Novel
Cerita Pendek

Genre

Semua
Romansa
Realistis
Manusia Serigala
Mafia
Vampir
Mitologi
Fantasi
Kehidupan Sekolah
Imajinasi
Reinkarnasi
Gairah
Misteri/Thriller
Mistis Rakyat
Romansa Sejarah
POV Pria

Karakter

27
Mandiri×
Semua
Mandiri
Pelakor
Psikopat
Munafik
Wanita Kuat
Mafia
Istri Muda
Cinta Pertama
Kejam
Teman Masa Kecil
Dokter
Cinta Sejati
Pengasuh
Bestie
Pengganti
Guru
Bucin
Menantu
Sekretaris
Identitas Tersembunyi
Tetangga
Influencer
Vampir
Ahli Forensik
Pilot
Selebriti
Teman Sekamar
Tampilkan lebih banyak

Alur & Latar

27
Pernikahan×
Semua
Penyesalan
Pernikahan
Selingkuh
Dewasa 18+
Menggoda
Karma
Hubungan Keluarga
Balas Dendam
Kesadaran Diri
Pura-pura Mati
Kriminal
Dunia Kerja
Perundungan
Penebusan
Sistem
Kehamilan
Nikah Kontrak
Cinta Lama Bersemi Kembali
Melawan Takdir
Kutukan
Dunia Hiburan
Dunia Paralel
Perjalanan Waktu
Kekuatan Super
Pusat Perhatian
One Night Stand
Petualangan
Tampilkan lebih banyak

Tema

15
Plot Twist×
Semua
Plot Twist
Drama
Cerita Enak
Reinkarnasi
Bangkit
Manis
Obsesi
Toxic
Healing
Cinta Terpendam
Motivasi
Pusing
Kocak
Semangat
Multi POV
Tampilkan lebih banyak

Cerita Pendek Plot Twist & Novel Mandiri Pernikahan

Temukan kumpulan cerita pendek Plot Twist yang menarik dengan tokoh Mandiri dan latar Pernikahan, alur cerita yang memikat, dan penceritaan yang imersif. Sempurna untuk pembaca yang mencari cerita pendek satu jam dan bacaan cepat yang imersif secara online.
Antara Janji dan Pengkhianatan - undefined novel & cerita
Anonima
Sahabatku yang patah hati, mabuk-mabukan di bar. Dia lalu meneleponku untuk menjemputnya pulang. Begitu sampai di area sofa di bar, aku justru melihat sahabatku merangkul leher tunanganku sambil bermanja-manja. "Ivan, aku sudah menunggumu selama tujuh tahun. Apa kamu belum bosan juga main-main sama Dinda?" Pria yang dahulu bersumpah akan memberiku pernikahan termegah abad ini, saat ini justru memeluk sahabat terdekatku dengan tersenyum penuh kasih sayang. Kemudian, Ivan menghabiskan banyak uang untuk membeli berita utama media di seluruh kota, demi melamarku di depan publik. Di depan kamera siaran langsung, aku tersenyum tenang sambil mengangkat tangan kananku yang dihiasi cincin berlian sepuluh karat. "Maaf Pak Ivan, aku sudah bosan bermain-main denganmu. Aku sudah menikah dengan orang lain."
Penantian Yang Tak Berujung - undefined novel & cerita
Mella
Michael selalu punya kebiasaan membuatku menunggu. Demi membantu perusahaan suamiku melewati masa sulit, aku yang sedang hamil lima bulan, rela pergi menegosiasikan kerja sama di malam tahun baru. Saat orang-orang di meja makan menyinggung soal suamiku, aku langsung reflek mencari alasan untuk membelanya. Aku bertanya padanya kapan dia datang menjemputku dan Michael malah menyuruhku untuk tunggu sebentar lagi. Nyatanya, dia malah bersembunyi di dalam mobil yang hanya berjarak sepuluh meter dariku, bermesraan dengan gadis yang pernah dia santuni. Sementara aku yang sedang hamil dibiarkan berdiri sendirian di tengah salju. Dalam perjalanan pulang, kami terjebak kemacetan parah. Di saat itulah, aku merasakan ada cairan hangat yang mengalir keluar dari tubuhku. Aku menatapnya untuk meminta tolong, tapi seperti biasa, dia hanya menyuruhku menunggu dan menunggu. Dari pantulan jendela, aku melihat layar ponselnya. Detik berikutnya, aku menyaksikan dengan jelas suamiku sedang santai membuka aplikasi chat untuk melanjutkan streak dengan gadis yang lebih muda. Ternyata nyawaku dan anak kami sama sekali tak ada harganya dibandingkan dengan perbincangan itu. Tepat tengah malam, kembang api tahun baru meledak di langit. Namun kali ini, aku tak akan pernah lagi berdiri di tempat yang sama untuk menunggunya.
Perpisahan di Malam Salju - undefined novel & cerita
Tutut
Pada hari jadi pernikahanku yang ketujuh dengan Ivan, aku menunggu di depan satu meja penuh makanan yang sudah dingin hingga fajar. Keesokan harinya, justru kulihat dia yang seharusnya sedang menghadiri jamuan, muncul di berita utama sambil menggandeng cinta lamanya, Isabella. Aku pun membalik meja, membakar ruang kerjanya, dan dengan mata memerah menghancurkan pesta penyambutan Isabella. "Kembali. Jangan temui dia." "Kalau nggak, kita cerai." Namun dia bahkan tidak bereaksi sedikit pun. Sampai Isabella begitu ketakutan sehingga pergelangan kakinya terkilir. Untuk pertama kalinya, kekhawatiran muncul di mata Ivan, dan dia memarahiku, "Sudah cukup belum kamu membuat keributan?" Aku tertegun lama, lalu akhirnya melemparkan selembar perjanjian cerai ke wajahnya. "Kita cerai." Ivan menandatangani dengan asal-asalan, lalu membungkuk memijat pergelangan kaki Isabella. Aku berbalik dan pergi. Ada yang menebak, apakah kali ini aku benar-benar serius. Ivan mencibir dingin. "Bagus kalau benar pergi. Tujuh tahun pakai cara yang sama, dia nggak bosan, aku pun sudah muak." Angin dingin menerpa dada, aku menggenggam erat tiket pesawat. Sesuai keinginannya ... kali ini aku benar-benar melepaskannya.
Ketika Cinta Itu Habis - undefined novel & cerita
Soda Pop
Pada tahun ketujuh pernikahannya dengan Sean Jonanta, tanpa sengaja Dessy Linardi mendengar putranya bertanya pada sang ayah dengan polos, "Papa, kenapa sih Tante Yanne nggak bisa jadi mamaku?" Dessy terpaku. Tante Yanne … Yanne Karnata? Mantan pacar pertama Sean? Saat dia masih bertanya-tanya apakah dirinya salah dengar dan hendak menanyakan maksudnya, sebuah mobil tiba-tiba melaju kencang ke arah putranya. Tanpa sempat berpikir panjang, Dessy refleks berlari dan mendorong anaknya menjauh. Brak! Benturan keras itu membuatnya langsung hilang kesadaran. Ketika kembali membuka mata, Dessy melihat suami dan putranya berdiri dengan selamat di samping ranjang rumah sakit. Dia pun menghela napas lega. Namun, baru saja hendak menenangkan mereka dan mengatakan bahwa dirinya baik-baik saja, tiba-tiba dia teringat ucapan putranya sebelum kecelakaan terjadi. Entah kenapa, dia mendadak berpura-pura kebingungan sambil menatap mereka. "Maaf … aku nggak ingat apa-apa sekarang." Ayah dan anak yang berdiri di depan ranjang sempat terpaku sesaat, lalu buru-buru memanggil dokter. Setelah pemeriksaan selesai, dokter pun menyimpulkan, "Pasien mengalami memar di otak akibat kecelakaan. Kondisi itu bisa menyebabkan amnesia sementara." Setelah dokter pergi, Dessy masih mempertahankan ekspresi bingungnya. "Kenapa aku bisa kecelakaan? Kalian siapa, ya? Apa hubungan kalian sama aku?" Sean mengernyit, seperti ingin mengatakan sesuatu. Namun sebelum dia sempat membuka mulut, terdengar suara polos penuh semangat mendahuluinya. "Kamu itu pengasuh di rumah kami!"
Kehamilanku Adalah Penyelamat Anak Wanita Lain - undefined novel & cerita
Antonia
"Ghava, kalau Adele tahu kamu buat dia hamil cuma karena mau pakai darah tali pusarnya untuk menyelamatkan anak kita, apakah dia akan marah?" Suara Renata terdengar lembut dan pelan, tetapi setiap katanya seperti jarum yang menusuk gendang telinga Adele. Detik berikutnya terdengar suara Ghava tanpa sedikit pun emosi, "Dia nggak berhak marah. Itu memang sudah seharusnya dia lakukan." "Dulu dia mati-matian naik ke ranjangku dan maksa aku menikahinya. Malah seharusnya dia merasa beruntung kalau anak yang dikandungnya itu bisa berguna." Adele bersandar di dinding yang dingin. Lembar hasil pemeriksaan kehamilan terlepas dari sela jarinya lalu jatuh melayang ke lantai.
Mengubah Kehangatan Menjadi Penyesalan - undefined novel & cerita
Nia
Pada hari ketika Marcel Davka kembali ke Hangkang setelah membunyikan lonceng pembukaan perdagangan di Wolstrit, ambang pintu rumah Keluarga Ehren nyaris rusak karena didatangi banyak orang. Semua orang berkata bahwa Kana Ehren, putri sulung Keluarga Ehren yang manja dan angkuh, telah bertaruh pada orang yang tepat. Di kawasan kumuh, dia berhasil menemukan menantu yang luar biasa berbakat. Namun, beberapa hari terakhir ini Kana justru sangat gelisah. Penyebabnya, dia terus dihantui oleh sesosok hantu perempuan. Semua itu bermula sejak Marcel berangkat ke Amriga. Tiba-tiba, di sisinya muncul sosok hantu perempuan gila yang hanya bisa dilihat oleh Kana. Sosok itu mengaku sebagai dirinya di masa depan. Hantu perempuan itu memiliki wajah yang sama persis dengannya, tetapi penuh bekas luka. Suaranya serak, tatapannya kosong. Rambutnya kering dan kusut, dengan ujung-ujung yang tidak rata seolah pernah terbakar. Dia seperti orang gila, bahkan bicara pun tidak jelas, menangis siang dan malam tanpa henti. Sampai hari ini, pada pesta perayaan keberhasilan Marcel. Kana berdandan dengan sangat cantik dan membawa buket mawar di tangannya. Namun, tepat saat hendak mendorong pintu masuk, tangan hantu perempuan yang penuh luka itu menekan tangannya. "Jangan masuk. Kehormatan yang dia raih bukan milikmu, tokoh utama malam ini juga bukan dirimu."
Kutahan 3 Tembakan Peluru, Pria Itu Malah Menikahi Wanita Lain - undefined novel & cerita
April
Naya menahan tiga tembakan demi Dallas, paman kecilnya yang selalu bersikap dingin dan sulit didekati itu. Setelah itu, Nyonya Tua Keluarga Mansyur akhirnya mengangguk dan mengizinkan Naya menikah dengan Dallas. Namun, saat Naya masih terluka dan tak sadarkan diri, Dallas justru mengumumkan bahwa wanita yang akan dinikahinya adalah Elena, mahasiswi kurang mampu yang selama ini dibiayai oleh keluarganya, Keluarga Mansyur. Begitu pengumuman itu keluar, seluruh kota langsung gempar. Bagaimanapun juga, semua orang tahu betapa kerasnya sifat Naya, bunga mawar yang dirawat oleh Dallas sendiri. Sementara Elena hanyalah seorang reporter magang di Harian Garinda. Dia sama sekali tidak cukup pantas untuk dianggap sebagai lawan Naya. Karena itu, saat Naya muncul di pesta pertunangan Dallas dan Elena, hampir semua tamu yang hadir yakin bahwa gadis yang selalu bertindak semaunya dan jatuh cinta pada sahabat beda usia mendiang ayahnya itu, pasti akan kembali membuat keributan besar. Bahkan Dallas pun langsung memasang ekspresi dingin. Tanpa sadar, dia melindungi Elena di belakangnya sambil memperingatkan dengan nada tegas, "Naya, jaga sikapmu." Namun, Naya hanya melengkungkan bibirnya, lalu memperlihatkan senyuman yang begitu cerah kepada mereka berdua. Dengan nada yang sangat manis, dia berkata, "Selamat ya, akhirnya Om menemukan belahan hati Om."
Menyia-nyiakan Ketika Dia Ada, Menyesal Setelah Dia Pergi - undefined novel & cerita
Juju
Semua orang mengatakan bahwa Carmel adalah primadona tercantik di Kota Nansa. Kulitnya putih, wajahnya menawan, dan sifatnya bebas serta penuh percaya diri. Pada saat masih bersenang-senang di luar negeri, dia tiba-tiba dipanggil pulang oleh ayahnya melalui sebuah telegram kilat. Di telegram itu hanya ada satu kalimat. [ Segera pulang dan menikah dengan Alfons. ] Alfons adalah perwira termuda sekaligus paling menjanjikan di militer. Sifatnya dingin, tertutup, disiplin, dan sangat menjunjung aturan. Benar-benar bertolak belakang dengan Carmel. Carmel menyukai keramaian, sedangkan Alfons menyukai ketenangan. Carmel bertindak sesuka hati dan sudah tak terhitung berapa banyak ulah nekat yang pernah dilakukannya, sementara Alfons selalu mematuhi aturan dan menjadikan disiplin militer sebagai prinsip yang tak boleh dilanggar.
Janji Ke Delapan Belas Kali - undefined novel & cerita
Aman
Saat dia memberitahuku bahwa pendaftaran pernikahan kami akan ditunda lagi, aku sedang mengambil sendok sup. “Lain kali saja, ya.” Toni meletakkan sendok, nada suaranya terdengar santai seolah sedang mengomentari cuaca cerah di hari itu. Aku menyuapkan sesendok bubur, mengunyah perlahan, dan menelannya. “Iya.” Dia melirik ke arahku lalu menundukkan pandangan untuk mengambil lauk, namun saat sendoknya menjangkau piring, dia kembali menatapku. “Apa kau marah?” Aku menyendok bubur lagi, nada suaraku sangat tenang. “Tidak.” Pesta pernikahan kami telah digelar enam bulan lalu, dan pendaftaran pernikahan ini telah ditunda untuk ketujuh belas kalinya. Dia sudah terbiasa. Aku juga sudah terbiasa. Aku makan perlahan, dan menghabiskan bubur di mangkukku. Dia tidak menyentuh sendoknya lagi. Setelah menghabiskan suapan bubur terakhir, aku bangkit berdiri untuk membersihkan meja makan. Saat aku berjalan melewatinya, dia tiba-tiba meraih pergelangan tanganku. "Linda, Senin depan. Aku pasti akan datang." "Lagipula, kita sudah menikah. Jadi, tidak masalah kalau harus menunggu beberapa hari lagi." "Jangan khawatir, aku tidak akan ingkar janji lagi." Aku menunduk, menatap tangannya yang menahanku, lalu beralih menatap wajahnya dan tersenyum. "Oke." Dalam enam bulan, dia telah mengucapkan kata-kata “minggu depan” sebanyak sembilan kali, “pasti” sebanyak tiga belas kali, dan kata “jangan khawatir” sebanyak enam belas kali. Namun, kami masih belum juga mendaftarkan pernikahan ini. Dan untuk minggu depan, kami masih tetap tidak akan mendapatkannya. Karena kali ini, akulah yang akan membatalkan janji.
Cintaku Sirna di Gunung Suci - undefined novel & cerita
Olen
Aku adalah Gadis Suci terakhir dari Suku Pegunungan Salju, yang mampu memanjatkan permohonan kepada para dewa atas nama orang lain. Harganya, setiap kali aku mengabulkan satu permohonan, tubuhku akan kembali menjadi lebih muda. Saat bertunangan dengan Charlie, usiaku dua puluh delapan tahun. Pada tahun ketiga pertunangan kami, dia mengalami kecelakaan pesawat dan berada di ambang kematian. Untuk pertama kalinya, aku memanjatkan permohonan kepada para dewa. Dia pun selamat. Sementara usiaku kembali menjadi dua puluh tiga tahun. Pada tahun kelima pertunangan kami, perusahaannya bangkrut dan dia nekat melompat dari gedung. Untuk kedua kalinya, aku memanjatkan permohonan. Dia kembali kaya. Sementara usiaku berubah menjadi delapan belas tahun. Pada tahun ketujuh pertunangan kami, dia membawa pulang seorang wanita yang mengidap penyakit mematikan, lalu berlutut di hadapanku memohon agar aku menyelamatkannya. Aku menggeleng. "Aku nggak bisa nyelamatin dia." "Kalau aku panjatkan permohonan sekali lagi, usiaku akan kembali jadi tiga tahun." "Kalau itu terjadi, aku bukan lagi tunanganmu, dan aku juga nggak akan mengingatmu." Namun Charlie hanya mencibir. "Dua kali kamu nyelamatin aku dan kamu tetap baik-baik saja. Masa menyelamatin dia sekali saja bisa bikin kamu mati? Janice, jangan tutupin sikapmu yang nggak berperasaan dengan alasan yang terdengar begitu mulia." Pada akhirnya, dia berdiri di tepi tebing Gunung Suci dan mempertaruhkan nyawanya sendiri demi memaksaku mengalah. Dan akhirnya aku tetap menyelamatkannya. Keesokan harinya, wanita itu sembuh total. Charlie memeluknya dengan penuh kelembutan. Lalu dia mengangkat wajahnya dan berkata kepadaku, "Setelah kondisinya benar-benar stabil, aku akan datang untuk nikahin kamu." Aku menatap kedua tanganku yang telah mengecil seperti tangan seorang anak kecil, lalu berbalik pergi. Tidak perlu. Tiga hari lagi, aku akan berubah menjadi seorang bayi.
Dua Dunia, Satu Hati yang Hancur - undefined novel & cerita
Seth
Memasuki tahun ketujuh pernikahannya dengan Bayu Adiatma, Laras Diwanto akhirnya menjelma menjadi Nyonya Utama paling bijak dan penurut di seantero ibu kota. Dia tak lagi menuntut kesetiaan seumur hidup, malah dengan sukarela mencarikan selir untuk Bayu. Dia tak lagi memonopoli urusan dalam Kediaman Pangeran, bahkan menyerahkan sebagian besar wewenang rumah tangga kepada para selir. Dia pun tak lagi selalu menempel di sisi Bayu. Sebaliknya, dia berulang kali mencari alasan untuk mendorong sang suami ke kamar para selir. Bahkan saat putra kandungnya, Kresna Adiatma, terkena demam tinggi dan meracau memanggil 'Ibunda' semalaman di atas ranjang, Laras hanya duduk tenang di kamarnya, asyik membalik halaman buku cerita, tanpa sekali pun mendongak. Bayu tak bisa lagi menahan diri. Dia mendorong kasar pintu kamar istrinya. "Laras, sampai kapan kamu akan terus membuat ulah?" Laras perlahan mendongak, raut wajahnya tampak polos dan bingung. "Membuat ulah? Apa maksud Pangeran? Aku sama sekali tidak sedang membuat ulah."
Dokter Peter, Aku Tidak Membutuhkanmu Lagi - undefined novel & cerita
Muriaz
Peter menyadari aku tidak menceritakan segala hal kepadanya lagi. Saat perusahaan menugaskanku dinas luar kota, aku langsung menandatangani berkasnya. Saat sahabatku mengundang kami berdua ke pernikahannya, aku datang sendiri dan memberikan hadiah yang besar. Bahkan saat sakit, rawat inap, dan harus dioperasi, aku yang mengatur jadwalnya sendiri. Sebagai dokter, Peter mengerutkan kening setelah mengetahuinya. "Kamu sakit kenapa nggak bilang? Berikan rekam medisnya padaku, biar kuatur." Tanpa berpikir panjang, aku menjawab, "Nggak usah, aku bisa sendiri. Jangan sampai merepotkanmu, terima kasih." Begitu kalimat itu terucap, kami berdua sama-sama terdiam. Padahal, setengah bulan yang lalu, aku masih sangat manja dan lengket padanya. Bahkan untuk urusan baju kencan atau menu makan siang saja, aku harus mengirim pesan untuk meminta pendapatnya.
Daun Gugur Tanpa Suara - undefined novel & cerita
Muriaz
Sehari sebelum jadwal datang bulan, aku melihat sebuah catatan di ponsel tunanganku. [Kira-kira besok dia datang bulan. Aku harus menyiapkan pembalut dan obat pereda nyeri di tasnya dulu.] Aku tersenyum manis, merasa tersentuh oleh perhatian tunanganku. Namun keesokan harinya, saat perut bagian bawahku mendadak kram hebat, aku meraba-raba isi tasku dengan wajah pucat pasi. Hasilnya nihil, tidak ada apa-apa di dalam sana. Darah merah pekat terlanjur menembus celanaku. Di tengah kepanikan, murid-murid menunjuk ke arah belakangku sambil berbisik dan tertawa. Saat itu, aku mengira dia hanya lupa menyiapkannya. Sampai akhirnya, guru magang yang baru masuk membuat sebuah unggahan di media sosialnya. [Baru mulai kerja langsung ketemu mentor idaman! Dia bahkan menyiapkanku pembalut dan obat pereda nyeri. Haid kali ini sama sekali nggak sakit.] Unggahan itu dilengkapi foto sebutir ibuprofen, pembalut, serta segelas air seduhan gula merah dan kurma. Obat itu adalah obat yang selalu kusediakan di rumah karena nyeri haidku yang parah. Dan pembalut itu adalah satu-satunya merek yang tidak menimbulkan reaksi alergi pada kulitku. Aku mematikan ponsel, menatap cincin di jari tengahku cukup lama, lalu bangkit menuju ruang kepala sekolah untuk mengajukan permohonan studi banding ke luar negeri. Tujuh tahun bersama, dia bahkan tidak pernah mengingat tanggal siklus datang bulanku. Mulai sekarang, pria itu tidak perlu mengingatnya lagi.
Setelah Sepuluh Hari, Semua Tersisa Kenangan - undefined novel & cerita
Lidik
Setelah mengetahui keberadaan Larissa, aku tidak bertengkar dengan Nicholas Sena. Aku hanya menyerahkan surat perjanjian cerai kepadanya. Dia duduk tertunduk. Setelah ragu sejenak, dia merobek surat itu. “Sepuluh hari. Sepuluh hari lagi, aku akan mengirim Larissa pergi sejauh mungkin. Dia tak akan muncul lagi dalam kehidupan kita.” Setelah berkata begitu, dia langsung berbalik dan pergi meninggalkan rumah tanpa menunggu jawabanku. Begitulah sepuluh hari itu dimulai. Nicholas mengajaknya arung jeram, mendaki gunung bersalju, lompat bungee, hingga terjun payung. Mereka mencoba segala hal yang memacu adrenalin. Dia juga mengajak wanita itu melihat matahari terbit di pantai, berdoa di Vihara Kalindra, dan melakukan segala hal yang romantis. Hingga malam di hari kesembilan. Setelah membereskan semua barang bawaanku, tanpa sengaja aku menerima panggilan video dari diriku sepuluh tahun yang lalu. “Jadi, kamu benar-benar diriku sepuluh tahun lagi ya?” serunya dengan mata berbinar. “Kalau begitu, aku dan Nico pasti sudah menikah dan punya anak, kan?” Senyumku seketika meredup dan langsung melangkah ke balkon. Aku mengarahkan kamera ke bawah, memperlihatkan Nicholas dan Larissa yang sedang berpelukan erat, seakan tak ingin terpisahkan. “Inilah akhirnya.” Dia terpaku, matanya membelalak tak percaya. “Ini nggak mungkin.” Suaraku terdengar lemah, nyaris tanpa tenaga. “Elena ... kumohon. Jangan menikah dengannya.”
Setelah Dia Kembali, Aku Melepasnya - undefined novel & cerita
Juwara
Di hari sidang, hakim mengajukan pertanyaan sesuai prosedur yang biasa dilakukan. "Kalian baru menikah tiga tahun. Apa hubungan kalian benar-benar sudah hancur?" Aku mengatupkan bibir sambil tersenyum pahit, lalu melepaskan cincin kawinku dan meletakkannya di atas meja. "Selama tiga tahun menikah, kami juga sudah hidup terpisah selama tiga tahun." "Pak Hakim, apa masih ada perasaan di antara kami?" Selama lima tahun berpacaran, aku adalah kontak yang dia sematkan di bagian paling atas kontak WhatsApp-nya. Nomorku juga jadi kontak daruratnya. Bahkan, penerima manfaat asuransinya juga aku. Aku mengira sudah mencintai orang yang tepat. Namun, di hari pernikahan kami, dia menerima telepon dan wajahnya langsung menjadi pucat pasi. Ketika aku bertanya apa yang terjadi, dia hanya mengatakan bahwa ibunya sakit. Dia meninggalkan segalanya dan langsung membeli tiket pesawat untuk pulang ke kampung halamannya. Selama tiga tahun berikutnya, setiap hari dia mengirimkan foto makanan tiga kali sehari di tiap waktu makan, tetapi ibunya tidak pernah muncul sekalipun dalam foto-foto tersebut. Aku merasa kasihan padanya dan berkata ingin mengundurkan diri dari pekerjaan untuk membantunya merawat ibunya. Namun, dia berkata dengan sedih, "Aku nggak tega." Hingga sebulan yang lalu, aku menemukan akun seorang influencer yang sedang berjuang melawan kanker. Eric Maheswara muncul di vlog influencer itu, dengan keterangan yang begitu hangat. [Ada dia, di setiap terbangun di pagi hari.] [Ada dia, di setiap makan tiga kali sehari.] [Tangan yang saling menggenggam erat ini, juga dirinya.] Lalu, bagaimana dengan aku? Selama 1095 hari dan malam, aku hanya seorang diri. Dia sudah menipuku. Hakim pun mengetuk palu, lalu mengajukan pertanyaan terakhir. "Sudah memikirkannya masak-masak?" Aku mengangguk dengan tegas. Saat putusan cerai dibacakan, aku menatap surat putusan itu dan air mataku tumpah tak terbendung. Eric, aku membebaskanmu. Aku juga membebaskan diriku sendiri.
Akhirnya Menyerah, Derita Tiada Akhir Si Istri Pencemburu - undefined novel & cerita
Marla
Jamuan istana baru saja memasuki penghujung acara, kabar bahwa Jenderal Muda Andra yang menghamburkan harta demi membeli seorang kembang rumah bordil sudah menyebar ke seluruh ibu kota. Semua tamu yang hadir serempak menoleh ke arah Wulan, sang Putri. Siapa yang tidak tahu kalau dia terkenal sebagai istri yang sangat pencemburu? Selama lima tahun menikah dengan Andra, yang satu gemar main perempuan, yang satu lagi melabrak ke rumah bordil. Keributan yang mereka buat nyaris menjadi bahan gosip wajib warga ibu kota setiap kali mengobrol. "Tuan Putri ...." Pelayan pribadi Wulan bergegas mendekat sambil merendahkan suara. "Perlukah hamba membawa pengawal untuk menjemput Jenderal pulang sekarang juga?" Suara Wulan tetap tenang. "Nggak perlu. Apa uang dia cukup? Kalau kurang, kirim lagi. Ambil dari simpananku." Pelayan itu terpaku. Seluruh orang di aula pun ikut tercengang, lalu suasana seketika menjadi riuh. "Apa? Malah menyuruh mengirim uang? Bukan menyuruh pengawal menyeret Jenderal Andra pulang?" "Aku dengar waktu Jenderal Andra minum bersama wanita penghibur, Putri langsung mengambil pedang dan menyerbu rumah bordil. Jenderal sampai harus beristirahat berhari-hari untuk memulihkan luka. Kenapa kali ini berubah?" "Betul! Waktu festival malah lebih parah. Tiga perahu hias dibakar sampai habis." "Setiap kali Jenderal Andra berulah, istana pasti menghukumnya. Tapi untuk apa? Besoknya dia tetap lanjut bersenang-senang di tempat hiburan." "Jangan-jangan dia akhirnya sadar kalau bertindak begitu nggak akan bisa mempertahankan hati suaminya, jadi sekarang mau pura-pura jadi istri yang lembut dan baik hati?" Semua bisik-bisik itu terdengar jelas di telinga Wulan.
Ciuman Perpisahan Di Malam Musim Panas - undefined novel & cerita
Prazas
Ibu Larsen, sang pewaris keluarga elite ibu kota, akhirnya sadar setelah sepuluh tahun menjadi pasien vegetatif akibat dikira didorong seseorang hingga jatuh dari tangga. Semua tokoh terpandang di ibu kota datang menjenguknya. Mereka berlomba-lomba memuji Larsen di hadapan wanita tua itu karena begitu berbakti dan telah menghukum orang yang mencelakai ibunya selama sepuluh tahun penuh. Meskipun orang yang dianggap bersalah itu adalah pacar Larsen semasa SMA, Larsen tidak pernah sedikit pun berbelaskasihan. Namun, setelah semua orang selesai bicara, wanita tua yang sudah lama terdiam itu malah tampak kebingungan. "Orang yang bersalah? Nggak ada yang dorong aku, kok. Aku jatuh sendiri." Brak! Tangan Larsen bergetar, pisau buah yang dipegangnya jatuh ke lantai. Dia mendongak dengan tercengang. "Bu, apa Ibu bilang?" Jadi, orang yang mencelakai ibunya bukan Alena? Namun, setelah Alena keluar dari penjara, Larsen telah memaksanya menikah dengan seorang pengemis buta dari kawasan kumuh. Sudah tiga tahun ....
Tak Ingin Mengorbankan Diri Demi Pria yang Tak Memilihku - undefined novel & cerita
QJH
Setelah menggendongku ke atas ranjang, pacarku, Nolan, tiba-tiba memelukku. "Sayang, teman sekamarmu itu lumayan seksi. Kasih aku kontaknya, dong?" Aku tertegun lalu menoleh menatapnya. Dia dengan santai menarik selimut untuk menyelimutiku. "Cepat atau lambat kita juga bakal menikah. Tapi kalau seumur hidup cuma bersama satu orang, apa menurutmu itu nggak membosankan?" "Aku belum mau melepaskan seluruh hamparan bunga hanya demi satu bunga sepertimu." Aku menatapnya beberapa detik, lalu menepis tangannya. Dengan tenang aku mengangguk. Hari saat aku pindah, dia mengadangku di depan pintu apartemen. Keningnya berkerut begitu dalam saat berkata, "Chloe, bukannya kita sudah sepakat masing-masing bebas bermain? Kenapa kamu ngambek begini?" Aku membungkuk mengangkat koper. "Nggak jadi. Aku ini orangnya cukup tradisional." Belakangan, setelah puas bersenang-senang, dia kembali mencariku. Aku menunduk melihat cincin nikah yang baru saja melingkar di jari manisku, lalu tersenyum. "Maaf, aku nggak pernah kembali sama mantan." Hamparan bunga begitu luas, jika bunga ini tidak cocok, tinggal ganti dengan yang lain. Bagaimanapun juga, aku selalu pantas mendapatkan yang terbaik.
Duka di Bawah Sinar Rembulan - undefined novel & cerita
Iola
Hari Arsa Prabawa resmi diangkat menjadi perdana menteri, kalimat pertama yang dia ucapkan kepada Kirana saat kembali ke kediaman adalah keinginan untuk menikahi Maya Kusuma sebagai istri yang setara statusnya. Kirana mengangguk dengan tenang. Sejak saat itu, dia tampak berubah menjadi orang yang berbeda. Dulu, mendengar Arsa melirik pelayan wanita mana pun saja sudah membuatnya sesak napas cukup lama. Kini, dia mengurus sendiri upacara pernikahan dengan sangat megah dan teliti, bahkan jauh lebih meriah daripada perayaan pernikahannya sendiri dahulu. Dulu, dia selalu mencari alasan untuk mengantarkan sup dan kue ke ruang kerja Arsa, kini, dia hidup menyendiri dan tidak pernah lagi muncul di hadapannya. Dulu, dia berdandan rapi setiap hari sambil berharap mendapat sedikit perhatian Arsa, kini, dia tampil polos tanpa riasan, mengurung diri di kamar, bahkan saat Arsa melangkah masuk ke pekarangannya dan hendak menciumnya, dia dengan lembut mendorong Arsa keluar! "Aku lagi datang bulan hari ini, takut tidak bisa melayani dengan baik. Maya barusan masuk kediaman dan sangat membutuhkan kasih sayang serta pendampingan kamu, sebaiknya kamu pergi ke pekarangan Maya saja."
Aku Menyaksikan Hatinya yang Perlahan Menjadi Tandus - undefined novel & cerita
Mickey
Aku memiliki sebuah rahasia. Setiap kali bersentuhan dengan siapa pun, aku bisa melihat wajah orang yang paling mereka cintai. Sejak Nadhil pindah ke sebelah rumahku saat kami berusia tujuh tahun, di dalam hatinya hanya ada aku. Pada usia delapan belas tahun, saat dia menggenggam tanganku, orang yang ada di hatinya adalah aku. Saat berusia dua puluh dua tahun dan melamarku, yang di hatinya tetap aku. Pada malam pertama pernikahan kami, saat dia menciumku, yang ada di hatinya tetap aku. Pagi hari saat hari peringatan tiga tahun pernikahan kami, aku merapikan kerah bajunya. Saat ujung jariku menyentuh jakunnya, seperti biasa aku memejamkan mata sejenak. Namun, saat itu aku melihat dua wajah. Satu adalah wajahku, satunya lagi wajah seorang perempuan yang asing. Malam itu, layar ponsel Nadhil menyala. [Kak Nadhil, makasih ya, sudah menemaniku hari ini.] Dua puluh satu tahun, seratus ribu kali sentuhan. Untuk pertama kalinya, kemampuanku meleset.
Sebelumnya
12345
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status