소설
단편 소설

장르

모두
Romansa
Realistis
Manusia Serigala
Mafia
Vampir
Mitologi
Fantasi
Kehidupan Sekolah
Imajinasi
Reinkarnasi
Gairah
Misteri/Thriller
Mistis Rakyat
Romansa Sejarah
POV Pria

캐릭터

27
Mandiri×
모두
Mandiri
Pelakor
Psikopat
Munafik
Wanita Kuat
Mafia
Istri Muda
Cinta Pertama
Kejam
Teman Masa Kecil
Dokter
Cinta Sejati
Pengasuh
Bestie
Pengganti
Guru
Bucin
Menantu
Sekretaris
Identitas Tersembunyi
Tetangga
Influencer
Vampir
Ahli Forensik
Pilot
Selebriti
Teman Sekamar
더 보기

줄거리 및 배경

27
Penyesalan×
모두
Penyesalan
Pernikahan
Selingkuh
Dewasa 18+
Menggoda
Karma
Hubungan Keluarga
Balas Dendam
Kesadaran Diri
Pura-pura Mati
Kriminal
Dunia Kerja
Perundungan
Penebusan
Sistem
Kehamilan
Nikah Kontrak
Cinta Lama Bersemi Kembali
Melawan Takdir
Kutukan
Dunia Hiburan
Dunia Paralel
Perjalanan Waktu
Kekuatan Super
Pusat Perhatian
One Night Stand
Petualangan
더 보기

테마

15
모두
Plot Twist
Drama
Cerita Enak
Reinkarnasi
Bangkit
Manis
Obsesi
Toxic
Healing
Cinta Terpendam
Motivasi
Pusing
Kocak
Semangat
Multi POV
더 보기

Mandiri Penyesalan 단편 소설 & 소설

흥미진진한 줄거리와 몰입감 있는 스토리텔링이 담긴 매력적인 Mandiri Penyesalan 단편 소설 컬렉션을 발견해 보세요. 한 시간짜리 단편 소설과 빠르게 몰입할 수 있는 읽을거리를 찾는 독자에게 완벽합니다.
Cinta Abadi yang Lenyap Ditelan Kebohongan - undefined 소설 & 이야기
Abibu
"Anda yakin ingin menghapus semua informasi pribadi? Setelah berhasil dihapus, Anda akan benar-benar menghilang dari dunia ini, seolah-olah tidak pernah ada!"
Salju Jatuh Mengucap Cinta - undefined 소설 & 이야기
Fen
Dia dan Jeremy adalah sepasang kekasih semasa remaja. Yang satu primadona kampus, satunya lagi idola kampus. Mereka adalah pasangan teladan yang tersohor di seantero kampus. Mereka pernah berjanji untuk menikah begitu menginjak usia legal. Namun, tepat saat cinta mereka sedang membara, Nancy tiba-tiba memutus hubungan dan pergi ke luar negeri bersama seorang anak orang kaya. Pada hari perpisahan itu, dengan mata memerah, Jeremy mengejarnya begitu lama. Sosok yang begitu angkuh itu berulang kali memohon agar Nancy tidak pergi. Jeremy berjanji bahwa suatu hari nanti, dia pasti akan menjadi orang sukses. Dia memohon agar Nancy tidak terburu-buru, memohon agar gadis itu menunggunya, dan memohon agar tidak jatuh cinta pada orang lain. Namun, sikap Nancy begitu dingin. Dia bahkan tidak sudi berucap sepatah kata pun. Dia bahkan melihat dengan mata kepala sendiri saat Jeremy mengalami kecelakaan saat mengejar mobilnya, tetapi dia tidak sekali pun menoleh. Kecelakaan itu sangat parah hingga menyebabkan ginjalnya pecah. Jeremy harus menjalani transplantasi ginjal agar bisa bertahan hidup. Meski terbaring bersimbah darah di meja operasi, pria itu tetap bersikeras merangkak bangun hanya untuk menelepon Nancy. Namun, semua panggilan yang Jeremy lakukan dengan sisa-sisa tenaganya itu berakhir dengan penolakan. Semakin dalam cinta, semakin dalam pula benci. Sejak hari itu, Jeremy sangat membenci Nancy.
Cinta Tak Terungkap Berujung Penyesalan - undefined 소설 & 이야기
Xaviera
Setelah mencoba menggoda suaminya yang alim sebanyak 999 kali dan tetap gagal berhubungan intim, Jesica menelepon kakaknya. "Kak, aku berencana cerai." Lukman yang berada di ujung telepon hening selama tiga detik, lalu terdengar suaranya yang rendah. "Sudah kubilang Feri itu kayak orang suci, kamu nggak akan bisa memengaruhinya." Jesica tersenyum dengan mata yang memerah. "Iya, memang aku yang nggak tahu diri." Lukman berkata dengan nada santai, "Datang saja ke Negara Jumania, ada banyak pria tampan yang nggak kalah dari Feri di sini. Adik perempuanku yang selembut dan sebaik ini malah nggak dihargai, biar saja si Feri itu hidup kesepian sampai tua."
Melepaskanmu, Melepaskanku, Melepaskan Cinta Kita - undefined 소설 & 이야기
Magnus
"Bu Noria, ini dari lembaga eutanasia di Swiss. Apakah benar Anda sendiri yang mengajukan eutanasia pada tanggal 25 Desember?" Bulu mata Noria bergetar ringan beberapa kali. Nadanya sangat tenang. "Ya." "Baik, pengajuan Anda sudah lolos verifikasi. Kami memberi waktu setengah bulan, silakan Anda mengatur urusan setelah kematian." Baru saja telepon ditutup, pintu kamar tidur langsung didorong terbuka. Aziel masuk membawa hawa dingin dari luar. Begitu melihat Noria, dia tersenyum sambil mengangkat kotak hadiah yang dibungkus dengan indah di tangannya. "Nori, selamat ulang tahun." Noria tersenyum tipis. "Ulang tahunku kemarin." Gerakan Aziel sedikit kaku, sekilas rasa panik dan canggung melintas di wajahnya. "Maaf, akhir-akhir ini aku terlalu sibuk kerja."
Rintik Hujan yang Tak Pernah Pulang - undefined 소설 & 이야기
Ren
Di tengah jamuan makan malam keluarga, aku baru mengetahui fakta pahit bahwa sahabat masa kecilku, lelaki yang seharusnya tumbuh besar bersamaku, telah melepaskan peluang emas untuk naik pangkat di Distrik Militer Utara demi sepupuku, Ajeng Hidayat. "Nilai ujian Ajeng hanya cukup untuk masuk universitas lokal. Kebetulan kondisi kesehatan Bibi juga sedang menurun, jadi aku sudah membantu mengubah data pendaftaranmu. Kita semua akan tetap tinggal di sini," ucapnya santai. Ibuku pun menimpali dengan nada yang sama mendesaknya, "Benar, Nak. Ibu sudah berjanji pada pamanmu untuk menjaga Ajeng, jadi kamu juga harus membantu Ibu merawatnya. Lupakan saja soal kampus papan atas itu, nggak ada gunanya. Toh, nanti setelah menikah dengan Rangga, kamu juga akan ikut dia bertugas." Belum sempat aku mengeluarkan sepatah kata pun, mata Ajeng mulai berkaca-kaca. Air matanya jatuh dengan begitu dramatis. "Semua ini salahku yang nggak berguna. Ayah dan Ibu sudah tiada, sekarang aku malah membebani Kakak sampai dia nggak bisa kuliah di universitas impiannya. Sebaiknya kalian pergi saja, aku bisa menjaga diriku sendiri." Begitu air mata itu jatuh, Rangga dan ibuku langsung panik. Mereka sibuk menghibur dan menenangkannya seolah dialah pusat semesta. Tanpa suara, aku bangkit dan kembali ke kamar. Di detik terakhir sebelum batas waktu pendaftaran ditutup, aku mengubah kembali pilihan Universitas Adiwangsa. Sejujurnya, keinginanku ke sana bukan hanya agar bisa dekat dengan Rangga. Dulu, aku hanya ingin melewati setiap hal bersamanya. Berjalan beriringan di bawah satu payung hingga rintiknya membasahi rambut kami yang memutih oleh usia, sebuah janji untuk menua bersama. Akan tetapi, sekarang, siapa pun yang berdiri di sampingku saat hujan turun tak lagi jadi masalah. Hanya tempat itu yang tetap harus kudatangi.
Ketika Aku Mengakhiri Semua, Mereka Pun Mulai Menghargaiku - undefined 소설 & 이야기
Aurtal
Pagi ini, aku dan tuan muda kalangan elite ibu kota baru mendaftarkan pernikahan. Sore harinya, dia malah membawaku untuk bercerai. Aku memegang akta nikah dan akta cerai sambil terpaku di tempat. Di sekelilingku, terdengar tawa ejekan dari teman-temannya. "Roman, cuma karena satu kalimat dari Celia, kamu benar-benar bawa nona besar ini nikah lalu langsung cerai?" "Hahaha. Lihat tuh, muka si nona besar sampai pucat. Jangan-jangan mau nangis ya?" Roman malah merangkul adik angkat kami, Celia, dan berucap dengan nada lembut, "Sekarang dua akta sudah lengkap, kamu akhirnya mau senyum ke aku, 'kan?" Celia tertawa ringan. Wajah dinginnya pun merekah dengan senyuman. Aku ingin maju dan mempertanyakan semuanya, tetapi tiga kakakku menarikku kuat-kuat. Kakak pertama, seorang presdir, mengerutkan kening. "Celia cuma bisa tertawa kalau ada Roman. Anggap saja kamu kumpulin pahala." Kakak kedua, seorang aktor papan atas, mendorongku jatuh ke lantai. "Latar belakang Celia menyedihkan. Kamu 'kan punya kondisi bagus, jadi nggak bakal kekurangan pria." Kakak ketiga, profesor biologi, menatapku dengan dingin. "Roman memang sudah seharusnya menikahi Celia. Jangan lagi ganggu mereka." Mereka memaksaku masuk ke mobil, tidak mengizinkanku merusak kebahagiaan cinta pertama di hati mereka. Sistem yang sudah lama menghilang akhirnya muncul lagi. 'Host, misi penaklukkan terdeteksi telah selesai! Apakah ingin segera kembali ke dunia nyata?' Aku duduk di kursi belakang, menatap keluar jendela dengan murung, hampir tertawa. Drama penuh penderitaan yang kujalani demi misi ini akhirnya berakhir. Mulai sekarang, aku tidak akan ikut campur dalam kisah cinta dan benci mereka lagi!
Kisah Di Balik Medali Pelindung Suci - undefined 소설 & 이야기
Peachy
Aku menghadang tembakan demi pacarku, Luki. Saat sadarkan diri, aku memutuskan untuk melakukan sedikit trik padanya. Aku bilang padanya kalau aku terkena amnesia. Aku ingin melihat apa yang akan dia lakukan. Namun, aku justru melihat kilatan rasa gembira di sorot matanya. Tapi selanjutnya, Luki membawa sepupunya yang bernama Derry. Dia adalah Sang Ketua, bos dari keluarga mafia. "Ini tunanganmu, Derry. Kalian sudah bertunangan selama dua tahun." Derry, pria yang konon sangat membenciku itu, sekarang dia menatapku seolah aku adalah seluruh dunianya. "Iya," katanya. "Aku tunanganmu." Baiklah. Aku akan ikuti permainan ini. Aku perlu tahu apa yang sedang dimainkan Luki. Malam itu, aku melihat rekaman kamera pengawas saat di rumah Derry. Luki terlihat sedang di ranjang dengan wanita lain. Luki menciuminya seperti kelaparan, merasuki tubuhnya, dan bahkan menjelek-jelekkan aku. "Biar sepupuku menjaga Lisa sebentar. Dia sangat posesif. Kaulah yang benar-benar kubutuhkan, Shelly." Hatiku hancur berkeping-keping. Dia menyerahkanku pada pria lain karena ingin bersenang-senang. Baiklah. Aku juga bisa. Jadi, aku juga akan mencari tunangan baru. Aku mengenakan gaun pengantin, lalu mencium Derry, sebuah ciuman yang dalam dan membara tepat di depan Luki. Dan, saat itulah dia akhirnya menyesal. Dia kehilangan kendali, mengatakan bahwa dia sudah salah dan memohon agar aku kembali padanya.
Yang Paling Menakutkan adalah Cinta yang Tak Padam - undefined 소설 & 이야기
Jenny
“Nona Lenny, ini dokumen donasi jenazah Anda. Apa Anda yakin ingin menyerahkan tubuh Anda setelah meninggal untuk dijadikan media pembelajaran medis?” Lenny mengangguk dan menandatangani dokumen itu tanpa ragu. “Ya.” “Saya akan meninggal paling lama satu bulan lagi. Sebelum itu, saya akan menghubungi Anda untuk menangani jenazah saya. Maaf sudah merepotkan Anda.” Setelah berkata demikian, ia mengambil surat donasi itu dan berjalan keluar dari fakultas kedokteran. Di belakangnya, sekelompok dokter berbaju putih berdiri dengan mata yang sedikit memerah, lalu dengan penuh hormat membungkuk kepadanya. Saat kembali ke rumah Keluarga Wijaya, baru saja melangkah masuk, Lenny sudah mendengar suara erangan samar yang penuh keintiman. Di atas sofa, Raven sedang menindih seorang gadis bertubuh ramping, mencium lehernya. Gadis itu terengah, lalu dengan berkata gemetar, “Tuan Raven, ini adalah rumah pernikahanmu dan Nyonya Lenny. Anda bawa saya ke sini … untuk memaksa Nyonya Lenny bercerai?” Raven bersandar dengan santai dan tertawa pelan. “Memaksanya bercerai? Mana mungkin. Apa tidak ada yang memberitahumu bahwa dia adalah cinta idamanku? Aku mencintainya hingga rela mati deminya.” Gadis itu terkekeh, mengira Raven hanya sedang menyindir, lalu semakin erat melingkarkan lengannya di leher pria itu.
Kini, Aku Belajar Melepasmu - undefined 소설 & 이야기
Surana
Anak yang Vanya Baskara besarkan dengan penuh kasih sayang selama enam tahun, justru dengan tangannya sendiri melemparkan Vanya ke dalam kandang penuh anjing Mastiff Tibet yang buas. Setelah satu malam yang mencekam berlalu, Vanya tergeletak sekarat di sudut kandang. Belasan luka bekas gigitan merobek dagingnya, meninggalkan rasa sakit yang luar biasa hingga Vanya hampir tak mampu bernapas. Di luar jeruji, Haris Mahesa berdiri di atas tangga, menatapnya dari ketinggian dengan penuh penghinaan. Sepasang mata hitam yang sangat mirip dengan milik Gilang Mahesa itu, kini hanya menyisakan tatapan dingin dan kebencian yang mendalam.
Cinta yang Kutunggu Tak Berakhir Di Pernikahan - undefined 소설 & 이야기
Tiana
Di era tahun 80-an dan tepat seminggu sebelum pernikahan, tunanganku diam-diam lolos seleksi agen rahasia tanpa memberitahuku. Dia buru-buru masuk ke tim dan hanya meninggalkan satu kalimat yang menyuruhku untuk menunggunya. Aku menuruti ucapannya dan menunggunya dengan sepenuh hati. Namun selama tiga tahun ini, semua jatah kunjungan keluarga bulanan tunanganku itu selalu diberikan pada orang lain. Bahkan saat ibuku sakit keras dan kami kekurangan uang sekalipun. Padahal, aku sudah menangis hingga hatiku terasa dicabik-cabik, hanya untuk bertemu atau meneleponnya sekali saja. Setelah menyampaikan pesanku, satpam hanya bisa memberitahuku dengan tak berdaya, "Hari kunjungan Pak Gunawan sudah dipakai, tunggu bulan depan saja." Aku pun memasang wajah murung dan bersiap untuk pergi. Namun pada detik berikutnya, sahabat masa kecil tunanganku itu malah masuk dengan semudah itu. "Pak Gunawan sudah berpesan khusus, kamu boleh langsung cari dia di kantornya. Dia baik sekali sama kamu. Meskipun kamu sudah patah hati selama setahun, dia masih khawatir suasana hatimu buruk sampai sengaja kosongkan jatah hari kunjungannya untukmu," kata satpam itu pada sahabat masa kecil tunanganku itu. Melihat aku masih ingin menerobos masuk lagi, satpam buru-buru menghalangiku. "Sudahlah, jangan berharap lagi. Pak Gunawan mana punya uang, semua uangnya sudah kasih ke sahabat masa kecilnya itu." Malam itu, ibuku bahkan tidak sempat meminum obat pereda nyeri. Semua ini salahku ... aku memang tidak berguna. Aku benar-benar tidak ingin menunggu tunanganku itu lagi. Saat dia akhirnya selesai belajar dan pulang ke kampung halaman, aku juga sudah menjadi istri orang lain.
Suami dan Putraku Alergi Terhadapku Setiap Musim Dingin, Aku Memilih Pergi - undefined 소설 & 이야기
Tiana
Musim dingin telah tiba lagi. Setiap musim dingin, suami dan putraku akan mengalami alergi terhadapku tanpa alasan yang jelas. Seluruh tubuh mereka akan dipenuhi ruam dan penyebab alerginya tidak diketahui sampai sekarang. Oleh karena itu, mereka menjaga jarak denganku dan pindah ke rumah lain. Bahkan ketika aku jatuh dan kepalaku berlumuran darah, mereka juga tidak kembali. Meskipun aku dirawat di rumah sakit setelah kecelakaan mobil, aku tetap harus menghadapinya sendirian. Kami menjadi keluarga yang paling asing karena aku bisa membunuh mereka. Aku menanggung dinginnya musim dingin sendirian dan menunggu dalam kesepian. Aku tidak berhenti berharap musim semi yang hangat akan membawa kembali keluargaku yang tercinta. Namun, aku tidak sengaja mendengar percakapan mereka. "Papa, kita cuma bisa ketemu Mama Nancy di musim dingin setiap tahun. Memangnya kita nggak bisa buat alergi ini berlangsung sedikit lebih lama lagi?" Mama Nancy? Teman masa kecil suamiku? Suamiku mengacak-acak rambut putra kami. "Mengonsumsi terlalu banyak obat alergi itu nggak baik. Mama Nancy juga akan khawatir. Papa akan bawa kamu kemari kalau ada waktu." Putraku pun bertepuk tangan. "Hore! Aku paling suka permen mangga di musim dingin! Dengan begitu, aku bisa bertemu Mama Nancy lagi!" Mangga adalah alergen mematikan yang selama ini berusaha kuhindarkan dari putraku! Setelah berdiri lama di tengah angin dingin, aku diam-diam pulang. Ketika musim semi kembali, aku menarik kembali semua perhatianku. "Makan saja apa pun yang kamu mau. Kalau kamu merasa aku menganiaya anak, silakan hubungi polisi. Aku nggak mau hak asuhmu."
Setelah Si Putri Palsu Dibunuh Penculik - undefined 소설 & 이야기
Lani
Semua bermula ketika aku dibawa kembali ke Keluarga Andaru. Di saat yang sama, putri palsu di keluarga itu memilih untuk terjun ke laut dan memalsukan kematiannya. Seketika, dunia berbalik menyerangku. Semua orang menudingku sebagai penyebab kematiannya. Hanya suamiku, Arya Baskara, yang tetap berdiri kokoh di sisiku. Aku sempat terbuai, mengira dia benar-benar mencintaiku. Hingga suatu malam, aku tak sengaja mendengar percakapannya dengan temannya. "Saras akan segera kembali. Apa rencanamu terhadap istrimu di rumah?" Suara Arya terdengar begitu dingin saat menjawab, tanpa sedikit pun kehangatan. "Bagaimana mungkin aku jatuh cinta padanya? Dia sudah menyiksa Saras sampai mati. Aku mendekatinya cuma buat balas dendam dan menghancurkan hidupnya." Tak lama kemudian, aku diculik. Saat para penculik menelepon Arya untuk meminta tebusan dan mengancam akan membunuhku, dia sedang sibuk menggelar pesta penyambutan yang mewah untuk kepulangan kekasih hatinya. Dia bahkan tidak sudi membuang waktu untukku. "Kalau mau bunuh, lakukan saja sekarang! Setelah mati, buang saja mayatnya ke laut untuk jadi makanan hiu!" cetusnya ketus. Akhirnya, keinginannya terkabul. Jantungku ditikam dan tubuhku dilempar ke laut dalam untuk dimangsa ikan. Akan tetapi, rambut pria itu justru mendadak memutih dalam semalam karena penyesalan yang tak berujung.
Pengorbananku yang Tak Pernah Kau Hargai - undefined 소설 & 이야기
Koresh
"Steffi, aku berencana pulang ke kampung halaman akhir bulan ini. Kelak, aku seharusnya akan menetap di sana. Sisakan posisi untukku di salon kukumu." Baru saja Noreen selesai berbicara, terdengar suara terkejut sahabatnya, Steffi, dari ujung telepon. "Apa? Kamu mau pulang? Sekarang, pria malang yang kamu rawat dulu sudah jadi profesor termuda di Universitas Pratama! Kamu biayai dia selama bertahun-tahun dan akhirnya dia akhirnya sukses. Kenapa kamu nggak tinggal di ibu kota untuk menikmati hidup, malah tiba-tiba mau kembali ke kota kecil kita? Apa dia memperlakukanmu dengan buruk?" "Nggak, dia sangat baik padaku," sela Noreen. Buku-buku jarinya tanpa sadar mengusap tepi ponsel. "Hanya saja aku nggak ingin tinggal di ibu kota lagi."
Cinta Buta Sang Mafia - undefined 소설 & 이야기
Mountain
Suamiku, Rian adalah sosok bos mafia yang paling ditakuti di Keluarga Liam dan dia selalu benci anak kecil. Namun, semuanya berubah sejak adik tiriku, Melisa pindah ke rumah sebelah bersama bayinya yang baru berusia enam bulan. Tiba-tiba saja, suamiku jadi sangat terobsesi dengan bayi itu. Dia menyuapi susu sendiri, menyanyikan lagu dan bahkan menggendong bayi itu ke mana pun dia pergi. Setiap hari dia pulang subuh dalam keadaan lelah, tapi wajahnya selalu dihiasi senyuman, seolah-olah bayi itu telah menyita seluruh jiwanya. Sementara aku menjadi sosok transparan di dunianya. Tiga hari yang lalu, mobilku diserempet orang dengan sengaja hingga menabrak pembatas jalan. Dengan kening berdarah dan kepala pening, aku meneleponnya lima puluh lima kali. Tak satu pun panggilanku diangkat, tapi dia malah mengunggah foto bayi itu di media sosialnya dengan keterangan, [Malaikat kecil sudah bisa tersenyum hari ini!] Aku sudah muak. Malam ini, di acara perjamuan makan keluarga yang dihadiri semua anggota keluarga. Aku menghabiskan gelas terakhirku dan meletakkannya. “Aku mau cerai.” Semua orang ternganga. “Kamu sudah gila?” teriak orang tuaku. Rian mencengkeram pergelangan tanganku dengan tatapan tidak percaya. “Yossi, hanya karena aku sibuk mengurus bayi dan nggak angkat teleponmu, kamu mau minta cerai?” “Bisa-bisanya kamu cemburu sama bayi enam bulan?” Aku tak membalas tatapannya. Mataku malah tertuju pada bekas cupang yang mencolok di belakang telinganya. “Kalau kamu memang begitu sayang sama bayi itu, aku akan merestui keinginanmu. Silakan jadi ayah dari anak itu saja,” ujarku dengan tenang.
Melepaskan Suami Bangsawan Sebelum Ditinggalkan - undefined 소설 & 이야기
Sulki
Hal paling konyol yang pernah dia lakukan seumur hidupnya adalah membawa pulang seorang tuan muda bangsawan yang bangkrut. Dia dan pria itu tinggal di kamar sewaan dengan harga satu juta per bulan, memakai kaus murahan seharga puluhan ribu dengan ongkir gratis, dan satu-satunya hiburan mereka adalah saling terjerat dalam keintiman setiap malam. Tujuh tahun kemudian, pria itu bangkit kembali. Hal pertama yang dia lakukan justru adalah mengadakan pesta penyambutan besar-besaran untuk cinta pertamanya yang pernah meninggalkannya. Ikan emas tak mungkin selamanya terkurung di kolam kecil. Dia selalu tahu, pria itu pasti akan pergi. Namun kali ini, sebelum pria itu benar-benar pergi, dia memilih untuk lebih dulu melepaskannya.
Pasangan yang Tak Pernah Dipandang Sepadan - undefined 소설 & 이야기
Aurganda
"Seratus miliar. Dalam satu minggu, kamu harus ke luar negeri dan menjauh dari anakku selamanya." Mauria duduk di seberang Valerie, wajahnya yang terawat menampilkan rasa meremehkan tanpa disembunyikan sedikit pun. Kalau dulu, Valerie pasti akan membalas dengan mata memerah, "Aku pacaran sama dia bukan karena uang." Namun sekarang, dia hanya mengangguk dengan tenang, "Baik." Mauria jelas tertegun sejenak, lalu mencibir dengan sinis, "Lumayan tahu diri." Dia menekankan kata "tahu diri" itu dengan sangat berat, seolah sengaja menegaskan perbedaan status antara Valerie dan Bendy yang bagaikan langit dan bumi. Valerie menundukkan pandangannya tanpa berkata apa-apa. Dia mengambil cek itu, lalu berbalik dan pergi.
Dia Tersesat dalam Arah dan Aku Menarik Cahayanya - undefined 소설 & 이야기
Tiana
Suamiku itu seorang buta arah, bahkan tidak bisa membaca navigasi. Di hari pernikahan pun dia tersesat dan datang terlambat, hingga pernikahan kami harus ditunda tiga hari. Saat hari peringatan pernikahan, dia juga tersesat dan makanan yang sudah kusiapkan di meja pun dingin. Bahkan ketika aku hamil delapan bulan dan terjatuh di kamar mandi sambil meminta tolong, dia memang terdengar panik, tetapi tetap saja tersesat di jalan pulang selama lima tahun. Dia baru sampai setelah aku selesai mengkremasi anak kami di rumah sakit. Aku menjadi murung, dan orang-orang di sekitar mencoba menghiburku. “Otaknya memang bodoh dan tidak bisa mengingat jalan, bukan sengaja datang terlambat. Jangan marah lagi, kalian masih bisa punya anak.” Aku hanya mengangguk dengan linglung. Namun saat dalam perjalanan ke pemakaman anakku, aku baru sadar suamiku tidak memakai sopir dan malah memutar arah menuju rumah asistennya dengan lancar. “Merry, pemakamannya tidak mulai secepat itu. Aku antar Bella ke bandara dulu, dia sedang buru-buru pulang kampung.” Tanpa memberiku kesempatan menolak, mobil itu sudah sampai di depan pintunya. Asisten itu dengan luwes duduk di kursi depan, kata-katanya menusuk hati. “Lihat, aku sudah melatihmu dengan baik. Kalau kamu berani lupa jalan ke rumahku, aku akan menghukummu.” Ketika menyadari keberadaanku di kursi belakang, ia lalu menjulurkan lidah dengan canggung. “Bu Merry, tadi saya hanya bercanda.” Aku menahan diri agar tidak meluapkan emosi. Tetapi setelah mengantar asistennya, suamiku kembali “lupa” jalan ke pemakaman, sehingga upacara tertunda setengah jam. Aku memeluk kotak abu anakku, dan akhirnya benar-benar putus asa. Ternyata, seseorang bisa menjadi pengecualian … hanya saja itu bukan diriku dan anakku.
Empat Hadiah Perpisahan, Merayakan Kehancuran - undefined 소설 & 이야기
Peachy
Aku adalah penasihat terbaik Keluarga Hara, otak di balik semuanya. Hari ini, aku memutuskan untuk pergi, menyerahkan pembukuan dari semua bisnis legal yang selama ini aku kelola dan memutuskan ikatan terakhirku dengan mereka. Anak didikku tidak mengerti. "Kamu masa depan keluarga ini, Aurel. Kamu nggak bisa pergi begitu saja." Aku menggeleng dengan senyum getir. Mereka tidak tahu kalau aku sudah diam-diam menikah dengan sang bos mafia, Viktor Hara, selama tiga tahun. Aku kira penampilanku, kecerdasanku, dan semua yang sudah aku berikan kepadanya cukup untuk mendapatkan seluruh cintanya. Tiga bulan lalu, sebuah serangan di pelabuhan menunjukkan kenyataan yang sebenarnya. Aku tertembak. Keadaan sedang genting dan aku butuh dokter bedah keluarga, yang hanya bisa dipanggil dengan perintah langsung dari Viktor. Aku meneleponnya lebih dari belasan kali. Saat akhirnya dia mengangkat, yang kudengar justru suara lembut yang terengah-engah di seberang sana. "Viktor, kita belum memotong kue ulang tahunku. Kamu mau pegang tanganku dan memotongnya bersama?" Suara itu .... Itu sahabat terbaikku. Wanita yang dulu pernah disukai Viktor. Karina. Di rumah persembunyian, tubuhku melemah karena kehilangan banyak darah. Aku mencabut peluru itu sendiri, lalu menyuruh anak buahku membawaku ke klinik keluarga secepat mungkin. Tepat sebelum aku didorong masuk ke ruang operasi, Viktor menerobos masuk, sambil menggendong Karina. Pergelangan kakinya terkilir dan dia butuh dokter secepat mungkin. Dokter bedahku dibawa pergi. Antibiotik datang terlambat dan lukaku pun terinfeksi. Aku berjuang antara hidup dan mati selama seminggu. Saat akhirnya aku sadar, aku menatap ponselku. Tidak ada satu pun pesan. Air mataku pun akhirnya menetes. Aku mengerti sekarang. Aku hanyalah wanita yang terpaksa dia nikahi setelah dia dibius dan tidur denganku. Sebuah skandal yang harus ditutup. Yang dia pedulikan hanyalah nilai diriku dan reputasinya. Sedangkan aku? Putri rahasia Keluarga Suwandi, yang sudah mengorbankan segalanya untuk membangun kekuasaan suaminya. Semua itu menjadi sia-sia. Jadi, aku menyiapkan empat hadiah perpisahan. Sebuah perayaan atas kehancuran kami bersama. Setelah itu, dia tidak akan pernah melihatku lagi.
Lembaran Baru Tanpa Bayang Masa Lalu - undefined 소설 & 이야기
Yuni
Aku sedang jual furnitur bekas di platform seken, tiba-tiba ada seorang perempuan kirim pesan untuk menawar harga, [Kak, harganya boleh agak kurang?] [Aku belum lulus kuliah, baru saja pindah dari asrama gara-gara berantem dengan teman sekamar. Pacarku yang mencarikan kontrakan untukku.] [Meskipun dia sangat kaya, bahkan bilang mau menikahiku setelah lulus, aku tetap nggak mau terlalu membebani dia.] [Boleh kurang empat puluh ribu, nggak? Nanti aku ambil sendiri ke sana!] Waktu masih kuliah dan pacaran dengan Steve, aku juga pernah rela mengayun sepeda umum selama dua jam hanya demi hemat sepuluh ribu. Meskipun sekarang aku hanya karyawan kantoran biasa, kondisiku lebih baik sedikit dibanding anak kuliah. Akhirnya, aku pun luluh dan menyetujuinya. Malam itu, dua orang muncul di depan gerbang komplek perumahanku. Si Perempuan dengan bangga berkata, “Aku hebat, ‘kan? Hanya keluar uang nggak sampai dua ratus ribu, tapi sudah dapat mesin cuci yang kondisinya masih 90% baru!” Si pria menyahut dengan nada memanjakan, “Iya… sayangku memang paling hebat.” “Tapi aku cari uang memang untuk membiayaimu, kamu nggak perlu sehemat itu.” “Suamimu ini direktur Grup Rosel, masa membiayai kamu saja nggak mampu? Sekali ini saja ya, lain kali jangan begini lagi.” Pria itu mendongak sambil tersenyum. Begitu mata kami bertemu, aku langsung mematung di tempat. Dia adalah Steve, pacarku yang pamitnya mau dinas keluar kota selama tiga bulan demi mendapat uang saku perjalanan dinas tiga kali lipat.
Runtuh di Tangan Karma - undefined 소설 & 이야기
Limuju
Saat suamiku yang seorang CEO, sedang menemaniku menjalani program bayi tabung untuk kedua belas kalinya, tiba-tiba dia menerima panggilan dari nomor tak dikenal. Dia melirik layar ponselnya sekilas, sorot matanya langsung berubah tegang. "Ada rapat darurat dewan direksi." Dia berdiri sambil merapikan ujung lengan jasnya, gerakannya begitu tenang dan terkendali, seolah sudah berulang kali melakukannya. "Ada kendala di proyek akuisisi lintas negara. Kamu lanjut dulu sendiri ya, nanti kalau rapatnya udah selesai aku balik lagi temanin kamu." Pintu ruang pemeriksaan tertutup lagi. Perawat yang memegang berkas medis tampak ragu saat menatapku. "Nona Wanda, proses pencairan embrionya udah dimulai. Apa mau tetap dilanjutin?" Aku menunduk, menatap lembar persetujuan yang sudah aku genggam hingga kusut. Rapat darurat? Keluarga Linarta adalah investor terbesar di perusahaan milik Yansen Suwira. Jika memang ada rapat darurat, bagaimana mungkin aku, sebagai putri sulung Keluarga Linarta, tidak mengetahuinya?
이전
12345
좋은 소설을 무료로 찾아 읽어보세요
GoodNovel 앱에서 수많은 인기 소설을 무료로 즐기세요! 마음에 드는 작품을 다운로드하고, 언제 어디서나 편하게 읽을 수 있습니다
앱에서 작품을 무료로 읽어보세요
앱에서 읽으려면 QR 코드를 스캔하세요.
DMCA.com Protection Status