เข้าสู่ระบบหลินจิงซู หญิงสาวผู้ล้มเหลวทุกอย่างในชีวิตเพราะครอบครัวเฮงซวย เธอย้อนเวลาไปยังปี1990 อาศัยความรู้ในโลกอนาคตเพื่อเก็บเกี่ยวโอกาสทางธุรกิจ ก่อร่างสร้างตัวจนมั่งคั่งร่ำรวย เพื่อบดขยี้ทุกคนที่เคยรังแก!
ดูเพิ่มเติมSuara ketukan bolpoin di atas meja kayu itu terdengar seperti detak jam menuju eksekusi mati. Tatiana mengepalkan tangan di bawah meja, berusaha menahan gemetar yang merambat dari ujung jarinya.
"Lima ratus juta, Tatiana. Itu kerugian yang harus kami tanggung karena skandal ini," suara Pak Bram, sang direktur, terdengar datar namun tajam. "Kamu tidak hanya menghancurkan namamu sendiri, tapi juga mencoreng kredibilitas perusahaan kami!"
Tatiana mendongak mantap, dia tidak gentar karena dia tahu bukan dirinya yang harus bertanggung jawab. "Saya tidak meniru satu kalimat pun dari buku itu, Pak. Saya menulisnya dari nol. Saya yang menciptakan semua tokohnya! Saya yang—"
"Cukup!" Seorang editor senior di pojok ruangan menyela dengan dengusan sinis. "Semua penulis amatir yang tertangkap basah akan mengatakan hal yang sama. Faktanya, alur ceritamu identik dengan buku yang terbit di luar negeri itu. Kamu pikir kami bodoh?"
Tatiana menghela napas panjang, ia merasa seperti sedang ditelanjangi di depan umum. Tidak ada yang membelanya. Teman-teman penulis yang dulu sering hangout dengannya kini hanya diam, menatap layar ponsel seolah-olah Tatiana adalah penyakit yang harus dihindari.
"Keluar," kata Pak Bram dingin. "Surat pemutusan kontrak dan tuntutan hukum akan sampai di apartemenmu besok. Dan oh... jangan harap ada penerbit lain yang mau menyentuh naskahmu lagi."
Tatiana berdiri dengan kaki lemas. “Baiklah, tapi kalian akan rugi.” dia mengibaskan rambutnya. “Selama ini, aku yang membawa seluruh investor itu untuk bergabung. Kalian…” kalimat itu mengantung di udara. Tidak ada gunanya membela diri lagi, semua hancur dalam sekejab hanya karena fitnah keji yang ia dapat. Sudah hampir empat tahun dia menjadi penulis dengan penjualan terbaik.
Cukup satu skandal dan semua keringat itu tak ada artinya.
Dia berjalan keluar melewati lorong kantor yang biasanya terasa hangat, namun kini terasa asing dan menyesakan. Tatapan menghakimi mengikutinya hingga ke pintu keluar.
***
Langkah kaki Tatiana terasa berat saat menyusuri lorong apartemennya. Namun, langkahnya terhenti tepat di depan pintu unit 402. Di sana, tumpukan amplop putih dan cokelat berserakan seperti bangkai surat yang dibuang sembarangan.
"Cepat sekali," bisik Tatiana. Ia memungut salah satu amplop berlogo firma hukum. Itu adalah surat tuntutan.
Ia masuk ke dalam, melempar tasnya ke sofa, lalu matanya tertuju pada sebuah paket yang baru saja ia terima pagi ini, sebelum dunia kiamat. Isinya adalah buku berjudul Die For You, karya penulis yang menuduhnya memplagiat.
“Kenapa judulnya juga sama…” gumam Tatiana lirih, buku miliknya berjudul I Wiil Die For You.
Tatiana merobek sampul plastiknya dengan tangan gemetar. Ia membalik halaman demi halaman dengan cepat. Matanya membelalak.
"Ini... ini tidak mungkin," gumamnya. Kalimatnya memang berbeda, tapi struktur emosi, cara karakter pria itu menatap, bahkan cara dia memegang gelas wiski... itu semua adalah nyawa dari Kaliel yang ia ciptakan. Tatiana meremas buku itu hingga sampulnya lecet. Seseorang telah mencuri karyanya dan menjualnya dengan nama lain.
Ia tertawa getir, matanya mulai berkaca-kaca. "Aku yang menulisnya dengan susah payah, tapi aku juga yang dianggap pencuri.”
Ia tidak tahan lagi. Apartemen ini terasa mencekik. Dengan pemikiran impulsif, Tatiana menyambar koper kecil, memasukkan beberapa pakaian asal-asalan, dan membuka aplikasi pemesanan tiket di ponselnya.
"Ke mana saja. Yang paling jauh," jarinya menekan tiket kereta api menuju kota pinggiran yang bahkan ia tidak tahu letaknya di peta.
***
Suara gesekan roda kereta dengan rel tua menjadi melodi yang menemani lamunan Tatiana. Di dalam gerbong yang remang-remang, ia memeluk tasnya erat. Ia merasa seperti pecundang yang melarikan diri, tapi setidaknya di sini, tidak ada yang menatapnya dengan pandangan 'penulis plagiat'.
Kepalanya terkulai ke jendela yang bergetar. Kelelahan yang luar biasa akhirnya menyerangnya.
Mata coklatnya menatap lurus ke arah jalanan yang berputar cepat sampai akhirnya ia terpejam. "Kaliel..." igilaunya pelan sebelum kesadarannya hilang sepenuhnya. "Setidaknya di dalam bukuku, kau tidak pernah menghianatiku seperti ini."
Suara gesekan rel yang kasar mendadak senyap, berganti dengan dengungan halus yang terasa seperti getaran listrik di udara. Tatiana merasa tubuhnya seolah seringan kapas. Aroma debu dan minyak kayu putih yang tadi memenuhi gerbong menghilang, digantikan oleh aroma bersih yang sangat segar.
Tatiana mengerjap. Kursi kayu yang keras di bawahnya kini terasa seperti busa yang sangat empuk.
"Pemberhentian selanjutnya, Sektor Onyx. Harap pastikan identitas Anda aktif," sebuah suara robot pria yang jernih dan berwibawa menggema di seluruh ruangan.
Tatiana tersentak bangun, jantungnya berdetak hebat. Matanya membulat menatap interior gerbong yang kini terbuat dari logam putih mengkilap dan kaca transparan yang menampilkan pemandangan kota di luar sana. Sebuah kota yang tidak pernah ada di dunianya. Gedung-gedung pencakar langit dengan jembatan melayang, kendaraan tanpa roda yang melesat sunyi, dan lampu neon ungu yang menghiasi langit malam.
"Sektor... Onyx?" Tatiana membeku. Itu adalah nama distrik terlarang dalam naskahnya.
Pintu gerbong di depannya mendesis terbuka. Dan di sana, di balik kabut tipis, berdiri seorang pria.
Tinggi, tampan, angkuh, dan berbahaya.
Pria itu mengenakan mantel panjang yang pas di tubuh tegapnya. Saat dia menoleh, Tatiana hampir lupa cara bernapas. Itu adalah wajah yang selama ini menghuni mimpinya dan naskah sialannya yang difitnah itu.
Tatiana melangkah keluar dengan kaki gemetar, matanya yang besar menatap tanpa berkedip. "Ka-Kaliel?"
Pria itu tidak tersenyum. Sebaliknya, dia melangkah maju, memperpendek jarak hingga Tatiana bisa merasakan panas tubuhnya. Kaliel mencengkeram dagu Tatiana dengan jari-jari dinginnya, memaksanya mendongak.
"Siapa kau?" suara itu rendah, menggetarkan dada Tatiana. Mata biru itu menyipit. “Aku tidak pernah melihatmu disini.”
263 ตอนที่ 472 บทสรุปแห่งชีวิต “พูดจริงเหรอครับ? นี่คุณย่าจะเลิกคัดค้านเรื่องของผมกับจิงซูจริงๆเหรอครับ?!” หญิงชราในตอนนี้ได้เปลี่ยนตัวเองเป็นคนใหม่ รวมถึงทัศนคติที่มีต่อหลินจิงซูด้วย เธอคลี่ยิ้มกว้างพยักหน้าตอกย้ำข้อสงสัยของหลานชายอย่างหนักแน่น ถึงแม้ตลอดเวลาที่ผ่านมา เธอมักจะแสดงอากัปกิริยาต่อต้านหลินจิงซูอย่างเปิดเผย และไม่ยอมรับอีกฝ่ายเข้าบ้านสกุลจู้ก็ตามที แต่เบื้องลึกในใจแล้ว หญิงชรากลับยอมรับในความใจสู้และเข้มแข็งของเด็กผู้หญิงคนนี้เสมอมา ในบรรดาเด็กสาววัยเดียวกันนั้น เธอผู้นี้นับว่าโดดเด่นมากที่สุดจริงๆ หากเปรียบเทียบกับคุณหนูฐานะรวยอย่างจางซีซี ลองคิดดูว่า ต้องเป็นเรื่องยากเพียงใดที่สาวน้อยชนบทคนหนึ่งจะตัดสินใจเสียสละเงินทองของตนเอง เพื่อมาเป็นทุนการศึกษามอบให้กับทางมหาวิทยาลัย ทั้งหมดที่เธอทำลงไปล้วนมาจากจิตใจที่ต้องการพัฒนาสังคมไปสู่ทิศทางที่ดีขึ้น ซึ่งต่างจากจางซีซีที่ทำไปเพราะหวังให้เพื่อนฝูงรอบตัวและจู้หยานหันมาสรรเสริญชื่นชม เมื่อเธอมองข้ามเรื่องชาติตระกูลของหลินจ
262 2-2ตอนที่ 471 ความจริงในอดีตเสียงปืนดังขึ้นหนึ่งนัด ลูกตะกั่วพุ่งแหวกอากาศถากเข้าที่หัวไหล่ของจางซีซีอย่างแม่นยำ ก่อนจะเฉียดร่างของหญิงชราไปอย่างหวุดหวิด กระแสความเจ็บปวดที่โฉบแล่นผนวกกับความตื่นตระหนกตกใจ ทำให้ร่างอรชรของหญิงสาวได้สูญเสียการทรงตัว และเผลอก้าวถอยหลังเหยียบลงบนอากาศก่อนจะพลัดตกจากแท่นบันจี้จัมพ์อย่างไม่ทันตั้งตัว ร่างของเธอดิ่งพสุธาลงไปด้านล่างในชั่วพริบตา…ชายวัยกลางคนผู้นั้นได้พุ่งเข้าไปโอบร่างของหญิงชราไว้ได้ทันท่วงที และเมื่อพบว่าผู้ที่มาช่วยชีวิตตนเอาไว้เป็นใครนั้น เธอก็ถึงกับดวงตาเบิกโพลงด้วยความตกตะลึงสุดขีด“จู้เอ๋อร์..ทะ-ทำไมแกถึงมาอยู่ที่นี่ได้…”จู้เอ๋อร์ พ่อบังเกิดเกล้าของจู้หยานระบายยิ้มอ่อน พร้อมพูดประชดประชันใส่คนเป็นแม่ว่า“แล้วรู้สึกยังไงบ้างล่ะครับ ที่ลูกชายไม่เอาไหนคนนี้มาช่วยไว้ทัน? ความใฝ่ฝันของผมที่แม่ดูถูกแล้วก็สบประมาทมาตั้งแต่ยังเด็ก มันเพิ่งจะช่วยฉุดแม่ออกมาจากความตาย!”พูดถึงความฝันของตัวเองแล้ว จู้เอ๋อร์ก็เหลือบมองปืนพกกระบอกคู่ใจก่อนจะเก็บเข้าซองหนังข้างเอวไป จากนั้น จึงได้แบกอุ้มร่างของหญิงชราที่ยังคงสั่นเทาด้วยความหวาดกลัวเสียขวัญจา
262 1-2 ตอนที่ 470 บุคคลที่คาดไม่ถึง ดูเหมือนแผนการข่มขู่ในครั้งนี้ของหญิงชราจะได้ผลดีกว่าที่คิดไว้มาก จู้หยานถึงกับสูญเสียการควบคุมหัวสมองว่างเปล่าคิดอะไรไม่ออกอยู่ครู่ใหญ่ สุขภาพร่างกายของย่าเขาตอนนี้ก็ใช่ว่าจะดีนัก หากอีกฝ่ายเกิดเป็นลมเป็นแล้งร่วงตกลงมาจากเครื่องเล่นจะทำยังไง?หากไม่รีบเกลี้ยกล่อมให้ยอมกลับลงมาโดยเร็วที่สุด ทุกอย่างที่กำลังไปได้สวย เกรงว่าคงจะต้องจบสิ้นลงตรงนี้อย่างแน่นอน! กว่าจะสามารถสร้างชื่อเสียงของธุรกิจโรงแรมและสวนสนุก ให้มาเป็นที่รู้จักของผู้คนถึงจุดนี้ได้ ทั้งเขาและหลินจิงซูต่างก็ต้องเผชิญหน้ากับความยากลำบากนับครั้งไม่ถ้วน แล้วจู้หยานจะยอมปล่อยให้ย่าของเขาทำลายทุกอย่างลงง่ายๆแบบนี้ได้อย่างไร? “เข้าใจแล้วครับคุณย่า ผมยอมทุกอย่างแล้ว! คุญย่าได้โปรดหยุดสร้างปัญหาสักทีเถอะนะครับ! ผมรับปากจะกลับไปดูแลปรนนิบัติคุณย่าเหมือนเช่นเคย ผมจะกลับไปเป็นหลานชายที่เชื่อฟังของคุณย่าเหมือนเดิมครับ! แต่ผมมีเรื่องขอร้องสักอย่างจะได้มั้ยครับ? ผมไม่อยากแต่งงานกับจางซีซีจริงๆ ผมจะยอมแต่งงานกับใครก็ได้…ที่ไม่ใช่
261 ตอนที่ 469 ทุกอย่างกำลังไปได้สวย แต่ใครจะคาดคิดว่า จู่ๆหลินจิงซูก็ตัดสินใจทำเรื่องที่เหนือความคาดหมายอย่างมาก เธอเลิกใส่ใจกับคำก่นด่าสาปแช่งใดๆ แล้วเดินขึ้นไปหยุดยืนอยู่บนแท่นบันจี้จัมพ์ซึ่งมีความสูงถึง 20 เมตร และยังไม่ได้ผ่านการทดสอบแต่อย่างใด จากนั้น ก็ได้หยิบเชือกยาวมาผูกที่ข้อเท้าทั้งสองข้างของตนไว้อย่างรวดเร็ว ทันทีที่พบเห็นภาพฉากนี้ ทั้งหลิวหมิงและฝูงชนโดยรอบ ต่างก็พากันแตกฮือและตื่นตระหนกกันสุดขีด โดยเฉพาะจู้หยาน เพราะเมื่อวานมีเพียงเครื่องเล่นชนิดนี้เพียงเครื่องเดียวเท่านั้น ที่พวกเขาทั้งคู่ยังไม่ได้ทำการทดสอบเรื่องความปลอดภัย เผชิญกับสถานการณ์ที่เหนือความคาดหมายเช่นนี้ จู้หยานก็ตื่นตระหนกสุดขีด เขาพยายามแผดเสียงร้องตะโกนเรียกหลินจิงซูที่ตอนนี้อยู่บนแท่นบันจี้จัมพ์สูงจากพื้นดินถึง 20 เมตรทันที “จิงซู! ใจเย็นๆก่อนนะ! อย่าด่วนหุนหันพลันแล่นทำอะไรแบบนั้นเลย! มีอะไรก็ค่อยๆพูดค่อยๆจากันเถอะนะ ประธานหลิวหมิงไม่ใช่คนที่ไร้เหตุผลขนาดนั้น! ลงมาก่อน แล้วค่อยมาปรึกษาหารือเรื่องสวนสนุกใหม่ดีมั้ย? เพราะถ้าคุณเป็นอะไรไปตอนนี้
72 2-2 ตอนที่ 143 หาข้อมูลลูกพี่เฉิน (2) ติงเสวี่ยเหม่ยที่อดทนฟังอย่างเงียบๆอยู่ข้างเคียง เมื่อเห็นว่าหลินจิงซูกล้าตบหน้าติงเสวี่ยหยานจริงๆ เธอก็แอบตะลึงงันอยู่ครู่หนึ่ง ก่อนจะรีบออกมาห้ามปรามศึกว่า “พี่คะ ใจเย็นๆแล้วค่อยพูดค่อยจากันดีกว่า ดีขนาดไหนแล้วที่จิงซูไม
70 2-2ตอนที่ 139 หลบหนีหลินจิงซูเดินคอตกกลับบ้านผู้เฒ่าติงด้วยความสิ้นหวัง ติงเสวี่ยเหม่ยกำลังนั่งปลอบใจผู้เฒ่าติงอยู่หน้าบ้าน เมื่อเห็นสีหน้าไม่สู้ดีนักของหลินจิงซู ที่ดูคล้ายกับวิญญาณเด็กต้องคำสาปเร่ร่อน คนเป็นแม่อย่างเธอก็ถึงกับตื่นตระหนกตกใจอย่างมาก รีบตรงเข้าไปถามด้วยความร้อนอกร้
48 1-2 ตอนที่ 94 เสาะหานักออกแบบ (1) กลับมาถึงบ้าน หลังรับประทานอาหารเย็นเสร็จสรรพ หลินจิงซูก็ไล่คัดเลือกรูปถ่ายของเจ้าสาหร่ายในหลากหลายอากัปกิริยาและท่วงท่า เธอตั้งชื่อชานมไข่มุกว่า ‘ชาคุณแม่’ เนื่องจากธุรกิจนี้จะไม่มีวันเกิดขึ้นได้เลยหากปราศจากผู้หญิงคนนี้ อีกท
44 1-2ตอนที่ 86 ความจริงในความฝัน ในช่วงกลางดึก ติงเสวี่ยเหม่ยตื่นขึ้นมาเพราะความกระหายน้ำจัด ระหว่างเดินลงบันไดไปที่ห้องรับแขกเพื่อหาน้ำกิน เธอได้เดินผ่านห้องนอนของหลินจิงซู และบังเอิญได้ยินเสียงร้องคร่ำครวญดังลั่นมาจากด้านใน “จูฮั่ว จูฮั่ว อย่าไป!” “หนูอยู่ไม่