Pembalasan Kesatria Dari Neraka
Lemah tidak berdaya, persis seperti bertahun-tahun yang lalu.
“Panas, Kakek,” lirih Sanchia menekan dadanya. Seolah ada api besar yang membakar setiap organnya.
“Dingin ... dingin sekali. Ayah, Ibu, dingin.” Sanchia bergumam lirih. Matanya tampak sayu, fokus pada api yang menyala-nyala.
Uhuk ... uhuk!
Sanchia mengeratkan kedua tangannya, menahan rasa panas dan dingin di dalam tubuhnya. Dua hawa yang berlawanan itu seolah bertengkar dan berlomba untuk mendominasi.
ตอนยอดนิยม