Nama Pena Anar
"Kau tahu apa artinya, Amira? Mulai detik ini... Jika aku menyuruhmu membuat roti di dapur ini, kau harus membuat roti dengan kualitas terbaik. Dan... jika aku menyuruhmu untuk membuka lebar-lebar kedua kakimu untukku,... Kau juga harus melakukannya tanpa ragu. Persis seperti seekor anjing yang jinak, di hadapan tuannya. Kau paham?!"
.
Sultan Rayyan Al-Fariz—penguasa tiran yang dingin dan angkuh—hidup dalam kegelapan yang hambar. Trauma masa lalu membuatnya membenci wanita dan kehilangan selera makannya akibat penyakit anoreksia yang dideritanya. Baginya, dunia ini hanyalah tempat yang penuh racun. Sampai ia mencicipi roti buatan Amira—dan merasakan gairah saat menatap bibir gadis itu...
.
Amira, seorang pembuat roti yang hancur karena terlilit utang dan dikhianati, tidak punya pilihan selain menandatangani kontrak berbahaya.
Sultan Rayyan menawarkan kebebasan finansial, dengan satu syarat mutlak: Amira harus melayani apa pun yang ia minta, kapan pun ia mau!
.
Kesepakatan itu segera berubah menjadi permainan dominasi yang berbahaya!
Di siang hari, Amira adalah koki pribadi yang memberikan kehangatan lewat masakannya. Namun di malam hari, Rayyan terus menuntut "menu tambahan" , untuk memenuhi obsesinya.
.
Saat Amira mulai terjebak dalam pesona pria itu Ibu tiri Sultan malah berusaha menyingkirkannya dengan berbagai cara!
Di tengah intrik istana dengan segala kebusukannya, haruskah Amira pergi dan kembali ke kehidupannya sebagai rakyat biasa, atau menetap di istana megah itu dan melawan musuh-musuh mereka?
4.1K