Masuk"ท่านแม่..ท่านตัดสินใจถูกต้องแล้วเจ้าค่ะ ข้าเห็นด้วยพร้อมส่งเสริมท่านให้หย่ากับท่านพ่อ ตัดขาดจากสกุลจางไปซะ แต่สิ่งสำคัญคือ..เราต้องเอาทุกอย่างที่ควรเป็นของเรากลับคืนมา อย่ายอมเสียเปรียบนะเจ้าคะ"
Lihat lebih banyak"Aah, please, Ayah, jangan berhenti."
Suaraku serak, setengah terisak, setengah memohon. Jari-jari tangannya yang kekar masih menjelajah setiap detail tubuhku. "Panggil aku daddy," ucapnya tegas, suaranya rendah dan berkuasa. "Di sini aku bukan ayah mertuamu. Lupakan sejenak status itu. Aku adalah pria yang bisa membuatmu basah." ^^^ Hari pertama sebagai sekretaris ayah mertua, Tuan Nathaniel Whitmore-CEO Whitmore Group, konglomerat properti dan energi terbesar di Eropa terasa seperti neraka. Bukan karena pekerjaannya yang berat tapi karena tatapan-tatapan tajam dan bisikan-bisikan karyawan yang tak pernah lelah menghina tubuhku yang tidak ideal. "Lihat dia, pakai blazer ukuran XXL pun masih sesak di bagian lengan." "Kok bisa sih jadi sekretaris pribadi Pak Nathaniel? Nggak mungkin karena kemampuan." "Dia istri Derek, kan? Ya ampun, Derek Whitmore se-ganteng itu menikahi wanita gendut? Pasti karena uang." Aku, Seraphina Whitmore, menelan ludah pahit. Jari-jariku meremas tepi meja kayu. Dalam hati, aku menghitung sampai sepuluh, teknik yang diajarkan terapis pernikahan yang kubayar sendiri enam bulan lalu. Tapi ternyata, uang terapis pun tak mampu menyembuhkan lukaku. Tujuan satu-satunya bekerja di sini: membuktikan suamiku, Derek Whitmore, berselingkuh dengan asisten pribadinya yang ramping sempurna, Anita Rosé Bennett. Derek selalu mengelak. Pulang larut malam dengan aroma parfum bunga terlarang yang tak pernah kukenal. Ponselnya selalu terbalik di meja makan dan tatapannya yang dulu penuh cinta, kini menghindar. Maka aku meminta pekerjaan ini pada Nathaniel-ayah mertuaku. Aku pikir, di kantor, semua akan terbuka. Aku pikir, dengan menyamar sebagai sekretaris, aku bisa mengintip setiap gerak-gerik Derek di kantor ini. Tapi ternyata, tubuh gendutku lebih dulu menjadi tontonan. Aku menarik napas panjang, mencoba mengabaikan bisikan-bisikan tajam. Jari-jariku menari di atas keyboard komputer sekretaris yang baru aku tempati-sebuah meja kecil di sudut ruang luar kantor Nathaniel. Layar monitor memantulkan wajahku yang sembab karena kurang tidur semalaman. Aku masih memikirkan Derek, tentang aroma parfum asing di kerah kemejanya, tentang pesan-pesan singkat yang selalu dia hapus, tentang tatapannya yang dingin saat aku bertanya kabarnya. "Sera." Suara Nathaniel memanggil dari balik pintu kayu jati ruang kerjanya. Aku menoleh. Dia berdiri di ambang pintu, "Bawa berkas ini ke ruangan Derek," katanya, mengulurkan sebuah map cokelat tebal. Aku mengangguk patuh, berdiri dari kursi, dan mengambil map itu. Tangan Nathaniel menyentuh ujung jariku sesaat, lebih lama dari yang seharusnya. Tapi aku mengabaikannya karena mungkin hanya kebetulan. "Baik, Tuan Whitmore." "Panggil aku Nathaniel," ucapnya pelan. Aku hanya tersenyum tipis dan berbalik. Sepatu hak rendahku berdecit di lantai marmer saat aku melangkah menuju lift eksklusif. Di dalam kabin kaca yang tembus pandang, bayanganku sendiri menatapku dengan sedih, tubuh montok yang terbungkus blazer hitam terlalu ketat, rambut hitam yang kusut karena buru-buru, dan mata cokelat yang kehilangan kilau. Lift berhenti di lantai 27. Di depan pintu ruang kerja Derek, aku berhenti sejenak. Dari balik pintu, kudengar suara ketukan keyboard-Derek bekerja atau pura-pura bekerja. Aku mengetuk pintu tiga kali. "Masuk," suara Derek terdengar datar. Aku membuka pintu dan masuk. Derek duduk di balik meja besarnya, kemeja putihnya rapi, dasi biru tua masih melingkar sempurna di lehernya. Tapi matanya saat melihatku langsung menyipit kesal. "Kamu?" katanya, suaranya naik setengah oktaf. "Kenapa kamu yang mengantar berkas? Mana sekretaris lantai atas?" "Ayahmu yang menyuruhku," jawabku datar, meletakkan map di tepi mejanya. "Katanya ini penting." Derek mendengus kasar, menatapku dari ujung rambut hingga ujung sepatu. "Seraphina, serius. Kenapa kamu harus bekerja di sini? Ini memalukan. Istriku jadi sekretaris ayahku? Apa kata rekan-rekan bisnisku nanti?" "Aku butuh pekerjaan," kataku, berusaha tetap tenang. "Kau tahu itu." "Kau hanya butuh diam di rumah! Kau sudah cukup memalukan dengan tubuhmu yang-" Dia menghentikan kata-katanya, tapi matanya sudah cukup bicara. "Sudahlah. Simpan berkas itu, lalu pergi." Aku menunduk, menahan perih. Tapi sesuatu menarik perhatianku. Di meja Derek, di sebelah keyboard, ada selembar kain kecil berwarna hitam renda seperti celana dalam yang basah. Jantungku berhenti berdetak sedetik. "Ada apa?" Derek menoleh mengikuti pandanganku. Wajahnya memucat. "Itu..." Sebelum dia menyelesaikan kalimat, pintu kamar mandi di sudut ruangan terbuka. Anita Rosé Bennett keluar. Rambut pirangnya basah berkucuran, wajahnya segar baru dicuci, dan tubuhnya hanya terbungkus handuk putih kecil yang nyaris tak menutupi apa pun. Dia tersenyum manis ke arah Derek. "Sayang, celana dalamku ada di meja-" kata Anita, tapi suaranya terputus saat matanya bertemu dengan mataku. Dia terkejut. Handuknya hampir terlepas saat dia mundur selangkah. "Seraphina? Kenapa kau di sini?" Derek berdiri dengan panik, tangannya mengacak-acak rambut. Aku menatap celana dalam basah di meja, lalu menatap Anita dengan handuk basah, lalu menatap suamiku yang pucat pasi. Aku tidak bisa bergerak dan hanya bisa menatap bukti pengkhianatan yang terbentang di depanku. Anita mencoba tersenyum canggung. "Ini salah paham." "Salah paham? Celana dalam basah di meja suamiku, kau keluar dari kamar mandi hanya pakai handuk, dan kau bilang ini salah paham?" tanyaku. Derek berjalan menghampiriku, tangannya meraih lenganku. "Dengarkan aku!" "Jangan sentuh aku!" Aku menarik tangannya dengan kasar. Dadaku naik turun, air mata menggenang tapi kutahan. "Kau bilang aku memalukan. Kau bilang aku harus diam di rumah. Ternyata kau takut karena aku mengganggu perselingkuhanmu, bukan?" "Bukan karena itu," kata Derek. "Aku akan lapor ke ayahmu. Biar dia tahu putra kesayangannya seperti apa," kataku. Aku berbalik dan melangkah cepat ke pintu. Di belakangku, kudengar Derek berteriak memanggil namaku, tapi aku tidak menoleh. Aku berlari ke lorong, menekan tombol lift berulang-ulang dengan tangan gemetar. Ketika lift tiba, aku masuk dan menekan tombol lantai paling atas tapi tiba tiba Derek menarikku kemudian memelukku. "Maafkan aku, aku akan memperbaiki sikapku tapi tolong jangan lapor ayahku, aku akan kehilangan warisanku jika aku terlibat skandal. Mari kita perbaiki pernikahan ini, Sera," kata Derek.“เจ้าค่ะท่านพ่อ ชาวเมืองที่ตั้งใจจริงพร้อมกับมีเงินลงทุนทรัพย์สินเพียงพอข้าก็จะพิจารณาตามสภาพความเป็นอยู่และที่ดินของพวกเขา จากนั้นก็แบ่งปันต้นกล้า รวมทั้งสัตว์ในฟาร์มของเราให้พวกเขานำไปเลี้ยงดู บางครอบครัวก็ประสบความสำเร็จแม้นจะเลี้ยงได้ไม่มากเหมือนกับเราแต่ก็มีรายได้เพิ่มขึ้นกว่าเดิมเยอะทีเดียวเจ้าค่ะ” จื่อเหยาตอบกลับไป “ช่างดียิ่งนัก เสี่ยวหยางเจ้านี่โชคดีมีวาสนาแล้วนะที่ได้เมียอย่างเหยาเอ๋อ ดูแลนางให้ดีๆล่ะ” นายท่านหานหันไปกำชับบุตรชาย “ถึงท่านพ่อไม่บอกข้าก็ดูแลและเอาใจใส่เหยาเหยาเป็นอย่างดีอยู่แล้วขอรับ ข้าก็รักของข้านะ” ลี่หยางไม่พูดเปล่าเอื้อมมือไปคว้าตัวภรรยาเข้ามากอดและหอมแก้มนางต่อหน้าทุกคนเสียอย่างงั้น เรียกเสียงหัวเราะครื้นเครงมีความสุขได้รอบด้านเลยทีเดียว “เหยาเหยา การได้พบเจอเจ้าเป็นวาสนาอันสูงสุดของข้าจริงๆ ขอบใจนะที่เจ้ายอมรับข้า ให้โอกาสข้าได้เป็นคู่หมั้น เป็นคนรัก เป็นสามีและเป็นบิดาของเสี่ยวเยว่กับซินเอ๋อ” ลี่หยางเอ่ยพร้อมโอบกอดฮูหยินรักเอาไว้ในอ้อมแขนอันอบอุ่นมองดูอาณาเขตของสวนพืชผักผลไม้ที่ขยายกว้างออกไป ร
ผ่านไปราวเจ็ดปีหลังแต่งงาน จื่อเหยากับลี่หยางก็มีบุตรชายบุตรสาวอายุ 6 ขวบกับ 5 ขวบไล่เลี่ยกันนามว่าจางผู่เยว่กับจางเข่อซิน นับว่ามีบุตรหัวปีท้ายปีเลยทีเดียว ก่อนที่จื่อเหยาจะขอหยุดควบคุมด้วยยาสมุนไพรพักการมีบุตรเอาไว้ ทางด้านซูเจียวกับจางหลงเองตอนนี้ก็มีบุตรชายนามว่าเยว่ลี่จิ่นอายุได้ 5 ขวบแล้วเช่นกัน ทำให้เมื่อสองบ้านมารวมตัวทั้งครอบครัวซุนและครอบครัวหาน มีเด็กๆสามคนรวมกับเด็กในเรือนบุตรชายบุตรสาวของชาวเมืองในละแวกนั้นที่มาทำงานให้จื่อเหยาในเรือนวิ่งเล่นกันไปมาดูสนุกสนานครึกครื้นเลยทีเดียว “เห็นหลานชายหลานสาวเติบโตแข็งแรงมีความสุขเช่นนี้ ข้าก็ดีใจจริงๆ” หานฮูหยินเอ่ยกับนายหญิงซุนสหายรัก “นั่นสิ เห็นแล้วก็อดปลื้มใจไม่ได้ เจ้าตัวป้อมสามคนนั่นทั้งน่ารักน่าเอ็นดู เฉลียวฉลาดยิ่งนัก เข้าไปเรียนที่สถานศึกษาไม่เท่าไหร่ก็เป็นที่รักเอ็นดูของเหล่าบรรดาอาจารย์ ซึ่งต่างชื่นชมให้ข้าฟังทุกครั้งที่ได้เจอ” นายหญิงซุนเอ่ยอย่างปลาบปลื้มใจ เพราะนางมีหลานชายหลานสาวถึงสามคนแล้ว “อืม จริงสินะ ว่าแต่เย็นนี้เหยาเอ๋อจะทำอะไรให้พวกเราทานน่ะ” หานฮูหยินวกกลับเข้าเร
หลังจากจื่อเหยาแต่งงานกับลี่หยางได้ไม่นานหานฮูหยินก็ยกภัตตาคารเยียนโจวที่มีชื่อเสียงให้จื่อเหยาบริหารจัดการ เพราะเชื่อว่านางต้องทำให้ภัตตาคารแห่งนี้เติบโตก้าวหน้าเป็นอย่างดีแน่ และมันก็เป็นเช่นนั้นจริงๆเมื่อจื่อเหยานำกลยุทธ์มากมายทางการค้า การบริการ ฝึกอบรมพนักงานอย่างที่นางใช้กับเหลาสุราเจียงหลินและโรงเตี๊ยมซ่างเสินรวมทั้งกิจการร้านค้าอื่นๆมาใช้ที่นี่ จื่อเหยาจัดรายการอาหารตามฤดูกาล มีการจัดลดราคาพิเศษตามเทศกาลสำคัญอย่างเทศกาลโคมไฟ, เทศกาลชีซี(เทศกาลแห่งความรัก), เทศกาลลี่เซี่ย(วันย่างเข้าสู่ฤดูร้อน) หรือไม่ก็จัดส่วนลดค่าอาหารให้ลูกค้า เช่น หากใช้จ่ายในภัตตาคารมากกว่า 10 ตำลึงเงิน จะได้ลดราคาค่าอาหารสามส่วนหรือเลือกที่จะใช้ส่วนลดในครั้งต่อไปโดยมีแผ่นป้ายลดราคาให้โดยเฉพาะอีกทั้งจื่อเหยายังปรับเปลี่ยนภัตตาคารเยียนโจวให้กลายเป็นหอสำราญที่มีการร่ายรำหลากหลายรูปแบบมาแสดงให้แขกผู้มาเยือนได้ชื่นชมไปพร้อมกับการลิ้มรสอาหารชั้นเลิศด้วย ไม่ก็จัดให้มีการแสดงบรรเลงดนตรี เครื่องสายชนิดอื่นๆผลัดเปลี่ยนหม
หลังจากนั้นไม่นานนักจื่อเหยากับนายหญิงซุนก็ได้ข่าวมาว่านายท่านจางยอมขายเรือนสกุลจางรวมทั้งทรัพย์สินกิจการที่ดินทั้งหมดในเมืองเสียนโจวเพื่อชดใช้หนี้สิน ไม่ให้ตนเองต้องติดคุกโดนลงโทษเนื่องจากมีผู้เสียหายยื่นฟ้องร้องเอาผิดเขามากมายจากนั้นนายท่านจางก็ตัดสินใจเดินทางออกจากเมืองเสียนโจวไปพร้อมกับเงินที่เหลืออยู่ในมืออีกจำนวนหนึ่งซึ่งจื่อเหยาคิดว่าคงมากพอให้เขาใช้ชีวิตอย่างสุขสบายหากไม่ทำตัวฟุ้งเฟ้อใช้เงินมือเติบเหมือนแต่ก่อน“ในที่สุดนายท่านจางก็ตัดสินใจทำอะไรที่ถูกต้องเหมาะสมสักครั้งสินะ”จื่อเหยาเอ่ยกับลี่หยางขณะนั่งสนทนากันในเรือนหอ ซึ่งลี่หยางสร้างขึ้นไม่ห่างออกไปจากเรือนบ้านสวนของนางนักเพื่อจื่อเหยากับท่านแม่ของนางโดยเฉพาะ โดยได้รับความเห็นชอบจากนายท่านและหานฮูหยินเช่นกัน“อืม ก็คงงั้นล่ะ อีกอย่างเขาคงทนอยู่ที่เมืองเสียนโจวไม่ได้อีกต่อไปเพราะคำครหานินทา เล่าลือกันทั้งเรื่องของสองแม่ลูกตัวร้ายรวมทั้งความอ่อนแอไร้ความสามารถของเขาที่ทำความเสียหายเดือดร้อนให้ผู้อื่นมากมาย รวมทั้งเรื่องที่พวกเขาสามคนพ่อแม่ลูกรวมหัวกันทำร้ายรังแกเจ้ากับท่า
หลังพากันกลับมายังเรือนบ้านสวนแล้วจื่อเหยาก็มุ่งหน้าเข้าครัวไปเตรียมอาหารโดยมีซูเจียวและบ่าวในครัวคอยเป็นลูกมือให้ ซึ่งวันนี้จื่อเหยาทำกับข้าวนับสิบอย่างมีเนื้อสไลด์ลวกพอสุกแล้วนำมายำกับแตงกวา ถั่วลิสงคั่วใส่น้ำมันพริกรสจัดจ้าน กระเทียม พริกสดสับละเอียด ทั้งยังใส่ผักชีและโรยงาหอมๆลงไปด้วย
จื่อเหยารู้สึกกดดันแปลกๆ เมื่อสายตาทุกคู่ต่างจับจ้องมองมาที่นางเพื่อรอฟังคำตอบว่าจะเพิกถอนสัญญาหมั้นหมายกับลี่หยางหรือไม่ “เหยาเอ๋อ น้ารู้ว่าเสี่ยวหยางบุตรชายน้าเป็นคนไม่ได้เรื่องได้ราวอะไร มองคนไม่ออก คิดตำหนิกล่าวโท
หลังจากฮูหยินรองจางกับรั่วเหรินได้อ่านหนังสือสัญญาที่จางหลงนำมากางให้ดูแล้วก็อยากจะคว้ามันไปฉีกทึ้งเลยทีเดียว เพราะใจความในหนังสือสัญญาหมั้นหมายระบุชัดเจนว่าสัญญาฉบับนี้เป็นสัญญาหมั้นหมายระหว่างหลานชายของนายผู้เฒ่าหาน นามหานลี่หยางกับบุตรีของซุนเจียอี นามจางจื่อเหยา 
สองแม่ลูกตัวร้ายฟังคำกล่าวของจื่อเหยาแล้วก็โกรธจนหน้าดำหน้าแดง ไม่พอใจที่จื่อเหยาว่ากล่าวประจานพวกนางต่อหน้าบุคคลสำคัญอย่างหานฮูหยินกับลี่หยางครอบครัวท่านเจ้าเมือง ขาทองคำที่รั่วเหรินกับมารดานางคิดเกาะติดเพื่อความสุขสบายมั่งคั่งร่ำรวยและอำนาจวาสนา มีคนหนุนหลังในวันหน้า&n


















Ulasan-ulasan