Luka Abadi, Cinta Tak Berarti
Ketika hendak meraih fotoku, matanya malah tertuju pada secarik kertas di bawah bingkai, bertuliskan, [Yobel, aku akan menunggumu di neraka].
Yobel memeluk erat fotoku dan air matanya berjatuhan.
Dia menggelengkan kepala, suaranya tersendat, “Nggak mungkin… semua ini palsu, pasti palsu…..”
“Sayang, bukannya kamu benci padaku? Bukannya kamu mau membalas dendam padaku. Kalau sudah mati, bagaimana bisa kamu membalas dendam?”
“Tolong keluarlah… jangan menakutiku… kumohon!”
Bab Populer