LOGINเมื่อเดิมพันคือหัวใจ! ต่อให้จะแพ้ฉันก็คือผู้ชนะ ต่อให้จะชนะฉันก็คือผู้แพ้! เพราะเดิมพันในครั้งนี้นอกจากหัวใจของเขา ก็คือความเจ็บปวดของฉันเหมือนกัน ชีวิตนี้ของฉันนอกจากพ่อที่ต้องเสียให้พวกเธอไปก็อย่างหวังว่าจะได้อะไรจากตรอบครัวของฉันไป แม้สิ่งนั้นจะไม่ใช่ของฉันก็ตาม ใครหน้าไหนก็ไม่มีสิทธิ์ในเมื่อเขาเป็นสิ่งของที่ฉันอยากได้
View More“Ahh, Ohh! Sentuh tubuhku lebih dalam, Sayang.”
“Nikmat sekali!”
Desahan demi desahan terdengar dari segala penjuru aula lelang mewah itu. Bukan desahan yang indah di telinga, melainkan suara rakus, haus, memuakkan, dan penuh nafsu.
Aroma menguar di udara, campuran antara parfum mahal, alkohol, dan cairan tubuh manusia. Kombinasi itu membuat perut Anne Valerie terasa mual.
“Lepaskan aku dari sini! Siapa kalian?” Anne berteriak saat dirinya didudukkan di belakang panggung.
“Melepaskanmu? Itu mustahil. Hahaha!” Suara tawa para pria itu membuat Anne semakin ketakutan, apalagi saat salah satu dari mereka mencengkeram rahangnya untuk membuat Anne meratapnya. “Untuk apa kami susah payah menculikmu kalau hanya untuk melepaskanmu?”
Gadis berusia 25 tahun itu menciut. Air mata sudah membasahi pipinya yang mulus.
Ia sangat takut, karena kini, beberapa pria yang sedang duduk mengitarinya tengah menatapnya dengan liar.
“Lihatlah, gadis ini cantik sekali! Masih perawan pula. Dia pasti akan laku mahal,” ucap pria berbadan besar yang menculiknya kemarin. Suaranya terdengar bangga seolah ia baru saja menemukan berlian.
Pria yang lain pun menimpali sambil menyeringai. Matanya tak henti menatap tubuh molek Anne yang nyaris tak tertutup, dan hanya dibalut sehelai kain tipis tembus pandang di bahunya.
“Benar. Kulitnya pun bersih dan mulus, tubuhnya juga sangat indah. Pria-pria kaya itu pasti akan saling bunuh demi bisa menyentuhnya.”
Anne menggigit bibirnya sampai berdarah. Kedua tangannya terikat di belakang, bahkan pergelangannya membiru akibat tali kasar. Kepalanya masih terasa sedikit berdenyut akibat kejadian tadi malam.
Ia ingat betul bahwa semalam ia masih berada di rumah kosnya yang kecil. Lelah setelah lembur di kafe, ia hanya ingin tidur. Akan tetapi, suara langkah di koridor tiba-tiba terdengar. Belum hilang rasa terkejutnya, tiba-tiba wajahnya sudah ditutup oleh sebuah kain hitam yang menguarkan aroma sangat menyengat hingga membuat Anne pusing dan kehilangan kesadaran.
Setelah tersadar, ia sudah berada di tempat ini. Tempat yang lebih menyeramkan dari mimpi buruk mana pun.
Di sini sebuah tirai beludru merah memisahkannya dari dunia luar. Di balik sana, cahaya lampu kristal bergantung dan suara gelas beradu terdengar jelas. Tiba-tiba seorang pria berjas putih dengan wajah yang terlihat ramah, menyibakkan sedikit tirai itu.
“Lihat baik-baik, Manis. Inilah panggungmu,” bisiknya sambil menyeringai.
Anne memaksa matanya untuk menatap ke luar dan seketika itu ia langsung terbelalak.
Di kursi-kursi mewah yang melingkari panggung, ia melihat orang-orang yang sedang bercinta tanpa rasa malu sedikit pun.
Di pojok ruangan, ada seorang pria yang sedang asyik menjilat paha seorang wanita. Dan di atas panggung, tampak seorang pria tengah dilelang dalam keadaan telanjang. Tubuhnya dirantai, dan merangkak seperti anjing. Ada seorang wanita bertopeng berdiri di belakangnya dengan cambuk di tangan. Senyumnya kejam, tapi begitu liar.
“Ini … tempat macam apa ini?” Suara Anne bergetar ketakutan.
Suara tawa dan tepuk tangan terdengar dimana-mana. Rintihan klimaks bersahutan dengan suara desahan di seluruh ruangan.
“Huek!” Perut Anne terasa mual.
Tempat ini … benar-benar sangat mengerikan!
Tiba-tiba, tirai beludru merah itu disibak kasar. Cahaya lampu sorot menyilaukan matanya. Dua pria berbadan besar dan berpakaian serba hitam, datang mencengkeram lengannya dengan kekuatan yang membuat pergelangannya memutih.
“Cepat ikut!”
“Tidak mau! Tolong!” tangisnya terisak, tapi tenggelam di tengah denting gelas kristal dan musik instrumental yang mengalun dari panggung sebelah.
Tak ada yang peduli padanya.
Anne diseret maju dengan paksa. Tumit sepatunya beradu dengan lantai marmer, napasnya terputus-putus. Dan sebelum ia sempat memahami apa yang terjadi, ia sudah berdiri di tengah panggung besar itu.
Kini ratusan pasang mata menatapnya dengan takjub. Para pria itu terpukau dengan keindahan Anne.
Sepasang mata bening miliknya memantulkan cahaya lampu. Bulu matanya yang lentik dan panjang melengkung sempurna. Kulitnya putih pucat seperti porselen, kontras dengan rambut hitam legam yang jatuh liar di bahunya. Bibirnya merah alami, dan tampak sedikit bergetar.
Ditambah tubuh indahnya yang nyaris tak tertutup dan terlihat begitu seksi, membuat semua pria di ruangan itu merasa ingin memilikinya.
Aula itu hening sejenak.
Sebelum kemudian meledak dengan suara sorakan tak tahu malu dari para pengunjung.
Lalu tak lama, terdengar orang-orang mulai menawarkan harga untuknya.
“Tiga ratus juta!”
“Lima ratus!”
“Enam ratus juta untuk si perawan! Aku akan berpesta dengannya malam ini!”
Tubuh Anne membeku. Air matanya menitik semakin deras.
Angka-angka itu seperti peluru yang meledak satu demi satu di telinganya dan menembus dadanya. Harga dirinya benar-benar hancur, seolah-olah ia bukan manusia, dan hanya barang mewah yang bisa dibeli.
Tangan-tangan pun terangkat. Mata-mata lapar melahap tubuhnya dari ujung rambut hingga jemari kakinya. Seorang pria di barisan depan bersiul panjang, sementara di sisi lain, seorang pria lain mulai membuka resleting celananya. Tangannya bergerak ritmis, wajahnya memerah saat menatap Anne dengan mata penuh hasrat kotor.
Kaki Anne melemas. Tangisnya tergugu, dan tangannya berusaha menutupi anggota tubuh yang terbuka. Ia benar-benar merasa kesulitan untuk bernapas.
“Tolong! Siapa pun, bawa aku pergi dari sini!”
Namun, semua pria di sana hanyalah pria hidung belang yang butuh pelampiasan nafsu. Tak akan ada yang menolong Anne, membuat harapan gadis itu sirna. Sekalipun ada, pasti pria itu tidak jauh beda dari–
“Dua miliar.”
Aula itu mendadak sunyi. Semua menoleh ke asal suara.
Tepat di balkon paling atas, seorang pria berdiri tegap seorang diri. Tubuhnya tinggi kekar. Setiap garis tubuhnya terbingkai rapi oleh jas hitam mewah yang tampak dibuat khusus untuknya. Mata hazelnya menyala di bawah kilau lampu, nampak tajam seperti pisau.
“Dia milikku. Antar ke mansionku setelah ini. Dalam keadaan terikat!” perintah pria itu dengan suara dingin, dan tak menerima penolakan.
Bisik-bisik pun pecah di seantero aula.
“Ya Tuhan, itu .…”
“Itu Leon Dominic, pria yang paling ditakuti di sini!”
Jantung Anne seakan berhenti berdetak. Ia bahkan pernah mendengar namanya.
“Leon Dominic, si penguasa pasar gelap. Pria yang rumor kekejamannya membuat pengusaha besar pun bertekuk lutut.”
---
Beberapa menit kemudian, Anne dibawa turun panggung. Tangannya masih diikat di belakang punggung. Tidak peduli betapa kuatnya Anne melawan, pihak pelelangan jelas lebih kuat dari segi kuasa maupun kekuatan.
Baru setelahnya, ia dibawa menuju ke sebuah mansion mewah milik Leon Dominic.
Lorong menuju ruang pribadi Leon terasa panjang dan sunyi. Lampu gantung kecil di langit-langit memantulkan cahaya hangat, sangat kontras dengan dinginnya udara di sekitar.
Langkah mereka terhenti di depan pintu besar berwarna hitam pekat, dengan ukiran halus di bingkainya. Seorang pengawal menekan interkom.
“Kami datang. Membawa gadisnya.”
Tak lama pintu besar itu pun terbuka perlahan.
Udara hangat menyeruak, menyapu kulit Anne yang dingin. Aroma maskulin yang pekat menusuk hidung. Campuran asap cerutu mahal, kayu cedar, dan sesuatu yang samar-samar–
Aroma seks!
“Masuk!” Suara pria itu begitu dalam dan penuh kuasa.
Anne melangkah masuk dengan kaki gemetar.
Begitu tiba di dalam ruangan, ia melihat Leon Dominic duduk di kursi besar yang menghadapnya. Kakinya terbuka lebar. Tubuh tegapnya tampak begitu santai. Satu tangan menggenggam gelas berisi cairan amber berkilau, sedangkan satu tangan lain menyentuh bibirnya seolah sedang menilai sesuatu. Matanya tak pernah lepas dari tubuh Anneyang tampak polos, tapi juga seksi.
“Tutup pintunya. Biarkan dia sendiri bersamaku.”
“Baik, Tuan!”
Klik!
Pintu tertutup rapat, hilang sudah jalan keluar Anne.
Gadis itu berdiri ketakutan di hadapan Leon. Tangannya yang sudah dilepaskan kini terkulai di sisi tubuhnya, meremas gaun tipis transparan yang nyaris tidak bisa menutupi tubuhnya.
Tubuh setengah telanjangnya masih tak bisa membuat mata Leon berkedip.
“Tuan, aku–”
“Buka bajumu!”
ตอนที่12… [ชัดเจนพอมั้ย]“ไม่อยากรู้หรอเมลินว่าเมื่อวานฉันกับพี่หมอของเธอ…ทำอะไรกัน”ฉันเดินลงบันไดมาเจอเข้ากับยัยนี้พอดีฉันก็เลยอดไม่ได้ที่จะยั่วโมโหเธอแต่เช้า หึ! ถือซะว่าวันนี้เป็นวันดีของฉันแต่วันซวย! สำหรับเธอก็แล้วกัน ฉันมองหน้าเธออย่างผู้ชนะและเหนือกว่าแน่นอนว่าฉันต้องอยู่เหนือกว่ายัยนี้ทุกเรื่อง! ไม่เว้นแม้กระทั่งเรื่องหัวใจ“เธอมันไม่แฟร์”“ไม่แฟร์ยังไง ไหนลองบอกฉันมาสิยัยกาฝาก!” ฉันเดินเข้าไปใกล้เธอเพื่อเรียกความกลัวให้กับคนปากดีแบบนั้น“เธอก็รู้ว่าฉันชอบพี่หมอ แต่เธอก็ยังมาแย่ง…”“แย่งงั้นหรอเขาไปเป็นของเธอตั้งแต่เมื่อไหร่กัน!” ฉันพูดสวนยัยนี้ไปทันที คนอย่างฉันไม่เคยคิดแย่งของใครให้เสียศักดิ์ศรีหรอก อีกอย่างถึงยัยนี้จะชอบเขาก่อนแต่เขาก็ไม่ได้สนใจเธอแบบนี้เรียกว่าแยกได้หรอ คนที่แยกของคนอื่นคือเธอกับแม่ของเธอต่างหากที่แยกของฉันไปทุกอย่าง!“โรส เธอทำแบบนี้เพื่อต้องการเอาชนะฉันใช่มั้ย!” เธอมองฉันเหมือนกับว่ากำลังจะฆ่าฉันทางสายตา ฉันเชื่อเลยว่าถ้ายัยนี้ไปมีเรื่องกับฉันข้างนอกที่ไม่ใช่บ้านฟังธงได้เลยว่าเธอไม่เก็บอาการเหมือนตอนนี้แน่นอน“ฉลาดนี้แต่ก็คงฉลาดน้อยกว่าฉัน เหอะ! แย่จัง”
ตอนที่11… [ทางเลือก]หลังจากวันที่เขาและฉันปรับความเข้าใจ เอ๊ะ! ไม่สิ ต้องบอกว่าทำความรู้จักกันอย่างเป็นทางการจนมาถึงตอนนี้ถ้าลองนับดูแล้วก็ครบหนึ่งเดือนพอดีที่เราสองคนต่างก็ได้รู้จักกันมากขึ้น และฉันยังได้ใกล้ชิดเขามากกว่าเดิม ...มากจนฉันเริ่มกลัวว่าสักวันฉันอาจจะต้องเป็นคนแพ้ในเกมที่ตัวเองสร้างขึ้นมา และถ้าวันนั้นมาถึงจริงๆ ฉันคงต้องยอมรับกรรมที่ตัวเองก่อRrrrrrrrrrก่อนจะได้คิดอะไรที่มันไปไกลกว่านี้เสียงโทรศัพท์ก็ดังขึ้น เวลานี้อีกแล้วหรอ?12.00 น.เที่ยงตรงเป๊ะ! นี้อาจจะเป็นเวลาพักเที่ยงของใครหลายคนแต่กับฉันทุกวันไม่เว้นเสาร์อาทิตย์มันคือเวลารับสายจากคุณหมอสุดหล่อ ฉันเองพอรู้มาบ้างว่าคริสเตียนเขาเป็นตรงต่อเวลาแต่ก็ไม่คิดว่าเขาจะตรงดิ่งขนาดนี้“ว่า…”“พูดยาวไปมั้ย ฟังแทบไม่ทัน” ประชดแหละ“มีอะไร ว่างหรือไง แล้วทำไมต้องโทรมาเวลานี้ตลอด"“พอได้พูดก็พูดซะจนตอบไม่ทันเลย”“จะตอบไม่ตอบ ถ้าไม่ตอบฉันจะว่างละนะ" นี่ก็เป็นอีกหนึ่งในนิสัยเสียของฉัน ฉันไม่ชอบให้ใครมาว่าแต่ถ้ากลับกันฉันไม่สนหรอก“ถ้าถามว่าว่างมั้ยก็ว่าง…แล้วถ้าถามว่าทำไมต้องโทรมาเวลานี้ตอบได้เลยว่าเป็นห่วง” เป็นห่วงฉัน???“ห่วง
ตอนที่10… [สรรพนามของเราสองคน]ถ้านับรวมแล้ววันนี้ก็ปาเข้ามาเกือบสองเดือนที่ฉันนั่งตาม ยืนตาม เดินตามเขาจนกลายเป็นกิจวัตรอีกอย่างในชีวิตไปแล้วถ้าวันไหนที่ไม่ได้เจอชีวิตฉันในวันนั้นก็เหมือนขาดอะไรไปสักอย่าง ทว่าจะสองเดือนแล้วเถอะมีแค่ฉันที่รู้สึกตัวเองเปลี่ยนไปแต่กับเขาฉันยังมองไม่ออกเลยว่าความพยายามของฉันมันไปตกผลึกอะไรในใจเขาบ้างหรือยังแต่ก็ดีกว่าครั้งแรกที่เจอหน่อยอย่างน้อยคริสเตียนก็ยังเห็นฉันมีตัวตนขึ้นมาบ้าง“นี้!!!วันนี้นายไม่ไปทำงานหรือไงห๊ะ”วันนี้กิจวัตรประจำวันฉันก็เหมือนเดิมคือไปรอเขาที่โรงพยาบาลแต่ทว่าวันนี้กลับเป็นเขาที่ชิงโทรมาหาฉันซะก่อนพร้อมกับเอาหน้าหล่อ ๆ มายืนฉีกยิ้มที่บริษัทฉันถ้าจำไม่ผิดฉันเองก็ไม่เคยให้เบอร์เขาแล้วทำไมคริสเตียนถึงมีเบอร์ส่วนตัวฉันได้ละ“ไม่ไป…วันนี้ผมว่าง” ดูเหมือนเขาจะเป็นหมอที่ว่างที่สุดในสายอาชีพนี่แล้วละ“แล้วจะพาฉันไปไหน หรือว่าไป…” ฉันแกล้วเอานิ้วชี้มาชนกันพร้อมส่งสายตาที่ผู้หญิงคนอื่นชอบทำใส่เขา“ไปกินข้าวไม่ต้องคิดไปไกล”"ดับฝันที่สุด!"[ร้านอาหาร]ไม่อยากเชื่อสายตาว่าคุณหมอที่รักสุขภาพอย่างเขาจะสั่งอาหารที่คอเลสเตอรอลสูงแบบนี้เป็นกับเขา
ตอนที่9… [ไม่เนียน]วันนี้ถือเป็นการขึ้นต้นเดือนใหม่ที่ดีเลยทีเดียวเพราะตั้งแต่นี้เป็นต้นไปพนักงานทุกคนในบริษัทจะไม่มีใครมาว่ารองผู้บริหารแบบฉันว่ามาสายได้อีกแล้วเพราะหลังจากนี้เป็นต้นไป ฉัน! โรเซ็ทต้า ลีโอน่า จะไม่ไปเสียเวลาตามตื้อ ตามจีบ ตามรังขวานไอ้หมอบ้านั้นอีกพอกันทีเสียทั้งงาน เสียทั้งสุขภาพจิตนอกจากไม่ได้อะไรกลับมาแล้วฉันยังถูกมองเป็นผู้หญิงไร้ยางอายเพราะฉะนั้นนับตั้งแต่นี้เป็นต้นไปเรื่องเดียวที่จะไม่แย่งชินกับกาฝากนั้นก็คือหมอนี่แหละ"อรุณสวัสดิ์ค่ะคุณโรส” ตายยากตายเย็นจริง ๆ อุส่าคิดว่าเป็นวันที่ดีพอมาเจอสองคนแม่ลูกในห้องทำงานของฉันวันดี ๆ วันนี้หมดไปโดยไม่ได้ทำอะไรสักอย่าง“ใครให้เธอสองคนแม่ลูกเข้ามาในห้องฉันห๊ะ!!!”“ไม่มีใครใช้หรอกค่ะเราสองคนแม่ลูกเข้ามาเอง” ยัยแม่เลี้ยงนั้นยืนขึ้นก่อนจะพูดออกมาด้วยสีหน้าที่ไม่เป็นมิตรสักเท่าไหร่“ไม่มีใครอยากมาเข้ามาในห้องคนใจแคบแบบเธอหรอก” เมลินพูดใส่หน้าฉัน“ถึงเธออยากฉันก็คงไม่ให้กาฝากอย่างพวกเธอเข้ามาหรอกเดี๋ยวห้องฉันมันจะหมองไปด้วยความหน้าด้านไร้ยางอายของพวกเธอ!!!” คิดหรอว่าคนอย่างฉันจะยอมให้ว่าฝ่ายเดียว"หน้าด้าน!!!ไร้ยางอาย หือ ว่า
[หาทางเข้าใกล้]หลังจากที่ฉันถูกเมลินดาว่าให้เมื่อวานมันทำให้ฉันโกรธเธอมากจนฉันไม่อยากจะกลับบ้านไม่ใช่ว่าฉันกลัวที่จะต้องเจอเมลินดาแต่ที่ฉันไม่อยากกลับบ้านก็เพราะฉันไม่อยากเจอหน้าพ่อเพราะคำพูดของเมลินที่บอกว่าแม้แต่พ่อยังไม่สนใจฉันมันดังกล้องอยู่ในหูฉันตลอดเวลา แต่มันก็คงจะจริงอย่างที่เธอพูดฉันไม่ใ
{แรกพบสบตา}อาทิตย์นี้ทั้งอาทิตย์ไม่มีวันไหนเลยที่ฉันจะว่างแบบคนอื่นๆเขาตอนแรกลาออกจากมหาลัยมาก็เพื่อที่จะมาช่วยงานที่บริษัทเพราะกลัวว่าจะถูกคนอื่นแย่งไปโดยไม่ได้คิดเลยว่ามันจะเหนื่อยจนหัวหมุนได้แบบนี้ และวันนี้ก็เป็นอีกวันที่ฉันต้องทำงานหนักกว่าทุกวันที่ผ่านมาเพราะวันนี้มันเป็นวันเซ็นสัญญาระหว่าบร
[BET LOVE VEILBETHEART]{เกลียดยิ่งกว่าอะไร}หลังจากที่ฉันมาถึงบริษัทได้สักพักพ่อของฉันก็ตามมาพร้อมกับยัยสองแม่ลูกนั้นที่ไม่รู้จะมาทำไมงานการก็ไม่เห็นจะทำแถมยังจะมานั่งปั้นหน้าใส่ให้ฉันได้หมั่นไส้อีก“คุณโรสจะรับกาแฟมั้ยคะเดี๋ยวดิฉันไปชงให้ค่ะ” เลขาของฉันเข้ามาถามทันทีที่ฉันเข้ามาในห้องทำงาน“ไม่ต้
บทนำ…“แม่คะโรสรักแม่มากเลยนะคะ” เด็กหญิงวัยสิบเจ็ดปีที่นอนหนุนตักผู้เป็นแม่มันเป็นอะไรที่ดูแล้วมีความสุขที่สุดเลยก็ว่าได้“โรสหนูรักแม่มากมั้ยลูก”“ก็ต้องรักมากสิคะก็แม่เป็นแม่ของโรส”“งั้นลูกสาวคนเก่งของแม่ไหนบอกแม่มาสิคะว่าโตมาหนูอยากเป็นอะไร”“โรสอยากเป็นหมอเหมือนแม่ค่ะ” เด็กสาวบอกกับผู้เป็นแม





