Pelayan Kesayangan CEO Arogan
"Iya, Ju. Makanya, besok-besok kamu kalau capek, pura-pura sakit saja atau pasang muka melas. Siapa tahu nasibmu bisa seberuntung itu, dapat hari libur tambahan gratis tanpa potongan gaji. Enak toh, nggak usah capek-capek peras keringat kayak pembantu beneran."
Rangkaian kalimat sindiran yang keluar dari mulut kedua orang itu terasa begitu tajam dan menyakitkan, menusuk langsung ke dalam ulu hati Sasa. Gadis polos itu meremas jemarinya sendiri, mencoba menahan air mata yang mendadak mendesak ingin keluar. Sasa tahu betul apa yang mereka maksud, namun ia memilih untuk tetap diam dan tidak membalas. Tujuannya ke dapur malam ini hanyalah untuk mengisi perutnya yang kosong agar ia bisa segera me
Hot Chapters