Novels
Short Stories

Genres

All
Romansa
Realistis
Manusia Serigala
Mafia
Vampir
Mitologi
Fantasi
Kehidupan Sekolah
Imajinasi
Reinkarnasi
Gairah
Misteri/Thriller
Mistis Rakyat
Romansa Sejarah
POV Pria

Characters

27
All
Mandiri
Pelakor
Psikopat
Munafik
Wanita Kuat
Mafia
Istri Muda
Cinta Pertama
Kejam
Teman Masa Kecil
Dokter
Cinta Sejati
Pengasuh
Bestie
Pengganti
Guru
Bucin
Menantu
Sekretaris
Identitas Tersembunyi
Tetangga
Influencer
Vampir
Ahli Forensik
Pilot
Selebriti
Teman Sekamar
Show more

Plot & Setting

27
Penyesalan×
All
Penyesalan
Pernikahan
Selingkuh
Dewasa 18+
Menggoda
Karma
Hubungan Keluarga
Balas Dendam
Kesadaran Diri
Pura-pura Mati
Kriminal
Dunia Kerja
Perundungan
Penebusan
Sistem
Kehamilan
Nikah Kontrak
Cinta Lama Bersemi Kembali
Melawan Takdir
Kutukan
Dunia Hiburan
Dunia Paralel
Perjalanan Waktu
Kekuatan Super
Pusat Perhatian
One Night Stand
Petualangan
Show more

Themes

16
Plot Twist×
All
Plot Twist
Drama
Gairah
Cerita Enak
Reinkarnasi
Bangkit
Manis
Obsesi
Toxic
Healing
Cinta Terpendam
Motivasi
Pusing
Kocak
Semangat
Multi POV
Show more

Plot Twist Penyesalan Short Stories & Novels

Discover a collection of engaging Plot Twist Penyesalan short stories with compelling plots and immersive storytelling. Perfect for readers seeking one-hour short stories and quick, immersive reads online.
Aku Menikahi Pamannya, Baru Dia Menyesal - undefined novels & stories
sago pudding‌
Seminggu sebelum hari pernikahan, Liam Suwanto diam-diam ganti nama calon mempelai pria di formulir pendaftaran pernikahan. Nama yang semula miliknya diganti jadi nama pamannya sendiri, Edwin Suwanto, ketua mafia baru Keluarga Suwanto. Seorang temannya menatap dia dengan wajah terkejut. "Kamu sudah gila, yah? Selena sudah tunggu kamu selama tujuh tahun. Di mata semua orang, dia hampir dianggap perawan tua! Dan sekarang kamu justru serahkan dia ke pamanmu yang paling kejam itu?" Liam hanya tersenyum santai. "Lena dan aku kalah dalam sebuah taruhan. Aku sudah janji akan penuhi satu permintaannya." "Lagian, begitu Selena tahu namanya diganti, dia pasti akan panik lalu lari cari aku untuk minta perbaiki semuanya." "Dan lagi, mana mungkin pamanku beneran mau nikahi Selena? Begitu tahu kesalahan itu, dia pasti langsung batalkan pertunangannya. Dan pada akhirnya, Selena tetap akan jadi istriku." Nada suaranya terdengar begitu ringan, seolah semua itu cuma permainan saja. Teman-temannya langsung tertawa terbahak-bahak. Sementara itu, aku telah berdiri di balik pintu cukup lama, dengarkan setiap kata yang mereka ucapkan. Sedikit demi sedikit, hatiku jadi beku. Hari pernikahan akhirnya tiba. Aku tetap datang seperti yang telah direncanakan. Sementara itu, Liam, pria yang selama ini selalu angkuh dan merasa segalanya berada dalam genggamannya justru jadi gila saat berusaha terobos masuk ke dalam gereja. "Aku pengantin prianya! Aku yang seharusnya jadi pengantin prianya!"
Saat Aku Kembali ke Ibuku, Keempat Ayahku Dilanda Penyesalan - undefined novels & stories
Bintang
Ibuku adalah seorang gadis penakluk. Setelah misinya berhasil, dia meninggalkan dunia ini dan mewariskan empat ayah untukku. Ayah pertama adalah seorang konglomerat yang kekayaannya tidak tertandingi. Ayah kedua adalah aktor ternama yang dikenal seluruh negeri. Ayah ketiga memiliki kemampuan medis yang luar biasa, sedangkan ayah keempat memegang jabatan tinggi dan kekuasaan besar. Setelah memanjakanku selama 16 tahun, putri dari cinta pertama mereka, Sophia, akhirnya kembali. Sejak hari itu, keempat ayahku hanya percaya padanya dan tidak lagi memercayaiku. Saat Sophia berkata bahwa aku memakinya lebih hina daripada anjing dan tidak pantas tinggal di rumah, mereka menyuruhku makan makanan anjing dan tidur di kandang. Ketika dia menuduhku menghasut teman-teman di sekolah untuk merundungnya, para ayah memaksaku keluar dari sekolah dan menyewa tiga preman kecil untuk memukuliku di rumah selama tiga bulan. Lalu, setelah Sophia sekali lagi menuduhku mendorongnya, mereka mengurungku di dalam kandang anjing tanpa makanan selama tiga hari tiga malam. Ketika hampir mati kelaparan, aku mendengar suara Ibu. “Friska, apakah kamu ingin kembali ke sisi Ibu?”
Tanpa Lamaran Ke-101 - undefined novels & stories
Ehsan
Aku dan seorang aktris papan atas, pernah membuat sebuah janji. Asalkan aku melamarnya secara heboh sebanyak 99 kali dengan siaran langsung di seluruh internet, dia akan mengumumkan hubungan kami secara resmi pada lamaran yang ke-100. Namun, saat aku melakukan lamaran yang ke-100, dia malah menemani seorang aktor pendatang baru untuk berlatih teknik berciuman di atas kapal pesiar pribadi sambil tersenyum manis. Aku pun menjadi bahan tertawaan sepenuhnya. Dengan penuh rasa bersalah, aktris itu mengirimkan pesan kepadaku. [Pada lamaranmu yang ke-101, aku pasti akan menerimamu.] Kali ini, dia berdandan secantik bidadari yang turun dari kayangan dan masuk ke dalam ruang siaran langsungku. Namun, tepat di hadapannya, aku membakar 100 surat lamaran yang pernah kutulis untuknya, termasuk surat diagnosis kanker lambungku yang kusembunyikan di sela-sela surat itu. "Nggak ada lamaran yang ke-101 lagi, Nona Amanda."
Aku Mati Karena Sebuah Lelucon April Mop - undefined novels & stories
Faisal
Setiap tanggal 1 April, tepat di Hari April Mop, kakakku selalu bersekongkol dengan adik perempuanku untuk mengerjaiku. Tahun lalu, mereka mengunciku di dalam ruang pendingin. Akibatnya, aku mengidap asma yang sangat parah. Tahun ini, kakak tiba-tiba meminta maaf. Katanya, sebagai bentuk permintaan maaf, dia akan mengajakku cave diving. Aku menyelam dengan penuh harapan. Namun ketika mencapai kedalaman sekitar dua puluh meter, sesak napas yang mematikan tiba-tiba menyerang. Tanpa kusadari, adikku diam-diam telah menutup katup oksigenku. Tawa puasnya langsung terdengar dari alat komunikasi bawah air. “Kak Hans, lihat, ‘kan? Aku bilang apa? Kak Salsa pasti bakal tertipu!” “Memang kamu paling pintar. Bisa-bisanya kepikiran cara seperti ini buat ngerjain kakakmu. Dasar usil!” timpal Hans lembut penuh kasih sayang. Wajahku perlahan berubah ungu kebiruan karena kehabisan napas. Aku mati-matian berusaha membuka katup oksigen cadangan. Namun adikku justru berenang mendekat, lalu menepis tanganku. “Kak, lihat tuh! Kak Salsa jago banget aktingnya. Baru juga beberapa detik sudah pura-pura nggak kuat,” katanya manja melalui alat komunikasi. Suara Hans terdengar dingin. “Tahan sebentar lagi. Kamu memang terlalu dimanja. Baru segitu saja sudah nggak kuat.” “Dasar memalukan! Kamu nggak ada apa-apanya dibanding Fara.” Aku menatap sosok kakakku dengan penuh keputusasaan. Kak... Apa kakak sudah lupa? Karena lelucon kalian tahun lalu… Paru-paruku telah mengalami kerusakan permanen. Napasku semakin berat. Pandanganku perlahan menggelap. Tubuhku akhirnya tenggelam ke dasar laut yang sunyi dan gelap. Kak... Lelucon kali ini... Sama sekali tidak lucu. Karena... Aku benar-benar akan pergi… Untuk selamanya.
Jujur atau Tantangan: Aku Pilih Pergi - undefined novels & stories
Bagel
Setiap kali bermain game "Jujur atau Tantangan", Clara, teman masa kecil pacarku, selalu menantang Ronan untuk mengerjaiku, sedangkan Ronan tidak pernah menolak, dia berpura-pura melamarku. Terakhir kali, aku sempat percaya dengan tipuan mereka. Aku mengulurkan tangan dengan senang hati, tetapi komponen di dalam cincin itu tiba-tiba menjepit jariku, seketika itu juga aku menjerit kesakitan. Ronan dan Clara tertawa terbahak-bahak, mengabaikan jariku yang sudah membiru karena terjepit. Setelah itu, Ronan menahanku di dinding dan bersumpah bahwa dia akan serius melamarku tahun ini. Sehingga ketika pengawalnya mengantarku ke klub elite tempat kami pertama kali bertemu, aku mengenakan gaun sutra putih yang mahal, menata rambut, bahkan berdandan secantik mungkin. Aku juga membayangkan momen lamaran yang mengharukan, membayangkan aku menganggukkan kepala dan menjawab, "Ya, aku bersedia." Namun begitu aku membuka pintu ruang VIP, betapa terkejutnya diriku, ada seseorang yang mengguyur segelas anggur merah ke wajahku. Minuman itu menetes dari dagu dan membasahi gaunku. Tawa seorang wanita langsung pecah di tengah kerumunan. "Sudah kubilang, Aurora pasti datang, 'kan? Ronan, kamu kalah!" Ronan menghampiriku dengan wajah pasrah. Pria itu mengusap wajahku menggunakan tisu dengan lembut, nada suaranya masih selembut biasanya. "Kamu dandan demi aku, ya? Sayang sekali, gaunmu jadi kotor." "Clara menantangku bertaruh apakah kamu berani datang ke klub kita malam ini, aku yakin kamu pasti datang. Taruhannya seperti ini: Kalau kamu nggak datang, aku akan melamarmu besok. Sebaliknya, kalau kamu datang, maka lamaran ini diundur tahun depan." "Maaf, Sayang. Karena kamu datang, jadi kita batal menikah tahun ini." Aku menatapnya. Setelah terdiam lama, aku bertanya, "Apa kamu ingat besok itu hari apa?" Pria itu mengangkat bahu sambil tersenyum. "Tentu, besok adalah hari jadian kita yang keenam tahun, aku nggak mungkin lupa." Anggur merah itu mengalir melewati tulang selangkaku, rasa dingin dan lengketnya membuat tubuhku menggigil. Tiba-tiba, semua terasa sia-sia. Hari jadian kami tidak berarti apa-apa dibandingkan dengan salah satu lelucon mereka ini. Orang sepertiku tidak pernah bisa menang melawan teman masa kecilnya, Clara. Aku melepaskan gelang perak yang terus kupakai selama enam tahun dari pergelangan tanganku. "Semua sudah berakhir, kita putus!"
Putri yang Mereka Biarkan Mati - undefined novels & stories
Finn
Bella Basuki sekarat. Leukemia mieloid akut stadium tiga. Dokter keluarga kabari aku lewat telepon, satu-satunya harapan adalah transplantasi sumsum tulang. Dibutuhkan donor yang benar-benar cocok. Dan saudara kembar identik punya tingkat kecocokan hingga sembilan puluh sembilan persen. Aku remas lembar hasil diagnosis itu. Di bagian paling atas tertulis namaku: Gemma Basuki. Namun suara dokter bergetar saat dia berulang kali minta maaf. Terjadi kesalahan administrasi. Yang sakit bukan aku. Melainkan saudara kembarku Bella. Dan obatnya adalah aku. Aku harus segera pulang. Hujan menghantam jendela taksi tanpa henti. Sepanjang perjalanan, aku terus bayangkan gimana semuanya akan terjadi. Ayah akan letakkan cerutunya. Ibu akan terkejut. Lalu aku akan jelaskan kekeliruan itu. Nama di laporan itu memang namaku, tetapi hasil pemeriksaan darah adalah milik Bianca. Aku masih bisa perbaiki semuanya sebelum terlambat. HP-ku tiba-tiba menyala. Grup keluarga. Sebuah pesan singkat dari Ayah muncul di layar. [Gemma divonis penyakit terminal. Bianca nggak boleh jadi pendonor. Ini keputusan keluarga.] Darahku seketika membeku. Mereka sudah lihat berkas yang salah kirim. Mereka kira akulah yang lagi sekarat dan mereka pilih biarkan aku mati. Saat aku dorong pintu rumah hingga terbuka dan lihat sosok Ayah berdiri di sana, aku langsung rasakan hawa di sekelilingku berubah. Seolah suhu ruangan mendadak turun drastis. Seakan seluruh dunia membeku di sekitarku. Mataku mulai terasa panas. Air mata menggenang, nggak mampu kutahan lagi. "Ayah," ucapku lirih, berusaha jaga suaraku agar nggak pecah. "Aku mau tanya sesuatu." Dia angkat kepala dari cerutunya dengan raut kesal. "Kalau yang sedang sekarat itu Bianca," bisikku. "Apa Ayah akan minta aku donorkan sumsum tulangku untuk selamatkan dia?" Ruangan itu langsung sunyi. Ayah perlahan letakkan cerutunya. Keheningan panjang penuhi udara. "Aku nggak akan lakukan itu," jawabnya akhirnya. "Tentu saja nggak. Keluarga kita punya cukup sumber daya. Kita akan cari pendonor lain. Kita nggak akan pernah minta kamu ambil risiko sebesar itu." Senyum tipis terukir di bibirku. Senyum kecil yang pahit. "Bagus," kataku pelan. "Itu jawaban ayah sendiri, jangan nyesal nanti."
Gerimis Terakhir di Jianika - undefined novels & stories
C.H
Tepat pada tahun kesepuluh sejak aku terlempar ke dunia modern tanpa sengaja, sistem akhirnya menyadari keberadaanku sebagai sebuah anomali. Sistem bersiap mengirimku kembali ke dinasti asalku dan memberiku waktu tiga hari untuk berpamitan. Pada hari pertama, Viona Limawan memintaku merelakan pernikahan kami demi sahabat masa kecilnya. Aku tidak menangis atau membuat keributan. Aku hanya tersenyum, melepas cincin pertunangan, lalu mengembalikannya kepadanya. Hari kedua, dia membawa sahabat masa kecilnya pulang dan berkata ingin memberinya tempat tinggal. Aku menerimanya dengan tenang dan memilih mengalah. Hari ketiga, dia ingin mengajak sahabat masa kecilnya berbulan madu ke Jianika, tempat yang selama ini paling ingin kukunjungi. Aku tetap membantunya mengatur semua persiapannya dengan sabar. Namun, saat kendaraan yang membawa mereka melaju menuju Jianika, aku justru berbalik dan melangkah menuju arah pulangku sendiri. Mimpi yang bertahan selama sepuluh tahun akhirnya benar-benar usai.
Semoga Tak Ada Lagi Badai di Separuh Hidupku - undefined novels & stories
L.S
Aku menghabiskan tiga tahun penuh untuk menaklukkan hati Nathan Setiawan, pria yang dikenal bak bunga di puncak gunung yang sulit dijangkau. Lalu, dengan mengorbankan seluruh karierku, akhirnya aku berhasil menjadi Nyonya Setiawan yang begitu diidam-idamkan banyak orang. Namun, tepat pada hari peringatan lima tahun pernikahan kami, aku memutuskan untuk bercerai. Pengacaraku adalah sahabatku sendiri. Berulang kali dia bertanya, "Kau yakin? Dulu, demi menikah dengannya, kau bahkan langsung menolak tawaran dari Vogue. Sekarang, kau malah bilang mau bercerai?" Aku menahan getir yang memenuhi dadaku. "Tolong buatkan surat perjanjian perceraian untukku. Secepat mungkin." Dia tidak mengerti. "Kenapa?" Aku memandang buket bunga kecubung hitam yang dibungkus dengan begitu mewah di atas meja makan, lalu memberikan jawaban terakhir, "Karena ... sebuket bunga."
Dia Bagai Pasir di Pelupuk Mataku - undefined novels & stories
Mohini
Saat istriku dinyatakan hamil, di perjalanan pulang tiba-tiba dia berkata kepadaku, "Ada sesuatu yang mau kukatakan." "Sebenarnya anak yang ada di dalam kandunganku adalah anak kakak ipar. Surat izin kelahirannya juga sudah selesai diurus." Senyum di wajahku langsung membeku. Dia mengeluarkan selembar hasil Tes DNA dari dalam tasnya. Pada kolom ayah benar-benar tertulis nama Felix Gondo. Dia berkata dengan nada yang begitu tenang hingga terasa mengerikan, "Hari itu kau demam tinggi dan tertidur di kursi belakang mobil. Kami melakukannya di kursi depan." "Di tempat aku duduk sekarang ini." Dalam sekejap, seluruh tubuhku seakan terjun ke dalam jurang es. Aku membuka mulut, tetapi tenggorokanku terasa seperti tersumbat sesuatu. Setelah mengatakan itu, Salma Kurniawan menatap perutnya yang mulai membesar. Setiap kata yang keluar dari mulutnya menusuk hatiku. "Kalau kau benar-benar nggak bisa menerimanya, aku bisa gugurkan. Tapi kuota surat izin kelahiran cuma ada satu. Kalau kesempatan ini hilang, kita berdua nggak mungkin punya anak lagi." "Sekarang, aku sudah mengatakan yang sebenarnya padamu. Membiarkan anak ini lahir atau nggak, kau yang putuskan."
Sedekat Cinta, Sejauh Ufuk - undefined novels & stories
Jisu
Pada hari kami mendaftarkan pernikahan, Celine Raharja berkata bahwa suami dan istri pisah kamar selama lebih dari seminggu, secara otomatis akan dianggap bercerai. Oleh karena itu, setiap kali kami bertengkar, begitu dia mengambil bantal dan pindah ke kamar tamu, aku selalu langsung merendahkan diri dan meminta maaf. Kalimat itu dia gunakan untuk mengendalikanku selama tiga tahun penuh. Di hari ulang tahunku yang ke-28, dia kembali melewatkan janji makan malam denganku karena seorang anak magang. Setelah pulang ke rumah, aku tidak menyambut kotak berisi kancing manset berlian yang dia sodorkan kepadaku. Dia mengernyit sambil menatapku cukup lama sebelum akhirnya berkata dengan dingin, "Apa di matamu ulang tahun yang bisa dirayakan setiap tahun lebih penting daripada nyawa manusia?" "Setelah mengantar Elio ke rumah sakit, aku sudah berusaha pulang secepat mungkin. Tapi kau masih saja membuat masalah!" "Julian, rasa cemburumu benar-benar membuatku takut!" Setelah mengatakan itu, dia berbalik dan berjalan menuju kamar tamu. Hanya saja ... kali ini aku tidak lagi mengejarnya.
Ketika Cinta Tinggal Kenangan - undefined novels & stories
Feli
Sehari sebelum ujian masuk perguruan tinggi, aku sengaja merekam sebuah video. Isinya adalah percakapan antara diriku sepuluh tahun lalu dengan diriku sepuluh tahun kemudian. Siapa sangka… Video itu benar-benar terhubung dengan diriku di masa depan. “Apa aku berhasil masuk program sarjana-magister terpadu di Universitas Kahyangan?” “Adam Lewis masih jadi sahabat terbaikku, ‘kan? Meski sifatnya menyebalkan, selain aku, memangnya ada orang lain yang mau memperlakukannya setulus ini?” “Kalau semuanya berjalan lancar, sekarang aku pasti sudah lulus S2.” “Aku juga pasti sudah menjalani kisah cinta dari bangku kuliah sampai ke pelaminan bersama Mika Damyong, ‘kan?” “Mungkin saja… kami bahkan sudah punya anak yang lucu.” “Aku sudah menyiapkan namanya sejak lama.” Aku membayangkan masa depan dengan penuh semangat. Namun, saat diriku sepuluh tahun kemudian mendengar nama Mika, emosiku langsung meledak. “Mika sengaja menyiapkan pena bertinta menghilang untukmu supaya Adam jadi juara umum tingkat kota!” “Kamu gagal masuk Universitas Kahyangan dan terpaksa mengulang ujian setahun kemudian!” “Di depanmu, Mika berpura-pura sedih.” “Dia bahkan setuju menjalani hubungan jarak jauh denganmu.” “Tapi begitu di kampus, dia justru terang-terangan berpacaran dengan Adam” “Mereka menjadi pasangan serasi yang membuat semua orang iri.” “Rafael Mananta…” “Kamu benar-benar bodoh!” “Kamu sudah diselingkuhi…” “Masih saja berterima kasih sama Adam karena sudah menjaga pacarmu!”
Di Perbatasan Utara, Hatiku Berlabuh - undefined novels & stories
Yina
Saat Anjani Adyatama menjalani terapi MECT untuk pertama kalinya, tidak ada seorang pun di sisinya. Bahkan, Nathan Bimantara, tunangannya yang sangat mencintainya, juga tidak hadir di sana. Setelah dokter menyuntikkan obat pelemas otot ke tubuhnya, Anjani merasa pusing, juga menjadi antara sadar dan tidak sadar. Kemudian, dalam keadaan setengah sadar itu, Anjani teringat kejadian pada sore itu. Anjani sudah mengantre selama tiga jam untuk membeli kue. Lalu, kue itu dibawanya pulang dengan maksud memberikan kejutan kepada Nathan. Akan tetapi, yang dilihat Anjani justru adegan Nathan sedang berciuman dengan adiknya, Jihan Adyatama. Bibir dan lidah keduanya saling bertaut. Mereka saling berpelukan erat, seakan tidak sanggup untuk berpisah. Kue di tangan Anjani langsung terjatuh ke lantai dan hancur berantakan. Anjani pun menampar wajah Nathan. Akan tetapi, Jihan justru mendorong Anjani hingga jatuh dari tangga.
Perpisahan Tanpa Berpamitan - undefined novels & stories
Yammy
Ada seorang penerjemah bahasa Franc yang bekerja untuk suamiku. Mereka berhubungan sangat dekat. Terkadang, mereka bahkan berbagi kamar ketika bepergian untuk bekerja. Aku sangat terganggu oleh hal ini. Namun, suamiku menjelaskan dengan tidak sabar, "Pekerjaan Tara mengharuskannya untuk selalu bersamaku. Apa yang kamu pikirkan? Orang yang punya pikiran negatif akan selalu mikir yang nggak-nggak!" Aku juga merasa aku terlalu sensitif. Sampai suatu hari, di depanku, Tara berkata kepada suamiku dalam bahasa Franc, "Jangan bilang kamu mau temani wanita tua itu malam ini?" Jovan menjawab, "Tentu saja nggak, Sayang. Aku harus buat alasan untuk bohongi dia, lalu temani kamu malam ini." Pada saat ini, mereka berdua mengira aku tidak mengerti bahasa Franc.
Selamat Tinggal, Mimpi Lama - undefined novels & stories
Silas
Pada Hari Anak Internasional, aku tiba-tiba menerima telepon dari putriku di masa depan. Sambil tersenyum, aku bertanya, "Nak, apa Mama dan Papa masih saling mencintai dan hidup bahagia?" Dengan bangga, gadis kecil itu menjawab, "Tentu! Papa dan Mama saling sayang. Mereka nggak pernah bertengkar. Papa bilang, Mama itu orang yang paling Papa cintai seumur hidup!" Wajahku langsung memerah. Dalam hati aku mengomel, sejak kapan Joel pandai mengatakan hal semanis itu di depan anak? Tenggelam dalam rasa bahagia, aku kembali bertanya, "Kalau gitu, margamu ikut Mama, Winata, atau ikut Papa, Gutama?" Gadis kecil itu terdiam sejenak, seolah kebingungan. "Aku ikut Papa, Gutama. Tapi Mama marganya Santoso. Namanya Olivia." Seketika tubuhku membeku. Olivia ... itu nama sahabat masa kecilku. Kemarin, dia bahkan sampai masuk rumah sakit karena membelaku saat bertengkar dengan Joel.
Cinta Segitiga Di Antara Dia, Aku, Dan Kakakku - undefined novels & stories
Canis
Perbatasan berhasil ditembus musuh. Arsendra, jenderal muda dari Keluarga Radinata, mengucapkan sumpah militer, "Sebelum musuh ditaklukkan, aku tidak akan pulang." Kaisar sangat gembira dan memutuskan untuk menganugerahkan pernikahan kepadanya. Seluruh ibu kota kerajaan tahu bahwa Arsendra dan kakak perempuanku, Kinasih, saling mencintai. Namun, dia malah memilihku. Pada malam pernikahan kami, dia berdiri di depan ranjang dan berkata dengan nada datar, "Perjalanan ke perbatasan kali ini penuh bahaya dan kemungkinan besar aku nggak akan kembali hidup-hidup. Aku nggak ingin Kinasih ikut mengalami malapetaka seperti ini." "Titah Kaisar sulit ditolak. Aku terpaksa memilih seseorang. Maaf sudah membuatmu menanggung semua ini." Aku terdiam sesaat, lalu tidak tahan untuk bertanya balik, "Lalu, aku ini apa?" Dia terkekeh pelan, senyumnya begitu dingin, "Anggap saja aku berutang padamu." Dia mendorong pintu dan pergi. Aku pun mengembuskan napas lega. Arsendra tidak tahu bahwa sedari dulu aku juga sudah memiliki seseorang yang kucintai. Dengan begitu, kami bisa dibilang impas. Selama tujuh tahun menjaga perbatasan, kami berkali-kali lolos dari maut. Aku menemaninya bertaruh nyawa di medan perang. Kami pernah menghadapi pembunuhan, penyergapan, terluka, dan berkali-kali meloloskan diri dari maut .... Aku tidak pernah mengeluh. Sebaliknya, aku mengerahkan segenap tenaga untuk membantunya menstabilkan moral pasukan dan mengurus perbekalan. Bahkan ketika Arsendra terluka parah dan membutuhkan empedu ular berbisa untuk mengeluarkan racun dari tubuhnya, aku mempertaruhkan nyawaku sendiri dengan memasuki Gua Lima Racun demi mendapatkan empedu ular itu. Akhirnya, Arsendra berhasil menaklukkan musuh dan memasukkan wilayah barat kekuasaan kerajaan. Setelah kembali dengan kemenangan, Kaisar menganugerahinya gelar Pangeran meskipun dia bukan berasal dari keluarga kerajaan. Kaisar kemudian bertanya hadiah apa yang dia inginkan. "Hamba memohon agar istri hamba diturunkan kedudukannya menjadi selir dan hamba diizinkan menikahi Putri Kinasih sebagai istri utama." Pada akhirnya, dia tetap ingin menikahi kakakku. Namun untungnya, keinginanku akhirnya juga bisa terwujud. Aku akhirnya bisa pergi.
Putri Kesayangan Sang Ketua Mafia - undefined novels & stories
Vesper Shaw
Ayahku adalah Enzo Kusnadi, sang ketua mafia dari salah satu keluarga mafia paling berkuasa di Nevala. Dan aku adalah putrinya, sang putri kecil yang paling dia sayangi. Harta paling berharga dalam hidupnya. Ayah sembunyikan aku dari dunianya demi lindungi aku. Namun dia juga nggak ingin aku hidup sendirian. Karena itu, dia atur sebuah pernikahan untuk aku. Pria yang akan jadi suamiku adalah Leon Sudirman, putra dari pria terkaya di Nevala. Tampan, kaya raya, dan seorang bintang baru yang sedang bersinar di dunia bisnis. Jika dilihat dari luar dia adalah pria yang sempurna. Untuk pernikahan kita, Ayah bahkan pesan gaun pengantin khusus yang dibuat oleh seorang desainer ternama dari Milana. Hari ini adalah jadwal fitting gaunku. Namun begitu aku melangkah masuk ke butik pengantin itu, jantungku seakan berhenti berdetak. Nina Melati, teman masa kecil Leon, sedang kenakan gaun pengantinku. Saat lihat aku, senyuman kecil penuh kesombongan perlahan muncul di sudut bibirnya. Lalu dia ambil sebuah gaun pengiring pengantin putih berbahan poliester murahan dari atas meja dan lemparkan itu ke tanganku. "Pakai ini," katanya sambil angkat dagunya, seolah tempat itu adalah miliknya. "Kamu bisa pakai ini saat upacara nanti." Aku menatap kain tipis dan murahan di tanganku. Kemudian aku kembali menatapnya. Suaraku berubah jadi dingin. "Aku ini calon pengantin wanita. Kamu malah suruh aku pakai ini?" Nina tertawa kecil. Tawanya tajam dan penuh penghinaan. "Sudah, turuti aku saja dan nggak usah buat masalah. Leon sudah putuskan aku yang akan jalan menuju altar gantikan kamu. Sedangkan kamu cukup berdiri di sana seperti pengiring pengantin yang baik. Ikuti saja semuanya sampai selesai." Selama beberapa detik, aku nggak mampu berkata apa-apa. Lalu aku keluarkan HP-ku. Aku cari nomor Leon dan langsung telepon dia. Telepon itu berdering dua kali sebelum akhirnya diangkat. "Leon, soal Nina yang akan gantikan aku di altar. Apa menurutmu, kamu nggak mau jelasin ke aku?"
Sepanjang Hidup Ini, Kuharap Kita Tak Bertemu Lagi - undefined novels & stories
Ever
Selesai ujian masuk perguruan tinggi, aku tidak sengaja melihat sebuah unggahan. [Kalau bisa mengulang, jurusan apa yang akan kamu ganti kali ini?] Di kolom komentar, banyak sekali orang yang ingin berganti jurusan dan alasan penyesalan mereka juga bermacam-macam. Ada satu komentar yang terlihat begitu berbeda di antara sekian banyak jawaban. [Aku akan memilih jurusan Sastra dalam negeri.] [Dengan begitu, aku dan dia nggak perlu melewatkan empat tahun yang harusnya bisa kami lalui bersama tiap waktu, cuma karena mikirin si beban itu.] Aku pun tersenyum. Baru saja hendak menggeser layar, tiba-tiba aku melihat foto profil dan akun yang sama persis dengan Nadya Jiandra, teman masa kecilku. Saat aku mengekliknya, profil pribadinya juga sama persis, hanya saja usianya sepuluh tahun lebih tua. Hatiku langsung terasa hampa. Ternyata, inilah Nadya sepuluh tahun kemudian. Pantas saja, saat tahu kami diterima di jurusan yang sama, hanya aku satu-satunya yang bersorak gembira. Pantas saja, saat melihat teman masa kecilku, Aldo Prasetya, menerima surat penerimaan dari jurusan Sastra dalam negeri, Nadya terdiam begitu lama. Ternyata, akulah yang menjadi beban bagi Nadya, yang menyebabkan begitu banyak penyesalan dan kekecewaan di hatinya. Jika seperti itu …. Aku dengan tenang mengeklik tombol konfirmasi dan menerima surat penerimaan kuliah yang seluruhnya ditulis dalam bahasa asing itu. Jika seperti itu, biarkan aku mengakhiri kesalahan ini sepuluh tahun lebih awal.
Pembalasan Dendam Sang Penyelamat Dunia - undefined novels & stories
Gumiho
Dalam sebuah misi pembasmian zombi, aku tak sengaja terinfeksi virus zombi saat berusaha melindungi tim. Namun, Kirana Nismara, pacarku yang juga menjabat sebagai kapten tim, berdalih ingin menghindari tuduhan pilih kasih, lalu memberikan satu-satunya obat penawar kepada seorang anggota tim yang kabur diam-diam lalu terinfeksi. Dengan mata memerah, dia meyakinkanku, "Arya, percayalah padaku. Selama tiga hari masa inkubasi virus ini, aku pasti akan mencarikan obat penawar lagi untukmu." Aku menahan rasa sakit yang terasa membakar di dalam tubuh dan mengangguk. Keesokan harinya, dia benar-benar membawa pulang satu dosis obat penawar. Namun, tepat satu detik sebelum obat itu disuntikkan ke pembuluh darahku, anggota tim yang tidak pernah sekalipun keluar dari markas, Juna Baskara, tiba-tiba mengerutkan kening. "Kirana, kepalaku sangat sakit … aku takut jangan-jangan sudah terinfeksi." Di hadapan semua orang, Kirana tanpa ragu memberikan obat penawar itu kepada Juna. "Juna adalah anggota tim kita, kalau terjadi sesuatu padanya, itu berarti aku sudah gagal menjalankan tugas sebagai Kapten." "Arya, kau adalah Wakil Kapten, terlebih lagi, kau adalah pacarku. Aku tidak boleh sampai pilih kasih." Aku melihat kilatan kemenangan yang sekilas muncul di sorot mata Juna serta ekspresi Kirana yang tidak memberi ruang untuk dibantah, aku pun tertawa sinis karena kesal. Tidak boleh pilih kasih? Baiklah. Dia akan segera mengerti tentang sesuatu. Bahwa tanpaku, tim ini sama sekali tidak mungkin bisa bertahan hingga sekarang. Karena aku adalah Evolusioner Sempurna, yang tingkat kemunculannya di dunia pasca-apokaliptik hanya nol koma satu persen.
Bunga yang Bersemi Dalam Mimpi - undefined novels & stories
Ochos
"Kak, aku sudah setuju untuk nikah sama orang yang kalian jodohkan." Suara tenang Fiona Kongadi terdengar sangat jelas di tengah keheningan malam. Mendengar hal itu, Francis Kongadi akhirnya mengembuskan napas lega. "Kamu akhirnya rela putus dengan pacarmu itu? Setelah bertahun-tahun pacaran, dia nggak pernah mau pulang bersamamu untuk ketemu aku, Ayah, dan Ibu. Sejak awal, sudah kutahu hubungan kalian nggak akan berakhir baik." Mendengar nada bicara kakaknya yang penuh keyakinan, Fiona menunduk dan mengiakan dengan pelan, "Dulu, aku yang salah. Aku akan selesaikan urusanku di sini secepat mungkin. Mengenai masalah pernikahan, kalian tolong aturkan dulu, ya. Beri aku waktu dua minggu saja."
Maaf N atau Hanya N - undefined novels & stories
Hes
Pada malam ketika Reza Mahardika memenangkan penghargaan Aktor Terbaik, aku berada di belakang panggung, sekali lagi membantunya menghadapi rumor skandal, untuk yang kesembilan puluh sembilan kalinya. Ketika wartawan bertanya piala itu akan dipersembahkan untuk siapa, dia berkata sambil tersenyum lembut, "Untuk seseorang yang telah menungguku selama bertahun-tahun dan juga telah lama aku kecewakan." Aku berdiri di balik bayang-bayang, dan jantungku berdebar pelan. Bagaimanapun juga, kami telah menjalani pernikahan diam-diam selama delapan tahun. Saat dia sedang terpuruk, aku menjual barang-barang warisan ibuku demi membiayai pendidikannya di bidang akting. Saat seluruh warganet menghujatnya, aku begadang semalaman menulis klarifikasi, bahkan berlutut memohon kepada sutradara agar tidak mengganti perannya. Kemudian setelah dia menjadi terkenal, aku justru menjadi masa lalu yang dia coba hindari. Dia berkata, "Setelah aku memenangkan penghargaan sebagai Aktor Terbaik, aku akan mengumumkan hubungan kita." Aku mengira, jawaban selama delapan tahun itu akhirnya akan terungkap malam ini. Acara penghargaan belum selesai, aku pergi ke ruang istirahat untuk mengantarkannya mantel, tetapi tanpa sengaja mendengar manajernya sedang bertanya padanya. "Keira sedang menangis, katanya kau pernah berjanji akan memberinya status yang jelas." Reza terdiam cukup lama. "Aku memang berhutang padanya. Seandainya dulu aku tidak buru-buru mendaftarkan pernikahanku dengan Nara sampai melewatkan panggilan telepon terakhir dari ayahnya, dia tidak akan membenciku selama bertahun-tahun seperti ini." "Lalu, bagaimana dengan Nara?" Dia menjawab, "Nara itu orang yang pengertian, dia tidak akan membuat keributan." Aku berdiri di luar pintu, lalu tiba-tiba tersenyum. Ternyata, selama delapan tahun aku memilih diam, di matanya hanya dianggap sebagai pengertian. Pukul tiga dini hari, topik teratas meledak di media sosial. Dia menggandeng Keira keluar dari hotel, lalu memasangkan cincin pernikahanku ke jari manis wanita itu. Keterangan unggahannya berbunyi: [Jawaban yang datang terlambat.] Aku tidak meneleponnya, juga tidak menuntut penjelasan. Hanya diam-diam membeli tiket pesawat ke Nordavia. Reza, mulai sekarang, aku tidak akan lagi menjadi penontonmu.
PREV
12345
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status