Library
Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
Menjemput Senja di Langit Palu

Menjemput Senja di Langit Palu

Guntur keluar dari dalam mobil untuk memastikan kondisi di luar. Beberapa saat kemudian, ia kembali. “Sepertinya kita harus menunggu.” Ia melirik jam tangannya. “Sekarang sudah pukul 22.30 WITA,” jelas Guntur. Bibirku tetap terkatup. Tubuhku masih terasa lemas, sementara napasku belum sepenuhnya teratur. Aku hanya menyandarkan kepala pada jok dengan wajah merona.
101.5K viewsOngoingAdded to Library 33 Times as 2 pm
Read
+Library
Bukan Istri Sah

Bukan Istri Sah

Ah, Damay baru ingat kalau ia belum makan siang, dan ini sudah … Entah sudah pukul berapa saat ini? Damay bangkit perlahan, lalu kembali memijat kepalanya dengan dua tangan. Menatap lurus pada dinding di hadapan, dan melihat jarum jam yang menunjukkan hampir pukul 12. Damay yakin, bahwa saat ini sudah hampir tengah malam dan perutnya sudah benar-benar terasa lapar. Akan tetapi, ada yang aneh ketika Damay mencoba melarikan maniknya ke seluruh ruang. Tatapannya kemudian terjatuh, pada sisi tempat tidur yang ada di sebelahnya.
10134.0K viewsCompletedAdded to Library 2.7K Times as 2 pm
Show Reviews (37)
Read
+Library
Sophia Setiawan
Digantung lg dan dibikin penasaran terus, tapi tetap bahagia krn dpt update-an terbaru. Makasih n Lop u banyak2 mba beb... Didoa'in selalu sehat dan selalu semangat nulisnya.. Sukses terus buat Author kesayangan ...
Dindra kaysan
Mbaaakkkk Bebeeeb..... bolak balik buka GN cm nunggu up nya blom juga eng...... Ini udah siang loh mbak, rezeki dipatok ayam nanti.... hahahaha buruan atuuuh up nya gak sabar baca part bucinnya Mas Banyu...
Read All Reviews
MENCINTAIMU ADALAH RASA SAKIT

MENCINTAIMU ADALAH RASA SAKIT

Malam menelan kota dengan diam yang aneh. Hujan baru saja reda, menyisakan bau tanah basah dan genangan air yang memantulkan cahaya lampu jalan. Ardi menatap jam tangannya — pukul 11:47 malam. Masih ada tiga belas menit sebelum waktu yang tertera dalam pesan: tengah malam, di tempat pertama mereka bertemu.
101.0K viewsOngoingAdded to Library 33 Times as 2 pm
Read
+Library
Cinta Gila Putra Konglomerat

Cinta Gila Putra Konglomerat

timpal Pamela mencoba mendorong wajah Zero agar tidak menempel ke wajahnya. “Tidak.” “Bohong, kamu bau alkohol.” “Cuma minum dikit,” balas Zero santai. “Aku nggak suka ya kamu begitu!” “Iya, aku nggak minum lagi setelah ini.” “Ini kok gelap banget, sudah jam berapa?” tanya Pamela mencoba untuk bangun, tetapi Zero malah memeluk perutnya. “Baru jam setengah enam.” “Aku mau pulang, katanya nanti sebentar lagi Vicenzo akan datang,” cicit Pamela.
102.5K viewsCompletedAdded to Library 93 Times as 2 pm
Read
+Library
Istri Penebus Utang Kesayangan Pewaris

Istri Penebus Utang Kesayangan Pewaris

Hanin mengingatkan Ayesha yang sepertinya sudah tidak sabar menghubungi pria itu. Ini masih jam 22.30 Waktu Indonesia Tengah, jika Hilbram di kota pusat, tentu masih jam 21.30 Waktu Indonesia Barat. Masih sore lah. Pria itu pasti sedang sibuk di ruang kerjanya.
1027.1K viewsCompletedAdded to Library 650 Times as 2 pm
Read
+Library
Menikah dengan Mantan

Menikah dengan Mantan

Namun, segera ia tepis dengan menggeleng-gelengkan kepalanya. “Kenapa, Indi?” tanya Damian kemudian. “Heuh? Nggak apa-apa. Agak dingin, yaa. Udah jam berapa ini?” tanyanya lalu mengambil ponselnya dan melihat jam di layar ponselnya tersebut. “Udah jam dua belas. Masuk, yuk!” Damian dan Indi masuk ke dalam villa. Keduanya kini duduk di sofa depan tempat tidur sembari menonton televisi yang ada di dalam kamar mereka.
106.1K viewsCompletedAdded to Library 194 Times as 2 pm
Read
+Library
Dokter Ajaib Dari Dunia Paralel

Dokter Ajaib Dari Dunia Paralel

Jam dinding di ruang jaga menunjukkan pukul 02.15 dini hari dengan jarum detik yang bergerak perlahan seperti waktu yang enggan berlalu. Peter duduk di kursi lipat tua yang pegas duduknya sudah aus, kepala bersandar di dinding dingin yang dicat hijau mint khas rumah sakit.
1046.9K viewsCompletedAdded to Library 1.4K Times as 2 pm
Read
+Library
Kita Bertemu di Korea

Kita Bertemu di Korea

pikirnya dalam hati Pria itu kemudian menghela napas dan menengadahkan kepala melihat ke arah langit, dengan kedua tangan berada di saku celana. Tak terasa matahari telah menenggelamkan diri. Kim Tae Ho segera melihat jam tangan, waktu sudah pukul 07:00 malam. Dia harus segera pulang, karena tidak ingin Samiya khawatir. Lagi pula, istrinya tadi pagi juga sedang tidak enak badan.
107.7K viewsCompletedAdded to Library 209 Times as 2 pm
Read
+Library
Crash Melody

Crash Melody

katanya. Endra menggeleng. “Enggak, tapi aku juga nggak akan menahan diri. Pokoknya biarin saja semua ngalir,” katanya. “Eh, jam berapa ini?” tanya Dania, emngalihkan topik. Endra melihat jam di pergelangan tangannya. “Jam dua belas kurang lima menit,” kata Zevan. Dania membealalakkan mata. “Nggak kerasa ya,” katanya. Dia mengeluarkan ponsel.
3.8K viewsCompletedAdded to Library 92 Times as 2 pm
Read
+Library
Sesungguhnya Aku Bukan Suami yang Miskin

Sesungguhnya Aku Bukan Suami yang Miskin

“Hm.” *** Bertempat di ruang kerjanya sang manajer, Bu Ningrum, Radit ikut serius menyusun beberapa proposal bersama sang manajernya. Jam telah menunjukkan pukul 14.00. “Saat ini jam sudah menunjukkan pukul 14 tepat,” ucap Bu Ningrum sembari menoleh ke jam tangannya. Sebaiknya kita makan siang dulu, nanti kita lanjutkan lagi.”
1017.0K viewsCompletedAdded to Library 339 Times as 2 pm
Read
+Library
PREV
12345
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status