พระชายาของข้าเจ้าอย่าหมางเมิน

พระชายาของข้าเจ้าอย่าหมางเมิน

last updateLast Updated : 2026-08-20
Language: Thai
goodnovel18goodnovel
Not enough ratings
35Chapters
2.4Kviews
Read
Add to library

Share:  

Report
Overview
Catalog
SCAN CODE TO READ ON APP

นางรักเขาหมดใจ แต่เขากลับมองไม่เห็นค่า ยังพอทำใจอดทน แต่เขากลับกินไม่เลือก แม้แต่สหายรักของนางเขาก็ไม่เว้น เห็นทีรักนี้คงต้องตัดใจ ในเมื่อรักมากไปแล้วไร้ตัวตน เช่นนั้นนางก็จะถอยมารักเพียงตนเองก็พอ!!!

View More

Chapter 1

บทนำ (1)

"Happy Anniversary, Mas!" seru Karin sesaat setelah pintu terbuka.

Karin tersenyum lebar dengan kue di tangannya. Namun, seketika senyum itu hilang, ketika dia melihatku berdiri di ambang pintu dengan seorang wanita berambut cokelat yang bergelayut manja di lengan. Senyum bahagianya telah berubah dengan raut penuh tanya.

"Mas?" Karin menatapku dan Ayu bergantian.

Aku tersenyum hambar. Mencoba melepaskan tangan Ayu, tapi dia menolaknya.

"Aku pulang, Karin," ucapku dengan rasa yang sulit dijelaskan. Kebahagiaan yang sempat kurasakan tiga hari lalu saat berbulan madu kedua bersama Ayu, kini hilang seketika melihat sorot mata Karin yang penuh tanya.

"Apa kita mau berdiri terus di sini, Malik?" tanya Mama dari belakangku dengan suara ketus.

"M–Masuk, Mas," ucap Karin setelah lama dia terdiam menatapku.

Aku berjalan melewati Karin dengan Ayu yang terus saja menempel bak perangko. Kami duduk  di sofa panjang bersama Mama, sedangkan Papa duduk di kursi single.

Aku menoleh pada Karin. Dia masih termenung di dekat pintu dengan kue di tangannya. Ada yang berdenyut nyeri di dalam sini melihatnya seperti itu. Namun, semua sudah terjadi. Bagaimanapun juga, Karin harus bersedia berbagi dan menerima semuanya dengan ikhlas.

"Karin! Sini, Nak!" panggil Papa padanya.

Karin mengangguk, lalu melangkah perlahan mendekati kami. Meletakkan kue hari jadi pernikahan di meja, lalu duduk di sofa yang berseberangan denganku. Tatapan kami beradu. Lewat sorot matanya, dia seakan bertanya siapa wanita yang tak pernah mau berhenti merangkulku.

"Ada apa ini, Mas?" Setelah cukup lama diselimuti keheningan, akhirnya Karin membuka suara.

"Dengar, Karin! Mulai malam ini—"

"Ma!" potong Papa. "Biarkan Malik sendiri yang menjelaskannya pada Karin. Ayo, Malik! Katakan yang sejujurnya tanpa ada yang ditutup-tutupi." Papa menatapku dengan sorot mata tajamnya.

Aku mengangguk, lalu menatap kembali Karin yang semakin terlihat kebingungan.

"Karin," panggilku, lalu menelan ludah dan menarik napas dalam-dalam. Segala kata yang sudah kupersiapkan dari awal, seketika lenyap saat melihat raut wajah tak berdosa itu.

Sejahat ini ternyata aku padanya.

"Ada apa, Mas? Mas membuatku takut saja." Karin tertawa kecil. Tawa yang jelas terlihat dipaksakan hanya untuk menyembunyikan perasaannya.

"Ayolah, Mas! Katakan saja yang sebenarnya. Tidak perlu ragu apalagi takut. Atau aku saja yang bilang. Ya?"

"Diamlah, Ayu!" tukasku penuh penekanan.

Ayu mencebik kesal, tapi tak juga melepaskan rangkulannya di lengan. Ditambah lagi, dia dengan sengaja menyandarkan kepalanya di bahu ini.

"Karin ...." Aku menjeda ucapanku untuk kembali menarik napas dalam-dalam. "Ini Ayu, Karin—Madumu," ungkapku pada akhirnya.

Karin terpaku sejenak menatapku, tapi tak lama dia tertawa kecil.

"Mas ini lucu. Mas lagi mengerjaiku, 'kan?" tanyanya di sela tawa kecilnya. "Kalau begitu ... selamat, Mas! Mas berhasil membuatku hampir terkena serangan jantung," ujarnya, lalu kembali tertawa.

Aku dan Papa saling melempar pandang. Papa mengisyaratkan dengan matanya agar aku melanjutkan penjelasan tadi.

"Karin ...."

"Ya, Mas?" Karin berusaha menghentikan tawanya, lalu kembali tersenyum menatapku. Senyum manis yang dulu membuatku tergila-gila.

"Aku sedang tidak bercanda, Karin. Ayu istri keduaku. Kami sudah menikah tiga hari yang lalu," ungkapku dengan lancar meski ada yang berdenyut nyeri di ulu hati.

Hening.

Karin menatapku dalam diam. Mata bulat indahnya mulai dipenuhi kaca-kaca. Dia menangis tanpa sepatah kata terucap. Tetesan demi tetesan air matanya cukup menjelaskan betapa dia terluka dengan keputusan sepihak ini.

"Maafkan aku, Karin."

"Untuk apa kamu minta maaf, Malik? Memangnya apa yang kamu lakukan ini salah? Memiliki istri lebih dari satu bukan sesuatu yang tabu, 'kan? Toh, kalau saja dia hamil juga kamu tidak akan menikah lagi!"

"Cukup, Ma. Tolong ... biarkan aku menyelesaikan masalah ini sendiri," kataku pelan, tapi ada penekananan di setiap katanya.

Mama mendelik tajam, lalu kembali duduk bersandar dengan kedua tangannya dilipat di dada.

"Apa salahku, Mas?" tanya Karin dengan suara bergetar.

"Kamu tidak salah, Karin. Aku hanya—"

"Salahmu itu karena kamu mandul!"

"Ma, cukup!" sentakku. Aku tak tahan dengan sikapnya yang selalu menyalahkan Karin karena tak kunjung hadirnya seorang bayi di keluarga ini.

Mama terkejut, begitu juga dengan Papa. Ini pertama kalinya aku berkata dengan nada tinggi pada orangtuaku sendiri.

"Kamu berani bentak mama demi wanita mandul ini, Malik?" Mama melotot tajam seraya berdiri. "Mama ini wanita yang melahirkanmu! Menyusui dan mendidikmu sampai bisa sukses seperti ini! Dan sekarang ... kamu berani berteriak pada mama hanya karena anak yatim piatu ini, begitu?" murkanya dengan suara melengking.

"Ma, sudah, Ma. Nanti darah tinggi Mama kambuh lagi." Papa berusaha menenangkannya.

"Mama bisa kena serangan jantung karena ulah anakmu ini, Pah! Dia lebih membela wanita mandul itu daripada mamanya sendiri!"

"Karin tidak mandul!"

Semua orang terlonjak kaget saat aku menggebrak meja dengan kuat. Tak terkecuali Karin yang sedari tadi menunduk dengan isakan lirihnya. Ayu pun langsung melepas rangkulannya dari tanganku.

"Karin tidak mandul, Ma!" tegasku sekali lagi, tapi dengan nada lebih pelan. "Kami sudah memeriksakannya ke dokter. Baik Karin atau aku, kami berdua sama-sama sehat. Hanya belum waktunya saja kami diberi kepercayaan untuk memiliki anak."

"Ya sudah. Kamu tidak perlu minta maaf padanya!" Mama menunjuk Karin yang semakin menundukkan wajah dengan bahunya yang berguncang. "Mau tidak mau, dia harus rela dimadu! Kalau tidak, kamu ceraikan saja dia!"

"Aku tidak akan pernah menceraikan Karin, Ma. Tidak akan pernah!" tegasku dengan sorot mata tajam.

"Terserah!" Mama mengibaskan tangannya. "Hey, Karin! Jangan pernah menyalahkan putraku atas apa yang terjadi sekarang. Salahkan saja nasib burukmu! Kami sudah tua! Sudah waktunya untuk menimang cucu! Mengerti kamu, huh?"

"Pah ...," mohonku dengan tatapan memelas.

Papa mengangguk, lalu membawa Mama pergi ke kamar dengan sedikit memaksanya dan meninggalkan kami bertiga di ruang keluarga ini. Tak ada suara selain isak tangis wanita yang dulu pernah kuperjuangkan untuk bisa menikahinya.

"Kamu duluan saja ke kamar," perintahku pada Ayu.

"Tidak mau!" Ayu menyandarkan punggung, melipat kedua tangan di dada dengan menopangkan satu kakinya. "Aku juga istrimu. Tidak boleh ada rahasia di antara kita bertiga, Mas. Aku mau mendengar semua pembicaraan kalian!"

"Ayu!" geramku, tapi dia tidak peduli.

Kusentak napas kasar sembari mengusap wajah, lalu menatap kembali Karin yang sedari tadi menunduk sedih. Wanita yang pernah merajai hati sebelum akhirnya sosok Ayu hadir. Cinta ini memang telah terbagi, tapi cinta untuk Karin tetap yang paling besar.

"Jadi, alasan Mas ada tugas ke luar kota itu bohong?" tanyanya terbata-bata.

"Maaf." Aku menunduk dengan segumpal rasa penyesalan.

Tiga hari yang lalu, aku sangat yakin bisa dengan mudah melewati semua ini. Namun, kenyataannya ini sangat sulit dan menyakitkan. Melihat wanita yang pernah kuperjuangkan menangis tersedu-sedu, hati ini ikut tercabik-cabik.

"Tidak apa-apa, Mas. Benar kata Mama, aku mandul. Aku ... aku tidak sempurna."

"Karin!" tegurku karena tak suka mendengarnya merendahkan diri sendiri.

"Ayolah, Mas! Sampai kapan mau basa-basi seperti ini terus, sih? Aku lelah. Ayo kita ke kamar!" rengek Ayu manja sembari menarik-narik lenganku.

"Sebentar, Ayu. Aku masih bicara dengan Karin."

"Tapi, Mas ... aku mau tidur. Sudah jam sebelas malam, lho."

"Ya sudah. Kamu tinggal ke kamar lebih dulu. Apa susahnya, sih?" kataku kesal seraya menatapnya dengan kening berkerut dalam.

"Aku tidak mau! Kita ini masih pengantin baru, Mas. Aku tidak mau tidur kalau tidak sama Mas!" tolak Ayu sembari melirik tajam pada Karin.

"Jangan bersikap kekanak-kanakan, Ayu! Jangan membuatku tambah pusing!"

"Pergilah, Mas."

Aku menoleh saat mendengar Karin kembali bersuara. Dia tersenyum, tapi air matanya terus berlomba membasahi pipi tirusnya. Dulu, pipi itu sedikit chubby. Namun, satu bulan terakhir ini Karin terlihat lebih kurus.

"Karin ...."

"Tidak apa-apa. Pergilah, Mas. Nikmati masa-masa indah pengantin baru kalian berdua. Aku ... baik-baik saja," ucapnya sembari menghapus jejak-jejak air mata.

"Ayolah, Mas! Dia saja tidak keberatan. Tunggu apa lagi coba? Ayo!" Ayu yang sudah berdiri langsung menarikku dengan paksa.

Terpaksa aku mengikuti kemauan Ayu. Berjalan perlahan meninggalkan Karin yang menatapku masih dengan senyuman penuh luka.

Air matanya tak bisa menyembunyikan perasaan Karin saat ini. Hatinya hancur berkeping-keping dan akulah tersangkanya. Satu tanganku ditarik Ayu, sedngkan satu lagi menggeret koper besar.

Karin ....

Sesaat sebelum pintu kamar tamu ditutup sempurna, aku kembali melihat ke ruang keluarga. Karin masih duduk termenung di sana. Sendirian. Setitik bulir bening lolos dari sudut mata ini, ketika kulihat dia menikmati kue tart itu sendirian.

Hampir aja aku kembali berlari ke sana kalau saja Ayu tidak menarikku, menutup pintu dengan kasar, lalu menguncinya.

"Ini masih malam pengantin kita, Mas. Waktunya untuk bersenang-senang denganku, bukan dengan istri pertamamu."

★★★

Expand
Next Chapter
Download

Latest chapter

More Chapters
No Comments
35 Chapters
บทนำ (2)
จนเมื่อบุรุษผู้เป็นพระสวามีของนางตวาดเสียงดังกึกก้องออกมาไป๋อวี้จึงค่อยสะดุ้งเฮือกสติกลับคืนร่าง ก่อนที่ความเจ็บปวดจะพุ่งเข้าจู่โจมหัวใจจนเรือนกายอรชรนั้นสั่นสะท้านไปหมด นี่มันเรื่องอันใดกันเล่า สหายที่นางทั้งรักทั้งวางใจเหตุใดจึงกลายเป็นเช่นนี้ไปได้ หลิ่วจื่ออิงทำได้อย่างไรกัน แล้วเหตุใดเฉินอี้หานจึงยินยอม หรือแค่เป็นสาวงามสำหรับเขาก็ไม่เลือกว่าจะเป็นผู้ใด“เหตุใด ? เหตุใดจึงเป็นเจ้า... จื่ออิงนี่มันเรื่องอันใดกัน ?”สตรีทั้งใต้หล้ามาพัวพันกับเฉินอี้หานถึงนางจะปวดใจอยู่บ้างแต่ก็คิดว่าตนเองยอมรับได้และอดทนไหวทำเป็นสตรีหูหนวกตาบอดไม่รับรู้ไปวัน ๆ เช่นที่ผ่านมาครึ่งปีได้สบายมาก ทว่าพอมาสหายรักที่นางนับถืออีกฝ่ายราวกับพี่สาวแท้ ๆ เช่น หลิ่วจื่ออิง อีกคนนอกจากไป๋ฮองเฮานางกลับรู้สึกว่ามิอาจทนได้จริง ๆ“ข้าสั่งให้เจ้าออกไป ยังไม่เร่งไสหัวออกไป เจ้าคิดจะท้าทายอำนาจของข้าหรือไป๋อวี้”เฉินอี้หานใช้เรือนกายของตนเองบดบังหลิ่วจื่ออิงเอาไว้ ยิ่งทำให้หัวใจของไป๋อวี้นั้นแสนจะปวดร้าว สตรีมากมายนางไม่เข้าใจว่าเหตุใดบุรุษผู้นี้จึงต้องมาวุ่นวายกับสหายรักของนางด้วยฝ่ายของหลิ่วจื่ออิงเองก็เช่นกัน ทั้งที่
last updateLast Updated : 2026-08-11
Read more
ตอนที่ 1 (1)
“พระชายา เกิดอันใดขึ้นเพคะ ?”หลู่เจียว สาวใช้ที่ติดตามมาจากจวนเซี่ยกั๋วกงผู้เป็นบิดาของนางและบิดาของไป๋ฮองเฮา เมื่อเห็นว่าผู้เป็นนายสาวของตนเองกลับมาจากตำหนักส่วนตัวของชินอ๋องเฉินอี้หานก็ตรงไปที่โต๊ะเขียนหนังสือ ฝนหมึก จากนั้นก็เริ่มเขียนบางสิ่งอย่างตั้งอกตั้งใจก็รีบเอ่ยถามด้วยความสงสัย เพราะตอนไปก็ดูเหมือนพระชายาไป๋จะมีสีหน้ายินดีให้เห็น เนื่องจากไม่บ่อยนักที่ชินอ๋องจะเรียกพบพระชายาเช่นวันนี้ถึงแต่ละครั้งที่ชินอ๋องเรียกหาพระชายาไป๋หากไม่เรียกไปลงโทษก็เรียกไปแค่อ่านตำราอ่านหนังสือต่าง ๆ ให้เขาฟัง แต่สำหรับพระชายาไป๋ที่แอบรักชินอ๋องมานาน แค่เท่านั้นหลู่เจียวก็เห็นอีกฝ่ายมีความสุขมากแล้วจริง ๆ ยิ่งช่วงหนึ่งเดือนที่ผ่านมาชินอ๋องไม่ค่อยเรียกสตรีจากในวังมาปรนนิบัติทุกราตรีเช่นแรก ๆ แล้ว แต่มักเรียกหาพระชายาไป๋ไปคัดตำราไม่ก็อ่านให้ฟังจนดึกทุกวันนางก็คิดว่าความสัมพันธ์ของทั้งสองจะดีขึ้นแล้วเสียอีก แต่นี่ดูเหมือนสีหน้าของพระชายาไป๋ย่ำแย่นัก คงไม่ได้ถูกเรียกไปนั่งคุกเข่าท่องกฎเกณฑ์ของสตรีแต่งเข้าราชวงศ์อีกแล้วหรอกนะ“ไปเตรียมรถม้า ข้าจะเข้าวังไปพบฮองเฮา”ไป๋อวี้ไม่อธิบายอันใดกับสาวใช้คนสนิท
last updateLast Updated : 2026-08-11
Read more
ตอนที่ 1(2)
หลู่เจียวนั้นอายุมากกว่าไป๋อวี้ นางย่อมมองคนได้กระจ่างกว่าเด็กสาวที่อายุเพิ่งจะสิบหกปี แถมตลอดมาตั้งแต่สี่ขวบคุณหนูสามไป๋อวี้ยังเอาแต่สนใจใฝ่ศึกษาด้านการแพทย์จนแทบไม่เคยคบค้าสหาย หลิ่วจื่ออิงที่นับเป็นสหายก็เพราะอีกฝ่ายเข้ามาตีสนิทเมื่อครั้งที่ไป๋อวี้เพิ่งเข้าศึกษาในสำนักศึกษาหลวงของซ่งหยวน หากไม่เข้าหาคุณหนูของนางก่อนคาดว่าไป๋อวี้อาจจำหน้าของหลิ่วจื่ออิงไม่ได้ด้วยซ้ำไป“เลิกพูดแทนเขาเถอะ ข้ารักมั่นคงเพียงข้างเดียวว่าเจ็บปวดแล้ว ข้ายังโง่เขลารักเขาจนลืมรักตนเอง ลืมคิดถึงศักดิ์ศรีของบุตรสาวคนสกุลไป๋ เป็นสตรีไร้ยางอาย ถูกพูดจาแดกดันทุกวันก็อดทน แต่เขาล้ำเส้นของข้าเช่นนี้ข้ามิอาจทนได้”คนพูดน้อยพรั่งพรูความในใจออกมาอย่างไม่เคยพบเห็นบ่อยนัก เพราะปกติแล้วคุณหนูสามไป๋นั้นอะไรก็มักกลืนลงท้องและเก็บเอาไว้ในใจคนเดียวมากกว่า ดังนั้นวันนี้นางพูดก็หมายความว่าไม่ไหวแล้วจริง ๆ“สตรีทั้งใต้หล้าเขาจะหลับนอนหรือรับใครมาเป็นพระชายารอง หรือคนที่สาม สี่ ห้า ข้าล้วนทำใจยอมรับได้มาตั้งแต่คิดแต่งให้กับเขาแล้ว แต่เหตุใดเขาต้องยุ่งกับหลิ่วจื่ออิง นางเป็นคนเดียวที่ข้าวางใจ เชื่อใจ คิดมาตลอดว่าเป็นพี่น้องต่างสา
last updateLast Updated : 2026-08-11
Read more
ตอนที่ 2/1
ทางด้านชินอ๋องเฉินอี้หานที่รีบขับไล่ไป๋อวี้ออกไปจากตำหนักส่วนตัวแห่งนี้ได้ก็โล่งใจเพราะห่วงใยว่านางอาจถูกพิษของธูปราคะเล่นงานเอาได้ พอนางจากไปแล้ว เขาจึงใช้นกหวีดที่มีเฉพาะตนเองกับองครักษ์ขึ้นเป่าเพื่อขอความช่วยเหลือ ไม่ทันที่หลิ่วจื่ออิงจะทันได้ขยับกายเข้าไปนัวเนียกับบุรุษที่นางหมายตามานาน องครักษ์ทั้งสองของชินอ๋องเฉินอี้หานก็พลันปรากฏกายออกมาเสียแล้ว“นายท่านเกิดอันใดขึ้น”บุรุษรูปร่างสูงใหญ่ใบหน้าดุดันเอ่ยถามผู้เป็นนายพร้อมกับตรงเข้าไปประคองอีกฝ่ายให้ลุกขึ้นจากท่านอนหมดสภาพสิ้นกระบวนท่าบนตั่งนอนเล่นทันที ส่วนอีกคนที่รูปร่างผอมกว่าก็ตรงไปควบคุมสตรีที่สภาพเกือบเปลือยพาแยกออกไปอีกห้องทันที“ไปเอายาถอนพิษมา ข้าถูกวางยาในกาน้ำชาประจำ เห็นทีตำหนักชินอ๋องนี้คงต้องเก็บกวาดครั้งใหญ่แล้วกระมัง”องครักษ์ข้างกายของชินอ๋องหนุ่มวัยยี่สิบเอ็ดปีถึงกับตกใจจนแทบปล่อยให้ผู้เป็นนายท่านของตนเองลงไปนอนกองกับพื้นเสียแล้ว“ระวังหน่อยสิ !” เฉินอี้หานตวาดออกไปแต่เสียงก็ชักจะแผ่วเบาลงไปหลายส่วนไม่ดุดันเด็ดขาดเช่นเดิม“ขออภัยพ่ะย่ะค่ะนายท่าน”องครักษ์ผิวเข้มตัวโตประคองร่างสูงใหญ่ของผู้เป็นนายนั่งเรียบร้อยก็คุ
last updateLast Updated : 2026-08-11
Read more
ตอนที่ 2/2
นั่นก็เพราะในการปราบกบฏองค์ชายสาม คุณชายใหญ่ หรือแม่ทัพน้อยไป๋บุตรชายคนโตและคนเดียวของเซี่ยกั๋วกงเอาชีวิตปกป้องฮ่องเต้ที่ขณะยังคงเป็นเพียงองค์ไท่จื่อจนตนเองตายทั้งที่ยังไม่มีภรรยาและบุตรสืบต่อสกุลไป๋ ส่วนตัวของเซี่ยกั๋วกงนั้นหลังจากให้กำเนิดไป๋อวี้ เขาก็ได้รับบาดเจ็บจากการทำศึกคู่กับอดีตฮ่องเต้จนมิอาจมีทายาทได้อีก ความหวังของสกุลไป๋จึงถูกฝากเอาไว้กับแม่ทัพน้อยไป๋เพียงคนเดียวเพราะแต่เดิมสกุลไป๋เป็นทหารมาร่วมสองร้อยปี บุตรชายจึงอายุสั้นจากการออกไปทำศึกอยู่แล้ว จนมาถึงเซี่ยกั๋วกงที่ไม่ตายแต่สุดท้ายก็ให้กำเนิดบุตรชายได้เพียงคนเดียวกลับบาดเจ็บหนักยากจะมีบุตรได้อีก พอสิ้นแม่ทัพน้อยไป๋คราวนี้สกุลไป๋จึงจบสิ้นแล้วจริง ๆไทเฮาหรือมารดาของเขาจึงได้เสนอให้ตอบแทนสกุลไป๋ด้วยการรับคุณหนูรองไป๋ให้แต่งเข้าราชวงศ์เป็นไป๋กุ้ยเฟยทันที ส่วนคุณหนูสามไป๋นั้นเนื่องจากแต่เดิมในอดีตสมัยที่มารดาของเขายังเป็นฮองเฮาเคยทาบทามสู่ขอและถึงขั้นหมั้นหมายเอาไว้กับเขาแล้ว เช่นนี้ก็ให้แต่งเข้าตำหนักชินอ๋องเป็นพระชายาเอกของเขาตามสัญญาเก่าไปเสีย ทั้งหมดทั้งมวลก็เพื่อต้องการตอบแทนสกุลไป๋จากใจจริงของมารดาเขาและพี่ชาย บุตรสาว
last updateLast Updated : 2026-08-11
Read more
ตอนที่ 3 /1
“ไปนำตัวนังแพศยาต่ำช้าผู้นั้นมา”หลังจากยาถอนพิษราคะออกฤทธิ์แล้ว เฉินอี้หานจึงลุกขึ้นจากถังไม้ที่แช่ตัวเอาไว้ ก้าวขึ้นมาแต่งกาย ปากก็สั่งการจินเค่อนำตัวของหลิ่วจื่ออิงมา โทษของนางในคราวนี้เขากำหนดมันแล้วอยู่ภายในใจ คนเช่นเขาหากไม่ก้าวเข้ามายุ่งเกี่ยวเขาเองก็จะไม่มีวันเข้าไปวุ่นวายหรือทำร้ายใครก่อน แต่ในเมื่อหลิ่วจื่ออิงท้าทายอำนาจมืดของเขา นางก็จะได้รู้ว่าเขาชั่วช้ากว่าที่นางรับรู้มากนัก เพราะหากพี่ชายผู้เป็นฮ่องเต้คือแสงสว่าง คือสีสดใสเขาผู้เป็นชินอ๋อง เป็นผู้ช่วยพยุงรากฐานของโอรสสวรรค์จึงเป็นดังเงามืด เป็นสีเทาค่อนข้างไปทางเกือบดำสนิท เรื่องต่ำทรามเพียงใดสองปีมานี้ก็ผ่านมือเขามาแล้วไม่น้อย หากจะทำให้สกุลหลิ่วหายไปจากซ่งหยวนเพราะบังอาจล่วงเกินเขาและสตรีของเขา เฉินอี้หานก็ไม่ได้รู้สึกผิดแม้แต่น้อย“ปล่อยข้านะ !”โครม !อู๋เสียนก็ปล่อยตามใจคุณหนูสามหลิ่วจริงเสียด้วย นางจึงกลิ้งหลุน ๆ มากองอยู่แทบเท้าของเฉินอี้หานพอดิบพอดี สิ้นสภาพของสาวงามผู้หนึ่งไปโดยสิ้นเชิง“มาแล้วหรือคุณหนูสามหลิ่ว หึ ! มาแล้วก็ดี เปิ่นหวางจะได้ชำระความสักครา”เฉินอี้หานที่นั่งอยู่บนเก้าอี้ตัวโปรดแล้วมองอีกฝ่ายด้ว
last updateLast Updated : 2026-08-12
Read more
ตอนที่ 3 /2
“นี่เพคะ” เหมี่ยวจ้วงรีบยืนยันด้วยหนังสือปลดสามีในมือยื่นไปตรงหน้าของนายท่านด้วยท่าทางลนลาน“!!!”ความร้อนพุ่งสูงขึ้นมาบนศีรษะของเฉินอี้หานจนแทบจะได้กลิ่นเหม็นไหม้ลอยคละคลุ้งอยู่ในอากาศรอบกายสูงใหญ่กว่าแปดฉื่อเต็มไปหมด สุดท้ายเขาก็ทำให้นางโกรธถึงเพียงนี้“บังอาจนัก ! สตรีผู้นี้ช่างบังอาจเกินไปแล้ว !!!”หนังสือปลดสามีถูกฉีกจนกลายเป็นเศษเล็กเศษน้อย แล้วเท้าแกร่งของเฉินอี้หานก็ก้าวเร็วมุ่งหน้าไปยังตำหนักหลัวอวี้ที่เป็นของชินหวางเฟยตัวน้อยเพื่อจะดูให้เห็นกับตาว่านางหายตัวไปที่ใดกันแน่ เหตุใดไม่รอเขา ไม่ถามก่อนจะไป มาทิ้งหนังสือปลดสามีแล้วจากไปเช่นนี้มันใช้ได้ที่ใดกัน เขาผิดย่อมรู้ แต่ไม่ให้โอกาสอธิบายนางก็ใช้ไม่ได้เช่นกันแต่ตรวจดูจนแน่ใจของทุกชิ้นของนางก็ยังอยู่ครบ อย่าว่าแต่สินเดิมแม้แต่อาภรณ์ไป๋อวี้นั้นกลับไม่ได้เก็บไปแม้แต่ชิ้นเดียว เช่นนี้ก็แสดงว่านางไปแต่ตัวเท่านั้น แล้วยังจะไปที่ใดได้ บังอาจยั่วโมโหเขาเช่นนี้หากพบหน้าเขาจะจับนางมาหวดสะโพกให้นั่งไม่ลงเลยทีเดียว“เหมี่ยวจ้วง นางไปที่ใด”เหมี่ยวจ้วงคิดว่า นายท่าน ของตนจะไม่ถามเสียแล้ว เพราะนางเรียนรู้สิ่งหนึ่งหลังจากติดตามชินหวางเฟยไป
last updateLast Updated : 2026-08-12
Read more
ตอนที่ 4 /1
เนื่องจากไป๋อวี้ในยามรักนางก็มั่นคงยิ่งนัก แต่เมื่อคิดจะตัดใจนางก็เด็ดขาดเช่นกัน และหากจะตัดใจได้ก็คือนางต้องจากไป ไม่ต้องพบกันสักพัก ซึ่งสักพักนี้นางก็ยังไม่รู้เช่นกันว่าตนเองต้องใช้เวลาเท่าใด นางรักเฉินอี้หานมานานถึงสองปี หากจะตัดใจคงใช้เวลาเพียงหนึ่งหรือเจ็ดวันคงมิอาจเป็นไปได้ และกับสหายรักหักเหลี่ยมร้ายเช่นหลิ่วจื่ออิงหากไม่เร่งจากเมืองหลวงไปนางคงได้เป็นสตรีไร้เหตุผลพุ่งไปตบตีกับอีกฝ่ายเป็นแน่ ซึ่งนางยังไม่อยากกลายเป็นนางมารร้ายในสายตาของคนอื่นเช่นนั้น นางจึงคิดว่าขอจากเมืองหลวงไปสักพักใหญ่คือทางออกที่ดีที่สุดในยามนี้แล้ว“เจ้าคิดดีแล้วหรืออิงเจา”อิงเจานี้คือนามรองที่คนในครอบครัวเท่านั้นจะใช้เรียกไป๋อวี้ เช่นเดียวกับไป๋หวั่นชิง ที่มีนามรองว่า อิงเหยา ทว่านอกจากบิดา มารดา น้องสาวแล้วก็คงมีเพียงฮ่องเต้ที่จะเรียกนามนี้ คนทั้งใต้หล้าล้วนเรียกนางว่าไป๋หวั่นชิงทั้งสิ้น“ข้าคิดดีแล้วพี่อิงเหยา ในใจของข้ามันไม่สงบ หากต้องทนเห็นหน้าเขากับสหายทรยศผู้นี้อิงแอบแนบชิดเช่นที่ข้าเห็นเขาทำกับสตรีอื่นมาครึ่งปี ข้าอาจเผลอลงมือเลวร้ายเข้าสักวัน คนเขามีขีดจำกัด คราวนี้เฉินอี้หานล้ำเส้นของอิงเจาแล้ว
last updateLast Updated : 2026-08-13
Read more
ตอนที่ 4 /2
สรุปแล้วก็คือโอรสสวรรค์เปิดทางแล้ว ความตั้งใจของไป๋อวี้จึงสำเร็จ ปลายยามจื่อ เริ่มนับตั้งแต่เวลา 23.00 – 01.00 น.) รถม้าคันใหญ่พร้อมด้วยองครักษ์ที่แต่งกายด้วยอาภรณ์รัดกุมดังชุดของสำนักคุ้มภัย ก็มุ่งหน้าไปทางประตูเมืองทิศใต้ พอปลายยามโฉ่ว (ยามโฉ่ว (丑:chǒu) เริ่มนับตั้งแต่เวลา 01.00 – 03.00 น.) ไทเฮาก็ทราบเรื่อง แต่คราวนี้พระนางเองก็ยากจะเข้าข้างบุตรชายคนเล็กของตนเองแล้วจริง ๆเนื่องจากที่ผ่านมาครึ่งปี เฉินอี้หานรังแกไป๋อวี้เอาไว้มากนัก พระนางเคยเตือนแล้วเตือนอีก หากแต่บุตรชายก็ไม่ฟัง เช่นนี้ก็คงได้แค่ปล่อยให้เป็นเรื่องของพวกเขาสองคนแล้ว ไป๋อวี้ยังเป็นเด็กสาวไร้เดียงสา ส่วนเฉินอี้หานก็ยังอยู่ในช่วงวัยฉกรรจ์เลือดร้อนนัก แถมทั้งสองยังเป็นลูกคนเล็กที่ครอบครัวตามใจมาพอกัน คงต้องให้พวกเขาห่างกันสักพักจริง ๆไม่รู้จักสำรวจใจของตนเองให้ดี ว่าแท้จริงแล้ว ระหว่างความชอบกับความรัก ที่ตนเองมีให้สตรีในอดีตและไป๋อวี้แตกต่างอย่างไร พอวันนี้ไป๋อวี้ตัดใจจากไปก็ดีเหมือนกัน เจ้าเด็กโง่ผู้นั้นจะได้รู้สักครา ว่าแท้จริงกับสตรีในอดีตผู้นั้นก็แค่ความชื่นชอบในความงาม ทว่ากับไป๋อวี้นั่นจึงเรียกว่า รักแท้ จนหมดใ
last updateLast Updated : 2026-08-13
Read more
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status