Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Dokter Ajaib Dari Dunia Paralel

Dokter Ajaib Dari Dunia Paralel

Jam dinding di ruang jaga menunjukkan pukul 02.15 dini hari dengan jarum detik yang bergerak perlahan seperti waktu yang enggan berlalu. Peter duduk di kursi lipat tua yang pegas duduknya sudah aus, kepala bersandar di dinding dingin yang dicat hijau mint khas rumah sakit.
1046.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.3K kali sebagai 2 pm
Baca
+Pustaka
Bukan Istri Sah

Bukan Istri Sah

Ah, Damay baru ingat kalau ia belum makan siang, dan ini sudah … Entah sudah pukul berapa saat ini? Damay bangkit perlahan, lalu kembali memijat kepalanya dengan dua tangan. Menatap lurus pada dinding di hadapan, dan melihat jarum jam yang menunjukkan hampir pukul 12. Damay yakin, bahwa saat ini sudah hampir tengah malam dan perutnya sudah benar-benar terasa lapar. Akan tetapi, ada yang aneh ketika Damay mencoba melarikan maniknya ke seluruh ruang. Tatapannya kemudian terjatuh, pada sisi tempat tidur yang ada di sebelahnya.
10132.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 2.7K kali sebagai 2 pm
Tampilkan Ulasan (37)
Baca
+Pustaka
Sophia Setiawan
Digantung lg dan dibikin penasaran terus, tapi tetap bahagia krn dpt update-an terbaru. Makasih n Lop u banyak2 mba beb... Didoa'in selalu sehat dan selalu semangat nulisnya.. Sukses terus buat Author kesayangan ...
Dindra kaysan
Mbak beb.... Jgn kelamaan hiatusnya yaaa.... udah gak sabar nunggu hatinya Banyu luluh sm Damay dan bucinnya Banyu.... Eeh emang Damay bakal ama Banyu gituu? ngarep boleh donk.... Pokoknya jodohnya Damay sm Banyu yaa mbak beb.... #teuteup maksa#
Baca Semua Ulasan
MENCINTAIMU ADALAH RASA SAKIT

MENCINTAIMU ADALAH RASA SAKIT

Malam menelan kota dengan diam yang aneh. Hujan baru saja reda, menyisakan bau tanah basah dan genangan air yang memantulkan cahaya lampu jalan. Ardi menatap jam tangannya — pukul 11:47 malam. Masih ada tiga belas menit sebelum waktu yang tertera dalam pesan: tengah malam, di tempat pertama mereka bertemu.
10891 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 28 kali sebagai 2 pm
Baca
+Pustaka
Taruhan Dengan Ceo Muda

Taruhan Dengan Ceo Muda

“Tapi ini sudah larut malam...” “Tenang saja! Ini baru jam dua belas lewat sedikit, kok!”
102.5K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 82 kali sebagai 2 pm
Baca
+Pustaka
Cinta Gila Putra Konglomerat

Cinta Gila Putra Konglomerat

timpal Pamela mencoba mendorong wajah Zero agar tidak menempel ke wajahnya. “Tidak.” “Bohong, kamu bau alkohol.” “Cuma minum dikit,” balas Zero santai. “Aku nggak suka ya kamu begitu!” “Iya, aku nggak minum lagi setelah ini.” “Ini kok gelap banget, sudah jam berapa?” tanya Pamela mencoba untuk bangun, tetapi Zero malah memeluk perutnya. “Baru jam setengah enam.” “Aku mau pulang, katanya nanti sebentar lagi Vicenzo akan datang,” cicit Pamela.
102.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 88 kali sebagai 2 pm
Baca
+Pustaka
Istri Penebus Utang Kesayangan Pewaris

Istri Penebus Utang Kesayangan Pewaris

Hanin mengingatkan Ayesha yang sepertinya sudah tidak sabar menghubungi pria itu. Ini masih jam 22.30 Waktu Indonesia Tengah, jika Hilbram di kota pusat, tentu masih jam 21.30 Waktu Indonesia Barat. Masih sore lah. Pria itu pasti sedang sibuk di ruang kerjanya.
1026.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 641 kali sebagai 2 pm
Baca
+Pustaka
Menikah dengan Mantan

Menikah dengan Mantan

Namun, segera ia tepis dengan menggeleng-gelengkan kepalanya. “Kenapa, Indi?” tanya Damian kemudian. “Heuh? Nggak apa-apa. Agak dingin, yaa. Udah jam berapa ini?” tanyanya lalu mengambil ponselnya dan melihat jam di layar ponselnya tersebut. “Udah jam dua belas. Masuk, yuk!” Damian dan Indi masuk ke dalam villa. Keduanya kini duduk di sofa depan tempat tidur sembari menonton televisi yang ada di dalam kamar mereka.
105.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 182 kali sebagai 2 pm
Baca
+Pustaka
Crash Melody

Crash Melody

katanya. Endra menggeleng. “Enggak, tapi aku juga nggak akan menahan diri. Pokoknya biarin saja semua ngalir,” katanya. “Eh, jam berapa ini?” tanya Dania, emngalihkan topik. Endra melihat jam di pergelangan tangannya. “Jam dua belas kurang lima menit,” kata Zevan. Dania membealalakkan mata. “Nggak kerasa ya,” katanya. Dia mengeluarkan ponsel.
3.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 87 kali sebagai 2 pm
Baca
+Pustaka
Diam-Diam Jatuh Cinta

Diam-Diam Jatuh Cinta

“Memang kamu pulangnya jam berapa?” “By request sih, kamu maunya jam berapa?” “Beneran nih by request? Kalau aku minta jam dua belas gimana?” “Jam dua belas siang apa jam dua belas malam?” Pria itu balik bertanya. “Ya jam dua belas siang lah, Jav. Ngapain juga jam dua belas malam?” Zoia terkikik membayangkannya. “Jam dua belas siang? Jadi kita lunch bareng, lalu setelahnya lanjut quickie?”
9.728.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 959 kali sebagai 2 pm
Baca
+Pustaka
Sesungguhnya Aku Bukan Suami yang Miskin

Sesungguhnya Aku Bukan Suami yang Miskin

“Hm.” *** Bertempat di ruang kerjanya sang manajer, Bu Ningrum, Radit ikut serius menyusun beberapa proposal bersama sang manajernya. Jam telah menunjukkan pukul 14.00. “Saat ini jam sudah menunjukkan pukul 14 tepat,” ucap Bu Ningrum sembari menoleh ke jam tangannya. Sebaiknya kita makan siang dulu, nanti kita lanjutkan lagi.”
1016.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 335 kali sebagai 2 pm
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1234
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status