingatkan pada apapun yang berani mengincar anaknya. Hampir saja aura itu menyentuh Ken, bahkan Gerald lengah.

Aura itu tipis, hampir tidak terdeteksi. Namun sekilas Gerald tahu bahwa itu bukanlah hal yang baik. Ia tidak merasakan adanya tanda-tanda keberadaan seseorang, yang membuat Gerald waspada dengan mengerutkan kening samar.

Ia hanya bisa melindungi Ken dengan aura miliknya, bahkan Ken mulai menyadari keanehan situasi. Buktinya adalah Ken mulai melihat sekitar, anak itu sangat sensitif sejak masih kecil.

"Ken, jangan pedulikan apa pun. Ingat ayah ada di sini, semua akan baik-baik saja."

Ken menatap punggung lebar ayahnya yang sedang berjongkok di samping kuburan, tersenyum tipis. "Iya aku tahu, Ayah. Jangan khawatir, sekarang aku bukan anak kecil lagi."

"Bagus kalau kau mengerti, ayo pulang." Gerald menepuk pundak Ken, menatap anak laki-laki yang kini sudah dewasa dengan tinggi yang sama dengan dirinya.

Rasanya seperti kemarin, anak berusia sepuluh tahun dengan tinggi yang mencapai pinggangnya, datang menghampiri sambil berkata, "Ayah, apa memang benar aku aneh? Jelas aku melihatnya, tapi kenapa orang-orang bersikeras mengatakan mereka tidak melihat apa-apa, bahkan Carlos pun sama."

"Ken, dengarkan Ayah sayang, jika bertemu dengan mereka jangan takut. Jangan biarkan ketakutan menguasai dirimu, kau harus melawan jika mereka berani menyakitimu."

Gerald memandang mata polos Ken yang kebingungan, tapi tetap dengan patuh mengangguk atas nasihatnya. Hatinya merasa lembut juga sedih, ia membelai lembut pipi halus anaknya. Merasa kasihan karena anak sekecil itu harus melihat hal-hal mengerikan itu.

"Jika kau sangat takut dan tidak bisa menghadapinya, datanglah pada ayah. Janji?" Gerald menjelaskan dengan lembut pada Ken kecil, anak itu mengangguk lagi dan mengaitkan jati kelingkingnya dengan sang ayah, "Janji."

Di sana Gerald menyadari bahwa kemampuan dari kekuatan Ken telah bangkit lebih dini, yaitu Ken kecil bisa melihat jiwa yang telah tiada.

Gerald segera menyegel kemampuan tersebut agar tidak mempengaruhi pertumbuhan dan sosialisasi Ken di dunia manusia.

***

Mobil hitam itu secara bertahap mulai memasuki gerbang tinggi dengan ukiran mawar, di kejauhan tampak seorang anak laki-laki melambai dengan penuh semangat.

Rambut pirangnya berkilau di bawah sinar matahari dengan kulit putih yang bersih, tapi tidak pucat hanya ada sedikit warna kecoklatan.

Berdiri di sana sangat mempesona, apalagi dengan wajah dan mata hijau lembut yang menawan dan genit, akan membuat gadis tersipu malu-malu oleh satu lirikan.

"Untuk apa kau kemari?" Ken sedikit mengerutkan kening begitu melihat Charlos. Bajingan ini selalu berhasil membuat Ken pusing dengan tingkah genitnya. Tumbuh bersama dari kecil, hari-hari Ken yang sunyi menjadi berisik dan lebih berwarna karena kehadiran Charlos.

Ken bersyukur atas hal itu, namun juga menderita dengan keaktifan Charlos. Terkadang Ken berharap Charlos untuk lebih tenang setidaknya sekali, agar tidak menguras energinya.

"Yo! Kenapa kau dingin sekali pada sepupumu hmm? kau sedang datang bulan?" Charlos menggoda menaik turunkan alisnya, ada senyum jahil di bibirnya. Merangkul bahu Ken dengan antusias.

"Sinting." Charlos tertawa terbahak-bahak melihat perasaan mual di mata Ken.

Selalu menyenangkan menggoda sepupunya ini, dia mengutuk dengan wajah lurus dan serius yang sangat kontradiktif. Tak lupa Charlos juga menyapa pamannya yang masih di dalam mobil.

Gerald hanya mengangguk dari dalam mobil. "Istirahatlah, ayah akan kembali ke perusahaan." Ken mengangguk, melihat mobil melaju keluar kembali dari mansion.

Mereka disambut dengan kepala pelayan Tanon saat memasuki rumah. "Anda ingin saya buatkan segelas jus, Tuan muda?" tanyanya sambil tersenyum pada keduanya.

"Buatkan aku segelas lemon tea dan Charlos jus jeruk, benar bukan?" Charlos mengangguk dengan senyuman saat Ken menatap meminta jawaban.

"Baik, Tuan muda." Tanon sekali lagi membungkuk sedikit sebelum menju dapur.

Ken naik ke lantai dua untuk berganti pakaian dan bermain game bersama Charlos ke ruangan khusus untuk bermain game.

"Ada apa, sepertinya kau sangat bahagia?" tanya Ken saat tangannya tetap fokus bermain, tanpa menoleh pada Charlos.

Terdengar sedikit tawa rendah dari Charlos.

"Seperti biasa, aku mendapat pacar baru."

Ken memutar matanya mendengar hal itu. Saat memikirkan rutinitas yang selalu Charlos lakukan, ketika ia mendapat pacar baru adalah dengan memperkenalkannya pada Ken.

Alasannya adalah karena setiap gadis selalu ingin menjalin relasi dengan keluarga Derrent, memandang Ken dan Charlos sebagai tangga menuju kekuasaan dan status untuk memuaskan kesombongan mereka.

Hal itu benar-benar membuat Ken muak. Seolah-olah nilai seseorang ditentukan oleh status keluarganya, bukan oleh kemampuan mereka sendiri. Alih-alih mengandalkan diri sendiri, gadis-gadis itu lebih memilih jalan pintas yang praktis.

Melalui anak-anak terutama para gadis yang ingin menginjak dua perahu dengan Ken dan Charlos sekaligus, yang menjijikan. Mereka selalu mendambakan koneksi dan keuntungan besar yang bisa didapat dari keluarga bergengsi seperti Derrent.

Para orang tua dengan pikiran licik, selalu melihat Ken dan Charlos sebagai peluang bagi mereka. Ken sendiri selalu langsung menolak orang dengan wajah dingin, tetapi Charlos selalu menikmati melihat seorang bertingkah seperti badut demi koneksi.

Selalu menjahili Ken dengan melibatkannya dengan permainan sandiwara mereka. Sama halnya kali ini, Charlos akan mengajak bertemu dengan pacar barunya, untuk melihat bagaimana gadis itu akan merayu Ken.

"Kapan dan di mana?" tanya Ken langsung pada intinya, tidak ingin berbasa-basi tentang hal melelahkan ini dan ingin segera menyelesaikannya.

Charlos menyeringai, matanya berkilat dengan semangat seolah menantikan sesuatu yang menarik. "Sore hari ini, dan aku sudah memesan tempatnya. Jadi bersiap-siaplah setelah bermain game," katanya dengan nada menggoda, masih dengan tawa kecilnya.

Charlos sangat menantikan pertunjukkan, ingin melihat apa yang akan dilakukan pacar barunya nanti, hingga seringainya semakin melebar.

Baginya ini adalah hiburan yang tidak pernah membosankan. Karena terkadang sifat manusia yang tidak tahu malu selalu bisa menyegarkan pemahamannya, membuat permainan menjadi semakin seru.

***

Bangunan bergaya vintage dengan fasad berwarna krem dan pintu kayu besar yang diukir dengan detail indah. Jendela-jendelanya tinggi dan melengkung, memberikan pemandangan yang mengundang bagi para pejalan kaki yang lewat.

Saat memasuki restoran, tamu akan disambut oleh suasana hangat dan elegan. Dekorasi interiornya didominasi oleh warna-warna lembut seperti krem, merah marun, dan emas. Dindingnya dihiasi dengan lukisan klasik dan cermin-cermin besar yang memperluas ruang.

Lantai kayu gelap yang dipoles mengkilap menambah kesan mewah. Meja-meja kecil dengan taplak meja putih dan vas bunga mawar merah ditempatkan dengan jarak yang cukup untuk memberikan privasi bagi para tamu.

Ada musik lembut yang dimainkan di latar belakang menambah suasana romantis. Piano klasik dan lagu-lagu jazz ringan mengalun perlahan, menciptakan suasana yang menenangkan dan intim.

Kadang-kadang, ada penampilan langsung dari musisi lokal yang memainkan lagu-lagu cinta.

Ken melihat seorang wanita memakai gaun hitam selutut, menampilkan lekuk tubuhnya dengan jelas, baik bagian depan maupun belakang yang seksi dan panas. Cocok dengan rambut panjangnya yang berwarna red cherry dengan ujung dikeriting.

"Ken, kenalkan ini pacarku Sheila."

Ken mengulurkan tangan sebagai bentuk kesopanan, walau enggan di dalam hatinya. Bisa dilihat Charlos menatap main-main pada sikap sopan Ken yang terpaksa.

"Halo, ternyata kau sama istimewanya dengan Charlos sebagi sepupunya." Sheila berkata dengan suara halus dan menggoda, ada tatapan berbinar di matanya saat melihat Ken. Dia memberikan sedikit tekanan lagi pada tangan yang saling menjabat.

Saat Ken bersalaman dengan Sheila, Ken melihat cahaya hitam menyelimuti tubuh Sheila. Yang membuatnya terpaku, ada juga cahaya hitam tipis di tubuh Charlos. Membuat jantungnya berdegup kencang, merasakan kecemasan.

Di bawah meja, tangan Ken mengepal erat merasa tidak nyaman. Apalagi saat sesekali Sheila menatapnya, insting Ken memberikan sinyal bahaya dan merasa harus menjauh. Selalu merasa ada sesuatu yang mengancam di dalam tatapan Sheila yang tersenyum.

Ken juga mencoba melihat sekitar, menemukan bahwa ada juga beberapa orang yang diselimuti oleh cahaya hitam.

Keringat dingin mengalir di punggungnya, tubuhnya tanpa sadar menjadi kaku. Ia menarik nafas dalam-dalam untuk menenangkan diri, tidak terlalu terlibat dalam percakapan seru Charlos dan Sheila.

Untungnya pertemuan ini segera berakhir dan Ken menyetir mobil untuk pulang. Di sepanjang jalan Charlos bersenandung pelan, menggambarkan susana hatinya yang sedang bagus.

"Darimana kau bertemu dengan Sheila?"

Charlos menatap ke arah Ken dan menjawab sambil tersenyum, "Aku bertemu dengannya saat di Club malam, mungkin seminggu yang lalu, kenapa?"

"Charlos, ini hanya firasatku. Ada yang salah dengan Sheila itu, jadi berhati-hatilah dengannya. Lebih bagus lagi, jika kalau kau mengakhiri hubungan dengan cepat."

Ken mencoba menjelaskan pada Charlos bahwa ada yang tidak beres dengan Sheila, tapi Ken cemas Charlos akan takut jika Ken membicarakan apa yang dilihatnya dan memilih untuk hanya memperingatkannya.

Senyum Charlos langsung pudar, jantungnya berdetak lebih cepat merasakan firasat buruk. Ken jarang memperingatkannya tentang hal seperti itu. Charlos sudah membuka mulut, tapi menelan kembali pertanyaan yang akan diajukan. "Oke, aku akan segera melakukannya."

"Bagus."

***

Tampilkan Lebih Banyak
Bab Selanjutnya
Unduh

Bab terbaru

Bab Lainnya

Ulasan-ulasan

จินไน่ไน่
จินไน่ไน่
จวนแม่ทัพใช้คำว่า *ประชวน* อะไรคือใช้คำราชาศัพย์มั้วจัง
2026-05-16 14:01:14
0
0
Pizzie
Pizzie
โดยรวมสนุกดี ใช้ภาษาสำนวนดีมาก นานๆจะเจอเรื่องทีีใช้ภาษาสวย แต่มีการพูดวนซ้ำๆเรื่องเดิมบ่อยไปหน่อย เลยเนือยๆ งงตรงผญ.มาเป็นเมียใหม่ได้ไง และกลับชาติมาเกิด แต่นิสัยเปลี่ยนได้ขนาดนั้น? หรือเป็นคนอื่นมาเกิดร่างนางเอก ใดๆแนะนำให้อ่านสนุก
2025-07-12 00:44:21
1
0
Ploy Panyapat
Ploy Panyapat
ส่วนตัวยอมรับว่าอ่านไม่จบ มันรู้สึกอึดอัด ภาษาที่ใช้สวยก็จริงแต่บรรยายวกไปวนมา บรรยายเยอะเหลือเกินจนแทบไม่มีบทพูดเลย มีแต่ความคิดของนอ ที่แทบจะไม่บอกหรืออธิบายต้นสายปลายเหตุ หรือเหตุการอะไรเลย เชื่อว่าคงจะบอกท้ายๆเรื่องแต่นี่อ่านมาครึ่งเรื่องละไง บรรยายแต่อะไรก็ไม่รู้
2025-07-13 15:40:27
0
0
40 Bab
บทที่ ๑ หวนคืนสู่ห้วงฝัน
ความรู้สึกตัวค่อยๆหวนคืนสู่ร่างที่เคยเหน็บหนาวและว่างเปล่า ราวกับฟื้นจากฝันร้ายที่ยาวนาน เปลือกตาหนักอึ้งค่อยๆปรือเปิดขึ้น แสงสว่างนวลตาที่ลอดผ่านหน้าต่างเข้ามาทำให้เหออวี้หลันต้องหยีตาลงเล็กน้อย กลิ่นหอมอ่อนๆของกำยานชั้นดีลอยอวลอยู่ในอากาศ กลิ่นที่นางห่างหายไปนานเหลือเกินนี่ข้า... ยังไม่ตาย?ความคิดแรกผุดขึ้นในห้วงคำนึง ความทรงจำสุดท้ายคือความเยียบเย็นจับขั้วหัวใจในเรือนพักท้ายจวนอันผุพัง เสียงลมหวีดหวิวคล้ายเสียงคร่ำครวญของวิญญาณโดดเดี่ยว และภาพเลือนรางของเงาร่างสูงสง่าที่หันหลังให้... เงาของบุรุษที่นางเคยเรียกว่าสามีนางพยายามยันกายลุกขึ้น ความเจ็บปวดรวดร้าวที่ควรจะกัดกินทุกอณูในร่างกลับเลือนหายไปสิ้น มีเพียงความอ่อนเพลียเล็กน้อยเท่านั้น นางกวาดสายตามองไปรอบกายอย่างเชื่องช้า แล้วหัวใจก็พลันกระตุกวูบ!นี่มัน... เรือนอวี้ฮั่น! เรือนนอนของนางในจวนแม่ทัพจวินเหยียนซี!ฉากกั้นปักลายหงส์คู่มังกรทองที่นางเคยสั่งให้คนยกออกไปเพราะเห็นว่ามันบดบังทิวทัศน์ โต๊ะเครื่องแป้งไม้จันทน์หอมสลักลายบุปผาที่นางเคยปัดเครื่องประทินโฉมลงแตกกระจายด้วยโทสะ แจกันกระเบื้องเคลือบสีน้ำทะเลที่นางเคยใช้ขว้างปาใส่บ
Baca selengkapnya
บทที่ ๒ ก้าวแรกบนเส้นทางที่ขรุขระ
ภายหลังจากชุนเถาออกไปแล้ว เหออวี้หลันยังคงนั่งนิ่งอยู่บนเตียง ปล่อยให้ความคิดและความรู้สึกหลากหลายไหลเวียนอยู่ในห้วงคำนึง แสงอรุณยามเช้าทาบทอเข้ามาในห้อง สาดส่องให้เห็นรายละเอียดอันวิจิตรบรรจงของเครื่องเรือนและของประดับตกแต่ง ทุกชิ้นล้วนสะท้อนถึงฐานะอันสูงส่งของจวนแม่ทัพและรสนิยมอันหรูหราของนางในอดีตไม่นานนัก ชุนเถาก็นำอ่างน้ำล้างหน้าและเครื่องประทินโฉมเข้ามา นางลุกขึ้นอย่างเชื่องช้า เดินไปยังหน้าคันฉ่องทองเหลือง มองเงาสะท้อนของสตรีงดงามแรกรุ่น... ใบหน้านี้ยังอ่อนเยาว์นัก ดวงตายังไม่กร้านโลกเช่นในชาติก่อน ผิวพรรณยังผุดผ่องไร้ริ้วรอยแห่งกาลเวลา แต่กระนั้น แววตาที่มองตอบกลับมากลับแฝงไว้ด้วยความเหนื่อยล้าและความเศร้าสร้อยที่เกินกว่าวัยจะพึงมีสิบกว่าปี... ความทุกข์ทรมาน ความโดดเดี่ยว และความสำนึกผิดที่แสนยาวนาน มันได้กัดกร่อนจิตวิญญาณนางไปมากเพียงใดหนอ?นางหลับตาลง สูดหายใจลึก ขับไล่ความอ่อนแอในใจออกไป เมื่อลืมตาขึ้นอีกครั้ง แววตาคู่นั้นก็กลับมาฉายประกายมุ่งมั่นดังเดิม"ชุนเถา ช่วยข้าแต่งตัว"สาวใช้คนสนิทขานรับอย่างนอบน้อม นางช่วยเหออวี้หลันเลือกอาภรณ์ เป็นชุดกระโปรงยาวสีเขียวหยกเนื้อดี
Baca selengkapnya
บทที่ ๓ เงาอดีตในเรือนจื่อเถิง
ณ เรือนจื่อเถิง อันเป็นที่พำนักของสองคุณชายน้อยและคุณหนูน้อยแห่งจวนแม่ทัพ บรรยากาศยามเช้าแตกต่างจากเรือนอวี้ฮั่นโดยสิ้นเชิง แม้จะสะอาดสะอ้าน แต่ก็ขาดความหรูหราและกลิ่นอายของความมั่งคั่งไปหลายส่วน ลานเล็กๆหน้าเรือนมีต้นจื่อเถิงเลื้อยพันซุ้มไม้อยู่ต้นหนึ่ง แม้ยังไม่ถึงฤดูผลิดอก แต่กิ่งก้านที่แผ่ขยายก็ให้ร่มเงาและความสงบอย่างประหลาดจางมามา บ่าวอาวุโสผู้มีใบหน้าใจดีแต่แฝงแววเหนื่อยล้า กำลังจัดสำรับอาหารเช้าให้เด็กทั้งสองด้วยความเคยชิน โจ๊กขาวสองถ้วย หมั่นโถวสี่ลูก และผักดองหนึ่งจานเล็กเพียงเท่านั้น แต่แล้วนางก็ต้องประหลาดใจเมื่อเห็นบ่าวจากครัวหลักสองนางยกถาดอาหารขนาดใหญ่ตามหลังชุนเถาเข้ามา"นี่มัน..." จางมามาเบิกตากว้าง มองอาหารเลิศรสที่ถูกจัดวางลงบนโต๊ะแทนที่สำรับเดิม ซุปไก่ตุ๋นยาจีนส่งกลิ่นหอมกรุ่น ไข่ตุ๋นเนื้อเนียนสีเหลืองอ่อน ปลานึ่งซีอิ๊วหน้าตาน่าทาน อาหารเหล่านี้ ปกติแล้วมีแต่ท่านแม่ทัพและฮูหยินเท่านั้นที่จะได้ลิ้มรส"ฮูหยินสั่งมาให้คุณชายน้อยกับคุณหนูน้อยเป็นพิเศษเจ้าค่ะ" ชุนเถากล่าวด้วยรอยยิ้มบางๆ พยายามเก็บซ่อนความประหลาดใจของตนเองไว้ "บอกว่าอากาศเริ่มเย็นแล้ว ให้บำรุงร่างกายเสี
Baca selengkapnya
บทที่ ๔ สายลมของการเปลี่ยนแปลง
เมื่อกลับถึงเรือนอวี้ฮั่นอันโอ่อ่า เหออวี้หลันทรุดกายนั่งลงบนเก้าอี้บุต่วนเนื้อดีอย่างอ่อนแรง ภาพดวงตาหวาดกลัวสุดขีดของจวินเสวี่ยอันยังคงติดตรึงอยู่ในมโนสำนึก ราวกับเหล็กเผาไฟที่นาบลงบนหัวใจ นางหลับตาลงช้าๆสูดลมหายใจลึกยาว พยายามข่มความรู้สึกท้อแท้ที่เริ่มก่อตัวขึ้นนางทำพลาดไปเสียแล้ว การไปปรากฏตัวกะทันหันเช่นนี้ มีแต่จะทำให้เด็กน้อยหวาดผวามากขึ้นความจริงข้อนี้ช่างบาดลึก บาดแผลที่มองไม่เห็นซึ่งนางได้สร้างไว้ในใจของเด็กทั้งสองนั้นลึกซึ้งและรักษายากเย็นกว่าบาดแผลทางกายนัก นางต้องอดทน ต้องใจเย็น ต้องค่อยๆเป็น ค่อยๆไปยิ่งกว่านี้"นายหญิง ดื่มชาร้อนๆสักหน่อยเถิดเจ้าค่ะ" ชุนเถาเดินเข้ามาอย่างเงียบเชียบ วางถ้วยชากระเบื้องเคลือบลายดอกโบตั๋นลงบนโต๊ะข้างกายนางอย่างแผ่วเบา แววตาฉายความกังวลระคนไม่แน่ใจเหออวี้หลันลืมตาขึ้น รับถ้วยชามาถือไว้ ไออุ่นจากถ้วยชาค่อยๆซึมซาบผ่านฝ่ามือเข้าสู่ร่างกาย "ข้าไม่เป็นไรชุนเถา แค่ต้องใช้เวลา…" นางตอบเสียงเบา แต่แฝงไว้ด้วยความแน่วแน่ชุนเถานิ่งไปครู่หนึ่ง ก่อนจะรวบรวมความกล้าเอ่ยขึ้น "บ่าวว่า นายหญิงวันนี้ ดู... ดูเปลี่ยนไปนะเจ้าคะ ดู... ใจดีขึ้น" แม้จะเป็นเพีย
Baca selengkapnya
บทที่ ๕ วสันตฤดูมาเยือนเรือนจื่อเถิง
หลายวันต่อมา สายลมแห่งการเปลี่ยนแปลงที่เคยพัดผ่านจวนแม่ทัพอย่างแผ่วเบา เริ่มก่อตัวเป็นรูปธรรมจับต้องได้มากขึ้น ณ เรือนจื่อเถิงเฉียนก่วนเจียทำงานอย่างรวดเร็วและเงียบเชียบตามคำสั่งของฮูหยิน ช่างไม้ ช่างปูน เข้ามาซ่อมแซมหลังคาและส่วนที่ชำรุดทรุดโทรมอย่างแข็งขัน เครื่องเรือนชุดใหม่ถูกลำเลียงเข้ามาแทนที่ของเก่า แม้มิได้หรูหราเทียบเท่าเรือนหลัก แต่โต๊ะ ตั่ง ตู้ ล้วนทำจากไม้เนื้อดี แข็งแรงทนทาน เตียงนอนถูกเปลี่ยนใหม่ พร้อมเครื่องนอนครบชุด ผ้าปูที่นอนทำจากผ้าฝ้ายเนื้อละเอียด ผ้านวมผืนหนาถูกพับวางไว้อย่างเรียบร้อย พร้อมสำหรับคิมหันต์ที่กำลังจะมาเยือน เตาผิงเล็กๆถูกติดตั้งในห้องนอนของเด็กทั้งสอง และถ่านไม้คุณภาพดีก็ถูกนำมาเก็บสำรองไว้มากกว่าเดิมหลายเท่าจางมามาเฝ้าดูการเปลี่ยนแปลงทั้งหมดด้วยความรู้สึกที่ยากจะบรรยาย นางทำงานในจวนนี้มานานพอที่จะรู้ว่าสิ่งเหล่านี้ไม่ควรเกิดขึ้นได้โดยง่าย โดยเฉพาะอย่างยิ่งเมื่อมันเป็นการปรนเปรอบุตรเลี้ยงที่นายหญิงคนปัจจุบันไม่เคยใส่ใจเหลียวแล ความเคลือบแคลงใจยังมีอยู่ แต่ความรู้สึกขอบคุณและความโล่งใจที่เด็กๆ ในความดูแลของนางจะได้มีชีวิตความเป็นอยู่ที่ดีขึ้น ก็ค่อย
Baca selengkapnya
บทที่ ๖ ระลอกคลื่นใต้น้ำอันเงียบงัน
วันเวลาผันผ่านไปดุจสายน้ำไหล ฤดูสารทค่อยๆคลี่คลาย บรรยากาศในจวนแม่ทัพจวิน แม้ภายนอกจะยังคงดำเนินไปตามครรลองปกติ แต่ภายในกลับเกิดระลอกคลื่นใต้น้ำอันเงียบงัน ที่สัมผัสได้จากรายละเอียดเล็กๆน้อยๆ ซึ่งเปลี่ยนแปลงไปที่เรือนจื่อเถิง อาจารย์หลิน บัณฑิตผู้ทรงภูมิ มาสอนหนังสือให้จวินซิงเฉินอย่างสม่ำเสมอตามคำสั่งที่ส่งผ่านพ่อบ้านเฉียน อุปกรณ์การเรียนชุดใหม่ ทั้งพู่กันขนพังพอนชั้นดี แท่นฝนหมึกหินต้วนซี กระดาษเซวียนจื่อเนื้อละเอียด และตำราพื้นฐานอีกหลายเล่ม ถูกจัดเตรียมไว้อย่างพร้อมสรรพ จวินซิงเฉินแม้จะยังคงมีท่าทีสงบนิ่งและระแวดระวังอยู่บ้าง แต่แววตาที่จับจ้องตำรากลับฉายประกายมุ่งมั่นและสนใจมากขึ้นอย่างเห็นได้ชัด เขามิได้เอ่ยปากขอบคุณผู้ใด แต่การที่เขาใช้พู่กันด้ามใหม่อย่างทะนุถนอม และตั้งใจฟังคำสอนของอาจารย์หลินมากขึ้น ก็ถือเป็นการยอมรับในความเปลี่ยนแปลงนี้อย่างเงียบๆส่วนจวินเสวี่ยอันนั้น บัดนี้นางมีอาจารย์หญิงผู้หนึ่งนาม ซูอี๋เหนียง มาสอนสั่ง ซูอี๋เหนียงเป็นสตรีวัยกลางคน ท่าทางอ่อนโยน พูดจาแช่มช้อย มีความสามารถทั้งด้านการวาดภาพทิวทัศน์และอักษรวิจิตร นางเริ่มต้นจากการสอนให้เสวี่ยอันวาดภาพง่ายๆ
Baca selengkapnya
บทที่ ๗ เมล็ดพันธุ์ของความหวังอันเปราะบาง
ภายหลังเหตุการณ์ที่เหออวี้หลันลงโทษบ่าวหญิงผู้ปากพล่อย บรรยากาศในจวนแม่ทัพโดยรวมดูสงบลงอย่างเห็นได้ชัด โดยเฉพาะอย่างยิ่งที่เรือนจื่อเถิง บ่าวไพร่ที่ต้องไปมาหาสู่หรือส่งของ ต่างมีท่าทีนอบน้อมและระมัดระวังคำพูดต่อหน้าจางมามาและเด็กทั้งสองมากขึ้น จางมามาเองก็ดูผ่อนคลายลง สีหน้าไม่เคร่งเครียดกังวลตลอดเวลาเช่นแต่ก่อน แม้แต่จวินซิงเฉินผู้ช่างสังเกต ก็ยังสัมผัสได้ถึงความเปลี่ยนแปลงในทางที่ดีขึ้นนี้ แม้จะยังไม่เข้าใจถึงต้นสายปลายเหตุก็ตามส่วนเหออวี้หลันนั้น นางตระหนักดีว่าการดูแลเด็กมิใช่เพียงการมอบวัตถุสิ่งของหรือปกป้องจากภยันตรายภายนอกเท่านั้น แต่คือการทำความเข้าใจและหล่อหลอมจิตใจอันละเอียดอ่อน ซึ่งเป็นสิ่งที่นางขาดประสบการณ์และความรู้อย่างสิ้นเชิงในอดีต นางสนใจเพียงการปรนเปรอตนเองและแก่งแย่งชิงดี ไม่เคยใส่ใจศึกษาหลักการเลี้ยงดูบุตรธิดาเลยแม้แต่น้อยดังนั้นในยามว่างเว้นจากการดูแลความเรียบร้อยในจวน นางจึงมักใช้เวลาอยู่ในห้อง เก็บตัวอ่านม้วนตำราและเอกสารต่างๆที่ให้ชุนเถาไปเสาะหามา มิใช่ตำราพิชัยสงครามหรือบทกวีรักใคร่ แต่เป็นบันทึกเกี่ยวกับหลักการอบรมเลี้ยงดูบุตรธิดาตามขนบธรรมเนียม ตำราดูแลสุ
Baca selengkapnya
บทที่ ๘ บททดสอบนอกกำแพงจวน
ในขณะที่ความเปลี่ยนแปลงอันเงียบงันค่อยๆหยั่งรากลึกลงในเรือนจื่อเถิง จิตใจของจวินซิงเฉินกลับยิ่งสับสนว้าวุ่นมากขึ้น เขามิใช่เด็กน้อยที่ไม่รู้ความอีกต่อไป สายตาคมกริบคอยเฝ้าสังเกตทุกการกระทำของผู้ที่ได้ชื่อว่าเป็นท่านแม่อย่างเงียบเชียบ อาหารเลิศรส เสื้อผ้าอาภรณ์ที่อบอุ่น เครื่องเรือนที่สะดวกสบาย การศึกษาที่เข้มข้นขึ้น และท่าทีของบ่าวไพร่ที่นอบน้อมขึ้นอย่างเห็นได้ชัด ทั้งหมดนี้คือความจริงที่ปฏิเสธไม่ได้ทว่าความทรงจำอันเลวร้ายในอดีตยังคงฝังแน่นราวรอยสลักบนแผ่นหิน แววตาเย็นชา น้ำเสียงตวาดดุด่า การลงโทษอย่างไร้เหตุผล ภาพเหล่านั้นยังคงตามหลอกหลอนเขาอยู่เสมอ เขามองดูจวินเสวี่ยอัน น้องสาวตัวน้อยที่ค่อยๆกล้าเงยหน้าขึ้นมองโลกมากขึ้น เริ่มมีเสียงหัวเราะใสๆเล็ดลอดออกมาบ้างยามเรียนวาดภาพกับอาจารย์ซู ส่วนหนึ่งในใจเขาก็ยินดี แต่อีกส่วนหนึ่งกลับหวาดระแวง... นี่เป็นเพียงภาพลวงตาที่ถูกสร้างขึ้นอย่างประณีตหรือไม่?วันหนึ่ง ขณะที่อาจารย์หลินกำลังอธิบายความหมายของบทกวีโบราณ จวินซิงเฉินก็อดไม่ได้ที่จะเอ่ยถามขึ้น "ท่านอาจารย์ขอรับ... ในประวัติศาสตร์เคยมีบุคคลใดหรือไม่ ที่เปลี่ยนแปลงนิสัยใจคอจากหน้ามือเป็นหล
Baca selengkapnya
บทที่ ๙ แสงจันทร์กระจ่างสาดส่องพระราชวัง
วันเทศกาลจงชิวเจี๋ยเวียนมาบรรจบ ทั่วทั้งจวนแม่ทัพประดับประดาไปด้วยโคมไฟหลากสีสัน บรรยากาศคึกคักอบอวลไปด้วยกลิ่นอายแห่งการเฉลิมฉลอง ทว่าในเรือนอวี้ฮั่นความวุ่นวายกลับมีน้อยกว่าที่เคยเป็นเหออวี้หลันนั่งนิ่งอยู่หน้าคันฉ่องทองเหลือง ปล่อยให้ชุนเถาบรรจงเกล้าผมมวยสูง ประดับด้วยปิ่นหยกขาวสลักลายเมฆาอันเรียบง่ายแต่ประณีต นางสวมอาภรณ์สีน้ำเงินเข้มปักลายดิ้นเงินเป็นรูปเมฆามงคลแลดูสง่างามสมฐานะ แต่ก็มิได้โอ้อวดหรือฉูดฉาดจนเกินงาม ต่างจากอดีตลิบลับที่นางจะต้องวุ่นวายเลือกเฟ้นอาภรณ์ที่หรูหราที่สุด เครื่องประดับที่แวววาวที่สุด เพื่อประชันขันแข่งกับสตรีอื่นในงานเลี้ยงใบหน้าของนางยามนี้สงบนิ่ง แววตาแน่วแน่มั่นคง แม้จะมีความกังวลซ่อนอยู่ลึกๆ แต่ก็ถูกเก็บงำไว้ภายใต้ท่าทีอันสุขุมก่อนจะออกจากเรือนเพื่อไปยังรถม้า นางกลับก้าวเท้าเดินไปยังทิศทางของเรือนจื่อเถิงเสียก่อน เมื่อไปถึงก็พบว่าจางมามากำลังช่วยเด็กทั้งสองผูกโคมกระต่ายน้อยน่ารักอยู่ใต้ซุ้มต้นจื่อเถิง ขนมไหว้พระจันทร์หลากหลายไส้ถูกจัดวางไว้บนโต๊ะเล็กๆอย่างสวยงาม"ท่านแม่!" จวินเสวี่ยอันเป็นคนแรกที่เห็นนาง เด็กน้อยอุทานเสียงเบา หลบไปอยู่ข้างหลังจางม
Baca selengkapnya
บทที่ ๑๐ วาจาคมปลาบในคืนจันทร์กระจ่าง
เมื่อองค์ฮ่องเต้และฮองเฮาเสด็จประทับ ณ พระที่นั่งกลางท้องพระโรง เสียงดนตรีบรรเลงขับขาน งานเลี้ยงฉลองเทศกาลจงชิวเจี๋ยก็เริ่มต้นขึ้นอย่างเป็นทางการ เหล่าขุนนางและเชื้อพระวงศ์ต่างถวายพระพรตามลำดับยศ อาหารเลิศรสและสุรานานาชนิดถูกลำเลียงออกมาไม่ขาดสาย นางรำในอาภรณ์งดงามอ่อนช้อยร่ายรำอยู่กลางท้องพระโรง สร้างบรรยากาศครึกครื้นทว่าแฝงไว้ด้วยระเบียบแบบแผนอันเคร่งครัดเหออวี้หลันนั่งอยู่เคียงข้างจวินเหยียนซี นางรักษากิริยามารยาททุกกระเบียดนิ้ว ทานอาหารเพียงเล็กน้อย จิบสุราเพียงพอเป็นพิธี สายตาจับจ้องการแสดงเบื้องหน้า แต่ในใจกลับตื่นตัวและระแวดระวังอยู่ตลอดเวลา นางรู้ดีว่าภายใต้บรรยากาศอันรื่นเริงนี้ มีสายตาและการประเมินค่าซ่อนเร้นอยู่ทุกหนแห่งช่วงเวลาที่การแสดงชุดหนึ่งจบลง และกำลังจะเริ่มการแสดงชุดต่อไป ในจังหวะที่เสียงพูดคุยจอแจดังขึ้นเล็กน้อยนั้นเอง เงาร่างของสตรีกลุ่มหนึ่งก็เคลื่อนเข้ามาหยุดอยู่ที่โต๊ะของจวนแม่ทัพ ผู้นำกลุ่มคือ หลี่ฮูหยิน ภรรยาเอกของเสนาบดีกรมพิธีการ นางขึ้นชื่อเรื่องฝีปากกล้าและมักชอบสอดรู้สอดเห็นเรื่องของผู้อื่น ในอดีตนางเคยพยายามตีสนิทเหออวี้หลัน แต่ก็ถูกความเย่อหยิ่งของน
Baca selengkapnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status