พระรองตัวร้ายย่อมคู่กับตัวประกอบอย่างข้า

พระรองตัวร้ายย่อมคู่กับตัวประกอบอย่างข้า

last updateLast Updated : 2025-04-22
By:  วอลจูCompleted
Language: Thai
goodnovel12goodnovel
10
1 rating. 1 review
31Chapters
4.9Kviews
Read
Add to library

Share:  

Report
Overview
Catalog
SCAN CODE TO READ ON APP

หลีหนิงหนิงได้ทะลุมิติเข้ามาในนิยายที่กำลังแปลก่อนจะได้รู้ว่าเธอได้รับบทตัวประกอบที่คู่กับพระรองตัวร้าย....แต่ที่พระรองผู้นี้ร้ายก็เป็นเพราะแม่นางเอกดอกบัวขาว หลีหนิงหนิงจึงต้องช่วยพระรองผู้น่าสงสาร

View More

Chapter 1

บทนำ

"Telan makanan itu! Cepat, telan!"

Dengan mata melotot penuh amarah, seorang wanita paruh baya mencengkeram dagu menantunya, memaksa mulut itu terbuka. Tangannya yang lain menyumpalkan makanan basi ke dalam mulut perempuan muda yang terduduk lemas di lantai.

"Uhuk! Uhuk! Makanan ini... sudah basi, Bu..." Amora tersedak, air matanya meleleh deras, membasahi pipi pucatnya.

"Memangnya kenapa kalau basi?" desis ibu mertua itu tajam. "Masih makanan, kan? Apa kamu pikir pantas dapat hidangan mewah di rumah ini?!"

Amora menggeleng lemah. "Tapi... ini sudah beracun, Bu. Mau Ibu racuni aku?"

Senyum sinis melengkung di bibir wanita tua berambut konde itu.

"Racun? Huh! Kamu itu gembel! Dasar perempuan tak berguna!" tangannya melayang, menoyor kepala Amora dengan kasar. "Kamu harus tahu diri! Hidupmu saja sudah untung bisa numpang di rumah anakku!"

"Aku menantu Ibu," lirih Amora, mencoba bertahan dengan sisa harga dirinya.

"Menantu? Pantas? Dari mana? Anak siapa kamu?! Asal-usulmu saja nggak jelas! Pantas saja hidup anakku malah jatuh miskin setelah nikah sama kamu!" dengusnya penuh jijik. "Pemilik toko meubel seharusnya dapat perempuan terhormat, bukan sampah sepertimu!"

Tiba-tiba, rambut Amora ditarik paksa. Tubuhnya terhuyung, tapi ia tak melawan. Ia menahan semuanya. Luka batin, sakit fisik, dan harga diri yang diinjak-injak, semua ia telan demi janji suci kepada lelaki yang amat dicintainya.

"Apapun yang terjadi, jangan pernah melawan, ya Sayang. Kalau kamu melawan, Ibu pasti makin jadi. Aku nggak tega lihat kamu disakiti, tapi percayalah... aku akan selalu setia sama kamu. Kumohon, demi aku, bersabarlah."

"Aku janji, Mas. Asal Mas tetap setia sama aku, aku akan taat. Aku nggak akan pernah melawan Ibu."

Cinta membuatnya rela menjadi tahanan di rumah sendiri. Bahkan kakak iparnya pun ikut menghina dan menyiksanya. Tapi Amora tetap diam, tetap pasrah demi Enzo, suaminya, lelaki yang telah membuatnya mencintai hingga separuh nyawa.

"Hei! Jangan malah melamun!" Bentakan nyaring sang ibu mertua membuyarkan

lamunannya. "Cepat habiskan makanan itu!"

Dengan tangan gemetar, Amora menyendokkan makanan basi itu, memaksakan masuk ke

mulutnya yang sudah penuh air mata. Suara tawa meledak dari bibir sang ibu mertua. Gelak

puas yang terdengar lebih mengerikan dari teriakan apapun.

"Habiskan! Satu butir nasi pun jangan sampai tersisa! Aku mau lihat kamu melata seperti anjing kampung!"

Amora menangis tanpa suara, tanpa perlawanan. Yang ada hanya luka, perih, dan kepedihan yang membungkam. Namun tubuhnya tak mampu lagi bertahan. Dengan napas tersengal, ia bangkit, berlari sempoyongan menuju kamar mandi.

"Hoek!"

Semua makanan itu keluar bersama kepahitan yang telah ia telan sejak lama. Belum sempat menenangkan diri, terdengar lagi suara langkah keras mendekat. Sang ibu mertua mendobrak masuk.

"Kurang ajar! Sudah dikasih makan malah dimuntahin! Dasar perempuan tak tahu diuntung!" Dorongan keras mendarat di punggung Amora. Tubuh lemah itu terjungkal, kepalanya menghantam bak air.

Bukkk! Seketika dunia terasa berputar. Suara, warna, semuanya berbaur menjadi gelap...

***

"Amora... Sayang... kamu dengar suara Mas, kan?" Suara lembut namun cemas menyelinap masuk di antara kegelapan. Samar-samar, Amora membuka mata. Wajah Enzo, suaminya, tampak buram di pandangan matanya.

"Kamu kenapa bisa jatuh di kamar mandi, Sayang?" lirih Enzo, menatap Amora penuh tanya sekaligus khawatir. Jemarinya menyapu lembut rambut istrinya yang kusut berantakan.

"A-aku..." Amora tercekat. Tenggorokannya terasa pahit. Dan untuk pertama kalinya ada kilatan keraguan dalam matanya.

"Istrimu memang bebal, Enzo! Sudah Ibu bilang, jangan bersihkan kamar mandi pembantu. Tapi tetap saja dia ngeyel! Dasar perempuan keras kepala, lihat sendiri akibatnya sekarang! Malah bikin repot semua orang!" serapah Bu Ratna, penuh nada menyalahkan.

Amora ingin membela diri. Ingin berteriak bahwa semua ini bukan salahnya. Tapi lidahnya kelu. Bahkan untuk sekedar bernafas saja terasa berat. Perutnya melilit, seluruh tubuhnya gemetar tak berdaya.

Sedari pagi bahkan sedari kemarin ia tak diberi makan layak. Hanya nasi basi siang tadi yang dipaksa masuk ke kerongkongannya. Jika ia tak salah ingat, matahari kini hampir tenggelam, hampir maghrib waktunya berbuka puasa, walau ia tak berniat puasa, tetapi hidupnya dipaksa menahan lapar setiap hari.

“La-par…” lirihnya nyaris tak terdengar.

Enzo yang sedari tadi menatapnya penuh kekhawatiran segera membungkuk. “Lapar? Kamu lapar, Sayang?” Matanya yang biasanya penuh kepercayaan diri kini tampak rapuh.

Amora mengangguk lemah.

“Bu… tolong ambilkan Amora makan. Kasihan dia,” pinta Enzo tanpa sadar sedikit meninggikan suara, mulai muak dengan sikap ibunya.

Bu Ratna mendengus. “Iya, iya! Bentar!”

Dengan langkah berat penuh rasa malas, wanita itu berjalan menuju dapur. Tak lupa ia mengomel sendiri. “Dasar perempuan pembawa sial! Hidup di rumah orang kok repotnya minta ampun!”

Ia mengambil nasi putih dingin dalam magic jar yang hampir kosong. Dua potong tempe goreng yang sudah layu ia letakkan asal-asalan di atas piring. Segelas air putih ia siapkan tanpa niat tulus sedikit pun.

“Ini nasinya,” katanya sinis, kembali ke kamar.

Enzo menatap piring itu. Hanya nasi dan tempe. “Lho, kok cuma tempe doang, Bu? Lauk yang lain?”

“Ya adanya cuma itu. Lauk yang lain udah dimakan kakakmu. Mau protes? Mau masak sendiri?!”

Enzo hanya terdiam. Tak ada gunanya berdebat. Ia memilih mendekati istrinya lagi. “Nggak apa-apa, ya Sayang. Makan seadanya dulu. Aku tahu kamu nggak keberatan, kan?”

Amora ingin tertawa getir. Ingin berteriak, ‘AKU MUAK MAKAN TEMPE!’ Tapi apa gunanya? Enzo akan merasa bersalah, dan ia tak sanggup melihat itu. Lagi-lagi, Amora mengorbankan perasaannya demi menjaga harga diri suami yang bahkan tak mampu melindunginya.

“Iya, Mas,” jawabnya dengan senyum palsu yang hampir tak mampu ia lukiskan.

Amora dulu perempuan yang cantik. Kulit putihnya bersih, rambutnya hitam lebat, alisnya tebal alami. Tubuhnya proporsional, ideal. Tapi lihatlah dia sekarang... tubuh tinggal tulang berbalut kulit kusam. Pipi tirus, mata cekung. Amora perlahan berubah menjadi bayangan dirinya sendiri.

“Bu, istirahat aja. Biar aku yang temani Amora makan,” ucap Enzo lagi, mencoba bersikap baik.

“Huh! Dasar anak bodoh! Terserah kalianlah! Ibu mau tidur, jangan ganggu!” sahut Bu Ratna ketus, berbalik menuju kamarnya.

“Istirahat yang cukup, Bu!” balas Enzo, memaksakan senyum.

Begitu pintu kamar tertutup, Enzo kembali menatap istrinya dengan mata sendu. “Maafin Ibu, ya Sayang. Aku tahu... semua ini gara-gara dia.”

Amora memalingkan wajah. Bukan karena marah, tapi karena lelah. Hati dan tubuhnya sudah habis.

“Sayang... jangan nyerah, ya! Aku nggak bisa hidup tanpa kamu. Bertahanlah sedikit lagi. Percayalah, suatu saat Ibu akan luluh melihat kesabaranmu.”

“Berapa lama lagi, Mas?” lirih Amora, matanya berkaca-kaca. “Aku capek. Aku... aku nggak kuat lagi. Ibu nggak pernah akan luluh, Mas. Yang ada, aku mati di rumah ini!”

Enzo menggenggam tangannya erat. “Sabar, Sayang! Sabar sedikit lagi!”

Amora menggeleng pelan, tangisnya hampir pecah. “Aku nggak butuh sabar lagi, Mas. Aku butuh hidup! Aku butuh harga diriku kembali! Aku butuh kamu... untuk benar-benar ada di pihakku, bukan cuma berdiri di antara aku dan Ibu!”

Enzo terdiam. Ada luka yang dalam di matanya. Tapi tetap saja... ia terlalu lemah.

“Aku mau kita pindah, Mas. Rumah kontrakan kecil pun nggak apa-apa. Aku rela. Asal kita lepas dari neraka ini.”

“Maaf... uang Mas belum cukup buat kontrak rumah. Semua uang keuntungan bulan ini sudah Mas kasih ke Ibu... buat bayar cicilan toko.”

Amora menatap suaminya dengan luka yang tak bisa ia ucapkan. “Mas... aku nggak kuat lagi...”

“Jangan marah... jangan kecewa sama aku, Amora. Aku nggak bisa kalau kamu benci aku...”

Air mata Amora jatuh tanpa suara. Di satu sisi, ia ingin marah. Tapi Enzo... adalah satu-satunya alasan ia masih bernafas sampai detik ini.

“Aku nggak marah, Mas...” Amora berbohong, seperti biasanya. Demi Enzo. Demi cinta yang entah masih berharga atau sudah berubah jadi racun perlahan membunuhnya.

"Mas... aku mau tidur sebentar, ya. Badanku rasanya remuk."

"Tentu, Sayang. Istirahatlah," jawab Enzo, tersenyum lembut, seolah-olah pria paling penyayang di dunia.

Amora perlahan memejamkan mata, membiarkan tubuhnya tenggelam dalam lelah yang menumpuk. Enzo pun ikut merebahkan diri di sampingnya, memeluknya dari belakang dengan tangan hangat yang terasa seperti belenggu.

Tak sampai setengah jam, dering ponsel memecah keheningan kamar. Enzo sontak terbangun. Dengan gerakan cepat, dia meraih ponsel di atas nakas, matanya sekilas melirik Amora yang masih membelakangi dirinya.

"Amora?" panggilnya pelan, pura-pura memastikan. Ditepuk-tepuknya pelan bahu sang istri. Tak ada respons.

"Bagus," bisiknya puas. Dengan cekatan, Enzo mengangkat panggilan.

"Halo, Sayang? Uangnya udah habis? Yaudah... nanti Mas transfer, lima juta cukup? Beli lingerie yang paling seksi, ya. Besok Mas kangen banget sama kamu."

DEG!

Amora yang sejak tadi hanya memejamkan mata pura-pura tidur, mendengar setiap kata dengan jelas. Setiap ucapan Enzo menampar telinganya seperti cambuk. Tubuhnya membeku, tapi jemari kurusnya mulai mencengkram selimut erat-erat, nyaris robek.

‘Sayang? Lima juta? Lingerie? Untuk siapa, Mas?’

Expand
Next Chapter
Download

Latest chapter

More Chapters

reviews

Natsumei
Natsumei
ภาษาอ่านไม่รู้เรื่อง
2025-09-30 15:11:31
0
0
31 Chapters
บทนำ
ขณะนี้เป็นเวลาส่งตัวเข้าหอของคู่บ่าวสาวยามนี้เป็นเวลาที่แสงจันทร์ทราสาดส่องลงมา บ่งบอกได้ว่าวันนี้ช่างเป็นวันที่เหน็ดเหนื่อยและยาวนานเหลือเกินหลีหนิงหนิงมองผ่านผ้าสีแดงพื้นบางทะลุออกไปข้างนอก ทว่ากับเลือนรางจนมองไม่ออกว่าใครคือผู้ใด ผู้คนมากมายที่ครึกครื้นมาห้อมล้อมด้านหน้าประตูเตรียมดูความสนุกของคู่บ่าวสาวที่ร้องคล้องแขกแลกสุราในคืนแรกเรื่องพรรค์นี้เป็นเรื่องส่วนตัวยิ่งนักผ่านมาแล้วราวสองวันแต่สำหรับหลีหนิงหนิงเวลาช่างเชื่องช้าราวกับผ่านพ้นไปแล้วสองปีสวรรค์สติฟั่นเฟือนไปแล้วหรือ!หลีหนิงหนิงคร่ำครวญในใจอดีตบรรณาธิการสาวที่กำลังแปลนิยายจีนทำงานอยู่ดี ๆ แต่กับต้องตายเพียงเพราะหัวใจวาย ทว่ากับคาดไม่ถึงเธอนึกว่าจะได้ขึ้นสวรรค์หรือลงนรกแล้วไปเกิดใหม่ซะอีกแต่ความซวยดันเกิดขึ้น เมื่อเธอตายแล้วได้ทะลุมิติเข้ามาในนิยายเรื่องดังที่กำลังแปลอยู่ซ้ำยังมาตายก่อนที่จะได้รู้เนื้อเรื่องทั้งหมดและก่อนที่เธอจะได้รู้ว่าตัวเองนั้นได้รับบทตัวประกอบที่ต้องคู่กับพระรองตัวร้าย!บัดซบเถอะ! เรื่องราวแปลกประหลาดแบบนี้มันไม่ควรจะเกิดขึ้นกับหลีหนิงหนิงเลนด้วยซ้ำอะไรคือจุดเริ่มต้นของเรื่องแปลกประหลาดนี้แล
Read more
๑ ตัวประกอบในนิยาย
พอวันรุ่งขึ้นพิสูจน์แล้วว่าหลีหนิงหนิงยังไม่ตายถึงแม้ ตามบทแล้วตัวละครจะดำเนินไปเช่นนั้น แต่ความร้ายกาจของพระรองผู้ร้ายกายก็ทำให้นางอดหวั่นใจหวาดกลัวไม่ได้ทว่าที่ย้ำแย่ไม่กว่านั้นคือการที่ต้องตื่นเช้าตรู่เพื่อยกจอกน้ำชาให้แม่สามีหากว่ากันตามตรงแล้ว สตรีผู้นั้นคือแม่เลี้ยงใจร้ายผู้หนึ่งก็ว่าได้หลีหนิงหนิงยังคงจดจำบทหนึ่งในนิยายได้อย่างดีซ่งเสวี่ยนในวัยสามขวบ ตอนนี้เขายังเป็เด็กน้อยที่น่ารัก น่าชังผู้หนึ่งแต่กับทอดถูกทิ้งไว้นอกเรือนท่ามกลางหิมะที่โปรยปรายไม่หยุดนางถอนหายใจเฮือกใหญ่จนซ่งเสวี่ยนที่นั่งอยู่ข้างกายปรายตามองครู่หนึ่ง เหตุใดถึงน่าเห็นใจนัก“อย่าทำตัวให้วุ่นวาย” ซ่งเสวี่ยนเอ่ยขึ้นอย่างน่ารำคาญจังหวะเดียวกันนั้นเองภายในห้องโถงพลันเกิดความเงียบ“ไปพบเจ้าค่ะฮูหยินใหญ่”ก่อนที่ชั่วพริบตาจะพลันเกิดเสียงซุบซิบนินทาว่าร้ายพร้อมกับสายตาดูเคลนมองมาที่นางหลีหนิงหนิงพลันเบิกตาด้วยความตกใจแย่แล้ว!ในนิยายไม่ได้กล่าวรายละเอียดถึงบทตัวประกอบเช่น นางมากนัก ทว่าวันนี้พอตกค่ำนางก็พลันนอนอิดโรยเจ็บปวดอยู่บนเตียงเป็นเพราะถูกทำโทษจากแม่เลี้ยงใจร้ายทว่าเรื่องอันใดหลีหนิงหนิงไม่อาจคาดเดาได้
Read more
๒ แม่ดอกบัวขาว
โรงเตี๊ยมแห่งนี้ตั้งอยู่บนถนนเส้นหลักใหญ่โตโอ่อ่าหลีหนิงหนิงเงยหน้าไล่ขึ้นมามองชั้นที่สอง…ชั้นที่สามขึ้นไปเรื่อย ๆ ก่อนจะหยุดอยู่ที่ชั้นสุดท้ายคือชั้นที่ห้ารังรักของซ่งเสวี่ยนและแม่ดอกบัวขาวทุกอย่างจะมิใช่เรื่องแปลกหากซ่งเสวี่ยนนั้นไม่มีภรรยา“ดูท่าคงไปพลอดรักกัน ท่านคงชืมไปแล้วกระมังว่ายามนี้ตนมีภรรยาแล้ว” หลิหนิงหนิงพูดไล่หลังซ่งเสวี่ยที่เดินจากไปไม่เหลียวมองไม่รู้เพราะเหตุใดซ่งเสวี่ยนถึงไม่ตัดใจจากแม่ดอกบัวขาวเสียที ว่ากันตามตรงนั้นในบทที่ฉากที่พระรองตัวร้ายนัดหมายกับนางเอกออกมาเพื่อขอร้องอ้อนวอนให้นางอยู่ข้างกายเช่นเดิมแต่แม่ดอกบัวขาวนั้นทำทีเป็นบัวที่ตัดเยื่อยังเหลือใยเพราะแท้จริงแล้วอยากเก็บไว้ทั้งพระเอกและพระรองของนาง“ช่างเแสแสร้งเสียจริง” นางคร้านจะใส่ใจจึงปล่อยไปหลังจากซ่งเสวี่ยนปล่อยนางทิ้งไว้หน้าโรงเตี๊ยมแล้วเดินเข้าไปผู้เดียวนั้น เหอะ! เห็นนางเป็นตัวอะไรกันและคิดว่าหลีหนิงหนิงมีหรือจะวิ่งตามบุรุษอยากได้ก็เอาไปเถอะ!หลีหนิงหนิงพูดขึ้นกับตนเอง “เช่นนั้นข้าจะไปตามทาง ของข้า” ก่อนจะทอดถอนหายใจเหนื่อยหน่ายหากอยู่เดียวที่จวนนางก็โดนโบยเจียนตายทว่าหากอยู่กับซ่งเสวี่ยนก็
Read more
๓ พระรองตัวร้าย
น่าเสียดายที่ตอนนี้ยังคงเป็นฤดูร้อน ทว่าหลีหนิงหนิงพลันรู้สึกไอเย็นที่แพร่กระจายรอบตัวหลีหนิงหนิงจูงมือซ่งเสวี่ยนมาจนกระทั่งหยุดอยู่ท้ายตลาดก่อนจะเริ่มรู้สึกได้ว่ามือที่จับกุมอยู่เริ่มบีบแน่นขึ้นเรื่อย ๆ ราวกับกระดูกกำลังจะแตกออกเป็นเสี่ยง ๆนางสบัดมือทันทีหัวคิ้วของหลีหนิงหนิงขมวดมุ่นมองไม่พอใจ “ข้าเจ็บ”“สมควร” ทั้งน้ำเสียงเย็นชาและสีหน้าเคร่งขรึมของ ซ่งเสวี่ยนเต็มไปด้วยความโกรธเกรี้ยวทั้งสิ้น“ข้ากำลังช่วยท่านอยู่นะซ่งเสวี่ยน”นี่เป็นเรื่องบุญคุณแต่เขากับกระทำรุนแรงกับนางเช่นนี้ หลีหนิงหนิงเห็นว่านางควรปล่อยเขาให้ถูกพระเอกแทงจนกระอักเลือดจุกอกไปซะดีกว่าอารมณ์ของซ่งเสวี่ยนไม่สมควรให้นางต่อว่าเลยสักนิดซ่งเสวี่ยนตอบ “หากเจ้ายังสอดมือยุ่งเรื่องของข้าเช่นนั่นข้าจะฆ่าเจ้าทิ้งซะ” แล้วมีเหตุอันใดสตรีตรงหน้าถึงกล้าสอดมือเข้ามาช่วยเหลือ “รักษาชีวิตของเจ้าไว้ให้ดีเถอะหลีหนิงหนิง”หลีหนิงหนิงกำมือแน่น เม้มปากเป็นเช่นตรง พระรองผู้นี้หากเขาคิดจะทำเรื่องอันใดแล้วล้วนทำให้สำเร็จทั้งเรื่องสังหารนางก็เช่นกันหากเมื่อใดนางทำตัววุ่นวายเมื่อนั้นคือความตายมาเยือนทว่าคิดว่าคนอย่างหลีหนิงหนิงจะหวาดกล
Read more
๔ เยี่ยมบ้านเดิม
ครบสามวันหลังแต่งงามสมควรเยี่ยมเยือนบ้านเดิมจวนหลีตั้งอยู่ไม่ไกลนักห่างออกไปเพียงสองสามซอยเท่านั้นหลีหนิงหนิงลงจากรถม้าด้วยความระมัดระวัง บาดแผดที่หลังจากการโดนฟาดเพียงผ่านพ้นมาหนึ่งค่ำคืนเท่านั้นจะหายได้อย่างไร ซ้ำวันนี้มันยังออกรู้สึกเจ็บปวดจนนางระบมไปทั่วร่าง“ไม่อยู่แล้วข้าอยากกลับจวน”ในตอนนี้หลีหนิงหนิงไม่มีอารมณ์จะพูดคุยกับผู้ใดทั้งนั้น นางเหนื่อยล้าเหลือเกิน เกรงว่าคงใกล้ตายเต็มทีแล้วดวงตาเมล็ดซิ่งเริ่มปรือลงมาอย่างง่วงงุน“อย่าได้ทำตัวยุ่งยาก” ซ่งเสวี่ยนเอ่ยเสียงเรียบ สายตามองสตรีเบื้องหน้านิ่งเฉย นางเพียงโดนฟาดไปสองสามไม้ไฉนจะเจ็บปวดจนไร้เรี่ยวแรงเช่นนี้ซ่งเสวี่ยนพลางดูเคลนในใจเมื่อหลีหนิงหนิงได้ยินประโยคนี้ นางจึงแค่นเสียงในใจ “เป็นข้าหรือที่อยากมา….ข้ามิใช่ท่านต้องการพบหลีหลินว่าน”เพียงหลับตาหลีหนิงหนิงก็รู้ว่าซ่งเสวี่ยนคิดอันใดอยู่ใบหน้าของคนงามเริ่มร้อนผ่าวซีดเซียวอย่างเห็นได้ชัด ยามที่ขยับเขยื้อนกายเดินหลีหนิงหนิงพลันโอนเอนเล็กน้อย นางพยายามตั้งสติไม่ให้ล้มคะมำขายหน้าอยู่ตรงนี้“จะไปไม่ใช่หรือ” หลีหนิงหนิงพลันทักท้วง เมื่อซ่งเสวี่ยนเอาแต่นิ่งเฉย“ช่างอวดดี” ซ่งเส
Read more
๕ เรียกร้องความสนใจ
ปกติแล้วซ่งเสวี่ยนนิ่งเฉยต่อทุกเรื่องราวเสมอมา แต่พอสตรีผู้นั้นล้มป่วยเขากลับรู้สึกได้ถึงอาการกระวนกระวายอย่างไม่เคยเป็นหรือแท้จริงแล้วอาจจะเพราะว่านางเป็นของสิ่งแรกที่ครอบครองได้หากหลุดมือแล้วก็คงหาไม่พบ…ค่ำคืนนี้ผ่านไปอย่างเชื่องช้า ซ่งเสวี่ยนหลับไม่ได้เต็มตาเพียงเพราะมักจะสะดุ้งตัวตื่นอย่างหวาดระแวงแต่หาใช่เพราะความกลัวมันเป็นเพียงสตรีบนเตียงที่จับไข้ซ่งเสวี่ยนสูดลมหายใจก่อนจะคลายออกช้า ๆ“เจ้ามันตัววุ่นวาย” ถึงแม้ปากจะพร่ำบ่นแล้วอย่างไร สตรีบนเตียงยังคงนอนหลับไม่ตอบโต้และซ้ำซ่งเสวี่ยนยังคงนำผ้าชุบน้ำเช็ดตามทตัวทุกชั่วยาม“อื้อ….” หลีหนิงหนิงส่งเสียงเมื่อถูกรบกวนซ่งเสวี่ยนแค่นเสียง มุมปากยกขึ้นคล้ายยิ้มแต่ไม่ยิ้มยามหลับก็ดูเป็นเพียงสตรีที่เปลือกนอกแข็งแกร่งแต่ภายในกลับอ่อนแอผู้หนึ่ง ทว่าตอนได้สบตากับนางนั้น…ความกล้าอวดดีที่มีเขาอยากจะบดขยี้ให้แหลก“ซ่งเสวี่ยน…” น้ำเสียงแผ่วราวกับกับกระซิบดังขึ้นดึกดื่นปานนี้และยังมีเรื่องร้อนรนในใจผู้ใดจะหลับหลีหลินว่าน ๆ เปิดประตูเดินเข้ามาก่อนจะปิดลงอย่าง เบามือ ใบหน้าคนงามสะท้อนแสงจากตะเกียงดูผุดผ่อง เรือนผมยาวที่ปล่อยสยายถึงกลางหลังและอ
Read more
๖ คอยอยู่ข้างกาย
“ขอบใจเจ้ามาก” หลีหลินว่านกล่าวอย่างยิ้มแย้มบ่าวรับใช้ยกกาน้ำชาพร้อมกับถาดขนมมาให้วางลงบนโต๊ะหันมองคุณหนูหลีด้สยความซึ้งใจช่างเป็นคนที่ไม่กดขี่ผู้ต่ำกว่า…มีอย่างที่ไหนคุณหนูบ้านใดกันพูดจากขอบคุณบ่าวไพร่กันจากนั้นจึงถอยตัวออกห่างจากสถานที่แห่งนี้ทันทีหลีหลินว่านสวมใส่ชุดอาภรณ์สีฟ้านวลพริ้วไสวตามสายลม ใบหน้าแต่งแต้มประทิมโฉมเล็กน้อย เรือนผมครึ่งหัวถูกมวยขึ้นพร้อมปักปิ่นประดับงดงามยามนี้อารมณ์ขุ่นเคียงในใจของนางคลายลงเล็กน้อยเหตุการณ์นี้หลีหลินว่านจงใจให้ซ่งเสวี่ยนพบเห็นโดยจงใจ“ซ่งเสวี่ยน…” นางเอ่ยขึ้น จากนั้นจึงหยิบจอกริมชาอย่างเชื่องช้า “ท่านคงเหนื่อยล้ามาทั้งคืนดื่มชานี้หน่อยเสีย” ก่อนจะสบตาบุรุษเบื้องหน้าซ่งเสวี่ยนยังคงมีหลีหลินว่าในใจ นางยังคงดีต่อเขาเสมอมาไม่ว่าจะเมื่อหลายปีก่อนหรือแม้กระทั่งตอนนี้“ขออภัยที่ข้าขับไล่เจ้าเมื่อคืน”หลีหลินว่านยกยิ้มพึงพอใจในตอบ ค่อย ๆ ยกจอกช้าขึ้นจิบท่าทางผ่อนคลาย “ข้าเข้าใจท่านซ่งเสวี่ยน” ในสายตาของ ซ่งเสวี่ยนสมควรมีแต่นางเท่านั้นหากนางไม่เอ่ยปากขับไล่ก็อย่าได้ริอาจจากไปก่อนจะพลางหัวเราะเล็กน้อย “หาใช่เรื่องแปลก จำไม่ได้แล้วหรือเมื่อตอนท่า
Read more
๗ พระเอกเป็น
หลีหนิงหนิงยืนรออยู่หน้าประตูใจเย็น เดิมทีสมควรจะกลับจวนวันพรุ่งนี้แต่นางนั้นมีความอดทนไม่มากนักและไม่แน่ว่า แม่ดอกบัวขาวจะแสดงละครฉากนั้นอีก นางต้องขาดสติจนพลั้งลงมือสังหารคนแน่ “โมโหหรือ” ข้างกายนางยังคงเป็นจื่อรุ่ยหยาง เหตุใดช่วงนี้หลีหนิงหนิงบังเอิญพบเจอคนผู้นี้บ่อยครั้งนัก “ไปให้ไกลจากข้า” นางขับไล่น้ำเสียงดุ ๆ หากอีกหน่อยแม่ดอกบัวขาวมาพบเข้าคงเป็นเรื่อง ทว่า…ดีเช่นกัน ใบหน้าของหลีหนิงหนิงงยิ้มแย้มอารมณ์ดี นางเงยมองจื่อรุ่ยหยางที่สูงกว่าไม่ถึงคืบ “ชอบข้าแล้วหรือ” “กับผีน่ะสิ” จื่อรุ่ยหยางพลันตกใจ เขาไม่อาจคาดคิดได้เลยว่าสตรีผู้นี้แท้จริงแล้วมีนิสัยเป็นอย่างไร “เจ้าคิดจะสวมหมวกเขียวให้สามีตนเองหรือไร” เขากัดฟันพูด โน้มใบหน้าสบตาในระยะใกล้ แน่นอนว่าหลีหนิงหนิงก็ไม่หลบนัยน์ตาดุดันคู่นั้นเช่นกัน “หากท่านชมชอบข้านั้นหาใช่เรื่องใหญ่” ว่ากันแล้ว นางพลันความขุ่นเคืองทั้งหมดที่มีในอกเมื่อมีเรื่องสนุก นางขยิบตาหนึ่งที จื่อรุ่นหยางตกตะลึง ตัวแข็งทื่อ “เจ้า!” ไหนเลยบุรุษจะเคยถูกสตรีพูดจาเกี้ยวเช่นนี้ “เจ้าคิดจะทำอันใด” หลีหนิงหนิงมองจื่อรุ่ยหยางเต็มไปด้วยความสนุก
Read more
๘ แผนการเอาตัวรอด
ในบทหนึ่งของนิยายกล่าวไว้ว่า…ทั้งชีวิตของซ่งเสวี่ยนล้วนมีเพียงหลีหลินว่านเป็นที่ปลอดภัยดังนั้นเขาจึงรักฝังใจมิอาจเสื่อมคลายแม้สตรีผู้นั้นจะไม่สนใจก็ตามเขาทะนุถนอมมันมากระมัดระวังทุกอย่างทว่าหลีหลินว่านกับเหยียบย้ำซ่งเสวี่ยนจนแหกสลายอย่างไร้ค่าความรักของซ่งเสวี่ยนเป็นเพียงทางผ่านของหลินว่าน…น่าเสียดายที่รมีบุพเพแต่ไร้วาสนาหลีหนิงหนิงยังคงนั่งเหม่อลอยไม่ขยับกายราวสักครึ่งเค่อและยังคงถอนหายใจหนักอึ้งซ้ำ ๆ เมื่อคืนถอยคำของนางนั้นรุนแรงต่อซ่งเสวี่ยนมากเกินไปสักเล็กน้อยจนตั้งแต่ตอนนี้นางคล้ายมีความรู้สึกว่าเขาหลบหน้านาง“เหอะ! พี่ชายข้าทอดทิ้งคุณหนูหลีเสียแล้ว”ลี่เฉี่ยวยืนกอดอก สายตามองเหยียดด้วยความสมเพช“ลี่เฉี่ยว…” หลีหนิงหนิงจ้องมอง เด็กหนุ่มผู้นี้มีรูปร่างดีใบหน้าหล่อคมคลายไม่ต่างจากพี่ชายต่างมารดาเลยแม้แต่น้อย แต่นิสัยกับไม่น่าคบเสียเลย“รู้หรือไม่เขาอยู่ที่ใด” หลีหนิงหนิงถามไม่ว่าจะห้องนอน เรือนที่อยู่และห้องอาบน้ำ ตลอดจนทั่วจวนกลับไม่พบแม้แต่เงาของซ่งเสวี่ยน หลีหนิงหนิงเหนื่อยเหลือเกินเหตุใดถึงเป็นบุรุษที่เอาแต่ใจเช่นนี้“เห็นข้าเป็นพวกบ่าวนับใช้ชั้นต่ำพวกนั้นหรือ!” ลี่เฉี่ยว
Read more
๙ อดีตอันโหดร้าย
ตลอดหลายสิบปีที่ผ่านมานั้น…ซ่งเสวี่ยนย่อมเคยทนหนาว ทนหิวและต้องดิ้นรนใช้ชีวิตท่ามกลางความสนุกของผู้คนตั้งมากมายที่กลั่นแกล้ง“เพราะอันใด” ซ่งเสวี่ยนถามต่อสถานที่แห่งนี้เขาอยู่ได้มาเนินนานหลายปีแล้วเพราะเหตุใดพอมีหลีหนิงหนิงเข้ามาอยู่ร่วมจึงต้องย้ายออก เรื่องเช่นนี้มันไม่มีเหตุผลและไร้ประโยชน์หลีหนิงหนิงมองบุรุษตรงหน้าแวบหนึ่งนางรู้เหตุผลอยู่ในใจว่าเหตุใดซ่งเสวี่ยนถึงไม่เห็นด้วยเรือนแห่งนั้นคือเรือนของมารดาซ่งเสวี่ยน สถานที่แห่งนั้นมีความทรงจำระหว่างชายหนุ่มและมารดาแต่ทว่ากับน่าเศร้าที่นางดันด่วนจากไปก่อนแม้ซ่งเสวี่ยนจะแข็งกร้าวแต่ข้างในเขากับโดดเดี่ยวราวกับกำลังยืนอยู่กลางหน้าผากหลีหนิงหนิงพลันโอบกอดซ่งเสวี่ยน ขอบตาแดงระรื่นทันที “เพราะข้าสามารถปกป้องและเลี้ยงดูท่านได้”ซ่งเสวี่ยนขมวดคิ้วไม่พอใจ ทว่ากับไม่ได้ผลักไสนางออกไป สัมผัสที่อ่อนโยนครั้งหนึ่งเขาเองก็เคยได้รับจากคนผู้หนึ่งเช่นกันแต่นับวันกับยิ่งห่างเหินราวกับเป็นคนแปลกหน้าหลีหลินว่าน“สตรีเช่นเจ้าน่ะหรือ” สายตามองอย่างเหยียดหยามหลีหนิงหนิงผละตัวออก เงยหน้ามองซ่งเสวี่ยนด้วยความจริงจังพยักหน้า “ใช่!” ข้าเองนี้แหละที่จะคอย
Read more
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status