Novels
Short Stories

Genres

All
Romansa
Realistis
Manusia Serigala
Mafia
Vampir
Mitologi
Fantasi
Kehidupan Sekolah
Imajinasi
Reinkarnasi
Romansa Menggoda
Misteri/Thriller
Mistis Rakyat
Romansa Sejarah
POV Pria

Characters

27
Mandiri×
All
Psikopat
Mandiri
Pelakor
Munafik
Wanita Kuat
Mafia
Istri Muda
Cinta Pertama
Kejam
Teman Masa Kecil
Dokter
Cinta Sejati
Pengasuh
Bestie
Pengganti
Guru
Bucin
Menantu
Sekretaris
Identitas Tersembunyi
Tetangga
Influencer
Vampir
Ahli Forensik
Pilot
Selebriti
Teman Sekamar
Show more

Plot & Setting

27
Penyesalan×
All
Dewasa 18+
Menggoda
Penyesalan
Pernikahan
Selingkuh
Karma
Hubungan Keluarga
Balas Dendam
Kesadaran Diri
Pura-pura Mati
Kriminal
Dunia Kerja
Sistem
Perundungan
Kehamilan
Penebusan
Nikah Kontrak
One Night Stand
Cinta Lama Bersemi Kembali
Kekuatan Super
Melawan Takdir
Kutukan
Dunia Hiburan
Petualangan
Dunia Paralel
Perjalanan Waktu
Pusat Perhatian
Show more

Themes

15
All
Plot Twist
Drama
Cerita Enak
Reinkarnasi
Bangkit
Manis
Obsesi
Toxic
Healing
Cinta Terpendam
Motivasi
Pusing
Kocak
Multi POV
Semangat
Show more

Mandiri Penyesalan Short Stories & Novels

Discover a collection of engaging Mandiri Penyesalan short stories with compelling plots and immersive storytelling. Perfect for readers seeking one-hour short stories and quick, immersive reads online.
Dia Tersesat dalam Arah dan Aku Menarik Cahayanya - undefined novels & stories
Tiana
Suamiku itu seorang buta arah, bahkan tidak bisa membaca navigasi. Di hari pernikahan pun dia tersesat dan datang terlambat, hingga pernikahan kami harus ditunda tiga hari. Saat hari peringatan pernikahan, dia juga tersesat dan makanan yang sudah kusiapkan di meja pun dingin. Bahkan ketika aku hamil delapan bulan dan terjatuh di kamar mandi sambil meminta tolong, dia memang terdengar panik, tetapi tetap saja tersesat di jalan pulang selama lima tahun. Dia baru sampai setelah aku selesai mengkremasi anak kami di rumah sakit. Aku menjadi murung, dan orang-orang di sekitar mencoba menghiburku. “Otaknya memang bodoh dan tidak bisa mengingat jalan, bukan sengaja datang terlambat. Jangan marah lagi, kalian masih bisa punya anak.” Aku hanya mengangguk dengan linglung. Namun saat dalam perjalanan ke pemakaman anakku, aku baru sadar suamiku tidak memakai sopir dan malah memutar arah menuju rumah asistennya dengan lancar. “Merry, pemakamannya tidak mulai secepat itu. Aku antar Bella ke bandara dulu, dia sedang buru-buru pulang kampung.” Tanpa memberiku kesempatan menolak, mobil itu sudah sampai di depan pintunya. Asisten itu dengan luwes duduk di kursi depan, kata-katanya menusuk hati. “Lihat, aku sudah melatihmu dengan baik. Kalau kamu berani lupa jalan ke rumahku, aku akan menghukummu.” Ketika menyadari keberadaanku di kursi belakang, ia lalu menjulurkan lidah dengan canggung. “Bu Merry, tadi saya hanya bercanda.” Aku menahan diri agar tidak meluapkan emosi. Tetapi setelah mengantar asistennya, suamiku kembali “lupa” jalan ke pemakaman, sehingga upacara tertunda setengah jam. Aku memeluk kotak abu anakku, dan akhirnya benar-benar putus asa. Ternyata, seseorang bisa menjadi pengecualian … hanya saja itu bukan diriku dan anakku.
Selamat Tinggal, Mimpi Lama - undefined novels & stories
Silas
Pada Hari Anak Internasional, aku tiba-tiba menerima telepon dari putriku di masa depan. Sambil tersenyum, aku bertanya, "Nak, apa Mama dan Papa masih saling mencintai dan hidup bahagia?" Dengan bangga, gadis kecil itu menjawab, "Tentu! Papa dan Mama saling sayang. Mereka nggak pernah bertengkar. Papa bilang, Mama itu orang yang paling Papa cintai seumur hidup!" Wajahku langsung memerah. Dalam hati aku mengomel, sejak kapan Joel pandai mengatakan hal semanis itu di depan anak? Tenggelam dalam rasa bahagia, aku kembali bertanya, "Kalau gitu, margamu ikut Mama, Winata, atau ikut Papa, Gutama?" Gadis kecil itu terdiam sejenak, seolah kebingungan. "Aku ikut Papa, Gutama. Tapi Mama marganya Santoso. Namanya Olivia." Seketika tubuhku membeku. Olivia ... itu nama sahabat masa kecilku. Kemarin, dia bahkan sampai masuk rumah sakit karena membelaku saat bertengkar dengan Joel.
Semoga Tak Ada Lagi Badai di Separuh Hidupku - undefined novels & stories
L.S
Aku menghabiskan tiga tahun penuh untuk menaklukkan hati Nathan Setiawan, pria yang dikenal bak bunga di puncak gunung yang sulit dijangkau. Lalu, dengan mengorbankan seluruh karierku, akhirnya aku berhasil menjadi Nyonya Setiawan yang begitu diidam-idamkan banyak orang. Namun, tepat pada hari peringatan lima tahun pernikahan kami, aku memutuskan untuk bercerai. Pengacaraku adalah sahabatku sendiri. Berulang kali dia bertanya, "Kau yakin? Dulu, demi menikah dengannya, kau bahkan langsung menolak tawaran dari Vogue. Sekarang, kau malah bilang mau bercerai?" Aku menahan getir yang memenuhi dadaku. "Tolong buatkan surat perjanjian perceraian untukku. Secepat mungkin." Dia tidak mengerti. "Kenapa?" Aku memandang buket bunga kecubung hitam yang dibungkus dengan begitu mewah di atas meja makan, lalu memberikan jawaban terakhir, "Karena ... sebuket bunga."
Mengikuti Kata Hati - undefined novels & stories
Justin
Cinta sejati suamiku yang adalah bos mafia, bunuh diri, hanya karena dia tidak bisa menerima perjodohan keluarga kami. Setelah itu, Xavier meratapinya dengan terang-terangan setiap hari, dan kami menjadi pasangan yang membenci satu sama lain. Namun, ketika Keluarga Boston Sterling mengirim seseorang untuk membunuhku, dia melindungiku dari peluru. Peluru itu beracun, dia terbaring lemah di pelukanku. “Aku selamatkan nyawamu. Sudah lunas utangku pada ibumu.” “Semoga kita nggak bertemu lagi di kehidupan selanjutnya. Aku nggak ingin membencimu lagi. Aku hanya berharap kau tetap menjadi adik tetanggaku selamanya.” “Sekarang, aku akan menemani Reina ....” Lalu, dia meninggal di pelukanku. Aku menangis tersedu-sedu, namun dia tidak membuka matanya lagi. Baru saat itu aku menyadari betapa konyolnya dan kekanakannya kebencian kita selama bertahun-tahun itu. Kemudian, setelah membasmi Keluarga Boston Sterling, aku juga bunuh diri. Ketika aku membuka mata lagi, aku telah terlahir kembali pada usia dua puluh tahun, tahun di mana aku bertunangan. Aku dengan tegas menolak saran perjodohan papaku, memilih untuk mengelola bisnis keluarga di Selandia Baru. Kali ini, aku akan menjauh dari Xavier, biar dia bisa bahagia dengan Reina.
Cinta yang Kutunggu Tak Berakhir Di Pernikahan - undefined novels & stories
Tiana
Di era tahun 80-an dan tepat seminggu sebelum pernikahan, tunanganku diam-diam lolos seleksi agen rahasia tanpa memberitahuku. Dia buru-buru masuk ke tim dan hanya meninggalkan satu kalimat yang menyuruhku untuk menunggunya. Aku menuruti ucapannya dan menunggunya dengan sepenuh hati. Namun selama tiga tahun ini, semua jatah kunjungan keluarga bulanan tunanganku itu selalu diberikan pada orang lain. Bahkan saat ibuku sakit keras dan kami kekurangan uang sekalipun. Padahal, aku sudah menangis hingga hatiku terasa dicabik-cabik, hanya untuk bertemu atau meneleponnya sekali saja. Setelah menyampaikan pesanku, satpam hanya bisa memberitahuku dengan tak berdaya, "Hari kunjungan Pak Gunawan sudah dipakai, tunggu bulan depan saja." Aku pun memasang wajah murung dan bersiap untuk pergi. Namun pada detik berikutnya, sahabat masa kecil tunanganku itu malah masuk dengan semudah itu. "Pak Gunawan sudah berpesan khusus, kamu boleh langsung cari dia di kantornya. Dia baik sekali sama kamu. Meskipun kamu sudah patah hati selama setahun, dia masih khawatir suasana hatimu buruk sampai sengaja kosongkan jatah hari kunjungannya untukmu," kata satpam itu pada sahabat masa kecil tunanganku itu. Melihat aku masih ingin menerobos masuk lagi, satpam buru-buru menghalangiku. "Sudahlah, jangan berharap lagi. Pak Gunawan mana punya uang, semua uangnya sudah kasih ke sahabat masa kecilnya itu." Malam itu, ibuku bahkan tidak sempat meminum obat pereda nyeri. Semua ini salahku ... aku memang tidak berguna. Aku benar-benar tidak ingin menunggu tunanganku itu lagi. Saat dia akhirnya selesai belajar dan pulang ke kampung halaman, aku juga sudah menjadi istri orang lain.
Kali Kesembilan Dia Pergi - undefined novels & stories
Echo
Tiga tahun setelah aku menjalani pernikahan yang diatur dengan pewaris Keluarga Wiranegara, orang yang pernah pergi, kembali lagi. Sudah delapan kali dia meninggalkanku demi Julisa. Kali ke-sembilan, dia meninggalkanku bersimbah darah di pinggir jalan akibat tembakan, hanya untuk lari menemui Julisa yang meneleponnya karena merasa sedikit pusing. "Dia membutuhkanku. Kamu mengerti, 'kan, Kirana?" Kali ini, aku tidak berjuang untuknya. Dia tidak tahu tentang taruhan yang kubuat dengan Julisa. Kali ke-sembilan dia meninggalkanku, aku yang akan pergi untuk selamanya. Jadi, pada hari ulang tahunnya, aku meletakkan selembar akta cerai yang sudah ditandatangani di mejanya, lalu naik pesawat meninggalkannya.
Perjalanan Cinta Yang Sia-Sia - undefined novels & stories
Gamila
Di tahun kelima pernikahan dengan Jack, untuk ketiga kalinya Jack mengusulkan agar mereka pindah keluar negeri bersama Luna. Hosana meletakkan hidangan yang baru saja dia masak, lalu menanyakan alasannya. Jack langsung terus terang, "Aku nggak mau menyembunyikannya lagi darimu, sebenarnya Luna tinggal di rumah sebelah." "Dia sudah menemaniku selama sembilan tahun, aku berutang banyak padanya. Aku harus membawanya pindah keluar negeri kali ini dan tinggal di sana." Hosana tidak menangis atau marah. Sebaliknya, dengan tenang dia membelikan tiket pesawat untuk Luna. Jack mengira Hosana akhirnya mengerti dan menerima kenyataan. Di hari keberangkatan, setelah mengantar mereka naik pesawat, Hosana berbalik dan langsung naik pesawat lain untuk pulang ke rumah orang tuanya.
Menanti Musim Bunga di Bawah Gerimis Semu - undefined novels & stories
Anonima
Demi menyelamatkan anak haramnya yang menderita gagal ginjal, Erik Gunawan tega membohongi istrinya sendiri dan mengirim putri mereka yang baru berusia lima tahun ke meja operasi untuk mendonorkan ginjalnya. Begitu mendengar kabar tersebut, Vanya Sadewa langsung mengendarai mobilnya bak kesetanan menuju rumah sakit. Saat dia tiba, lampu ruang operasi sudah menyala merah. Mata Vanya merah, diselimuti amarah dan keputusasaan, saat dia menggedor pintu ruang operasi dengan histeris. "Hentikan! Aku ibunya, aku nggak mengizinkan putriku mendonorkan ginjalnya!" Erik langsung maju dan mendekapnya erat-erat, menyembunyikan rasa bersalah yang teramat sangat dalam suaranya. "Vanya, maafkan aku. Kalau terus dibiarkan, nyawa Noah nggak akan tertolong. Cuma Zia yang bisa mendonorkan ginjal untuk menyelamatkannya." Vanya menatap pria yang telah dia cintai selama bertahun-tahun itu dengan tatapan tidak percaya. Wajah yang dulunya sangat Vanya rindukan, kini terasa begitu asing.
Meski Cinta Ini Palsu, Air Mata Tampak Sungguhan - undefined novels & stories
Melody
Saat Keenan Wijaya pulang sambil membawa seorang anak laki-laki berusia tiga tahun, aku sedang melihat-lihat ranjang bayi. Anak itu memiliki sepasang mata yang persis sama dengan cinta pertama Keenan. "Dia baru pulang dari luar negeri dan nggak punya tenaga untuk mengurus anak ini. Mulai sekarang, aku yang akan membesarkannya." Suara Keenan dingin dan tegas, terkesan tidak memberi kesempatan untuk dibantah. Namun, tatapannya tertuju pada perutku yang sedikit membuncit. "Kalau anak dalam kandunganmu ... gugurkan saja. Anak ini sangat sensitif. Untuk sementara, dia belum bisa menerima kehadiran adik." Jari-jariku yang menggenggam hasil USG sedikit gemetar. Aku terdiam cukup lama. Saking lamanya hingga rasa kesal dan bersalah yang ditahannya mulai terlihat di mata Keenan. Barulah aku mengangguk patuh. "Oke, aku turuti kemauanmu." Keesokan harinya, aku keluar dari ruang operasi seorang diri dan menyerahkan surat keterangan aborsi kepadanya. Keenan meletakkan surat itu kembali ke atas meja dengan santai, lalu berkata datar, "Besok, penthouse dupleks di Peninsula akan dialihkan atas namamu." Aku mengangguk tenang. "Oke, terima kasih." Tidak melihat tangisan atau keributan seperti yang dia bayangkan, alis Keenan sedikit bergerak. Dia pun tidak berkata apa-apa lagi. Namun, dia tidak tahu kalau aborsiku hanya pura-pura, sedangkan rumah itu benar-benar menjadi milikku. Lagi pula, dalam profesi kami sebagai wanita simpanan, ada sebuah aturan mutlak. Air mata harus sungguhan, hati harus pura-pura. Setiap rasa bersalah seorang pria harus bisa diuangkan.
Serigala Menindas Cagaraya, Takkan Kuampuni Seumur Hidup - undefined novels & stories
Serenity
Demi menghentikan peperangan, aku mengajukan permintaan untuk menikah dengan teman kecilku, Wolfey Arkananta yang berasal dari Bangsa Manusia Binatang. Pada malam pertama, Raja Serigala yang menjadi suamiku bermesraan denganku di padang rumput layaknya pasangan yang tak ingin berpisah. Aku mengira Wolfey mencintaiku. Namun kemudian, justru dia yang memimpin seratus ribu pasukan Manusia Binatang dan menginjak-injak Kota Cagaraya. Dia mencengkeram kepalaku dan memaksaku menyaksikan semuanya dengan mata kepalaku sendiri ketika Ayahku dicabik-cabik serigala, Kakakku sang Putra Mahkota ditebas hingga tewas. Pasukan itu bahkan merenggut mahkota Feniks milik Ibuku dan merobek jubah Feniks-nya, lalu mempermalukannya di hadapan semua orang hingga tubuhnya dipenuhi luka. Wolfey tersenyum dan bertanya kepadaku dengan tatapan kejam, “Alana Vexia, apa kamu benar-benar mengira dirimu begitu cantik hingga bisa menaklukkan hatiku?” “Keluarga kerajaanmu telah membantai begitu banyak rakyatku. Apa kalian pikir hanya dengan menyerahkan dirimu kepadaku, itu bisa melunasi dendam sedalam lautan darah ini?” Pada akhirnya, Wolfey menyatukan seluruh negeri dan memiliki seorang permaisuri yang sangat dicintainya. Sementara aku dikurung di Istana Pengasingan, tanpa nama maupun kedudukan layaknya bukan siapa-siapa. Setiap kali aku mencoba mengakhiri hidup, dia akan menggali satu jenazah dari makam kerajaan dan menghancurkannya menjadi abu di hadapanku. “Tanpa perintahku, kamu tidak boleh mati!” Aku akhirnya berhenti melawan. Bagaimanapun, hanya tersisa tiga hari sebelum racun dari serangga parasit yang dahulu kutelan demi menyelamatkan nyawanya merenggut hidupku.
Kenapa Panik Setelah Aku Meninggalkan Dunia - undefined novels & stories
Ijo
Selama tiga tahun ini, Leon Sinclair berselingkuh dariku. Dia menyembunyikan perempuan itu dengan begitu rapi, tanpa menyisakan celah sedikit pun. Aku pernah menemukan kalung renda yang masih hangat di jok belakang mobilnya. Bahkan di belakang telinganya, lebih dari sekali aku menemukan bekas gigitan yang masih baru, menyisakan jejak kemesraan dengan perempuan lain. Setiap kali, aku mengamuk seperti orang gila, mengobrak-abrik rumah sampai berantakan, dan menuntut jawaban tentang siapa wanita itu, Leon hanya mengernyit lelah, menatapku seakan akulah yang bermasalah. "Giselle, sampai kapan kamu mau curigaan begini? Kamu bilang aku selingkuh, ya tunjukkan buktinya." Jadi, aku mengikutinya 24 jam penuh. Aku beri tahu semua keluarga, semua teman, untuk berjaga di depan hotel di bawah apartemen, siap menangkap basah. Namun, setiap kali pintu kamar itu didobrak, yang kulihat hanya Leon, duduk rapi di sofa dengan kemeja terkancing sempurna, menatapku dingin. "Mau geledah?" Setiap kali aku keluar dengan tangan kosong, ibuku menggenggam tanganku sambil menghela napas. "Giselle, dalam pernikahan itu yang paling penting kepercayaan. Kamu ribut terus kayak gini, muka Leon mau ditaruh di mana?" Bahkan sahabat terdekatku pun berusaha menasihatiku dengan hati-hati. "Mungkin ... kamu emang lagi terlalu stres, Giselle. Bisa jadi itu cuma pikiranmu sendiri."
Saat Lilin Menyala, Cinta Padam - undefined novels & stories
Daliah Wahidah
Pada pernikahan tahun keenam, suamiku sudah tidak menyentuhku selama tiga bulan. Dia mengatakan bahwa dirinya sangat kelelahan karena sibuk bekerja. Aku yang merasa kami sudah saling mencintai selama bertahun-tahun pun memercayainya tanpa ragu. Namun, pada hari ulang tahunku, aku malah mendengar teman suamiku bertanya padanya dalam bahasa asing, “Kamu sudah putus hubungan sama selingkuhanmu itu? Sebelumnya, kamu pergi cari dia setiap hari. Entah tubuhmu tahan atau nggak. Apa istrimu nggak keberatan kamu begini?” Suamiku mengembuskan asap rokok, lalu menjawab dengan acuh tak acuh, “Aku sudah nggak sentuh dia selama beberapa bulan. Sallie punya teknik yang bagus. Aku masih belum bosan. Sayangnya, dia hamil. Istriku nggak suka anak. Jadi, aku akan kasih Sallie sejumlah uang dan suruh dia pergi lahirkan anaknya di luar negeri beberapa saat lagi.” Aku mengepalkan tanganku dan diam-diam meneteskan air mata. Suamiku pun bertanya aku kenapa dengan gugup. Namun, aku hanya menggeleng. “Kue buatanmu enak banget. Aku sangat terharu.” Kue itu sangat manis. Namun, aku yang mengerti bahasa asing yang mereka gunakan merasa sangat getir.
Kejutan Untuk Pengkhianat Cinta - undefined novels & stories
Charmy
"Bu Adele, maksud Anda proses pernikahannya tetap berjalan seperti rencana semula, tapi pengantinnya akan diganti dengan orang lain? Begitu, ya?" Menghadapi tatapan bingung dari staf, Adele sama sekali tidak ragu. Dia langsung mengangguk. "Benar. Pernikahan tetap digelar setengah bulan lagi seperti rencana awal. Semua materi pernikahan yang perlu diubah akan saya serahkan dalam beberapa hari ke depan." "Baik. Lalu ... apakah saya perlu menghubungi Pak Darren untuk memberitahukan hal ini ...." "Nggak perlu!" Belum sempat lawan bicaranya menyelesaikan kalimat, Adele langsung memotong dengan nada tegas dan sedikit emosional. Saat melihat ekspresi kaget dari staf itu, dia berusaha menenangkan diri dan menjelaskan dengan lebih lembut. "Dia cukup sibuk. Untuk urusan pernikahan selanjutnya, cukup langsung dengan saya saja." Pernikahan ini adalah hadiah terakhir yang ingin diberikan Adele untuk Darren. Berhubung karena ini hadiah, tentu saja baru terasa mengejutkan kalau diberikan di saat terakhir.
Rumah Tanpa Sosok Papa - undefined novels & stories
Summer
Setelah mengetahui bahwa suamiku, Ronaldo Marino, masih tidak bisa melupakan cinta pertamanya, aku mulai mengajari putri kami, Susan, untuk memanggilnya dengan sebutan "Om Ronaldo." Saat pergelangan kaki Susan keseleo di sekolah. Di tengah malam, Ronaldo menerima sebuah telepon dari Viera yang sedang menangis. Putrinya, Lina, mengalami mimpi buruk dan terus berteriak memanggil ayahnya. Ronaldo pergi tanpa mengucapkan sepatah kata pun. Aku menempelkan kompres ke pergelangan kaki Susan yang bengkak dan berbisik lirih padanya, "Coba bilang, 'Selamat tinggal, Om Ronaldo'." Ronaldo berjanji akan datang ke hari olahraga di sekolah Susan. Namun kemudian Viera menelepon sambil menangis terisak-isak, mengatakan bahwa Lina tidak punya ayah untuk bisa ikut lomba lari tiga kaki bersamanya. Ronaldo pun langsung pergi begitu saja tanpa berpikir panjang. Aku hanya memberikan ponsel itu kepada Susan dan menyuruh untuk memberi tahu gurunya, "Om Ronaldo bilang dia tidak bisa datang." Setiap kali hal itu terjadi, Susan selalu merasa ragu. Susan tidak mengerti mengapa aku menyuruhnya melakukan hal tersebut. Sampai suatu hari, Ronaldo akhirnya menyadari dia telah sangat mengecewakan kami. Dia mengesampingkan semua urusan bisnis mafianya demi menghadiri resital piano Susan dan bersumpah tidak akan melewatkannya lagi. Susan berada di belakang panggung bersama anak-anak lainnya. Kemudian ponsel Ronaldo kembali berdering. Itu dari Viera. Aku tidak bisa mendengar apa yang dia katakan, tetapi aku sudah bisa menebak, mungkin kalimat bahwa Lina sedang menangis, Lina membutuhkan sosoknya, ataupun Lina sudah tidak punya ayah. Ronaldo berbalik, menghampiri kami. Tetapi sebelum Ronaldo bisa mengucapkan alasannya, suara Susan sudah terdengar dari atas panggung. "Tidak apa-apa, Om Ronaldo. Om pergi saja dan urus anak Om yang lain. Ada Mama di sini untuk menemaniku, itu sudah cukup buatku."
Kepergian Istri Ketua Membuatnya Gila - undefined novels & stories
Ivy
Aku sudah menikah dengan Axel selama tiga tahun. Semua orang takut pada kekejamannya, tapi dia selalu lembut padaku. Namun, segalanya berubah sejak Ella tertembak saat melindungi Axel dalam baku tembak enam bulan lalu. Pria itu selalu mengatakan bahwa Ella terluka demi menyelamatkannya, jadi aku harus mengalah. Di gala keluarga paling bergengsi, suamiku, Ketua Axel datang dengan sekretarisnya, Ella, dengan menggandeng lengannya. Di dada Ella, tersemat bros rubi yang melambangkan posisi nyonya keluarga. "Ella terkena peluru demi menyelamatkanku. Dia suka bros itu, jadi kubiarkan dia pinjamkan sementara. Gimana pun juga, kamulah satu-satunya nyonya di sini. Jaga sikapmu." Aku tidak membantah. Aku hanya melepaskan cincin pernikahanku dan mengeluarkan surat cerai. "Karena dia sangat menyukainya, untuk dia saja. Termasuk posisi di sisimu. Itu juga kurelakan." Axel menandatanganinya tanpa ragu, senyum dingin terukir di wajahnya. "Permainan manipulatif macam apa yang sedang kamu mainkan sekarang? Kamu yatim piatu, terpisah dari keluargamu, kamu nggak akan bertahan tiga hari di Silia. Aku akan menunggumu kembali sambil memohon padaku." Aku mengeluarkan sebuah ponsel satelit terenkripsi yang sudah tiga tahun tidak kugunakan. Axel tidak tahu bahwa sebenarnya aku adalah putri bungsu keluarga mafia tertua di Eroka. Namun, keluarga kami dan keluarga Axel selalu bermusuhan. Demi menikah dengannya, aku mengganti namaku dan bahkan memutus hubungan dengan ayah serta kakakku. Panggilan itu tersambung. Aku menarik napas dalam-dalam dan berbisik, "Ayah, aku menyesal. Kirim seseorang untuk menjemputku dalam dua minggu."
Adik Angkat Suamiku, Benalu Pernikahanku - undefined novels & stories
Onion
Pada tahun kelima pernikahanku dengan bos keluarga mafia yang sangat berkuasa, aku menemukan sesuatu yang aneh. Jimat pelindung yang dia berikan padaku ternyata membuat kepalaku sakit setiap kali aku membawanya bersamaku. Sebagai seorang dokter bedah, hal itu langsung membuatku waspada. Aku mengambil kantong-kantong kecil yang sebelumnya kutemukan di dalam jimat itu, lalu membawanya ke laboratorium toksikologi di Rumah Sakit Sentosa. Dokter itu memeriksa salah satu kantong kecil tersebut, lalu memberitahuku bahwa isinya adalah sejenis racun yang bekerja secara perlahan. Racun itu bukan hanya merusak tubuh korban sedikit demi sedikit, tetapi juga dapat membuat orang tersebut menjadi tidak subur setelah beberapa waktu. Aku menangis sambil berucap dengan nada tak percaya, "Tapi, itu nggak mungkin! Suamiku yang memberikan ini padaku! Namanya Vito Kastoyo. Dia juga pemilik dari rumah sakit ini!" Dokter itu menatapku dengan bingung sebelum menimpali, "Bu, tolong berhenti mengatakan hal yang nggak masuk akal. Aku mengenal Pak Vito dan istrinya kok. Hubungan mereka sangat dekat dan mesra. Selain itu, belum lama ini istrinya baru saja melahirkan seorang bayi laki-laki. Sekarang, mereka berdua sedang berada di ruang VIP untuk melihat bayi mereka." Kemudian, dokter itu menunjukkan sebuah foto di ponselnya kepadaku. Vito mengenakan setelan hitam seperti biasanya dengan lambang Keluarga Kastoyo yang disulam di pakaiannya. Dia sedang menggendong seorang bayi di lengannya. Sementara itu, aku mengenal wanita yang berdiri di samping Vito. Namanya Chika Hutomo. Selama ini, Vito selalu menyebutnya sebagai adik angkatnya.
Cinta Luntur Bagaikan Salju Es yang Mencair - undefined novels & stories
Lira
Sebelum permainan escape room dimulai, aku memergoki pacarku, Darren Hartama, dan sahabatku, Vivi Brahmin, sedang merencanakan sebuah lelucon bersama. Mereka berencana meninggalkanku terkunci sendirian di ruangan yang gelap gulita pada tahap terakhir. Jadi, ketika aktor berkostum mengatakan bahwa salah satu wanita harus tetap tinggal, pacarku, adik laki-lakiku, dan sahabatku langsung menunjukku tanpa ragu sedikit pun. Adikku mendorongku dengan tidak sabar. "Kamu dari dulu paling berani. Memangnya kenapa kalau kamu keluar paling terakhir?" Vivi bersembunyi di belakang Darren, memasang wajah seolah tersakiti sambil menarik jaketnya. "Fiona, kalau kamu takut, biar aku saja yang tinggal ...." Darren langsung merengkuhnya ke dalam pelukan sambil mengernyit. "Vivi takut gelap. Jangan mempersulit keadaan." Sebelum aku sempat mengatakan apa pun, adikku sudah mendorongku melewati pintu. Darren pasti sudah lupa kalau aku juga takut gelap. Dulu saat kami masih tinggal bersama, kalau listrik di apartemen kami tiba-tiba mati, dia akan bergegas keluar dari kamar mandi dengan sampo yang masih menempel di rambutnya hanya untuk memelukku yang sedang gemetar. "Jangan takut, Fiona," bisiknya saat itu. Sekarang demi orang lain, dia malah mendorongku ke dalam kegelapan dengan tanpa ragu. Di tengah kegelapan, salah satu aktor berkostum menghampiriku dari sudut ruangan sambil membawa cahaya redup. Alih-alih menakutiku seperti seharusnya, dia menghela napas dan menyodorkan selembar tisu kepadaku. "Putusin dia. Aku sudah bekerja di sini selama tiga tahun, dan nggak ada yang lebih membuatku muak daripada pria yang menjadikan pacarnya sendiri sebagai tameng." Aku tertegun sesaat, lalu menerima tisu itu. Ujung jariku tidak berhenti gemetar. Ternyata memang sejelas itu perbedaan antara dicintai dan tidak dicintai. Hidungku terasa perih. Aku menggenggam tisu itu semakin erat, lalu tertawa getir dalam kegelapan. "Ya. Sudah waktunya mengakhiri semuanya."
Bebas dari Belenggu Suami Parasit - undefined novels & stories
little stones
Sahabat wanita suamiku memutuskan untuk tinggal bersama kami saat dia tahu kami akan pindah ke rumah baru. Aku keberatan, namun suamiku langsung menyetujuinya. Tidak hanya itu, dia bahkan memberikan kamar anak peremuan kami kepada wanita itu dan anaknya, lalu menyuruh putriku pindah ke gudang. Aku tidak terima, namun dia bilang, “Jangan salah paham! Dewi hanya sahabat baikku, anaknya sudah kuanggap seperti anak kandungku, wajar ‘kan kalau aku pengen mereka tinggal di kamar yang lebih layak?” Aku tetap tidak setuju, sehingga suamiku dan keluarganya menyalahkanku dan bilang aku egois. Akhirnya, aku memutuskan untuk meninggalkan rumah itu bersama anak perempuanku. Saat itulah mereka panik dan sadar kalau mereka butuh aku.
Ketua Mafia Memohon Kesempatan Kedua - undefined novels & stories
Ivy
“Bantu aku palsukan kematianku dan siapkan identitas baru untukku.” “Sinta?” Pria itu jelas terkejut. “Kenapa? Andi kan sangat manjakan kamu. Seluruh Sidolang tahu itu.” “Itu bukan urusanmu. Aku akan pergi dalam lima hari,” potongku dingin. Aku melangkah keluar dari pasar gelap, sementara layar LED raksasa di alun-alun masih tayangkan rekaman pernikahanku yang mewah dengan Ketua Mafia Andi Pratama tiga tahun lalu, sebuah upacara besar yang habiskan lebih dari 80 triliun. Semua orang percaya Andi cinta aku dengan sepenuh hati. Dan aku pun pernah percaya dengan hal itu. Sampai siang ini. Pada hari jadi pernikahan kami yang ketiga, aku lebih awal pulang ke Sidolang. Aku sembunyi di ruang istirahat kantor suamiku, Ketua Mafia Andi Pratama, berniat kasih dia kejutan. Namun yang aku dapat justru sebuah mimpi buruk. Aku lihat sekretarisnya sembunyi di bawah mejanya. Saat tangan kanannya, Malik sedang laporkan kerugian operasi penyelundupan di dermaga, Intan berlutut di antara kaki Andi, jemarinya lincah buka kancing celananya. Kepalanya bergerak naik turun. Setelah Malik pergi, Intan tersenyum genit. “Apa istrimu bisa layani kamu seperti ini saat rapat?” Suara Andi penuh nafsu. Tangannya meremas dada Intan. “Sinta terlalu kaku, bikin bosan. Dia nggak ada apa-apanya dibanding kamu, dasar wanita nakal.” Aku menutup mulutku, hancur sepenuhnya. Namun saat aku benar-benar pergi. Justru Andi yang sebut aku kaku dan membosankan itu adalah orang yang akhirnya runtuh sepenuhnya.
Ketika Topeng Kemiskinan Suamiku Terlepas - undefined novels & stories
Serein M
Pada malam ulang tahun pernikahan kami yang ketiga, Kiano kembali melewatkan makan malam bersama. Dia mengirimiku pesan bahwa harus bekerja lembur di bengkel. Aku melihat kue obral seharga seratus ribu itu di atas meja. Aku harus berdesak-desakan mengantre dengan orang banyak di supermarket untuk bisa membelinya. Aku pun menelan paksa rasa pahit di tenggorokanku. "Kita harus menabung untuk membeli rumah sesungguhnya di Bruklima," kataku pada diri sendiri. Aku lalu memasukkan kue itu ke dalam kulkas. Aku merapatkan mantel murahku erat-erat dan berjalan membelah udara malam yang dingin untuk pekerjaan paruh waktu mengantarkan makanan demi mencari uang tambahan. Tapi aku tidak pernah menyangka akan bertemu dengan suamiku yang "miskin" itu di sebuah hotel mewah di Mandira. Dia keluar dari mobil mewah dengan setelan jas pesanan khusus yang sangat rapi, melemparkan uang ratusan ribu kepada petugas parkir. Seorang wanita cantik yang mengenakan kalung rubi berwarna merah darah yang tak ternilai harganya mengikuti dari belakang, sambil menggandeng lengannya. "Kiano, hujannya lebat banget. Apa kau benar-benar harus kembali ke Bruklima untuk bermain rumah-rumahan dengan istrimu yang naif dan miskin itu?" rengeknya dengan manja. Kiano menatap cincin perak murahan dan kusam di jarinya. Secercah kelembutan melintas di sorot matanya yang dingin. "Selama tiga tahun ini, dia rela terima lima pekerjaan dalam sehari demi melunasi utang-utang palsu yang kubuat. Dia bahkan tidak mau pergi ke dokter ketika sedang sakit." "Ini sudah cukup. Dia sudah lulus ujian dariku. Setelah aku selesai membereskan pengkhianat di dalam keluarga, aku akan menceritakan semua padanya. Memberinya kemuliaan yang pantas dia dapatkan sebagai istriku." Wanita itu menggigit bibirnya. "Bagaimana kalau dia sampai tahu bahwa kau adalah seorang Bos Mafia dan hanya mengincar uangmu saja? Mengapa tidak memberitahunya kalau kau menderita penyakit parah saja, dan lihat apakah dia akan menghabiskan tabungannya untuk menyelamatkanmu. Uji dia sekali lagi .…" Kiano terdiam lama. Akhirnya, dia mengangguk. "Satu ujian terakhir. Setelah ini, aku akan memberinya pesta pernikahan termegah." Angin dingin menderu kencang. Aku mencengkeram kantong kertas makanan di tanganku. Air mata jatuh mengalir di wajahku tanpa suara. Aku sudah muak dengan cinta yang arogan dan penuh kebohongan ini.
PREV
12345
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status