Tukang Pijat Tampan
"Kita satu frekuensi karena bisa saling merasakan kekuatan. Kau tahu kan maksudku? Energi internal yang kau gunakan tadi untuk melumpuhkan delapan orang tanpa senjata. Itu bukan kekuatan fisik biasa. Dan ada lumayan banyak orang seperti kita di luar sana. Di seluruh Indonesia, mungkin ratusan. Di seluruh dunia, mungkin ribuan."
Gilang berhenti sejenak, membiarkan informasi itu meresap. "Sebagian melakukan kejahatan, menggunakan kekuatan mereka untuk keuntungan pribadi, untuk kekuasaan, untuk memuaskan ego gelap mereka. Sebagian tak peduli, hanya ingin hidup normal, menyembunyikan kekuatan mereka selamanya. Dan sebagian lagi..." ia menatap Adit dengan tatapan yang lebih tajam, "mencoba menghe